Beranda » Tema » Segini Sebenarnya Besaran DP (Uang Muka) KPR BTN Subsidi

Segini Sebenarnya Besaran DP (Uang Muka) KPR BTN Subsidi

Perumahan KPR BTN

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! KPR BTN Subsidi menjadi salah satu cara terjangkau untuk memiliki rumah idaman.

Namun ada banyak hal penting pada Kredit Pemilikan Rumah golongan ini sehingga kadang membuat konsumen merasa pihak marketing pengembang telah membohonginya.

Betul Om. Dari pengalaman saya dan beberapa orang lain, saya menciduk fakta bahwa kadang pihak marketing dari pengembang tidak transparan kepada calon konsumen. Misale saja tidak memberitahukan tentang biaya KPR, biaya notaris dan sebagainya.

Iya meskipun biasanya ada “catatan” pada brosur mereka, tapi catatan tersebut tertulis dengan huruf yang sangat kecil sehingga tidak semua orang tahu akan keberadaan syarat dan ketentuan tersebut.

Betul Om. Biasanya pada awal penawaran, calon konsumen hanya mendapat informasi tentang uang muka dan booking fee saja. Baru nanti menjelang akad kredit, pihak pengembang akan memberitahukan biaya-biaya tersembunyi yang harus konsumen bayar.

Memang tidak selalu seperti itu, tapi kadang ada yang seperti itu.

Tetangga saya pernah ada yang panik dan marah-marah ketika tiba-tiba ia harus menyiapkan uang senominal Rp6 juta (atau Rp8 juta) pada satu hari sebelum akad kredit. Ia mengaku bahwa tidak mengetahui sejak awal akan adanya biaya tersebut. Ia kira hanya booking fee dan DP saja untuk kemudian beres semuanya.

Tapi ternyata tidak seperti itu.

Nah. Supaya Om/Sist juga tidak mengalami hal seperti tetangga saya, baiknya Om/Sist fahami tentang berapa sebenarnya besaran uang muka KPR BTN subsidi.

Hal-hal Penting dalam KPR BTN Subsidi

Hitung dan Pastikan Total Uang Muka yang Sebenarnya

Informasi tentang uang muka dari pihak marketing pengembang, biasanya hanyalah nominal down payment saja. Yaitu besaran DP yang tertera melalui brosur. Tapi tahukah Om/Sist sekalian bahwa sebenarnya ada banyak biaya tersembunyi yang nominalnya justru lebih besar dari nominal DP tersebut?

Betul Om. Jadi Om/Sist jangan senang dulu kalau ada iklan kredit perumahan yang bahkan menawarkan iming-iming DP 0%.

Contoh Kasus

Pada saat saya mengajukan KPR bersubsidi di Cisaga, Ciamis pada awal tahun 2016 lalu, ketika itu ada iming-iming DP hanya Rp300.000 saja. Nominal sebesar itu tentu sangat menggiurkan. Saya juga tergiur. Tapi saya tidak buta oleh program yang tidak masuk akal seperti itu.

Lah iya Om. Wong uang muka rumah ko cuma Rp300 ribu? Lebih kecil dari DP motor entry-level? Itu kan mustahil Om!

Nah, karena saya sudah yakin bahwa hal itu mustahil, maka saya terus gali lebih dalam perkara jumlah biaya yang sebenarnya yang harus kita keluarkan sejak awal hingga akad kredit terjadi nantinya.

Dan ternyata benar. Ada banyak biaya siluman yang harus saya bayarkan.

Apa sajakah itu?

Booking Fee

Booking fee adalah uang tanda jadi pemesanan kavling. Biasanya harus Om/Sist bayar lunas pada awal pemesanan.

Sebelum Om/Sist menyerahkan booking fee pada pihak pengembang, Om/Sist harus faham dulu bahwa booking fee tidak bisa kembali jika nantinya terjadi pembatalan KPR, entah itu Om/Sist sendiri yang membatalkan ataupun jika pengajuan KPR Om/Sist mendapat penolakan dari pihak bank.

Jadi Om/Sist harus yakin betul sebelumnya dan harus siap dengan resiko tersebut.

Kadang yang membuat kita ngga enak hati ialah jika pembatalannya terjadi karena penolakan dari pihak bank pemberi kredit.

Iya kalau kita yang membatalkan, wajar uangnya tidak kembali. Tapi kalau pihak bank yang menolak aplikasi kita, kenapa booking fee tidak kembali?

Begitu logika saya.

Tapi ya memang seperti itulah kenyataannya. Yang jelas sih pihak pengembang tetap mau untung dengan jadi atau tidaknya pembelian. Maka itu uang booking tidak akan mereka kembalikan, apapun kondisinya.

Sementara itu untuk besaran booking fee’nya sendiri adalah tergantung dari kebijakan masing-masing pengembang. Ada yang Rp500 ribu, ada yang Rp1 juta dan ada juga yang Rp2 juta.

Ketika saya mengajukan KPR BTN subsidi pada tahun 2016 lalu, besaran booking fee’nya adalah Rp2 juta.

Nah. Tuh kan. Judulnya DP Rp300 ribu tapi booking fee’nya Rp2 juta, jadi sudah Rp2.3 juta jumlahnya.

Penurunan Plafon Kredit

Secara pengertian sederhana, plafon kredit adalah nominal atau kesanggupan besaran pembiayaan dari bank kepada nasabah.

Dalam hal KPR BTN Subsidi, saya langsung kasih contohnya saja supaya gamblang.

  • Nilai rumah yang akan saya kredit adalah Rp110.300.000
  • DP yang saya bayar adalah Rp300.000

Berarti saya mengajukan kredit ke BTN sebesar Rp110 juta.

Namun setelah pengajuan, pihak BTN hanya menyetujui pembiayaan untuk saya sebesar Rp105 juta saja.

Selanjutnya karena pembiayaan yang yang mendapat persetujuan adalah Rp105 juta, maka saya harus membayar Rp5 juta secara tunai bersama dengan DP yang Rp300 ribu itu tadi.

Intinya DP saya tidak jadi Rp300.000 tapi jadinya Rp5.300.000.

Nah. Kemudian kita tambahkan dengan booking fee sebesar Rp2 juta tadi, maka sekarang jumlahnya menjadi Rp7.3 juta.

Faham ya Om? Jadi dri judul DP Rp300.000 nyatanya adalah Rp7.3 juta.

Dan itu belum selesai. Masih ada lagi kelanjutannya.

Lokasi Hook

Ini sih memang optional alias pilihan. Om/Sist bebas memilih, mau ambil lokasi hook atau tidak. Tapi bagi saya lokasi hook itu menguntungkan karena lebih leluasa.

Hook adalah posisi kavling pada bagian sisi atau pojokan blok.

Kelebihan posisi hook adalah, rumah Om/Sist nanti jadi bisa punya 2 pintu keluar, yaitu pintu depan dan pintu samping. Berbeda dengan posisi tengah, kejepit kanan kiri sehingga hanya punya satu pintu keluar, yaitu pintu depan saja.

Nah, untuk mendapatkan posisi hook ini, saya harus menebusnya sebesar Rp2 juta (pengembang lain dan wilayah lain mungkin berbeda nominalnya).

Sekarang kita jumlahkan dengan nominal tadi yang sudah mencapai Rp7.3 juta, tambah hook Rp2 juta maka totalnya adalah Rp9.3 juta.

Nah, dari Rp300.000 sekarang sudah mencapai Rp9.300.000.

Kelebihan Tanah

Kelebihan tanah juga sama seperti hook, sifatnya optional.

Jika Om/Sist tidak ingin membayar lebih, maka ambil saja kavling yang pas, yaitu yang tidak ada kelebihan tanahnya.

Sebagai contoh kavling saya yang ada kelebihan tanah 10 m², maka saya harus membayar kelebihan tanah tersebut. Harganya Rp650.000 permeter, maka saya harus membayar Rp6.5 juta untuk 10 m² tersebut.

Jadi sekarang totalnya sudah Rp15.8 juta dari iming-iming DP Rp300.000 itu tadi.

Biaya Sertifikat, Biaya Akad, Biaya Notaris dan Lain-lain

Belum habis sampai situ, masih ada biaya-biaya siluman lainnya.

Sebelum Om/Sist memutuskan untuk mengajukan KPR BTN Subsidi, Om/Sist harus pastikan dulu berapa biaya notaris, biaya akad kredit, biaya sertifikat dan lain-lain.

Pastikan dan jumlahkan total semuanya. Jangan sampai nanti menjelang akad kredit, Om/Sist harus mendadak kelimpungan untuk mendapatkan sejumlah besar uang.

Pada saat saya mengajukan KPR, kebetulan saat itu pengembang komplek saya sedang ada promo. Semua biaya akad kredit dan biaya notaris menjadi tanggungan pengembang.

Andai saat itu tidak ada program promo yang demikian, pastinya saya bakal habis sekira Rp20 jutaan sampai saya terima kunci.

Nah Om. Bayangkan saja. Dari iming-iming DP Rp300.000 itu total uang muka yang harus kita bayarkan adalah Rp20 jutaan. Kan gile tuh Om?

Hokeh. Kita anggap Om/Sist tidak mengambil posisi hook dan tidak ada kelebihan tanah pun hasil akhirnya masih berada pada angka Rp12 jutaan.

Kesimpulan

Dalam urusan KPR, nominal sebesar itu memang sangat wajar. Namun yang kadang menjadi permasalahan adalah ketika pihak marketing pengembang tidak transparan sejak awal.

Maksudnya sih mungkin mereka takut calon konsumen membatalkan minatnya jika konsumen sudah tahu nominal besar tersebut dari awal, makanya mereka berbuat seperti itu. Jadi ya pinter-pinter kita saja sebagai konsumen untuk mencari tahu dan meminta informasi selengkapnya serta menghitung total, berapa sebenarnya uang muka yang harus kita bayarkan hingga terima kunci.

So, dari kisah saya ini Om/Sist bisa ambil pelajaran, yaitu Om/Sist harus minta penjelasan selengkapnya sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR BTN Subsidi. (Bloglain).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *