Segini Sebenarnya Besaran DP (Uang Muka) KPR BTN Subsidi

Advertisement

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! KPR BTN Subsidi menjadi salah satu cara terjangkau untuk memiliki rumah idaman… Namun ada banyak hal penting pada Kredit Pemilikan Rumah golongan ini… sehingga kadang membuat konsumen merasa dibohongi oleh marketing pengembang.

Advertisement

Betul Om… Dari pengalaman saya dan pengalaman beberapa orang, saya menciduk fakta bahwa kadang pihak marketing dari pengembang tidak transparan kepada calon konsumen. Misale saja tidak memberitahukan tentang biaya KPR, biaya notaris dan sebagainya…

Iya meskipun biasanya ada “catatan” pada brosur mereka, tapi catatan tersebut ditulis dengan huruf yang sangat kecil… sehingga tidak semua orang tahu akan keberadaan syarat dan ketentuan tersebut.

Betul Om… Biasanya di awal penawaran, calon konsumen hanya diberitahu perkara uang muka dan booking fee saja… baru nanti menjelang akad kredit, si konsumen di beritahu tentang biaya-biaya tersebut.

Memang tidak selalu seperti itu… Tapi kadang ada yang seperti itu.

Tetangga saya pernah ada yang panik dan marah-marah ketika tiba-tiba dia harus menyiapkan uang senominal Rp6 juta (atau Rp8 juta)… sehari sebelum akad kredit. Dia mengaku bahwa tidak mengetahui sejak awal akan adanya biaya tersebut. Dia kira hanya booking fee dan DP saja untuk kemudian beres semuanya…

Tapi ternyata tidak seperti itu…

Nah… supaya Om/Sist juga tidak mengalami hal seperti tetangga saya… baiknya Om/Sist pahami hal-hal berikut ini:

Kpr btn subsidi

Hal-hal Penting dalam KPR BTN Subsidi

Hitung dan Pastikan Total Uang Muka yang Sebenarnya

Uang muka yang saya maksud bukanlah uang yang menempel dimuka… Wkwkwkwk….

Uang muka yang disebutkan oleh marketing perumahan biasanya hanyalah Down Payment alias DP yang tertera di atas kertas saja… Padahal sebenarnya ada “embel-embel” yang nominalnya justru lebih besar dibanding DP itu sendiri.

Jadi Om/Sist jangan girang dulu jika ada iklan Kredit Perumahan yang menawarkan iming-iming DP 0%.

Contoh kasus:

Pada saat saya mengajukan KPR bersubsidi di Cisaga Ciamis pada tahun 2016 lalu… iming-iming yang ditawarkan oleh marketing pengembang adalah besaran DP yang hanya Rp300 ribu saja…

Nominal sebesar itu tentu sangat menggiurkan…

Saya juga tergiur… tapi saya tidak terbutakan oleh program yang tidak masuk akal seperti itu.

Lah iya Om… Wong uang muka rumah ko cuma Rp300 ribu… lebih kecil dari DP motor entry-level. Itu kan mustahil Om…

Nah, karena saya sudah yakin bahwa hal itu mustahil, maka saya terus gali lebih dalam perkara jumlah biaya yang sebenarnya yang harus kita keluarkan sejak awal hingga akad kredit dilakukan.

Dan ternyata benar… Ada banyak biaya bla bla bla yang harus saya bayarkan, yaitu:

Booking Fee

Booking fee adalah uang tanda jadi pemesanan kavling… Biasanya harus dibayar lunas diawal pemesanan.

Sebelum Om/Sist menyerahkan booking fee pada pengembang, Om/Sist harus paham dahulu bahwa booking fee tidak bisa dikembalikan jika terjadi pembatalan KPR… entah itu Om/Sist sendiri yang membatalkan atau pun jika pengajuan KPR Om/Sist ditolak oleh bank.

Jadi Om/Sist harus yakin betul sebelumnya… dan harus siap dengan resiko tersebut.

Kadang yang membuat kita ngga enak hati ialah jika pembatalannya terjadi karena penolakan dari pihak bank pemberi kredit…

Iya kalau kita yang membatalkan, wajar uangnya tidak kembali… Tapi kalau aplikasi kita yang ditolak oleh pihak bank kenapa booking fee tidak kembali??

Entahlah… tapi yang jelas sih pihak pengembang tidak mau rugi… jadi apa pun alasannya, jika terjadi pembatalan ya tetap saja uang tidak kembali.

Sementara itu untuk besaran booking fee-nya adalah tergantung dari kebijakan masing-masing pengembang.

Kalau di komplek saya saat tulisan ini dibuat, besaran booking fee-nya adalah Rp1 juta… tapi ada juga pengembang lain yang menetapkan booking fee sebesar Rp1,5 juta.

Sedangkan pada saat saya mengajukan KPR BTN Subsidi pada tahun 2016 lalu, besaran booking fee-nya adalah Rp2 juta.

Nah… tuh kan… judulnya DP Rp300 ribu tapi booking fee-nya Rp2 juta. Jadi sudah Rp2,3 juta jumlahnya.

Penurunan Plafon Kredit

Secara pengertian yang sederhana, plafon kredit adalah nominal pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada nasabah.

Advertisement

Dalam hal KPR BTN Subsidi, saya langsung kasih contohnya saja supaya gamblang…

  • Nilai rumah yang akan saya kredit adalah Rp110.300.000
  • DP yang saya bayar adalah Rp300.000

Berarti saya mengajukan kredit ke BTN sebesar Rp110 juta

Namun setelah pengajuan, pihak BTN hanya menyetujui pembiayaan untuk saya sebesar Rp105 juta saja.

Selanjutnya karena pembiayaan yang disetujui adalah Rp105 juta, maka saya harus membayar Rp5 juta secara tunai bersama dengan DP yang Rp300 ribu itu tadi.

Intinya DP saya tidak jadi Rp300.000 tapi jadinya Rp5.300.000.

Nah… kemudian kita tambahkan dengan booking fee sebesar Rp2 juta di atas, maka sekarang jumlahnya adalah menjadi Rp7,3 juta.

Paham ya Om… dari judul DP Rp300.000 nyatanya adalah Rp7,3 juta.

Dan itu belum selesai… masih ada kelanjutannya…

Lokasi Hook

Ini sih memang optional alias pilihan… Om/Sist bebas memilih, mau ambil lokasi hook atau tidak.

Tapi bagi saya… lokasi hook itu menguntungkan karena lebih leluasa…

2 Cara Memilih Lokasi KPR BTN Subsidi yang Nyaman

Hook adalah posisi dimana kavling kita ada dipojokan blok. Kelebihannya adalah, rumah Om/Sist nanti jadi punya 2 pintu keluar… yaitu pintu depan dan pintu samping.

Berbeda dengan posisi ditengah, kejepit kanan kiri sehingga hanya punya satu pintu depan saja sebagai jalan keluar.

Nah… untuk mendapatkan posisi hook ini, saya harus menebusnya sebesar Rp2 juta rupiah.

(Di kota lain dan / atau pengembang lain, harganya bisa berbeda).

Sekarang kita jumlahkan dengan nominal di atas yang tadi sudah mencapai Rp7,3 juta… ditambah hook Rp2 juta maka totalnya adalah Rp9,3 juta.

Nah… dari Rp300.000 sekarang sudah mencapai Rp9.300.000.

Kelebihan Tanah

Kelebihan tanah juga sama seperti hook… sifatnya optional.

Jika Om/Sist tidak ingin membayar lebih, maka ambil saja kavling yang pas… yaitu yang tidak ada kelebihan tanahnya.

Sebagai contoh kavling saya yang ada kelebihan tanah 10 meter persegi, saya dibebani harga tanah kelebihan senominal Rp650.000 permeter… maka saya harus membayar Rp6,5 juta untuk 10 meter tanah lebihan tersebut.

Jadi sekarang totalnya sudah Rp15,8 juta dari iming-iming DP Rp300.000 itu tadi…

Biaya Sertifikat, Biaya Akad, Biaya Notaris dan Lain-lain

Belum habis sampai disitu, masih ada biaya-biaya siluman lainnya…

Sebelum Om/Siat memutuskan untuk mengajukan KPR BTN Subsidi, Om/Sist harus pastikan dulu berapa biaya notaris, biaya akad kredit, biaya sertifikat dan lain-lain…

Pastikan dan jumlahkan total semuanya… jangan sampai nanti menjelang akad kredit, Om/Sist harus mendadak kelimpungan untuk mendapatkan sejumlah uang.

Pada saat saya mengajukan KPR, kebetulan saat itu di komplek saya lagi ada promo… semua biaya akad kredit dan biaya notaris ditanggung oleh pengembang.

Andai saat itu tidak ada program promo yang demikian, pastinya saya bakal habis sekira Rp20 jutaan sampai saya terima kunci.

Nah… Om… bayangkan saja… dari iming-iming DP Rp300.000 itu total uang muka yang harus kita bayarkan adalah Rp20 jutaan. Kan gile tuh Om…

Hokeh… kita anggap Om Bro tidak mengambil posisi hook dan tidak ada kelebihan tanah… pun hasil akhirnya masih berada di angka Rp12 jutaan.

Kesimpulan…

Dalam urusan KPR, nominal sebesar itu memang sangat wajar. Namun yang kadang dipermasalahkan adalah lantaran pihak marketingnya tidak transparan sejak awal.

Maksudnya sih mungkin mereka takut calon konsumen membatalkan minatnya jika konsumen sudah tahu nominal besar tersebut sejak awal.

So… dari kisah saya ini Om/Sist ambil pelajaran… Sebelum mengajukan KPR BTN Subsidi, Om/Sist harus tekan benar-benar… minta penjelasan dari pihak pengembang, berapa total biaya yang harus disiapkan sampai terima kunci,, termasuk biaya-biaya siluman tersebut di atas. (Bloglain).

5 Alasan Kenapa Anda Harus Memilih KPR BTN Subsidi

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *