Melamar kerja

5 Tips Melamar Kerja yang Tepat Bagi Pemula

Bloglain.com – Saat mencari informasi tips melamar kerja, pernahkan Om/Sist sekalian menemukan kalimat, “tips sulit mencari kerja?” Saya yakin tidak… Ada banyak sekali informasi yang beredar didunia maya tentang “cara cepat mendapat pekerjaan”. Padahal bagi saya semua itu hanyalah “hoax”.

Kenapa saya bilang hoax?

Karena jika memang benar apa yang beredar diinternet… bahwa dengan tips itu kita akan cepat mendapatkan pekerjaan, maka saya yakin tidak akan ada lagi pengangguran di Republik Indonesia ini.

Masuk akal kan??

Tapi faktanya tidaklah demikian…

Dibawah ini saya akan berbagi tips mencari kerja, tapi bukan cara cepat / mudah mendapatkan pekerjaan.

Yang saya share adalah cara yang benar untuk mendapatkan pekerjaan idaman, tanpa harus nganggur dulu sebelumnya.

Yu… Kita cekidot bae langsung ke TKP…

1. Mencari Informasi Lowongan Kerja dari Kerabat

Tips melamar kerja yang pertama adalah mencari informasi lowongan melalui orang yang telah kita kenal dengan baik. Ini adalah cara tercepat, teraman dan terhemat…

  • Cepat karena dengan rekomendasi “orang dalam”, biasanya Om/Sist tidak harus melalui tahap recruitment yang rumit. Hanya interview standar yang intinya hanya formalitas saja.
  • Aman karena kecil kemungkinan kerabat Om/Sist akan menipu Om/Sist sekalian… Kecuali jika di kerabat yang tidak beradab. Wkwkwkwk…!!
  • Hemat karena Om/Sist tidak perlu mengeluarkan banyak biaya… Misale saja biaya untuk pembuatan CV yang bermutu tinggi, untuk cetak foto dan lain-lain.

Intinya dengan rekomendasi dari teman / kerabat, Om/Sist jadi tidak perlu menyiapkan banyak lamaran kerja. Om/Sist juga tidak perlu keluar banyak biaya untuk ongkos mondar-mandir walk in interview dan sebagainya.

Melamar kerja

Namun, tidak selamanya kita punya kerabat yang bisa membawa kita masuk ke perusahaan tempatnya bekerja.

Jika memang seperti itu, maka Om/Sist harus mencari sendiri lowongan kerja, misale dari iklan-iklan dimedia massa.

2. Memilih Iklan yang Benar dari Media Massa

Tips melamar kerja yang kedua adalah… mencari informasi lowongan melalui berbagai media.

Jika Om/Sist membeli surat kabar (misalnya Kompas / Pos Kota atau yang lainnya) edisi hari Sabtu dan Minggu, disana Om/Sist akan banyak mendapati iklan lowongan kerja. Begitu juga jika Om/Sist tanya Mbah Google, maka akan ada banyak sekali iklan lowongan kerja di media internet.

Tapi Om/Sist harus hati-hati jika memilih lowongan kerja melalui media-media ini.

Kenapa??

Karena ada banyak sekali potensi penipuan disana…

4 Cara Melamar Pekerjaan Agar Terhindar dari Penipuan

3. Melamar Pekerjaan yang “Tidak Enak”

Apa maksudnya??

Tenang… Jangan panik Om…

Begini Om… Saya tahu… kita semua pasti ingin mendapat pekerjaan yang “enak” dan yang sesuai dengan keahlian yang kita miliki. Tapi Om/Sist juga pasti tahu bahwa jumlah lapangan kerja dijaman now ini hanya sedikit… Sedangkan pencari kerja sangatlah banyak…

Maksud saya disini bukan berarti Om/Sist tidak boleh melamar pekerjaan di bidang yang Om/Sist inginkan… Tentu saja boleh, bahkan harus…!! Tapi Om/Sist tidak boleh hanya fokus pada target itu saja… Karena seringkali lowongan di bidang pekerjaan yang Om/Sist inginkan hanya ada sedikit sekali. Apalagi jika pekerjaan yang Om/Sist inginkan adalah jabatan kantoran semisal staff administrasi dan sebagainya…

15 Tugas dan Tanggung Jawab Staff Administrasi Produksi

Dibidang “kerja kantoran” seperti itu, tingkat persaingan pelamarnya sangatlah tinggi… Sementara jumlah lowongannya sangatlah sedikit. Sudah begitu, banyak dan tinggi pula syarat-syaratnya… Seperti misalnya, harus bertitel S1, berpengalaman minimal 2 tahun, jenis kelaminnya harus perempuan yang belum menikah dan sebagainya…

Lalu bagaimana untuk Om Bro yang laki-laki dan (misalnya) hanya lulusan SMA saja?? Apakah Om Bro akan melamar pekerjaan itu dengan memakai rok mini???

Wkwkwkwk…!! Gile lu…

Tapi bukan berarti tidak mungkin ya Om…

Sepengalaman saya, seorang laki-laki yang hanya lulusan SMK pun bisa mendapat pekerjaan kantoran… Tapi tentu dengan proses yang lebih panjang dan berat dibanding seorang sarjana atau minimal diploma.

Dan jika Om/Sist juga merasa kesulitan mendapat pekerjaan yang Om/Sist inginkan, maka mulailah dengan melamar pekerjaan yang tidak Om/Sist sukai, misale melamar kerja sebagai waiter restoran, salesman / salesgirl (SPG / SPB) perusahaan distribusi dan sebagainya…

20 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter: Bukan Hanya Melayani

12 Perbedaan Sales Motoris dan Sales TO serta Kanvas

11 Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal

13 Kelebihan Pekerja Lapangan Dibanding Karyawan Kantoran

Kenapa saya arahkan ke situ??

Karena jenis-jenis pekerjaan diatas itulah yang paling mudah untuk diterima. Itu dimungkinkan karena peminat dibidang tersebut relatif lebih sedikit dibanding dengan bidang lain semisal pekerjaan kantoran.

Lalu bagaimana jika saya tidak betah dengan pekerjaan tersebut??

Maka lanjutkan ke poin nomor 4 di bawah ini…

4. Tanamkan Tekad dan Pikiran untuk “Tidak Menganggur”

Biasanya, pikiran “tidak mau nganggur” akan lebih bisa dimiliki oleh seorang perantau ketimbang penduduk asli.

Tapi Om/Sist yang bukan perantau pun tetap bisa membangun pemikiran seperti itu…

Kenapa kita harus memaksakan fikiran seperti itu pada diri kita??

Karena tiga hal:

  • Pertama… entah ini mitos atau fakta, tapi nyatanya sering terjadi dimana seseorang akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan jika dia dalam kondisi menganggur.

Begitu yang saya dan teman-teman alami.

Tapi dalam kondisi saya sedang memiliki pekerjaan, kadang ada saja tawaran pekerjaan dari tempat lain. Bahkan tak jarang lamaran-lamaran kerja lama yang sudah saya lupakan pun tiba-tiba menelfon untuk interview / wawancara kerja.

Nah, jika Om/Sist mendapati situasi seperti itu, Om/Sist tinggal pertimbangkan saja untuk memilih salah satu bidang pekerjaan yang Om/Sist inginkan…

Namun jika Om/Sist belum kunjung mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik pun, tetaplah bertahan ditempat kerja Om/Sist sekarang.

Intinya, tetap tanamkan fikiran “tidak mau menganggur”.

Saya sendiri baru berhasil mendapatkan pekerjaan yang saya idamkan setelah 3 tahun bekerja sebagai waiter. Dan selama tiga tahun itu saya terus berikhtiar mengirimkan lamaran pada bidang-bidang pekerjaan yang saya minati.

Setidaknya seminggu 1-2 lamaran saya kirimkan selama 3 tahun berturut-turut… Bisa Om/Sist bayangkan… berapa ratus lamaran yang telah saya kirim dalam tiga tahun hingga akhirnya ada salah satu dari lamaran-lamaran tersebut yang “nyangkut”.

  • Kedua… pekerjaan yang Om/Sist rasa tidak cocok itu justru merupakan tempaan dan didikan untuk membentuk diri Om/Sist menjadi pribadi yang tangguh, profesional dan tahan banting.

Selanjutnya jika Om/Sist telah menjadi pribadi yang tangguh dan profesional dibidang yang tidak Om/Sist sukai, maka sudah barang tentu Om/Sist akan lebih tangguh lagi ketika nanti Om/Sist berhasil mendapatkan pekerjaan di bidang yang Om/Sist sukai…

  • Ketiga… kita tidak pernah tahu pekerjaan apa yang sebenarnya terbaik untuk kita menurut Alloh… Tuhan Yang Maha Esa.

Bisa jadi bidang yang tidak kita sukai justru sebenarnya itulah yang terbaik menurut takdir rizki kita.

Bisa jadi Om/Sist nantinya justru akan sukses dibidang yang tidak Om/Sist sukai…

Siapa tahu kan??

Ingatlah, bahwa rizki, jodoh dan maut, itu takdir Alloh…

Alloh yang menentukan… kita hanya wajib berusaha untuk yang terbaik… selanjutnya Alloh yang akan menentukan hasilnya…

5. Tentukan Pilihan Antara Terus Mencari atau Membangun Usaha Sendiri

Jika Om/Sist sudah mampu menjalankan sampai poin nomor 4 di atas… maka sekarang waktunya bagi Om/Sist untuk menentukan langkah selanjutnya.

Jika Om/Sist masih ingin terus bekerja namun belum mendapat pekerjaan yang “pas”, maka teruslah mengirim lamaran dengan tetap menjalankan pekerjaan Om/Sist yang sekarang.

Jangan berhenti bekerja sebelum Om/Sist mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik…

Atau jika Om/Sist lebih memilih untuk berwirausaha, maka sesungguhnya itu lebih baik…

Kenapa??

Karena sekecil apa pun usaha yang Om/Sist miliki, Om/Sist adalah “boss”-nya. Sebaliknya, sebesar apa pun perusahaan tempat Om/Sist bekerja… Atau setinggi apa pun jabatan Om/Sist di perusahaan tersebut, maka sesungguhnya Om/Sist tetaplah seorang karyawan. Bukan boss…

Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Tapi pun begitu, jangan sekali-kali mencoba menjadi seorang boss tanpa skill yang memadai. Salah-salah bukan usahanya maju malah gulung tikar…

Nah, untuk mengumpulkan energi, skill, modal dan sebagainya, maka tidak ada salahnya Om/Sist mulai “merangkai mimpi” dari dunia kerja.

Sebagai tabahan informasi untuk contoh desain CV / lamaran kerja bagi Om Bro/Sista sekalian, Om/Sist bisa mengintip beberapa desain pada tautan berikut:

Contoh Desain CV

Hokeh Om… Selamat berjuang. Sukses selalu buat Om Bro/Sista pembaca blog ini… (Bloglain – Tips Melamar Kerja).

Tinggalkan komentar