Beranda » Lain-lain » 19 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter Restoran

19 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter Restoran

Tugas Waiter

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Banyak para lulusan sekolah yang mempertanyakan, apa saja tugas dan tanggung jawab Waiter. Khususnya waiters restoran.

Sebagian mereka mendapati lowongan pekerjaan tersebut dari berbagai media dan ingin mencoba melamar pekerjaan tersebut.

Nah, kebetulan saya ada sedikit pengalaman. Saya pernah kerja sebagai waiter restaurant, meskipun pengalaman saya tidak begitu lama.

Tapi lumayan lama juga sih Om, sekira 3 tahunan. Jadi sekarang saya bakal share beberapa deskripsi pekerjaan Waiters berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Pengertian Waiter dan Waitress

Kali ini saya bukan akan menjelaskan arti waiters dalam pengertian menurut para ahli. Saya hanya akan menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, yang saya dapat dari pengalaman saya sendiri.

Secara sederhana, waiter dan waitress adalah seorang pelayan restoran, hotel, cafe dan sebagainya.

Perbedaan mereka adalah:

  • Waiter = laki-laki
  • Waitress = perempuan

Dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya, biasanya ada seorang captain yang memimpin waiter / waitress dalam satu tim.

Kalau dalam istilah tempat kerja saya dulu, namanya ‘Head Crew’.

Tugas dan Tanggung Jawab Waiter Restoran

Sebelum kita mulai bahasannya, kita persingkat dulu sebutannya.

Yup. Supaya lebih singkat dalam penggunaan istilah waiter dan waitress, kita sama’kan saja sebutannya menjadi ‘Waiter’.

Hokeh, kita cekidot ke TKP. Saya akan jabarkan beberapa contoh bagaimana dan apa saja pekerjaan seorang waiters.

1. Prepare Sebelum Mulai Bekerja

Tugas dan tanggung jawab Waiter / Waitress yang pertama adalah beres-beres sebelum restoran mulai buka.

Pada umumnya seorang waiter sudah memulai pekerjaan sejak sebelum restoran buka.

Prepare seorang waiter meliputi beberapa hal, antara lain:

Menata penampilan yang rapi dan sopan serta sesuai dengan tata tertib restoran

Setiap restoran memiliki tata tertib yang berbeda-beda. Namun secara umum ada persamaan dalam hal tatanan rambut, pakaian dan penampilan.

Laki-laki

Untuk seorang laki-laki, sudah pasti potongan rambutnya harus pendek. Selain itu juga tidak boleh memelihara kumis, cambang dan jenggot.

Dalam hal aksesoris, seorang waiter hanya boleh menggunakan arloji saja. Tidak boleh mengenakan aksesoris lainnya semisal gelang atau kalung.

Perempuan

Untuk perempuan, aturannya tergantung dari kebijakan tiap-tiap restoran.

Jika restoran mengizinkan, seorang waitress boleh berambut panjang, namun harus terikat rapi.

Maksud dari aturan tersebut ialah untuk menghindari kemungkinan rambut terjatuh pada makanan.

Memangnya ada yang begitu?

Ada Om. Beberapa kali saya mendapati kasus seperti itu sehingga menimbulkan reaksi complain dari customer. Maka itulah penampilan rambut seorang waitress harus benar-benar terjaga. Karena jika sudah terjadi complain, maka bukan hanya Om/Sist saja yang akan terkena teguran, tapi citra restoran pun akan tercoreng bagi customer.

Soal aksesoris, biasanya seorang waitress hanya boleh memakai anting kecil saja. Tidak boleh memakai anting besar, kalung, gelang, apalagi gelang kaki.

Kecuali jika pakaian kerja Sista memakai celana panjang, mungkin masih boleh memakai gelang kaki. Soale kalo pake celana panjang, kemungkinan gelang kaki tidak akan terekspos oleh mata pengunjung / customer restoran.

Menata Meja dan Memastikan Meja Bersih, Lengkap dan Rapi

Sebelum restoran buka, Om/Sist harus memastikan tidak ada kotoran atau sisa makanan dari customer sebelumnya yang tertinggal pada permukaan meja, kolong dan area sekitarnya.

Selain itu, periksa juga kelengkapan sendok dan garpu , jika aturan restoran tersebut memang harus tersedia sendok dan garpu di meja.

Jangan lupa rapikan juga posisi meja dan kursi.

2. Stand by pada Posisi yang Tepat

Setelah selesai prepare dan restoran mulai buka, tugas dan tanggung jawab Om/Sist selanjutnya ialah harus berdiri atau stand by.

Lokasi Om/Sist stand by harus pada tempat yang mudah menjangkau sudut pandang semua meja. Tujuannya adalah supaya Om/Sist dapat segera merespon ketika ada customer yang memanggil dan hendak memesan makanan atau mengajukan request tertentu.

3. Memberi Salam (Greating) pada Customer dan Membukakan Pintu

Sementara sebagian waiter sedang stand by, tugas dan tanggung jawab waiter lainnya ialah harus ada yang menjaga pintu.

Maksudnya menjaga pintu ialah, ketika ada customer yang baru datang, Om/Sist harus dengan sigap membukakan pintu dan memberi salam.

Setelah itu tanyakan dengan halus, meja mana yang hendak ia pilih.

Setelah customer memilih meja, Om/Sist cek ulang. Pastikan meja yang terpilih ada dalam kondisi bersih dan lengkap.

4. Merekomendasikan Menu Favorit dan Menu Baru pada Customer

Setelah customer memilih meja , segera Om/Sist berikan daftar menu yang tersedia.

Jika misale customer tersebut adalah customer baru, maka berikanlah rekomendasi menu favorit restoran itu.

Tidak terbatas hanya pada customer baru saja, Om/Sist juga harus menawarkan menu baru pada customer langganan. Iya tentu jika saat itu ada menu baru.

5. Siaga Jika Customer Belum Siap Taking Order

Jika customer belum siap memesan, Om/Sist tinggalkan dulu meja tersebut.

Namun Om/Sist tetap harus siaga pada posisi yang mudah terlihat. Hal itu untuk memudahkan customer pada saat ia memanggil Om/Sist untuk memulai pemesanan.

6. Mencatat Pesanan dan Memastikan Ketepatan Pesanan

Saat customer telah siap memesan, segeralah hampiri customer tersebut.

Catat semua pesanan dengan benar.

Setelah customer selesai memesan, sebutkan kembali menu-menu pesanannya kepada customer. Hal itu untuk memastikan bahwa Om/Sist tidak salah mencatat dan customer sendiri tidak salah dalam menyebutkan pesanannya.

7. Menawarkan Minuman

Jika saat pemesanan makanan, customer tidak memesan minuman, maka tawarkanlah minuman untuk ia pesan.

Jika mungkin, tawarkan minuman favorit restoran Om/Sist sekalian.

Tanyakan juga kepada customer, kapan Om/Sist harus menghidangkan minumannya.

Iya Om. Sepengalaman saya dulu, beda customer beda pula kemauannya. Ada yang minta minuman bawa dulu, namun ada juga yang minta minumannya nanti setelah makan.

8. Menyampaikan Pesanan dengan Cepat

Setelah selesai taking order, segeralah sampaikan pesanan ke kitchen (dapur) dan / atau pantry.

Usahakan juga agar pesanan terhidang secara berurutan, mulai dari starter (makanan pembuka), kemudian main course (menu utama) dan terakhir menu penutup (dizerts).

Kadang dalam situasi restoran ramai pengunjung, urutan penghidangan makanan bisa jadi berantakan. Kadang bisa terjadi makanan utama lebih dulu terhidang, sementara chef belum selesai memasak makanan pembuka.

Itu wajar saat jam ramai pengunjung.

Tapi setidaknya Om/Sist harus menjaga agar urutannya tidak terlalu kacau, misale saja menu pembuka datang bersamaan dengan menu penutup, sementara menu utama belum datang. Itu kacau pisan Om.

Untuk membiasakan supaya makanan dapat tersaji sesuai urutannya, mulailah belajar pada jam-jam sepi, yaitu saat hanya ada sedikit customer yang berkunjung.

9. Membantu Runner untuk Mempercepat Pelayanan

Ada kalanya sebuah restoran memiliki runner tersendiri.

Tugas seorang runner adalah mengantarkan pesanan ke meja customer dan menarik peralatan bekas makan dari meja customer.

Tapi ada juga (bahkan lebih banyak) restoran yang menerapkan sistem kerja waiter sekaligus merangkap menjadi runner.

Jika restoran tempat Om/Sist bekerja memiliki runner secara terpisah, pada saat jam sibuk (terutama week end), bantulah tugas runner supaya pelayanan pada customer jadi lebih cepat dan baik.

10. Memperhatikan Customer dengan Seksama

Setelah selesai menghidangkan pesanan, bukan berarti tugas Om/Sist selesai. Om/Sist tetap harus memperhatikan customer dengan seksama.

Betul Om. Seringkali saya temui seorang customer yang membutuhkan bantuan waiter untuk extra spoon (sendok), extra fork (garpu), extra tissue dan sebagainya.

Bahkan tak jarang ada customer yang ingin menambah lagi pesanannya.

Maka itu Om/Sist harus tetap memperhatikan customer, meskipun semua pesanan telah terhidang.

11. Menangani Masalah

Ketika terjadi masalah, misalnya ada salah taking order, maka menjadi tugas dan tanggung jawab waiter untuk menyelesaikannya.

Berusahalah untuk menyelesaikan sendiri masalah tersebut tanpa melibatkan captain atau manager restaurant ataupun chef.

Contoh masalah yang pernah saya alami.

Customer pada saat itu memesan dizerts (makanan penutup) dalam porsi besar. Tapi pada saat saya hidangkan menu tersebut, ia menolak.

Alasannya, ia mengaku bahwa yang ia pesan adalah porsi kecil, bukan porsi besar.

Sebenarnya saat itu saya yakin sekali bahwa si customer telah memesan dizerts porsi besar. Tapi mungkin karena ia sudah kekenyangan, maka ia mencari-cari alasan agar bisa mengganti pesanannya menjadi porsi kecil.

Sebagai seorang waiter, saya harus profesional dalam menghadapi customer, bahkan jika customernya rewel dan menyebalkan.

Saat itu saya tidak melibatkan captain, manager, ataupun petugas pantry dalam menyelesaikan masalah.

Penyelesaiannya

Saya buat pesanan baru dalam porsi kecil dan saya membayar menu besar tadi dengan uang saya sendiri.

Saya makan dizerts yang besar tadi pada saat jam santai.

Selesai. Tidak ada omelan dari customer ataupun dari atasan saya.

Tapi saya jadi rugi dong?

Tentu iya, jika kita hanya berpatokan pada nilai materi saja.

Tapi kerugian yang saya alami tidaklah seberapa. Uang tip saya pada hari itu saja masih lebih dari nominal yang harus saya bayarkan untuk mengganti pesanan yang salah tadi.

Kecuali jika kesalahannya terjadi dari dapur atau pantry, misale saja chef yang salah membuat menu.

Atau mungkin ada benda asing pada makanan yang terbawa dari dapur?

Jika kondisinya seperti itu ya kita sampaikan keluhannya ke dapur. Tidak usah mengganti rugi jika kesalahannya bukan dalam area Om/Sist sekalian.

12. Membantu Janitor atau Runner Membereskan Meja

Jika Om/Sist melihat customer sudah selesai makan, maka dengan mengatakan ‘Permisi’, ambillah piring dan peralatan bekas makan yang lain.

Sedikit membersihkan meja juga bila perlu.

13. Menawarkan Menu Penutup

Seperti pula minuman, ada kalanya customer tidak memesan makanan penutup pada saat taking order.

Ketika Om/Sist mendapati customer yang seperti itu, tawarkanlah menu penutup selagi Om/Sist membereskan meja saat customer selesai makan.

14. Memberikan Bill / Nota Tagihan pada Customer

Sesekali akan ada customer yang membayar bill’nya langsung ke kasir. Tapi tak jarang juga customer memanggil Waiter untuk meminta bill.

Berikan bill dengan menyebutkan nominalnya. Jangan hanya memberikannya begitu saja.

Cara memberikan bill seperti ini hanya berlaku untuk restoran yang menetapkan metode pembayaran akhir. Tidak berlaku untuk restoran jenis fast food dan semacamnya yang menggunakan metode pembayaran awal pada saat pemesanan.

15. Mengucapkan Terima kasih dan Membukakan Pintu

Mengucapkan terima kasih pada tamu restoran juga menjadi tugas dan tanggung jawab waiter.

Setelah customer selesai membayar, sigaplah untuk membukakan pintu keluar.

Saat customer hendak keluar, ucapkan terima kasih dan persilahkan customer untuk berkunjung kembali lain waktu.

16. Melakukan Serah Terima Tanggung Jawab dengan Shift Berikutnya

Setelah habis jam kerja, pastikan Om/Sist melakukan serah terima dengan baik pada teman Waiters shift berikutnya.

Misalnya.

Beri tahu teman Waiters shift berikutnya jika ada pesanan customer yang belum sampai ke meja tertentu.

Juga pastikan semua peralatan kerja ada dalam kondisi lengkap sehingga tidak akan terjadi saling menyalahkan ketika ada kekurangan peralatan.

Serah terimakan semua yang perlu.

17. Bertanggung Jawab pada Kelengkapan Peralatan Restoran

Jika Om/Sist bertugas pada shift akhir, pastikan semua peralatan kerja lengkap.

Jika terjadi kekurangan peralatan, maka bertanggung jawablah.

Beritahukan juga pada shift awal esok hari, jika ada sesuatu hal yang kurang.

18. Membantu Proses Clossing

Jika Om/Sist bertugas pada shift akhir, bantu Captain dalam proses clossing.

Jika perlu, bantu juga chef dalam memastikan bahwa semua kompor telah mati.

Intinya pastikan restoran ada dalam kondisi aman pada saat Om/Sist meninggalkannya.

Jangan pernah merasa bahwa hal-hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab bersama. Karena jika terjadi hal-hal buruk, tetap saja seluruh crew yang bertugas saat itu akan kena imbas masalahnya.

19. Menyebarkan Brosur

Selain semua tugas-tugas tersebut, ada kalanya seorang waiter harus menyebarkan brosur pada jam-jam sepi. Umumnya pada sore hari menjelang malam. (Bloglain).

Tag:

19 tanggapan pada “19 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter Restoran”

  1. Ahmad Eka saputra

    Sangat membantu kak… Makasih ?
    Saya mau melamar di waitet restaurant bsok dan smoga berhasil dan betah ya ? Aamiinnn.. ?

  2. Masihh ada Loker kah kak direstaurantnya??? Kalo ada Nama restaurantnya apa kak??

    Terima Kasih

  3. … week end dan hari libur panjang… Waktu dimana bidang pekerjaan lain sedang libur dan santai… seorang waiter dan crew restoran atau hotel justru bak bik buk sibuk ngga ketulungan.

    Justru saya jadi kangen situasi seperti ini karena sudah 2 bulan lebih saya beserta rekan kerja saya di hotel dirumahkan akibat wabah yang sedang melanda ini

  4. Maaf gan, saya mau tnya untuk prihal salary atau gaji dari seorang waiter/es kisaran brapa ya ? Beberapa hari lagi mau interview disebuah kafe dan baru pertama kali melamar sbg seorang waiter.. saya merasa bertrima kasih kalau agan bersedia menjawab..

    1. Kalo sepengalaman saya sih gaji pokok-nya senilai UMR (UMK / UMP). Selebihnya kita dapat tambahan dari uang tip dari customer, terus dapat uang lembur jika sesekali ada overtime.

      Kalo perusahaannya baik, kadang ada yang kasih uang absen juga. Dihitung sejumlah hari kerja kita.

      Tapi yang intinya sih gaji pokok minimal sebesar UMR.

  5. Min untuk menjadi waiter itu bagian kerja nya jadi 1 ya apa berbeda beda..misalnya saya kerja waiter di bagian greeter dan terus ke talking order itu yg melakukan nya saya juga min ya? Apa orng lain yg brtugas di sana?
    Saya bingung di bagian sana aja min apa 1 orng waiter mengurus di bagian semuanya seperti greeter,talking order,clear up ..DLL..
    Tlong berikan pndapatnya min??

    1. Di kebanyakan restoran, semua tugas itu kita yang kerjakan. Dari mulai memberi salam, taking order, mengantar makanan, sampai tarik piring bekas makan.

      Tapi ada juga beberapa restoran yang punya runner untuk mengantar makanan dan janitor untuk cleaning. Jadi tugas waiter hanya memberi salam dan taking order.

      Jadi tergantung kebijakan restoran’nya.

  6. Alhamdulillah ini membantu banget om/sist. Soalnya besok juga dipanggil untuk interview . Dan belum ada sama sekali pengalaman kerja sebagai waiter ini tkutnya nnti kalo ditanya tentang pekerjaan yang dilamar gakbisa jawab lagi. Tp berkat om/sist sekarang jadi sedikit banyak lebih tau lah tentang tugas dan bagian” dari waiter. Makasih om/sist smoga menjadi amal jariyah untuk sampean.

  7. Terimakasih kak sangat membantu semuanya di jelaskan secara detail dari awal mudaah dimengerti smoga aja nanti lulus skolah ngelamar jadi waiters meskipun blom banyak pengalaman moga keterima doain ya Kaka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *