Beranda » Tema » 5 Tips Melamar Kerja yang Tepat Bagi Pemula

5 Tips Melamar Kerja yang Tepat Bagi Pemula

Melamar kerja

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Saat mencari informasi tips melamar kerja, pernahkan Om/Sist menemukan kalimat, “Tips sulit mencari kerja?” Saya yakin tidak. Ada banyak sekali informasi yang beredar melalui dunia maya tentang “Cara cepat mendapat pekerjaan”. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu.

Betul Om. Jika memang benar apa yang beredar melalui internet itu bahwa dengan tips tersebut kita akan cepat mendapatkan pekerjaan, maka saya yakin tidak akan ada lagi pengangguran.

Tapi faktanya tidaklah seperti itu. Jadi kali ini saya akan berbagi tips mencari kerja, tapi bukan cara cepat atau cara mudah mendapatkan pekerjaan. Yang akan saya share adalah cara yang benar untuk mendapatkan pekerjaan idaman, tanpa harus menganggur dulu sebelumnya.

Yu. Kita cekidot bae langsung ke TKP.

Tips Melamar Kerja yang Tepat bagi Pemula

1. Mencari Informasi Lowongan Kerja dari Kerabat

Tips melamar kerja yang pertama adalah mencari informasi lowongan melalui orang yang telah kita kenal dengan baik.

Ini adalah cara tercepat, teraman dan terhemat.

  • Cepat karena dengan rekomendasi “orang dalam”, biasanya Om/Sist tidak harus melalui tahap recruitment yang rumit

Hanya interview standar yang intinya hanya formalitas saja.

  • Aman karena kecil kemungkinan kerabat Om/Sist akan menipu Om/Sist sekalian

Kecuali jika ia adalah kerabat yang tidak beradab. Wkwkwkwk!

  • Hemat karena Om/Sist tidak perlu mengeluarkan banyak biaya

Misale saja biaya untuk pembuatan CV yang bermutu tinggi, untuk cetak foto dan lain-lain.

Intinya dengan rekomendasi dari teman atau kerabat, Om/Sist jadi tidak perlu menyiapkan banyak lamaran kerja. Om/Sist juga tidak perlu keluar banyak biaya untuk ongkos mondar-mandir walk in interview dan sebagainya.

Namun tidak selamanya kita punya kerabat yang bisa membawa kita masuk ke perusahaan tempatnya bekerja.

Jika memang seperti itu, maka Om/Sist harus mencari sendiri lowongan kerja, misale dari iklan media massa.

2. Memilih Iklan yang Benar dari Media Massa

Tips melamar kerja yang kedua adalah mencari informasi lowongan pekerjaan melalui berbagai iklan media.

Jika Om/Sist membeli surat kabar edisi hari Sabtu dan Minggu, biasanya akan ada banyak iklan lowongan kerja. Begitu juga jika Om/Sist tanya Mbah Google, maka akan ada banyak sekali iklan lowongan kerja melalui media internet.

Tapi Om/Sist harus hati-hati jika memilih lowongan kerja melalui media-media ini.

Kenapa?

Karena ada banyak sekali potensi penipuan pada iklan-iklan tersebut. Maka Om/Sist harus jeli saat melamar pekerjaan dari iklan media agar tidak tertipu.

3. Melamar Pekerjaan yang Kurang Menarik Minat Banyak Orang

Apa maksudnya?

Begini Om. Saya tahu Om/Sist semua pasti ingin melamar pekerjaan yang “enak” dan sesuai dengan keahlian yang Om/Sist miliki.

Tapi Om/Sist juga pasti tahu bahwa jumlah lapangan kerja pada zaman now ini hanya sedikit, sedangkan jumlah pencari kerja sangatlah banyak.

Maksud saya, bukan berarti Om/Sist tidak boleh melamar pekerjaan pada bidang yang Om/Sist inginkan. Tentu saja boleh, bahkan harus. Tapi Om/Sist tidak boleh hanya fokus pada target itu saja, karena seringkali lowongan bidang pekerjaan yang Om/Sist inginkan hanya ada sedikit sekali. Apalagi jika pekerjaan yang Om/Sist inginkan adalah jabatan kantoran semisal staff administrasi dan sebagainya.

Batu Loncatan

Pada bidang kerja kantoran seperti itu, tingkat persaingan pelamarnya sangat tinggi, sementara jumlah lowongan yang tersedia sangatlah sedikit. Sudah begitu, banyak dan tinggi pula syarat-syaratnya, seperti misalnya harus berijazah S1, berpengalaman minimal 2 tahun, jenis kelaminnya harus perempuan yang belum menikah dan sebagainya.

Lalu bagaimana untuk Om Bro yang laki-laki dan misalnya hanya lulusan SMA saja? Apakah Om Bro akan melamar pekerjaan itu dengan memakai rok mini? Wkwkwkwk! Gile lu!

Begini Om. Tidak ada yang mustahil. Sepengalaman saya, saya yang seorang laki-laki dan hanya lulusan SMK saja pun bisa mendapat pekerjaan kantoran, tapi tentu dengan proses yang lebih panjang dan lebih berat ketimbang seorang sarjana atau minimal diploma.

Nah. Pada kondisi seperti itu saya memulai karir dengan melamar pekerjaan yang tidak saya sukai, misale melamar kerja sebagai waiter restoran, pekerja lapangan seperti salesman, SPG atau SPB dan sebagainya.

Kenapa saya melamar bidang pekerjaan itu?

Karena ada kecenderungan jenis-jenis pekerjaan seperti itu lebih mudah kita dapatkan lantaran jumlah peminatnya tidak sebanyak kerja kantoran.

Nah. Saat menjalani bidang pekerjaan seperti contoh tersebut, kita sambil terus melamar pekerjaan lain yang kita inginkan.

4. Tanamkan Tekad untuk Tidak Menganggur

Kenapa kita harus bertekad untuk tidak mau menganggur?

Karena Kondisi Menganggur Membuat Sulit Melamar Pekerjaan

Entah ini mitos atau fakta, tapi nyatanya sering terjadi seseorang akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan ketika ia ada dalam kondisi menganggur

Begitu yang saya dan teman-teman saya alami.

Sementara itu dalam kondisi saya sedang memiliki pekerjaan, kadang ada saja tawaran pekerjaan dari tempat lain. Bahkan tak jarang lamaran-lamaran kerja lama yang sudah saya lupakan pun tiba-tiba menelfon untuk interview atau wawancara kerja.

Selanjutnya jika Om/Sist lulus interview dan berhasil masuk ke bidang pekerjaan yang Om/Sist sukai, ya sudah, Om/Sist tinggal resign saja dari pekerjaan lama.

Intinya Om/Sist jangan tinggalkan pekerjaan lama sebelum mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

Saya sendiri baru berhasil mendapatkan pekerjaan yang saya idamkan setelah 3 tahun bekerja sebagai waiter. Dan selama tiga tahun itu saya terus berikhtiar mengirimkan lamaran pada bidang-bidang pekerjaan yang saya minati.

Setidaknya seminggu 1-2 lamaran saya kirimkan selama 3 tahun berturut-turut. Bisa Om/Sist bayangkan, sudah berapa ratus lamaran yang saya kirim dalam tiga tahun hingga akhirnya ada salah satu dari lamaran-lamaran tersebut berhasil saya masuki.

Pekerjaan yang Tidak Kita Sukai Justru Menjadi Tempaan Baik

Pekerjaan yang Om/Sist rasa tidak cocok itu justru merupakan tempaan dan didikan untuk membentuk diri Om/Sist menjadi pribadi yang tangguh, profesional dan tahan banting.

Selanjutnya jika Om/Sist telah menjadi pribadi yang tangguh dan profesional pada bidang pekerjaan yang tidak Om/Sist sukai, maka sudah barang tentu Om/Sist akan lebih tangguh lagi ketika nanti Om/Sist berhasil mendapatkan pekerjaan pada bidang yang Om/Sist sukai.

Kita Tidak Tahu, Pekerjaan Mana yang Sebenarnya Terbaik

Kita tidak pernah tahu pekerjaan apa yang sebenarnya terbaik untuk kita menurut Alloh, Tuhan Yang Maha Esa. Bisa jadi bidang yang tidak kita sukai itu justru sebenarnya yang terbaik dan bisa membawa Om/Sist pada kesuksesan. Siapa tahu kan?

Ingatlah bahwa rizki, jodoh dan maut itu takdir Alloh. Kita hanya wajib berusaha, namun Alloh yang menentukan hasilnya.

5. Tentukan Pilihan Antara Terus Mencari atau Membangun Usaha Sendiri

Jika Om/Sist sudah mampu menjalankan hingga poin nomor 4, maka sekarang waktunya bagi Om/Sist untuk menentukan langkah selanjutnya.

Jika Om/Sist masih ingin terus bekerja namun belum mendapat pekerjaan yang pas, maka teruslah mengirim lamaran dengan tetap menjalankan pekerjaan Om/Sist yang sekarang. Jangan berhenti bekerja sebelum Om/Sist mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

Atau jika Om/Sist lebih memilih untuk berwirausaha, maka sesungguhnya itu lebih baik.

Kenapa?

Karena sekecil apapun usaha yang Om/Sist miliki, maka Om/Sist adalah boss’nya. Sebaliknya, sebesar apapun perusahaan tempat Om/Sist bekerja, atau setinggi apapun jabatan Om/Sist di perusahaan tersebut, maka sesungguhnya Om/Sist tetaplah seorang karyawan. Bukan boss.

Tapi meskipun begitu, jangan sekali-kali mencoba menjadi seorang boss tanpa skill yang memadai. Salah-salah bukan usahanya maju malah gulung tikar.

Nah, untuk mengumpulkan energi, skill, modal dan sebagainya, maka tidak ada salahnya Om/Sist mulai merangkai mimpi dari dunia kerja. Setelah itu selanjutnya Om Sist bangun untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Untuk mendukung perjuangan Om/Sist sekalian, saya punya contoh CV yang bisa Om/Sist jadikan referensi.

Hokeh Om. Selamat berjuang. Sukses selalu buat Om/Sist pembaca blog ini. (Bloglain – Tips melamar kerja).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *