Logo Android

17 Tingkatan versi Android dari Terendah Sampai Tertinggi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Saya termasuk orang yang agak belakangan menggunakan smartphone berbasis robot ijo Google. Karena itulah atas dasar rasa penasaran saya dan sebagai bahan sharing pada Om/Sist sekalian, saya susun tulisan tentang tingkatan versi Android ini.

Yup. Saya baru menggunakan ponsel Android sejak menjelang akhir tahun 2014. Sebelum itu saya adalah pengguna setia feature phone Nokia yang berbasis OS Java.

Iya Om. Meskipun dahulu pada zaman old ada smartphone Nokia berbasis OS Symbian dan Windows Phone, namun saya justru setia pada OS Java, padahal ia tidak punya banyak fitur.

Dulu saya suka OS Java karena simple dan nggak neko-neko. Asal bisa telepon, SMS dan browsing. Itu saja sudah cukup bagi saya kala itu.

Bahkan saking setianya hati saya pada Nokia Java, saya sampai tidak sempat tertarik pada Blackberry yang saat ia memenuhi pasar gadget Indonesia. Barulah saat aplikasi perpesanan Blackberry Messenger (BBM) masuk ke ranah Android dan Play Store, saya baru tertarik untuk menggunakannya.

Itupun tidak lama. Karena seiring berjalannya waktu, ternyata aplikasi BBM tidak mampu menangkal laju Whatsapp yang begitu deras.

Versi Android Terbaik

Saya tidak ingat sudah berapa banyak versi Android yang pernah saya gunakan. Yang saya ingat hanya versi Android 4 pada Samsung J1 Ace, Android 6 pada Samsung J2 Prime, serta Android 8, 9 dan 10 pada Samsung J4 2018.

Betul Om. Samsung J4 membawa OS Android 8 dari pabrikannya, namun ia bisa upgrade OS ke Android 9 dan 10.

Nah. Dari beberapa versi tersebut, saya merasa Android 9 masih menjadi yang terbaik dalam hal tampilan, sedangkan Android 10 lebih baik secara performa.

Versi Android Terbaru 2020

Konon menurut beberapa sumber, Google sudah merilis Android 11 pada tahun 2020. Namun dalam hal popularitas pasaran, versi Android 10 masih menjadi yang tertinggi.

Tingkatan versi Android dari Terendah Sampai Tertinggi

Logo Android
Logo Android

Nah. Sekedar untuk mengobati rasa ingin tahu, kali ini saya tuliskan urutan / tingkatan OS Android dari terendah sampai tertinggi.

Ada 17 versi Android yang rilis sejak pertama pada tahun 2007-2008 hingga versi ke 10 pada penghujung tahun 2019.

1. Android 1.0 (Alpha) dan 1.1 (Beta)

Pengembangan OS Android sudah mulai sejak November 2007, namun belum masuk ke pasar komersil. Ia masih dalam tahap pengembangan awal.

Pada saat itu Android belum menggunakan alias dari nama-nama makanan manis. Saat itu Android menggunakan alias dari nama-nama robot fiksi, yaitu ‘Astroboy’ untuk Android 1.0 Alpha dan ‘Bender’ untuk Android 1.1 Beta.

2. Android 1.5 Cupcake

Atas jasa sang manager proyek, Ryan Gibson, Android mulai menggunakan alias dari nama-nama makanan manis.

‘Cupcake’ adalah nama untuk Android versi 1.5.

Android Cupcake pertama kali rilis resmi ke hadapan publik pada April 2009.

Meskipun sebenarnya Android Cupcake merupakan generasi ketiga dalam urutan API (Antarmuka Pemrograman Aplikasi), namun ia menjadi generasi pertama dalam urutan pemasaran secara komersil.

Android Cupcake menggunakan kernel Linux 2.6.7 dan telah mendukung pemasangan aplikasi pihak ketiga melalui Play Store.

Android 1.5 Cupcake sudah memiliki kemampuan menangkap gambar dan video, serta menguploadnya ke internet.

Fitur unggulan pada Android versi ini adalah layar animasi dan pilihan rotasi layar otomatis.

3. Android 1.6 Donut (Doughnut)

Tak berselang lama setelah rilis versi Cupcake, Google kembali merilis Android versi 1.6 yang punya nama alias ‘Doughnut’ atau Donut.

Perilisan terjadi pada September 2009.

Mengingat jeda waktu rilis yang tidak berselang jauh dari versi 1.5 Cupcake, hasil development versi 1.6 Donut tidak begitu banyak. Fokus pengembangannya hanya pada peningkatan beberapa fitur seperti kamera, pencarian, dan dukungan resolusi layar WVGA.

Sementara itu peningkatan besarnya hanya penambahan fitur pencarian lewat suara dan dukungan multi-lingual.

4. Android 2.0 Eclair

Google mengambil nama ‘Eclair’ dari kue sus asal Prancis.

Rilis Android 2.0 Eclair bahkan lebih cepat ketimbang jeda waktu rilis versi Cupcake ke versi Donut.

Yup. Gap waktu rilis Android 1.6 Donut ke versi 2.0 Eclair hanya berselang satu bulan, yaitu pada bulan Oktober 2009.

Pembaruan terbesar versi ini ialah pada optimasi kemampuan hardware alias perangkat keras. Fokusnya ialah pada efisiensi alias penghematan daya baterai. Selain itu tidak banyak peningkatan lainnya selain penyempurnaan fitur animasi dan kamera.

Jadi sepertinya Android 2.0 Eclair semata-mata hanya penyempurnaan dari versi 1.6 Donut saja.

5. Android 2.2 Froyo

Froyo adalah kependekan dari ‘Frozen Yoghurt’ alias yogurt beku.

Google secara resmi merilis Android Froyo pada Mei 2010.

Kali ini jeda waktu rilis dari 2.0 ke 2.2 cukup lama lantaran Google melakukan banyak pengembangan yang signifikan, mulai dari sektor performa, penggunaan memori, hingga penambahan fitur keamanan yang mendukung angka dan karakter unik.

Dari versi inilah mulai adanya fitur USB Tethering dan Hotspot Wifi untuk mempermudah Om/Sist dalam membuat koneksi internet.

6. Android 2.3 Gingerbread

Masa development selama 6 bulan membuat Android Gingerbread sempat menjadi favorit sejak rilisnya pada Desember 2010.

Gingerbread membawa pembaruan besar pada sisi stabilitas, kecepatan dan penghematan daya.

Update lain dari Android 2.3 Gingerbread adalah peningkatan kemampuan kamera, keyboard virtual, tampilan layar dan sistem audio.

Pada versi Android ini pula awal munculnya dukungan terhadap keberadaan kamera depan alias kamera selfie.

7. Android 3.0 Honeycomb

Rilis pada Februari 2011, Honeycomb menjadi versi Android generasi pertama yang optimal untuk perangkat tablet. Optimasinya termasuk dalam fungsi kompatibilitas dengan keyboard eksternal dan joystick.

Selain itu, Android 3.0 juga mendukung penggunaan processor multi-core yang pada akhirnya mampu meningkatkan performa dan akselerasi hardware secara maksimal.

8. Android 4.0 Ice Cream Sandwich

Setelah melakukan pengembangan selama 8 bulan sejak versi 3.0, Android 4.0 Ice Cream Sandwich rilis ke pasaran.

Pembaruan utama Android 4.0 terletak pada tampilan yang semakin smooth, serta respon sentuhan yang responsif.

Dari hasil perubahan tersebut, berbagai fitur seperti kamera, editor gambar dan warna layar jadi tampak lebih halus.

Dari versi Ice Cream Sandwich inilah Android mulai mendukung sensor wajah sebagai pembuka kunci layar.

9. Android 4.1 Jelly Bean

Jika pada beberapa pembaruan versi sebelumnya Android berkonsentrasi terhadap optimasi tampilan ICS, kali ini ia fokus pada peningkatan performa.

Betul Om. Jelly Bean yang rilis pada Juni 2012 ini tidak membawa banyak ubahan pada sektor tampilan. Ubahan yang diusungnya ialah peningkatan kinerja sistem, keamanan dan koneksi bluetooth.

Namun bukan berarti tidak ada peningkatan tampilan sama sekali. Faktanya Jelly Bean sudah bisa mengenali emoji secara built-in sehingga aplikasi perpesanan jadi semakin “berwarna”.

10. Android 4.4 Kitkat

Android 4.4 Kitkat meluncur dengan fokus pada akomodasi terhadap tablet phone dan smartphone berlayar besar. Jadi fokusnya agak seperti Android versi 3.0 Honeycomb.

Android Kitkat memberi banyak peningkatan, antara lain peningkatan pada sektor keamanan, penambahan fitur autofocus untuk kamera dan penambahan kemampuan merekam layar secara built-in.

Android Kitkat rilis pada Oktober 2013. Jeda waktu pengembangannya terbilang lama untuk peningkatan yang hanya sedikit.

11. Android 5.0 Lollipop

Versi Lollipop memfokuskan diri pada integrasi yang dapat menyesuaikan dengan semua ukuran dan resolusi layar perangkat. Jadi intinya supaya OS Android dapat berjalan dengan baik pada semua smartphone.

Pada versi 5.0 Lollipop ini Android mendapat desain ulang secara total pada user interface. Selain itu, versi ini juga mendapat peningkatan performa yang lebih responsif.

Android 5.0 Lollipop rilis pada Juni 2014 dan menjadi awal generasi baru Android yang terus dikembangkan.

12. Android 6.0 Marshmallow

Sebelum versi 6 sebenarnya ada versi 5 koma sekian. Namun versi tersebut tidak rilis untuk kebutuhan komersil lantaran versi 5.0 saja sudah cukup stabil. Barulah saat Android sudah sampai versi 6.0 Marshmallow, Google merilisnya untuk publik.

Android 6.0 Marshmallow rilis versi full pada Oktober 2015.

Pembaruan yang terdapat dalam versi ini antara lain peningkatan keamanan, performa, hingga peningkatan kemampuan koneksi.

14. Android 7 Nougat (versi Android N)

Tingkatan versi Android yang ke 14 adalah versi 7 (Nougat).

Versi 7 Nougat rilis Agustus 2016.

Android Nougat hadir dengan mengusung banyak sekali peningkatan. Konon ada penambahan sebanyak lebih dari 50 fitur yang menyangkut performa, tampilan, keamanan, konektivitas dan kompatibilitas.

15. Android 8 Oreo

Tingkatan versi Android yang ke 15 adalah versi 8 (Oreo).

Android Oreo rilis pada Agustus 2017. Kehadirannya membawa ubahan yang sangat besar yang mereka sebut dengan istilah ‘Treble Project’.

‘Treble Project’ adalah kemampuan perangkat Android untuk mendapat update langsung melalui internet. Faktanya ponsel saya, Samsung J4 2018 yang dari pabrikan mengusung OS Android 8, dikemudian hari bisa upgrade menjadi Android 9 (Pie) dan sekarang bahkan sudah menjadi Android 10 (Q).

Selain kemampuan upgrade sistem operasi, Android 8 (Oreo) juga mengusung peningkatan dalam hal penghematan penggunaan memori internal (ROM), RAM dan konsumsi daya.

Hasilnya?

Android 8 bisa berjalan dengan baik pada perangkat low RAM, bahkan jika kapasitas RAM’nya kurang dari 1 GB.

16. Versi Android Pie (9)

Tingkatan versi Android yang ke 16 adalah versi 9 (Pie).

Satu tahun setelah rilis versi Oreo, Android kembali mendapat peningkatan ke versi  Android Pie, yaitu pada Agustus 2018.

Secara performa, Android Pie tidak melompat terlalu jauh dari versi Oreo. Namun tampilan antarmuka (User Interface) alias UI dan fitur-fiturnya benar-benar telah jauh berbeda.

17. Android 10 (Q)

Android 10 Samsung
Android 10 pada Samsung J4 2018

Urutan versi Android 2020 sampai pada puncaknya.

Pada Agustus 2019, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan penggunaan nama-nama makanan manis untuk versi Android. Maka dugaan akan penggunaan nama ‘Queen Cake’ atau ‘Quince Tart’ pun gugur sudah.

Yup. Nama versi Android 10 hanya menggunakan huruf ‘Q’ saja sebagai alias’nya.

Google tidak memberikan peningkatan performa secara signifikan pada Android Q. Agaknya mereka menganggap bahwa versi 9 Pie saja sudah cukup mumpuni untuk mengakomodir kebutuhan performa sepanjang tahun 2019 sampai 2020. Termasuk dalam hal penghematan penggunaan memori internal dan konsumsi daya baterai.

Apalagi pada tahun 2020, umumnya perangkat smartphone sudah menggunakan ruang penyimpanan yang relatif besar. Jadi optimasi penggunaan sumber daya sepertinya belum menjadi hal yang mendesak.

Maka peningkatan dari Google untuk Android 10 (Q) lebih fokus pada optimasi fitur keamanan dan kompatibilitas saja.

(Sumber: www.blogpress.id).

Namun demikian tetap saja banyak perbedaan Android 9 dan 10, seperti pada bahasan saya sebelumnya.

Om Bro/Sista sekalian. Sebagai sebuah sistem operasi smartphone yang open source alias bisa terpasang pada banyak merk smartphone, hingga tahun 2020, Android sepertinya menjadi OS dengan market share terbesar di dunia. Faktanya ada banyak sekali merk smartphone yang menggunakan OS Android, dari mulai ponsel entry level hingga kelas flagship seperti Samsung S20 dan S20 Ultra yang rilisnya mencapai harga Rp18 jutaan.

Melihat potensi pasar yang begitu luar biasa, Google tak henti melakukan terobisan inovasi dan pengembangan sistem operasi ini selama belasan tahun lamanya. (Bloglain).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *