Beranda » Lain-lain » 9 Tips Usaha Kecil: Tetap Melejit Meski Kondisi Ekonomi Sulit

9 Tips Usaha Kecil: Tetap Melejit Meski Kondisi Ekonomi Sulit

Warung nasi Andini Pak Suhara

Bloglain.com –Om Bro/Sista sekalian! Walaupun kondisinya tidak separah pada saat krisis moneter 1998, tapi bagi pelaku usaha kecil, kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017 dan 2020 sangat menyedihkan. Nah, kali ini saya bakal share tips usaha kecil untuk Om/Sist menghadapi kondisi sulit tersebut.

Pada tahun 2017 saat saya masih jadi motoris freelance, omset penjualan saya dalam satu bulan pernah ngedrop sampai 50% ketimbang rata-rata omset bulanan pada tahun sebelumnya. Sementara pada saat yang sama, kebutuhan hidup sehari-hari saya bertambah tinggi.

Sedangkan pada tahun 2020, masyarakat dunia sedang menghadapi wabah Covid-19 yang membuat sektor perekonomian gonjang-ganjing. Akibatnya daya beli masyarakat anjlok drastis yang imbasnya tentu sangat mempengaruhi pendapatan pengusaha kecil.

Tips Usaha Kecil: Memperbaiki Omset Penjualan

1. Menambah Waktu Operasional

Bagi saya yang saat itu menjalani usaha sebagai sales motoris, caranya adalah dengan berangkat lebih awal dan pulang lebih lambat.

Dengan lebih panjangnya waktu operasional, otomatis jadi lebih banyak pula outlet yang dapat saya kunjungi.

Tidak terkecuali bagi Om/Sist yang memiliki usaha warung atau toko, bukalah lebih awal dan tutup lebih lambat untuk memperbesar peluang datangnya konsumen baru.

2. Bergerak Lebih Cepat

Bagi salesman, pergerakan yang cepat berarti jumlah kunjungan lebih banyak.

Tapi bukan berarti tidak beramah-tamah dengan pelanggan. Interaksi harus tetap baik, hanya saja perlu mengurangi obrolan basa-basi yang tidak berguna dan mengurangi kebiasaan berlama-lama ngopi sambil istirahat.

Bagi pemilik warung atau toko, kecepatan pelayanan tentunya memberikan kepuasan terhadap konsumen sehingga memancing konsumen untuk kembali belanja ke situ.

Jadi, cepatlah dalam menanggapi kebutuhan konsumen.

3. Pahami Kebutuhan Konsumen

Pada saat daya beli masyarakat menurun, sebaiknya jangan menumpuk stock barang terlalu banyak untuk beberapa item produk saja. Fokuslah pada variasi (kelengkapan) produk-produk yang menjadi kebutuhan konsumen.

Maka dari itu, jeli’lah dalam pelayanan.

Ingat atau kalau perlu Om/Sist catat, konsumen Om/Sist pernah menanyakan produk apa saja? Sebisa mungkin dan secepat mungkin sediakan produk tersebut.

Ketersediaan barang yang komplit akan meningkatkan daya saing warung atau toko Om/Sist ketimbang toko lain.

Bagi salesman freelance, ganti beberapa item produk yang pergerakannya terlalu lambat. Misalnya jika sehari-hari Om/Sist menjual jajanan anak, maka sesekali jual juga alat tulis kantor dan alat-alat listrik. Nanti jika ATK dan alat listrik mulai melambat, lengkapi lagi jajanannya. Begitu seterusnya, berputar. Gantian lah ya Om.

4. Lebih Aktif Menawarkan

Ilmu ini saya dapatkan pada saat saya masih bekerja sebagai waiter restoran. Pada jam-jam sepi, manager saya selalu memerintahkan pada beberapa orang waiter atau waitress untuk aktif menyebarkan brosur.

Cara itu tentu sulit untuk toko konvensional atau warung kecil. Tapi Om/Sist bisa menyiasatinya dengan selalu stand by pada bagian depan toko dan segera menanggapi ketika ada calon konsumen yang mendekat.

Untuk seorang salesman, caranya tentu beda lagi. Om Bro harus aktif mengontrol stock produk Om Bro di toko / warung langganan, kemudian tawarkan produk-produk yang stocknya tinggal sedikit atau bahkan habis.

Tapi hati-hati. Harus tetap dalam kaidah-kaidah kesopanan. Jangan slanang-slonong sembarangan. Salah-salah pemilik outlet malah justru berbalik marah pada Om Bro karena slanang-slonong cek stock toko.

5. Bagi yang Beragama Islam, Sholat Fardhu Tepat Waktu

Yang akan saya bahas ini efek psikologinya, bukan soal tauhidnya.

Apa hubungannya antara sholat tepat waktu dengan kemajuan bisnis?

Efek yang timbul dari sholat tepat waktu adalah kedisiplinan. Jika Om/Sist Sholat Subuh tepat waktu, maka itu berarti Om/Sist bangun pagi. Sedangkan jika sudah bangun pagi, artinya Om/Sist sudah siap untuk memulai usaha lebih awal.

Sholat Dzuhur dan ‘Ashar tepat waktu berarti Om/Sist akan segera meninggalkan aktifitas keduniawian dan akan segera kembali pada pekerjaan setelah selesai sholat.

Sholat Maghrib dan ‘Isya tepat waktu berarti Om/Sist sudah berhasil menjalankan disiplin pada hari itu dan siap untuk mencurahkan waktu dan perhatian untuk keluarga. Yang artinya juga Om/Sist sudah siap untuk istirahat supaya esok hari dapat bangun pagi dengan bugar

Singkatnya. Jika Om/Sist disiplin pada waktu sholat, maka dengan sendirinya Om/Sist juga akan berubah menjadi disiplin dalam jam kerja.

6. Bagi yang Beragama Islam, Perbanyak Sholat Hajat dan Duha

Makna dari Sholat Hajat menurut pandangan sederhana saya adalah “Meminta Alloh untuk cepat mewujudkan keinginan kita”.

Sementara Sholat Dhuha adalah “Membuka pintu rizki dari langit”.

Efek positif dari Sholat Hajat dan Dhuha bagi pelaku bisnis adalah merubah pola fikir.

Maksudnya begini. Jika Om/Sist manusia normal, dengan banyak melakukan Sholat Hajat dan Dhuha, dengan sendirinya Om/Sist akan menjadi lebih giat belajar dan berusaha. Hal itu muncul karena kesadaran bahwa “Do’a tanpa usaha hanya akan sia-sia”.

Dan itu pasti. Asalkan Om/Sist mampu memaksakan diri untuk mengerjakan Sholat tersebut secara terus-menerus.

Jadi Sholat Hajat dan Dhuha bukanlah cara untuk menjatuhkan rizki dari langit secara tiba-tiba, melainkan cara untuk merubah pola fikir orang malas menjadi orang yang rajin. Betul?

7. Perbanyak Shodaqoh

Menurut ilmu hakikat, “Jika Om/Sist sedekah sebanyak 1 kali, maka Alloh akan mengembalikannya sebesar 10 kali lipat”.

Lalu bagaimana penjelasannya secara syariat?

Jika Om/Sist rajin bersedekah, maka orang lain akan merasa suka pada Om/Sist. Dengan cara itu maka orang-orang akan suka berbisnis dengan Om/Sist.

8. Yakinlah Bahwa Tingkat Persaingan Akan Berkurang

Bukan menyumpahi pesaing, tapi dalam kondisi ekonomi sulit memang kadang ada saja usaha yang tumbang. Nah, bertahanlah agar Om/Sist tidak tumbang. Biarkan orang lain yang tumbang sehingga tingkat persaingan jadi berkurang.

9. Berhenti Merokok (Opsional)

Berhenti merokok juga termasuk tips usaha kecil yang sangat baik.

Ada banyak kerugian merokok selain hanya merusak kesehatan.

Merokok sangat mengganggu waktu. Contohnya ketika sore hari mau mandi, Om Bro duduk dulu sejenak untuk merokok. Pagi sebelum memulai pekerjaan, Om Bro juga merokok dahulu sejenak. Kemudian saat jam istirahat, Om Bro juga merokok untuk beberapa saat.

Cobalah Om Bro hitung, berapa banyak waktu yang terbuang untuk bersantai sambil merokok? Bayangkan jika waktu tersebut Om Bro efektifkan untuk bekerja, maka omset penjualan Om Bro akan naik lebih tinggi dari biasanya. (Bloglain – Tips usaha kecil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *