Beranda » Alfacart » Alasan Kenapa Thanos Jahat Banget di Avengers Endgame

Alasan Kenapa Thanos Jahat Banget di Avengers Endgame

Thanos

Bloglain.com – Bagi Om/Sist sekalian penggemar MCU, mungkin dalam hati akan muncul pertanyaan: “Kenapa Thanos jahat banget di Avengers Endgame?” Padahal pada moment Infinity War, ia masih punya sisi baik.

Iya Om. Jika mengingat tujuan mulia untuk mempertahankan keseimbangan alam semesta, maka sedikitnya kita akan menilai bahwa Thanos sebenarnya tidak jahat. Niatnya baik. Meskipun caranya salah karena harus membunuh miliaran mahluk hidup.

Mengapa Thanos jahat banget di ‘Avengers: Endgame’?

Begini Om.

Sebenarnya pada awal ‘Infinity War’ pun Thanos sangat kejam. Ia tega membantai sisa kaum Asgard, membunuh Loki dan membunuh Heimdall. Padahal kala itu kaum Asgard telah tidak memiliki banyak power, mengingat banyak pejuangnya yang gugur saat melawan Hela pada moment ‘Thor: Ragnarok’.

Kemudian Thanos juga tampak amat kejam saat menghancurkan Xandar dan membakar markas the Collector di Knowhere.

Thanos Melunak

Namun setelah itu, utamanya setelah tewasnya Gamora, Thanos tampak melunak hatinya. Ia tidak lagi membabi-buta dalam pertarungan, bahkan beberapa kali menunjukkan sikap menghormati musuh.

Seperti misalnya saat ia tidak membunuh Tony Stark setelah Doctor Stephen Strange menyerahkan ‘Time Stone’ dengan sukarela. Saat itu tampak bahwa Thanos sangat menghormati suatu perjanjian. Persis seperti kata Nebula pada awal kisah ‘Endgame’, bahwa ‘bohong’ bukanlah salah satu sifat Thanos.

Thanos pun tampak sangat sedih saat Ebony Maw tewas.

Selain itu, Thanos juga menunjukkan bahwa ia adalah seorang ayah yang hatinya terguncang dan menderita saat terpaksa harus mengorbankan putri angkat yang amat ia sayangi, Gamora.

Karena sifat itu pula Thanos tidak membunuh Wanda Maximoff setelah mendapatkan ‘mindstone’ dari dahi Vision. Karena ia tahu persis bagaimana derita hati Wanda saat harus mengorbankan Vision.

Sama seperti derita hatinya ketika mengorbankan Gamora.

Karenanya, pada ‘Avengers: Infinity War’, karakter Thanos berkembang menjadi lebih lembut. Ia tampak tidak ingin menjatuhkan lagi korban secara langsung dengan tangannya sendiri. Ia lebih ingin membiarkan Infinity Gauntlet yang memilih siapa yang akan jadi debu akibat jentikan jari tangannya.

Lantas, apa yang membuat Thanos jadi lebih kejam pada ‘Avengers: Endgame’?

Sebelumnya kita telusuri dulu Om.

Penyebab Thanos Jahat Banget

Thanos yang ada pada kisah ‘Avengers: Endgame’ adalah Thanos dari masa lalu, yaitu dari tahun 2014. Artinya, Thanos dari masa sebelum pecahnya ‘Infinity War’. Jadi patut saja jika saat itu Thanos amat kejam, karena ia belum sampai pada titik pengorbanan Gamora, putri tercintanya.

Selain itu, hal yang membuat Thanos amat kejam pada ‘Avengers: Endgame’ adalah karena ia telah mengetahui apa yang terjadi pada masa depan.

Iya Om. Melalui pindaian memori Nebula, Thanos jadi tahu bahwa pada alam masa depan, ia sempat berhasil menggapai tujuannya menghapus separuh populasi semesta. Yaitu pada momen ‘Infinity War’.

Namun dari pindaian memori Nebula pula Thanos mengetahui bahwa Avengers dari masa depan tengah mengejarnya ke masa lalu, demi mencegah kejadian yang bakal terjadi pada masa depan.

Mengetahui hal itu, jelas Thanos murka. Ia tidak lagi menunjukkan sikap mulianya. Ia bertarung untuk benar-benar membunuh.

Bahkan pada saat Thanos tercekik oleh serangan Wanda Maximoff, ia tega memerintahkan tembakan Sanctuary II. Yaitu hujan tembakan yang tidak hanya bisa menghancurkan lawan, tapi juga membahayakan pasukannya sendiri.

Niat awal menghapus separuh populasi pun berubah menjadi niat menghapus seluruh populasi semesta.

Maksudnya setelah semua populasi musnah, maka Thanos bermaksud membangun kembali semesta dari nol.

So. Kisah yang awalnya Thanos tidak jahat, akhirnya membuat Thanos menjadi sangat bengis. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *