10 Tips Usaha Kecil: Tetap Melejit Meski Kondisi Ekonomi Sulit

Tips Usaha Kecil – Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Walaupun kondisinya tidak separah pada saat krisis moneter 1998, tapi bagi pelaku usaha kecil-kecilan seperti saya, kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017 dan 2019 sangat menyedihkan.

Di tahun 2017 saat saya masih jadi sales motoris freelance, omset penjualan saya dalam satu bulan pernah ngedrop sampai 50% dibanding rata-rata omset bulanan ditahun sebelumnya. Sementara disaat yang sama, kebutuhan hidup sehari-hari saya bertambah tinggi.

12 Perbedaan Sales Motoris dan Sales TO serta Kanvas

Sedangkan di tahun 2019, beberapa tetangga saya yang berprofesi sebagai sales pun mengalami kesulitan seperti yang saya alami di tahun 2017.

Saya nggak ngerti bahasa ekonomi tingkat tinggi. Saya juga tidak faham ada apa sebenarnya dengan perekonomian bangsa ini… Saya hanya merasakan menurunnya daya beli masyarakat di level bawah.

Sempat terfikir untuk mencari peluang usaha lain yang lebih menjanjikan, yang lebih menguntungkan. Usaha yang tak kenal musim, yang tak kenal inflasi dan tahan pada goncangan krisis.

Tapi apa ada peluang usaha yang begitu ya??

Hingga akhirnya di tahun 2017 itu saya bisa memperbaiki usaha saya, sebelum akhirnya di tahun 2018 saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Nah… apa sajakah yang saya lakukan di tahun 2017 itu untuk kembali mendongkrak omset penjualan??

Tips Usaha Kecil: Memperbaiki Omset Penjualan

1. Tambah waktu operasional

Bagi saya yang saat itu menjalani usaha sebagai sales kanvas motoris, caranya adalah dengan berangkat lebih awal dan pulang lebih lambat.

11 Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal

Dengan lebih panjangnya waktu operasional, otomatis jadi lebih banyak pula outlet yang dapat saya kunjungi.

Tidak terkecuali bagi Om/Sist yang memiliki usaha warung atau toko… bukalah lebih awal dan tutup lebih lambat untuk memperbesar peluang datangnya konsumen baru.

11 Kiat Sukses Usaha Kecil Warung Nasi + Kelontong ala Pak Suhara

Sebagai contoh di pasar Kota Banjar Jawa Barat, itu ada salah satu toko kelontongan yang sudah beroperasi pada jam 6 pagi.

Namanya “Toko Endang”.

Padahal rata-rata toko kelontongan yang lain pada jam itu baru mulai prefer. Mereka baru akan siap pada jam 7 pagi.

Nah… sudah berapa banyak tuh pembeli yang datang selama jam 6 hingga jam 7??

Dan biasanya toko seperti ini lebih punya banyak konsumen loyal.

Ya jelas lah… Orang yang sudah terbiasa pergi ke pasar sejak waktu Shubuh, mereka akan belanja di toko ini. Ngapain harus nunggu toko lain yang belum buka??

2. Bergerak lebih cepat

Bagi salesman, pergerakan yang cepat berarti jumlah kunjungan lebih banyak.

Tapi bukan berarti tidak beramah-tamah dengan pelanggan… Interaksi harus tetap baik, hanya saja perlu mengurangi obrolan basa-basi yang tidak berguna dan mengurangi kebiasaan “ngopi” di outlet langganan.

Bagi pemilik warung / toko, kecepatan pelayanan tentunya memberikan kepuasan terhadap konsumen sehingga memancing konsumen untuk “kembali” lagi.

Jadi, cepatlah dalam menanggapi kebutuhan konsumen.

3. Pahami kebutuhan konsumen

Pada saat daya beli masyarakat menurun seperti sekarang ini, sebaiknya jangan menumpuk stock barang terlalu banyak untuk satu item produk. Fokuslah pada variasi (kelengkapan) produk-produk yang dibutuhkan oleh konsumen.

Maka dari itu, jeli-lah dalam pelayanan.

Ingat atau kalau perlu di catat apa saja produk yang pernah di tanyakan oleh konsumen dan segera sediakan. Hal itu akan meningkatkan daya saing Om/Sist dari warung / toko lain.

Bagi salesman freelance, ganti jenis produk bisa menjadi pilihan.

Tapi bukan di ganti selamanya…

Contoh:

Biasanya saya fokus pada produk jajanan anak-anak, tapi belakangan penjualan di warung-warung langganan saya sedang melambat. Maka saya kurangi stock jajanan dan sebagian modal saya alihkan pada alat-alat tulis (ATK) dan alat-alat listrik, selama 2 minggu atau 1 bulan.

Produk Makanan yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Ketika penjualan ATK dan alat-alat listrik melambat, maka stock barang saya kembalikan pada produk jajanan.

Begitu seterusnya… Atau istilah gampangnya, “gantian”.

Sebenarnya akan lebih baik kalau semua produk selalu lengkap dengan stock yang stabil. Tapi untuk ukuran motoris, hal itu tentu menyulitkan dalam urusan pengangkutan.

Apalagi jika modal Om/Sist terbatas (seperti saya).

4. Lebih aktif menawarkan

Ilmu ini saya dapatkan pada saat saya masih bekerja sebagai waiter restoran di Sarinah, Jakarta.

20 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter: Bukan Hanya Melayani

Pada jam-jam sepi, manager saya selalu memerintahkan pada beberapa orang waiter / waitress untuk aktif menyebarkan brosur di depan outlet.

Cara itu tentu sulit dilakukan oleh toko konvensional / warung kecil. Tapi Om/Sist bisa menyiasatinya dengan selalu stand by di bagian depan toko dan segera menanggapi ketika ada calon konsumen yang mendekat.

Untuk seorang salesman, caranya tentu beda lagi. Om Bro harus aktif mengontrol stock produk Om Bro di toko / warung langganan, kemudian tawarkan produk-produk yang stocknya tinggal sedikit atau bahkan habis.

Tapi hati-hati. Harus tetap dalam kaidah-kaidah kesopanan. Jangan slanang-slonong sembarangan. Salah-salah pemilik outlet malah berbalik marah pada Om Bro.

5. (Bagi Muslim / Muslimah) Paksakan diri Sholat Fardu tepat waktu

Yang akan saya bahas ini efek psikologinya… Jadi saya bukan akan tausiah disini.

Kenapa ada kata “paksakan”?? Bukankah urusan ibadah harus ikhlas dan khusu’??

Karena umumnya, kebanyakan orang merasa malas dalam hal berbuat kebaikan… Maka bagi yang malas, wajib dipaksakan.

Di samping itu, sebenarnya tidak ada keharusan ikhlas dalam berbuat baik.

Logikanya begini:

Jika Om/Sist menunggu datangnya ikhlas, maka (mungkin) Om/Sist tidak akan pernah melakukan kebaikan jika keikhlasan itu tak kunjung datang.

Ingat saat Om/Sist masih sekolah… Apakah ada keharusan ikhlas dalam belajar?? Apakah kemudian Om/Sist tidak bisa lulus karena tidak ikhlas dalam belajar??

Saya sih tetap lulus walau sekolahnya setengah terpaksa.

Seorang teman bernama ‘Ali Jamaludin pernah berkata pada saya begini bahwa “Keikhlasan akan datang setelah berlalunya sebuah keterpaksaan”.

Kang Ali adalah alumni Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang. Kang Ali mengaji di sana selama 12 tahun.

Kemudian saya juga pernah mendengar Ustadz Yusuf Mansur berkata: “Tidak harus ikhlas untuk memberi sedekah”.

Lalu apa hubungannya soal itu dengan dunia bisnis??

Kita bahas satu-persatu…

  • Efek yang timbul dari sholat tepat waktu adalah kedisiplinan
  • Sholat Subuh tepat waktu berarti bangun pagi. Jika sudah bangun pagi, artinya Om/Sist sudah siap untuk memulai usaha lebih awal
  • Sholat Dzuhur dan ‘Ashar tepat waktu berarti Om/Sist segera meninggalkan aktifitas keduniawian dan akan segera kembali pada pekerjaan setelah selesai sholat
  • Sholat Maghrib dan ‘Isya tepat waktu berarti Om/Sist sudah berhasil di hari itu dan siap untuk mencurahkan waktu dan perhatian Om/Sist untuk keluarga… Dan berarti pula Om/Sist sudah siap untuk istirahat supaya esok hari dapat bangun pagi dengan bugar

Singkatnya… Jika Om/Sist disiplin pada waktu sholat, maka dengan sendirinya Om/Sist juga akan berubah menjadi disiplin dalam jam kerja.

6. (Bagi Muslim / Muslimah) Perbanyak Sholat Hajjat dan Sholat Dhuha

Makna dari Sholat Hajjat menurut pandangan sederhana saya adalah “Memaksa Alloh untuk cepat mewujudkan keinginan kita”.

Sementara Sholat Dhuha adalah “Membuka pintu rizki di hari itu secara paksa”.

Kenapa saya bilang “paksa”…??

Karena do’a yang tidak memaksa sudah ada pada Sholat Fardhu, yaitu pada saat duduk di antara dua sujud…

Efek positif dari Sholat Hajjat dan Dhuha bagi pelaku bisnis adalah merubah pola fikir.

Maksudnya begini…

Jika Om/Sist manusia normal…

Dengan banyak melakukan Sholat Hajjat dan Dhuha, dengan sendirinya Om/Sist akan menjadi lebih giat belajar dan berusaha. Hal itu muncul karena kesadaran bahwa “Do’a tanpa usaha hanya akan sia-sia”.

Dan itu pasti… asalkan Om/Sist mampu memaksakan diri untuk mengerjakan Sholat tersebut secara terus-menerus.

Jadi… Sholat Hajjat dan Dhuha bukanlah cara untuk menjatuhkan rizki dari langit secara tiba-tiba, melainkan cara untuk merubah pola fikir orang malas menjadi orang yang rajin.

7. Perbanyak Shodaqoh

Menurut ilmu hakikat, “Jika Om/Sist sedekah sebanyak 1 kali, maka Alloh akan mengembalikannya sebesar 10 kali lipat”.

Lalu bagaimana penjelasannya secara syariat??

  • Jika Om/Sist rajin bersedekah, maka orang lain akan merasa suka pada Om/Sist
  • Dengan cara itu, maka orang-orang akan suka berbisnis dengan Om/Sist.

Dan seperti yang saya sebutkan diatas, sedekah juga tidak harus ikhlas. Sedekah dengan terpaksa juga boleh, asal jangan “mengungkit” hal yang sudah Om/Sist sedekahkan, karena hal itu akan menyakiti hati orang yang diberi sedekah.

Salah-salah, bukan disukai justru Om/Sist malah dibenci orang lain.

Anggaplah harta (sesuatu) yang telah Om/Sist sedekahkan itu sebagai “kotoran”… Seperti jika Om/Sist nongkrong di toilet, tentu Om/Sist akan segera melupakan kotoran yang telah Om/Sist buang.

Apa pernah Om/Sist berfikir, “Aduh, sayang banget itu kotoran di buang. Padahal itu kotoran dari makan di restoran mewah”.

Wkwkwkwk…

8. Yakinkan dalam hati bahwa tingkat persaingan akan berkurang

Disini rada jahat nih… Bukan nyumpahin orang lain, tapi hal ini memang sering terjadi.

Disaat kondisi ekonomi sedang sulit, banyak pesaing Om/Sist yang akan tumbang.

Ini nyata, bukan ramalan…

Dibidang usaha saya (di wilayah operasional saya) saat itu setidaknya sudah ada 3 orang yang berhenti / beralih pada usaha lain dan ada 2 orang lain lagi yang mengurangi jam operasionalnya karena malas oleh pertumbuhan omset penjualan yang terus menurun.

Itu hanya 5 orang yang saya kenal sebagai contoh. Entah berapa banyak lagi diluar sana yang tidak saya kenal.

Nah, hikmahnya adalah… dengan berkurangnya persaingan di wilayah yang sama, maka omset saya bisa naik lagi.

9. Membuat blog pribadi

Kenapa blog masuk dalam tips usaha kecil?? Apa hubungannya??

Ada…

Begini Om… Kita pakai logika sederhana saja…

Seseorang membuat blog pribadi adalah untuk curhat dan berbagi informasi yang bermanfaat untuk pembaca.

Istilahnya untuk berbagi tips… gitu lah ya…

Nah, dengan adanya blog, kita akan terpancing untuk melakukan hal yang hebat atau bahkan luar biasa, supaya kita bisa menuliskan pengalaman yang hebat itu pada blog.

10. Berhenti merokok

Berhenti merokok juga termasuk tips usaha kecil…

Ini pilihan. Tidak ada keharusan untuk Om Bro berhenti merokok, karena berhenti merokok hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki tekad bulat.

Saya sendiri masih merokok sampai tulisan ini dibuat sekarang…

Terus kenapa saya menganjurkan berhenti merokok??

Karena ada banyak kerugian bagi perokok… selain merugikan kesehatan.

6 Kerugian Merokok Selain Bagi Kesehatan…

Dan diantara kerugian-kerugian merokok itu sebagian diantaranya dapat mempengaruhi kinerja dan mengganggu waktu kerja… yang secara otomatis akan berpengaruh juga terhadap omset bisnis Om/Sist sekalian. (Bloglain – Tips Usaha Kecil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *