Beranda » Alfacart » Sinopsis dan Review The Great Battle: 5.000 vs 200.000 Tentara

Sinopsis dan Review The Great Battle: 5.000 vs 200.000 Tentara

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Jujur saja awalnya saya bukan penggemar film Korea. Saya baru tahu bahwa Korea punya film kolosal yang justru jauh lebih bagus dari kebanyakan film-film lain yang beredar. So, inilah sinopsis dan review The Great Battle.

Sinopsis The Great Battle

Film The Great Battle merupakan gambaran strategi perangnya yang luar biasa. Dalam Bahasa Korea ia punya tittle ‘Ansisung’. Isi ceritanya adalah kisah tentara Ansi yang hanya berjumlah 5.000 orang namun nyaris bisa mengalahkan pasukan Dinasti Tang yang berjumlah 200.000 orang.

Iya sih jika kemudian tidak segera datang bantuan tentara Goguryeo, pastinya tentara Ansi akan habis juga lantaran ketimpangan jumlah yang sangat besar, yakni 1:40.

Namun begitu, sebelum datang bantuan pun tentara Ansi sudah beberapa kali berhasil memukul mundur pasukan Tang pimpinan langsung Kaisar Li Si Ming.

Pemeran Utama

Pemeran utama film The Great Battle ialah Jo In-sung yang memerankan tokoh Yang Man-chun. Seorang Komandan Benteng Ansi yang arif bijaksana, rendah hati serta ahli strategi perang.

Sebenarnya Ansi masih bagian dari wilayah Goguryeo, namun saat itu Ansi mendapat tuduhan sebagai penghianat akibat tidak bersedia membantu pasukan Geguryeo saat berperang melawan pasukan Li Si Ming dari Dinasti Tang.

Saat itu Yang Man Chu beranggapan bahwa perang melawan Li Si Ming di tempat terbuka (tanpa benteng pertahanan) adalah bunuh diri. Maka ia tidak bersedia membantu Kekaisarannya demi membuat pasukannya tetap hidup.

Salah satu tentara Goguryeo, yaitu Sa Mol (Nam Joo-hyuk) adalah pemuda Ansi yang kala itu menjadi kadet akademi perang Goguryeo. Karena kampung asalnya tersebut, Jenderal dari Goguryeo kemudian mengirim Sa Mol untuk membunuh Yang Man Cun, Komandan Benteng Ansi lantaran tuduhan penghianatan itu tadi.

Sa Mol tidak berhasil menunaikan tugasnya, bahkan ia berbalik membela Yang Man Cun karena simpatik dengan kepribadian Sang Komandan yang sangat rendah hati.

Yup. Yang Man Cun sangat bijaksana, bahkan kepada rakyat jelata sekalipun.

Review The Great Battle

Sejarah pengepungan benten Ansi oleh Kaisar Li Si Ming menjadi kisah pertempuran 80 hari dengan kekalahan pada pasukan Li Si Ming yang berjumlah jauh lebih besar.

Dari pertempuran tersebut, saya mendapati setidaknya ada 6 strategi yang menjadi kunci keberhasilan Yang Man Cun.

1. Benteng Tanah Liat

Pada zaman itu, yaitu pada tahun 645 Masehi, benteng-benteng pertahanaan biasanya terbuat dari batu berperekat tanah liat.

Nah, Komandan Yang Man Cun faham betul bahwa komposisi tanah liat yang lebih banyak justru membuat benteng lebih kokoh.

Hasilnya, pasukan Li Si Ming terbukti gagal merobohkan tembok benteng dengan menggunakan ketapel raksasa yang mereka bawa.

2. Formasi Rapat

Ketika sebagian pasukan Tang berhasil memanjat tembok benteng, pasukan Ansi merapatkan barisan dan mendorong pasukan Tang hingga mereka terjengkang jatuh dari atas benteng.

3. Misil

Jangan bayangkan misil balistik seperti pada era modern sekarang ini. Senjata yang mereka sebut misil dalam film ini ialah panah tombak yang terikat tambang besar.

Kegunaannya?

Ketika pasukan Tang membawa menara untuk memanjat bentang, maka pasukan Ansi menembak menara-menara tersebut menggunakan misil, kemudian menarik tambangnya hingga semua menara roboh.

4. Pagar Tombak

Pasukan musuh sempat satu kali berhasil membobol gerbang benteng Ansi. Namun rupanya Yang Man Cun memang sudah mengantisipasinya dengan sangat baik.

Saat tentara Li Si Ming berhasil masuk benteng, seketika pasukan Ansi segera mengurung mereka menggunakan semacam pagar dengan ujung runcing. Maka pasukan musuh terkepung pagar tombak hingga pasukan Ansi berhasil melumpuhkan mereka.

5. Kantong minyak

Li Si Ming sempat mencoba untuk membangun menara-menara pemanjat yang baru dengan bagian dalamnya mereka isi tanah. Asumsinya, dengan menggunakan menara yang berat, maka misil Ansi tidak akan mampu merobohkan menara-menara tersebut menggunakan tombak misil seperti sebelumnya.

Tapi Yang Man Cu telah mempersiapkan kantong-kantong minyak. Maka ketika menara-menara pemanjat mendekat, pasukan Ansi segera melempar kantong minyak untuk kemudian di bidik oleh Yang Man Cu menggunakan panah api.

Maka habislah menara-menara pemanjat tersebut dalam kobaran api.

6. Menggali Terowongan untuk Merobohkan Bukit Buatan

Saking gilanya, Li Sin Ming kemudian membangun sebuah bukit buatan yang tingginya melebihi tinggi benteng Ansi. Dengan demikian, asumsinya pasukan Tang akan lebih mudah menyerang Benteng Ansi.

Yang Man Cu tidak kalah strategi. Ia mengumpulkan para penambang dan menggali terowongan dari dalam benteng menuju bagian bawah bukit. Maka bukit buatan pasukan Tang yang mereka bangun selama 2 bulan tersebut pun ambruk. Bahkan akhirnya pasukan Ansi dapat mengambil alih bukit tersebut.

Li Si Ming membabi buta dan bermaksud terus menyerang meski harus menghabiskan seluruh pasukannya.

Tentara Ansi sudah terkuras. Amunisi habis, jumlah tentara hanya tinggal beberapa orang lagi.

Beruntung Sa Mol berhasil meminta bantuan pasukan dari Ibukota Goguryeo. Maka pasukan Tang mundur meninggalkan Ansi.

The Great Battle rilis 19 September 2019.

Bagian paling menarik bagi saya adalah detail strategi perangnya yang jauh lebih baik ketimbang film Fetih 1453 dan film India Manikarnika. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *