Tugas Waiter

20 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter: Bukan Hanya Melayani

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Banyak para lulusan sekolah yang mempertanyakan, apa saja tugas dan tanggung jawab Waiter. Khususnya waiters restoran.

Sebagian mereka mendapati lowongan pekerjaan tersebut dari berbagai media dan ingin mencoba melamar pekerjaan tersebut.

Nah, kebetulan saya ada sedikit pengalaman. Saya pernah kerja sebagai waiter restaurant, meski pengalaman saya tidak begitu lama.

Tapi lumayan lama juga sih Om, sekira 3 tahunan. Jadi sekarang saya bakal share beberapa deskripsi pekerjaan Waiters berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Pengertian Waiter dan Waitress

Kali ini saya bukan akan menjelaskan arti waiters dalam pengertian menurut para ahli. Saya hanya akan menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, yang saya dapat dari pengalaman saya sendiri.

Secara sederhana, pengertian waiter adalah pelayan restoran atau pelayan hotel atau cafe dan sebagainya, yang berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan Waitress adalah pelayan yang berjenis kelamin perempuan.

Istilah waiter / waitress bukan hanya berlaku untuk pelayan restoran, hotel dan cafe saja, tapi juga untuk tempat lain seperti karaoke, pelayan kapal pesiar dan sebagainya.

Dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, biasanya ada seorang captain yang mengepalai waiter / waitress.

Kalau dalam istilah tempat kerja saya dulu, namanya ‘Head Crew’.

Tugas dan Tanggung Jawab Waiter Restoran

Sebelum kita mulai bahasannya, kita persingkat dulu sebutannya.

Yup. Supaya lebih singkat dalam penggunaan istilah waiter dan waitress, kita sama’kan saja sebutannya menjadi ‘Waiter’.

Hokeh, kita cekidot ke TKP. Saya akan jabarkan beberapa contoh bagaimana dan apa saja pekerjaan seorang waiters.

Secara garis besar, tugas dan tanggung jawab waiter antara lain:

1. Prepare Sebelum Mulai Bekerja

Tugas dan tanggung jawab Waiter / Waitress yang pertama adalah beres-beres sebelum restoran mulai buka.

Pada umumnya seorang waiter sudah memulai pekerjaan sejak sebelum restoran buka.

Prepare seorang waiter meliputi beberapa hal, antara lain:

Menata penampilan yang rapi dan sopan serta sesuai dengan tata tertib restoran

Setiap restoran memiliki tata tertib yang berbeda-beda. Namun secara umum ada persamaan dalam hal tatanan rambut, pakaian dan penampilan.

Laki-laki

Untuk seorang laki-laki, sudah pasti potongan rambutnya harus pendek. Selain itu juga tidak boleh memelihara kumis, cambang dan jenggot.

Dalam hal accesories, seorang waiter hanya diperbolehkan menggunakan arloji saja. Tidak boleh mengenakan aksesoris lainnya semisal gelang atau kalung, apalagi berpenampilan nyeleneh dengan memakai anting-anting dan sebagainya.

Kaya’ rocker aja. Wkwkwkwk.

Perempuan

Untuk perempuan, aturannya tergantung dari kebijakan tiap-tiap restoran.

Jika restoran mengizinkan, seorang waitress boleh berambut panjang, namun harus terikat rapi.

Maksud dari aturan tersebut ialah untuk menghindari kemungkinan rambut terjatuh pada makanan.

Memangnya ada yang begitu?

Ada Om. Beberapa kali saya mendapati kasus seperti itu sehingga menimbulkan reaksi complain dari customer. Maka itulah penampilan rambut seorang waitress harus benar-benar terjaga. Karena jika sudah terjadi complain, bukan hanya Om/Sist saja yang akan terkena teguran, tapi citra restoran pun akan tercoreng bagi customer.

Perkara accesories, biasanya seorang waitress hanya boleh memakai anting kecil saja. Tidak boleh memakai anting besar, kalung, gelang, apalagi gelang kaki.

Kecuali jika pakaian kerja Sista memakai celana panjang, mungkin masih boleh memakai gelang kaki. Soale kalo pake celana panjang, kemungkinan gelang kaki tidak akan terekspos oleh mata pengunjung / customer restoran.

Menata Meja dan Memastikan Meja Bersih, Lengkap dan Rapi

Sebelum restoran buka, Om/Sist harus memastikan tidak ada kotoran atau sisa makanan dari customer sebelumnya yang tertinggal pada permukaan meja, kolong dan area sekitarnya.

Meja restoran

Selain itu, periksa juga kelengkapan sendok dan garpu , jika aturan restoran tersebut memang harus tersedia sendok dan garpu di meja.

Jangan lupa rapikan juga posisi meja dan kursi. Jangan ada nyengsal-nyengsol tidak lurus.

Wkwkwkwk. Bahasa Indonesianya “nyengsal-nyengsol” itu apa sih ya?

Lah ya sudah. Jangan pikirin arti kata ‘nyengsal-nyengsol’. Yang penting Om/Sist faham maksud saya.

2. Stand by pada Posisi yang Tepat

Setelah selesai prepare dan restoran mulai buka, tugas dan tanggung jawab Om/Sist selanjutnya ialah harus berdiri atau stand by.

Lokasi Om/Sist stand by harus pada tempat yang mudah menjangkau sudut pandang semua meja. Tujuannya adalah supaya Om/Sist dapat segera merespon ketika ada customer yang memanggil dan hendak memesan makanan, atau mengajukan request tertentu.

3. Memberi Salam (Greating) pada Customer dan Membukakan Pintu

Sementara sebagian waiter sedang stand by, tugas dan tanggung jawab waiter lainnya ialah harus ada yang menjaga pintu.

Maksudnya menjaga pintu ialah, ketika ada customer yang baru datang, Om/Sist harus dengan sigap membukakan pintu dan memberi salam.

Setelah itu tanyakan dengan halus, meja mana yang hendak ia pilih.

Setelah customer memilih meja, Om/Sist cek ulang. Pastikan meja yang terpilih ada dalam kondisi bersih dan lengkap.

4. Merekomendasikan Menu Favorit dan Menu Baru pada Customer

Setelah customer duduk di meja…

Wkwkwkwk. Ngga sopan! Duduk ko’ di meja?

Duduk ya di kursi.

Iya. Maksudnya, setelah customer memilih meja , segera Om/Sist berikan daftar menu yang tersedia.

Jika misale customer tersebut adalah customer baru, maka berikanlah rekomendasi menu favorit restoran itu.

Tidak terbatas hanya pada customer baru saja, Om/Sist juga harus menawarkan menu baru pada customer langganan. Iya tentu jika saat itu ada menu baru launching.

5. Siaga Jika Customer Belum Siap Taking Order

Jika customer belum siap memesan, Om/Sist tinggalkan dulu meja tersebut.

Namun Om/Sist tetap harus siaga pada posisi yang mudah terlihat. Hal itu untuk memudahkan customer pada saat ia memanggil Om/Sist untuk memulai pemesanan.

6. Mencatat Pesanan dan Memastikan Ketepatan Pesanan

Saat customer telah siap memesan, segeralah hampiri customer tersebut.

Catat semua pesanan dengan benar.

Waiter restoran

Setelah customer selesai memesan, sebutkan kembali menu-menu pesanannya kepada customer. Hal itu untuk memastikan bahwa Om/Sist tidak salah mencatat dan customer sendiri tidak salah dalam menyebutkan pesanannya.

7. Menawarkan Minuman

Jika saat pemesanan makanan, customer tidak memesan minuman, maka tawarkanlah minuman untuk ia pesan.

Jika mungkin, tawarkan minuman favorit restoran Om/Sist sekalian.

Tanyakan juga kepada customer, kapan Om/Sist harus menghidangkan minumannya.

Iya Om. Sepengalaman saya dulu, beda customer beda pula kemauannya. Ada yang minta minuman bawa dulu, namun ada juga yang minta minumannya nanti setelah makan.

8. Menyampaikan Pesanan dengan Cepat

Setelah selesai taking order, segeralah sampaikan pesanan ke kitchen (dapur) dan / atau pantry atau pada bartender.

Usahakan juga agar pesanan terhidang secara berurutan, mulai dari starter (makanan pembuka), kemudian main course (menu utama) dan terakhir menu penutup (dizerts).

Kadang dalam situasi restoran ramai pengunjung, urutan penghidangan makanan bisa jadi berantakan. Kadang bisa terjadi makanan utama lebih dulu terhidang, sementara chef belum selesai memasak makanan pembuka.

Itu wajar saat jam ramai pengunjung.

Tapi setidaknya Om/Sist harus menjaga agar urutannya tidak terlalu kacau, misale saja menu pembuka datang bersamaan dengan menu penutup, sementara menu utama belum datang. Itu kacau pisan Om.

Untuk membiasakan supaya makanan dapat tersaji sesuai urutannya, mulailah belajar pada jam-jam sepi, yaitu saat hanya ada sedikit customer yang berkunjung.

9. Membantu Runner untuk Mempercepat Pelayanan

Ada kalanya sebuah restoran memiliki runner tersendiri.

Tugas seorang runner adalah mengantarkan pesanan ke meja customer dan menarik peralatan bekas makan dari meja customer.

Tugas Waiter

Tapi ada juga (bahkan lebih banyak) restoran yang menerapkan sistem kerja waiter sekaligus merangkap menjadi runner.

Jika restoran tempat Om/Sist bekerja memiliki runner secara terpisah, pada saat jam sibuk (terutama week end), bantulah tugas runner supaya pelayanan pada customer jadi lebih cepat dan baik.

10. Memperhatikan Customer dengan Seksama

Setelah selesai menghidangkan pesanan, bukan berarti tugas Om/Sist selesai. Om/Sist tetap harus memperhatikan customer dengan seksama.

Perhatikan apakah customernya itu cantik atau biasa saja.

Wkwkwkwk. Bukan memperhatikan kecantikannya Om.

Begini. Seringkali saya temui seorang customer yang membutuhkan bantuan waiter untuk extra spoon (sendok), extra fork (garpu), extra tissue dan sebagainya.

Bahkan tak jarang ada customer yang ingin menambah lagi pesanannya.

Maka itu Om/Sist harus tetap memperhatikan customer, meski semua pesanan telah terhidang.

11. Menangani Masalah

Ketika terjadi masalah, misalnya ada salah taking order, maka menjadi tugas dan tanggung jawab waiter untuk menyelesaikannya.

Berusahalah untuk menyelesaikan sendiri masalah tersebut tanpa melibatkan captain atau manager restaurant ataupun chef.

Contoh masalah yang pernah saya alami:

Customer pada saat itu memesan dizerts (makanan penutup) dalam porsi besar. Tapi pada saat saya hidangkan menu tersebut, ia menolak.

Alasannya, ia mengaku bahwa yang ia pesan adalah porsi kecil, bukan porsi besar.

Sebenarnya saat itu saya yakin sekali bahwa si customer telah memesan dizerts porsi besar. Tapi mungkin karena ia sudah kekenyangan, maka ia mencari-cari alasan agar bisa mengganti pesanannya menjadi porsi kecil.

Sebagai manusia biasa, tentu saya merasa marah pada saat itu. Tapi sebagai seorang waiter, saya harus profesional dalam menghadapi customer, bahkan jika customernya rewel dan menyebalkan.

Saat itu saya tidak melibatkan captain, manager, ataupun petugas pantry dalam menyelesaikan masalah.

Penyelesaiannya:

Saya buat pesanan baru dalam porsi kecil dan saya membayar menu besar tadi dengan uang saya sendiri.

Saya makan dizerts yang besar tadi pada saat jam santai.

Selesai. Tidak ada omelan dari customer ataupun dari atasan saya.

Tapi saya jadi rugi dong?

Tentu iya, jika kita hanya berpatokan pada nilai materi saja.

Tapi kerugian yang saya alami tidaklah seberapa. Uang tip saya pada hari itu saja masih lebih dari nominal yang harus saya bayarkan untuk mengganti pesanan yang salah tadi.

Kecuali jika kesalahannya terjadi pada bagian belakang, misale saja chef yang salah membuat menu.

Atau mungkin ada benda asing pada makanan yang terbawa dari kitchen?

Jika kondisinya seperti itu ya kita sampaikan keluhannya ke kitchen. Tidak usah mengganti rugi jika kesalahannya bukan dalam area Om/Sist sekalian.

12. Membantu Janitor atau Runner Membereskan Meja

Jika Om/Sist melihat customer sudah selesai makan, maka dengan mengatakan ‘Permisi’, ambillah piring dan peralatan bekas makan yang lain.

Sedikit membersihkan meja juga bila perlu.

13. Menawarkan Menu Penutup

Seperti pula minuman, ada kalanya customer tidak memesan makanan penutup pada saat taking order.

Ketika Om/Sist mendapati customer yang seperti itu, tawarkanlah menu penutup selagi Om/Sist membereskan meja saat customer selesai makan.

14. Memberikan Bill / Nota Tagihan pada Customer

Sesekali akan ada customer yang membayar bill’nya langsung ke kasir. Tapi tak jarang juga customer memanggil Waiter untuk meminta bill.

Berikan bill dengan menyebutkan nominalnya. Jangan hanya memberikannya begitu saja.

Cara memberikan bill seperti ini hanya berlaku untuk restoran yang menetapkan metode pembayaran akhir. Tidak berlaku untuk restoran jenis fast food dan semacamnya yang menggunakan metode pembauaran awal pada saat pemesanan.

15. Mengucapkan Terima kasih dan Membukakan Pintu

Mengucapkan terima kasih pada tamu restoran juga menjadi tugas dan tanggung jawab waiter.

Setelah customer selesai membayar, sigaplah untuk membukakan pintu keluar.

Saat customer hendak keluar, ucapkan terima kasih dan persilahkan customer untuk berkunjung kembali lain waktu.

16. Melakukan Serah Terima Tanggung Jawab dengan Shift Berikutnya

Setelah habis jam kerja, pastikan Om/Sist melakukan serah terima dengan baik pada teman Waiters shift berikutnya.

Misalnya:

Beri tahu teman Waiters shift berikutnya jika ada pesanan customer yang belum sampai ke meja tertentu.

Juga pastikan semua peralatan kerja ada dalam kondisi lengkap sehingga tidak akan terjadi saling menyalahkan ketika ada kekurangan peralatan.

Pokoke serah terimakan semua yang perlu.

17. Bertanggung Jawab pada Kelengkapan Peralatan Restoran

Jika Om/Sist bertugas pada shift akhir, pastikan semua peralatan kerja lengkap.

Jika terjadi kekurangan peralatan, maka bertanggung jawablah.

Beritahukan juga pada shift awal esok hari, jika ada sesuatu hal yang kurang.

18. Membantu Proses Clossing

Masih dalam posisi shift akhir.

Jika Om/Sist bertugas pada shift akhir, bantu Captain dalam proses clossing.

Jika perlu, bantu juga chef dalam memastikan bahwa semua kompor telah mati.

Intinya pastikan restoran ada dalam kondisi aman pada saat Om/Sist meninggalkannya.

Jangan pernah merasa bahwa hal-hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab bersama. Karena jika terjadi hal-hal buruk, tetap saja seluruh crew yang bertugas saat itu akan kena imbas masalahnya.

19. Menyebarkan Brosur

Selain semua tugas-tugas tersebut, ada kalanya seorang waiter harus menyebarkan brosur.

Tapi bukan di sebar sembarangan di tanah. Wkwkwkwk. Maksudnya, berikan brosur pada orang-orang yang melintas depan restoran.

Tapi perkara sebar brosur bukan merupakan tugas pokok Waiter. Jadi pekerjaan ini biasanya hanya untuk kesibukan pada jam-jam sepi saja, yaitu pada saat restoran sepi pengunjung. Biasanya pagi hari dan waktu ‘Ashar hingga masuk waktu Sholat Maghrib.

20. Menghitung Uang Tip

Wakakakakakak!

Ini poin tambahan Om. Padahal tidak ada dalam prosedur kerja waiter dan waitress.

Tapi memang, uang tip menjadi salah satu kelebihan pekerjaan waiter dan crew restoran, hotel dan sebagainya.

Menambah Nominal Gaji

Uang tip menambah nominal gaji yang kita terima setiap bulan. Minimalnya uang tip bisa membantu cost transportasi harian Om/Sist dari dan ke tempat kerja.

Bahkan tak jarang uang tip juga mencukupi untuk makan dan jajan selama Om/Sist berada dalam jam istirahat kerja. Dengan begitu, gaji bulanan Om/Sist jadi relatif utuh setiap bulannya untuk terbawa pulang ke rumah.

Lah iya. Masa pulang ke kebon? Wkwkwkwk.

Meski begitu, saya juga beberapa kali mendapati pengakuan teman sesama waiter. Kadang ada restoran lain yang gajinya tidak mencapai nominal UMP / UMR / UMK setempat.

Itu restoran yang boss’nya pelit.

Menggenapkan UMR / UMK

Dalam kondisi seperti itu, istilahnya uang tip bisa menjadi penggenap gaji untuk mencapai nominal UMK.

Om Bro/Sista sekalian. Berdasarkan apa yang saya lihat dan rasakan, profesi sebagai waiter ini menjadi salah satu bidang pekerjaan yang kurang memiliki banyak peminat.

Dulu, saya membuktikan dan mengamati dari banyaknya iklan lowongan waiter di koran-koran akhir pekan.

Banyaknya iklan lowongan waiter ialah karena jarang ada orang yang betah lama bekerja sebagai waiter. Maka itulah lowongannya selalu ada.

Saya juga melihat dan merasakannya pada saat saya ada di profesi itu, banyak di antara teman-teman saya yang tidak bertahan lama menjalani profesi sebagai waiter.

Kenapa begitu ya?

Beratnya Pekerjaan Waiter

Salah satu hal yang paling tidak enak dalam profesi sebagai waiter adalah karena pekerjaan ini justru sibuk di saat week end.

Iya Om. Week end dan hari libur panjang.

Week end, dimana bidang pekerjaan lain sedang libur dan santai atau bahkan jalan-jalan, seorang waiter dan crew restoran atau hotel justru malah sibuk ngga ketulungan.

Apalagi bagi seorang perantau. Pekerjaan menjadi waiter bisa jadi sangat berat.

Dulu di tahun 2007 dan 2008 saya merasakan betapa sedihnya merayakan Lebaran di tempat kerja di Jakarta. Tidak bisa mudik dan merayakan Lebaran bersama keluarga di Ciamis.

Bahkan ketika di tahun 2010 saya memaksa pulang kampung saat lebaran, pun hati saya tidak puas karena libur saya hanya 2 hari saja.

Bayangkan waktu libur yang hanya dua hari itu digunakan untuk mudik dan balik sejauh lebih dari 300 km. Habis di jalan tuh waktunya termakan macetnya arus mudik.

Kelebihan Waiter

Tapi bagi Om/Sist yang sekarang ini tengah menjalani pekerjaan sebagai waiter, Om/Sist jangan berkecil hati. Karena ada banyak sekali hal yang menjadi kelebihan seorang waiters.

Yup. Ada banyak sekali kelebihan pekerja lapangan seperti waiter dibanding kerja kantoran. Disana, di dalam bidang pekerjaan itu, Om/Sist akan mendapat banyak sekali ilmu dibanding ilmu yang didapat dari kerja kantoran.

Menjadi Waiters berarti Om/Sist akan bertemu dan mengenal banyak orang. Dan yakin saja Om, akan ada banyak sekali teman-teman baik di bidang pekerjaan ini.

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya sendiri sampai lebih dari 3 tahun bekerja menjadi waiter. Baru kemudian saya resign setelah melamar kerja dan diterima di perusahaan lain. (Bloglain – Tugas dan tanggung jawab waiter).

7 komentar untuk “20 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter: Bukan Hanya Melayani”

  1. Ahmad Eka saputra

    Sangat membantu kak… Makasih ?
    Saya mau melamar di waitet restaurant bsok dan smoga berhasil dan betah ya ? Aamiinnn.. ?

  2. … week end dan hari libur panjang… Waktu dimana bidang pekerjaan lain sedang libur dan santai… seorang waiter dan crew restoran atau hotel justru bak bik buk sibuk ngga ketulungan.

    Justru saya jadi kangen situasi seperti ini karena sudah 2 bulan lebih saya beserta rekan kerja saya di hotel dirumahkan akibat wabah yang sedang melanda ini

  3. Maaf gan, saya mau tnya untuk prihal salary atau gaji dari seorang waiter/es kisaran brapa ya ? Beberapa hari lagi mau interview disebuah kafe dan baru pertama kali melamar sbg seorang waiter.. saya merasa bertrima kasih kalau agan bersedia menjawab.. 🙏

    1. Kalo sepengalaman saya sih gaji pokok-nya senilai UMR (UMK / UMP). Selebihnya kita dapat tambahan dari uang tip dari customer, terus dapat uang lembur jika sesekali ada overtime.

      Kalo perusahaannya baik, kadang ada yang kasih uang absen juga. Dihitung sejumlah hari kerja kita.

      Tapi yang intinya sih gaji pokok minimal sebesar UMR.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *