11 Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal

Bloglain.com – Kerja kantoran dan lapangan pernah saya jalani. Sekarang saya akan share salah satunya, yaitu tentang tips menjadi sales motoris yang handal.

Tiap jenis pekerjaan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ada banyak sekali kelebihan pekerja lapangan dibanding karyawan kantoran.

Kelebihan menjadi sales motoris adalah waktu yang fleksibel.

Definisi Motoris

Sales Motoris

Sebelum kita masuk ke bahasan tips menjadi sales motoris yang handal, terlebih dahulu kita bahas tentang definisi sales motoris.

Dalam tatanan dunia distribusi, level paling bawah adalah motoris dan SPG / SPB.

Sales spreading atau task force adalah nama lain dari motoris.

Sales motoris adalah salesman atau salesgirl yang berada di level paling bawah, berdasarkan ukuran outlet yang ia cover. Jadi tugas motoris adalah mengcover warung-warung retail.

Tugas Motoris

Sekarang kita masuk pada bahasan tips menjadi sales motoris yang handal.

Selain hanya harus mengcover warung retail, motoris juga memiliki tugas yang sangat besar, yaitu:

1. Memperkenalkan Produk-produk Baru

Toko grosir pada umumnya hanya menjual produk sesuai permintaan pelanggannya saja. Jarang sekali ada toko grosir yang bersedia menawarkan produk baru.

Motoris bertugas memperkenalkan (menjual) produk baru ke warung-warung kecil. Dari situlah nantinya akan timbul daya tarik ke toko grosir.

2. Mengcover Wilayah yang Tidak Tercover oleh Salesman TO

Ini menjadi tugas motoris yang kedua.

Pada medan berat, kinerja salesman TO tidak akan bisa maksimal.

Sebetulnya bukan salesmannya yang kesulitan.

Kesulitannya ada pada mobil pengiriman (ekspedisi).

Wilayah seperti itu membutuhkan peranan motoris.

Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal

1. Tentukan Rute yang Tepat

Bagi motoris freelance, menentukan rute yang bagus adalah wajib.

Biasanya perusahaan sudah menentukan area kanvas motoris. Tapi ada kondisi kedua, yaitu pengembangan wilayah.

Berikut ini rute terbaik bagi motoris.

Gang sempit dan jalanan rusak

Salesman canvas mobil dan TO tidak bisa mengcover area dengan jalanan sempit atau rusak. Maka motoris yang harus mengcovernya.

Pegunungan atau wilayah yang jauh dari pasar dan toko grosir

Pada wilayah seperti itu, pemilik warung selalu menantikan kehadiran motoris.

Mengapa demikian?

Karena sulitnya akses dan mahalnya ongkos jika mereka harus belanja ke pasar atau toko grosir terdekat.

2. Cover Hanya Outlet Kecil Saja

Kenapa hanya outlet kecil saja?

Karena pada umumnya, perusahaan menetapkan harga jual produk motoris lebih mahal dari harga jual salesman TO.

Tujuan perusahaan mengadakan armada motoris adalah untuk distribusi produk-produk baru. Jadi, pengenalan harganya pun dengan harga semi-retail.

3. Aktif Menawarkan Produk, tapi Sopan dan Tidak Memaksa

Beberapa outlet langganan saya mengaku kalau mereka suka dengan cara saya menawarkan produk secara santun.

Mereka suka karena saya tidak pernah memaksa.

4. Tepat Memilih Hari dan Konsisten pada Hari Kunjungan

Memilih hari kunjungan harus kalian lakukan dengan tepat pada awal kalian masuk ke rute tersebut.

Contohnya begini.

Kalian sudah menentukan rute A untuk hari Senin.

Tapi ternyata hari Senin rute A padat salesman dari produk lain, maka sebaiknya kalian ganti hari kunjungan.

5. Berangkat Lebih Awal

Dulu supervisor saya pernah bilang, “Sales berangkat kepagian juga nggak bagus. Warung belum pada dapat duit, jadi nggak akan pada belanja kalau masih pagi.”

Kadang benar. Tapi persentasenya sangat kecil.

Saya sudah buktikan. Dengan berangkat lebih pagi, justru omset saya jadi lebih baik.

6. Mengajak Bercanda Pemilik Warung

Bercanda juga tetap ada batasannya. Tidak semua pemilik warung suka bercanda.

Untuk pemilik warung yang suka bercanda, tentu candaan kita akan menambah keakraban.

7. Perbanyak Kunjungan

Kunjungi minimal 25 outlet, lebih bagus 30 outlet perhari.

Jangan pulang sebelum tercapai 30 kunjungan.

Ingat! Aktif menawarkan tapi tidak memaksa.

Cari warung sebanyak-banyaknya. Cara itu lebih baik daripada memaksa.

8. Jangan Milih-milih Pelanggan

Secara tidak sadar, kadang kita bersikap meremehkan outlet-outlet yang biasanya hanya membeli dalam nominal kecil.

Kecil memang. Tapi kalau ada 10 warung seperti itu? Berarti jadi besar jumlahnya.

9. Eliminir Outlet yang Benar-benar Tidak Aktif

Katanya tidak boleh milih-milih pelanggan, tapi harus mengeliminir outlet lainnya?

Walaupun kita tidak boleh mengabaikan outlet-outlet kecil, tapi kita tetap harus selektif.

Ketika ada outlet yang sebelumnya pernah bertransaksi dengan kita, tapi pada 4 kali kunjungan berikutnya tidak pernah terjadi transaksi sama sekali, itu artinya outlet tersebut tidak aktif.

Jika outlet semacam ini tetap kita pertahankan, maka kita telah membuang banyak waktu.

Solusi untuk outlet yang seperti itu adalah menghapusnya dari daftar kunjungan.

Tapi ingat! Cari outlet pengganti yang lebih baik. Jangan berhenti mencari sebelum kalian mendapatkan gantinya.

10. Jalin Hubungan Baik dengan Salesman Produk Lain

Pada aktifitas kita sebagai motoris, di lapangan pasti kita akan bertemu salesman lain dari berbagai perusahaan. Ajaklah komunikasi mereka, karena dari mereka kita bisa sharing berbagai hal bermanfaat, misalnya:

Rute canvas yang bagus

Biasanya yang lokasinya agak menjorok ke dalam dari jalan umum.

Info produk baru yang dijual oleh salesman tersebut

Informasi seperti ini sangat berguna bagi kalian yang statusnya freelance, karena produk baru seperti itu berpotensi menghasilkan keuntungan yang “lumayan.”

11. Tentukan Langkah Selanjutnya

Poin ke-11 ini bukan tips menjadi sales motoris yang handal, tapi lanjutannya.

Jika kalian telah berhasil menjalankan hal-hal di atas, tibalah saatnya kalian mengambil kesimpulan dan menentukan keputusan yang akan kalian ambil.

Ada 3 pilihan yang bisa kalian pilih:

Tetap bekerja di perusahaan tempat kalian bekerja sekarang

Jika pilihan ini yang kalian ambil, maka teruslah tingkatkan prestasi kalian.

Lakukan riset langkah-langkah yang dapat lebih meningkatkan prestasi kalian di perusahaan.

Tetap sabar dan jangan patah semangat jika kalian belum mendapat promosi jabatan.

Yakinlah bahwa kerja keras kalian tidak akan sia-sia.

Ingat juga! Semakin tinggi jabatan kalian, maka semakin besar pula tanggung jawab dan tekanannya.

Resign (keluar) dari perusahaan dan mulai merintis usaha sendiri

Cara inilah yang saya pilih.

Sekecil apapun usaha kalian, kalian adalah boss. Sebaliknya, setinggi apapun jabatan kalian di perusahaan milik orang lain, kalian tetaplah karyawan.

Manfaatkan waktu kita kerja pada perusahaan lain untuk menimba ilmu dan menabung modal usaha.

Pindah Kerja

Jika kalian belum mampu untuk menjalankan dua hal di atas, maka kalian punya pilihan ketiga, yaitu pindah kerja.

Tapi ada hal yang harus kalian perhatikan, yaitu:

  • Pindah ke perusahaan lain jika kalian yakin akan lebih maju di tempat baru
  • Jangan keluar dari perusahaan jika alasannya adalah karena tekanan yang terlalu tinggi

Justru dengan tekanan yang tinggi itulah kita ditempa untuk menjadi pribadi yang hebat!

Ingat juga bahwa akan selalu ada tekanan di setiap perusahaan.

  • Jangan keluar kerja sebelum mendapatkan pekerjaan baru

(Bloglain).

42 pemikiran pada “11 Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal”

  1. Om komentar saya cuman satu om anda itu gila edan sinting sableng miring sarap stress (katanya Cuma 1 tapi sebaskom)
    Tapi saya SUKA anda semoga sukses terus Om sehat sejahtera bersama keluarga
    POSTINGAN YANG SANGAT BERMANFAAT

    Balas
  2. wah nemu artikel yang tepat….. Baiklah… nanti aku mau laporan Ke pa RT, sama ibu ibu PKK. sekaligus diumumkan via Toa Musholla….

    Balas
  3. Konten sangat inspiratif & bijak.. yg saya alami juga begitu saya resign dari perusahaan yg massa baktinya hampir 10 thn di perusahaan ini dan memilih buka usaha sendiri semacam freelance motoris, karena yg saya alami stay di zona nyaman & cari aman hanya buang2 waktu..

    Balas
  4. Besok saya ada panggilan interview untuk menjadi motoris, yah setidak nya walaupun saya belum mempunyai pengalaman kerja seperti ini jadi ada gambaran jobdesknya.
    Terima kasih ilmu nya🙏

    Balas
  5. nah klo bikin artikel kaya gini, katanya2 ringan kaya cemilan anak TK. mudah di serap kaya pembalut bersayap.wkwkwkwkwk. yg pasti tq ilmunya om.sukses sll

    Balas
  6. trik dari pengalaman yg banyak. tapi ini semua bisa terjadi karena keinginan yg kuat… sebenarnya materi om ini simple asalkan memang sudah ada niat. sedikit tambahan om… kalau mau jdi motoris bawa produk baru, kita harus benar yakin bahwa didalam perusahaan tersebut kuat untuk support kita.. karena zaman sekarang kebanyakan perusahaan hanya manfaatin motoris untuk membuka langkah buka pasar produk mereka.. menciptakan target yg tdak sesuai dengan kondisi pasar. goodluck brother

    Balas
  7. Tks om sudah memberikan tips, ilmu & gambarannya, kebetulan saya baru aja diterima jd sales motoris dan belum ada pengalaman sales, semoga saya bisa kyk om.. 😄

    Balas
  8. Menurut saya, motoris itu kerjaan yang paling becanda, tapi gajinya serius. 😀
    Dan motoris gak jauh dari kata “PECAH FAKTUR” 😀

    Balas
    • Tergantung kebijakan perusahaannya Om. Umumnya gaji pokok + uang bensin + insentif.

      Gaji pokok bisa UMK atau lebih. Nominal uang bensin tergantung kebijakan perusahaan. Insentif tergantung pencapaian penjualan.

      Balas
  9. Mantap Om !! Sebagai Calon Motoris Yang Baru Terjun! Maaf yah bukan Terjun Yang Kepala Duluan Nyentuh Tanah 😂😂 Ilmu Om bro sangat bermanfaat untuk saya aplikasikan Di Lapangan Nanti , Suksess Terus Om Bro

    Balas

Tinggalkan komentar