Review Sinopsis Avengers Endgame 2019: Dramatis dan Brutal

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Pada hari kedua masa tayangnya di bioskop-bioskop Indonesia, saya buru-buru nonton demi menulis review dan sinopsis Avengers Endgame 2019. Iya Om… Saya tidak mau ketinggalan setelah menanti satu tahun lamanya sejak Thanos mengalahkan para pahlawan… dan memusnahkan separuh populasi alam semesta.

Bahkan jika saja bukan karena lupa, pastinya saya sudah nonton sejak hari pertama penayangannya.

Tapi tak apa… Tak ada kata terlambat satu hari untuk menulis review film Avengers End Game ini…

Sebelum saya lanjutkan lebih jauh, saya akan katakan bahwa review dan sinopsis Avengers 4 Endgame ini bakal sangat panjang.

Karena apa?? Karena ada banyak karakter yang harus saya bahas satu-persatu.

Betul Om… Film ini memang bertabur bintang dan berisikan banyak karakter. Sementara mereka punya film sendiri-sendiri dimana mereka menjadi tokoh utamanya.

Jadi tidak akan lengkap dan gamblang jika saya tidak mengulasnya secara detail dalam artikel review dan sinopsis Avengers terbaru ini…

So… Kita cekidot bae langsung supaya tidak terlalu panjang basa-basinya…

avengers endgame 2019

Review dan Sinopsis Avengers the End Game (2019)

Tokoh Avengers dalam film besutan Marvel Cinematic Universe (MCU) diawali dari ketika Robert Downey Jr. Memerankan sosok Iron Man (2008). Meskipun secara alur cerita, Captain America dan Captain Marvel telah lahir jauh lebih dulu sebelum masa Iron Man tiba.

‘Avengers: Endgame’ menjadi karya puncak selama 11 tahun kiprah Marvel Studios di dunia persilatan superhero, sekaligus menjadi phase ketiga di babak akhir seri Avengers.

‘Avengers: Endgame’ menyatukan para pahlawan yang tersisa sejak enam infinity stones bersatu di tangan Thanos (Mad Titan). Yang karenanya, separuh populasi alam semesta menjadi musnah gegara jentikan tangannya.

Anggota Avengers yang tersisa tak surut mencari jalan untuk mengembalikan mereka yang hilang. Meskipun secara nalar mereka seolah hanya memiliki sedikit peluang untuk bisa mengalahkan Thanos.

Ada banyak pisan adegan dramatis yang bisa bikin penonton termewek-mewek dalam film ini…

Betul Om… Film ini benar-benar dapat mematahkan stigma bahwa superhero hanyalah “film hiburan anak-anak” dengan alur cerita yang sederhana.

Yup… Patah sudah anggapan bahwa film superhero hanya berisi pahlawan vs penjahat yang secara singkat dimenangkan oleh pahlawannya…

Bagi pecinta karya MCU, kalian bakal merasakan bagaimana kentalnya unsur-unsur humanis dalam film ini… Kalian bakal merasakan bagaimana raungan hati para superhero yang rapuh seperti umumnya manusia biasa yang jiwanya hancur ketika kehilangan orang-orang tercinta. Kalian juga bakal merasakan bagaimana sulitnya seorang manusia untuk move on dari penyesalan selama 5 tahun lamanya…

Sesuai dengan perkataan Steve Rogers (Captain America): “Some people move on, but not us”.

Asli Om… Duet sutradara Russo Brothers benar-benar berhasil mencekik emosi penonton yang terpendam sejak film sebelumnya, ‘Avengers: Infinity War’ (2018).

Tak hanya adegan-adegan dramatis yang meledakkan emosi, film ini pun punya visual efek yang luar biasa di akhir durasi… Selayaknya film kolosal yang menggambarkan peperangan dengan ribuan tentara di medan-nya.

Masih belum cukup, ‘Avengers: Endgame’ pun punya banyak adegan-adegan kejutan yang pasti membuat seisi bioskop berkata, “Woah!”. Misale saja saat Steve Roger (Captain America) ternyata mampu menggunakan Mjolnir, yakni palu milik Thor yang pada seri pertama Avengers bahkan tak dapat di angkat oleh Hulk. Padahal selama ini Hulk selalu di anggap sebagai anggota Avengers yang paling kuat.

Hokeh Om… Sekarang kita masuk ke bahasan tokoh-tokohnya…

Natasha Romanov – Black Widow (Scarlett Johansson)

Natasha menjadi salah satu tokoh yang membuat penonton mewek… Perannya cukup vital menjadi salah satu orang yang berjuang sejak awal…

Dan yang paling penting adalah, ia rela mengorbankan diri demi membiarkan Clint (Hawkeye) mendapatkan soul stone. Padahal, Clint sendiri tidak rela dan menginginkan dirinyalah yang menjadi korban.

Betul Om… Seperti yang kita tahu sejak ‘Infinity War’, bahwa untuk mendapatkan batu jiwa…, seseorang harus mengorbankan nyawa orang yang dicintainya.

Nah, muncul pertanyaan disini… Apakah sebenarnya antara Natasha dan Clint saling mencintai?? Atau kah sebatas cinta terhadap kawan satu tim di SHEILD??

Sayangnya di dalam film ini tidak dijelaskan Om… Yang jelas, Clint berhasil mendapatkan batu jiwa setelah Natasha tewas.

Itu artinya, Clint mencintai Natasha. Karena jika tidak, maka soul stone tidak akan muncul di tangan Clint.

Luar biasanya ialah adegan dramatis ketika Natasha dan Clint saling berebut untuk menjatuhkan diri ke dalam jurang… Hingga akhirnya Natasha yang memaksa, menendangkan kaki ke dinding jurang dan terlempar jatuh demi mengorbankan diri…

Tony Stark – Iron Man (Robert Downey Jr.)

Tidak seperti ‘Infinity War’ dimana Thor punya peran dominan, kali ini Tony dan Steve Rogers (Captain America) yang menjadi tokoh sentral. Mirip seperti kisah ‘Captain America: Civil War’.

Di film ini, dapat dikatakan bahwa Tony-lah yang paling merasa bertanggung jawab. Seolah dia merasa bahwa:

“Andai dirinya tidak keras kepala dan mau berdamai dengan Steve setelelah pertikaian di ‘Civil War’…, mungkin Infinity War tidak akan pernah terjadi… dan Avengers tidak akan kehilangan sebagian anggotanya… Alam semesta tidak akan kehilangan separuh populasinya… Orang-orang tidak akan kehilangan mereka yang dicintainya… dan Tony sendiri tidak akan kehilangan Peter Parker (Spiderman) yang selama ini berada di bawah tanggung jawabnya”.

Yup… Salah faktor terpenting yang membuat Avengers kalah dari Thanos pada Infinity War ialah akibat Avengers terpecah menjadi dua kubu. Yaitu kubu Tony dan kubu Steve… yang karenanya mereka bertarung melawan Thanos secara terpisah dan dengan caranya masing-masing.

Tapi tahu sendiri lah Om… Arogansi Tony tidaklah kunjung hilang meski ia telah merasa sangat bersalah. Tony tetaplah Tony… Dia masih sempat pesimis ketika Steve dan Scott Lang (Ant-Mant) membujuknya untuk menggali mesin waktu melalui alam Quantum.

Hingga ketika Tony menemukan sendiri pola Quantum yang diharapkan, barulah ia percaya dan mau berdamai dengan Steve.

Thor (Chris Hemsworth)

Keputus asaan pun tak luput melanda Thor… Ia menjadi sosok pria gemuk setelah selama 5 tahun bermalas-malasan dan mengurung diri di perkampungan bangsa Asgard di bumi.

Pun begitu, watak asli Thor tidaklah berubah. Dia masih sempat tertidur saat rapat penting… Dan salutnya, ia tetap seperti Thor yang dulu saat Asgard masih ada. Yaitu seorang yang tidak gila kedudukan.

Yup… Seperti pula ketika Thor menolak tahta Asgard di kisah ‘Thor: The Dark World”, kali ini pun ia menolak menjadi raja di perkampungan bangsa Asgard di bumi. Dia justru menobatkan Valkrie (anggota pasukan elite Asgard di masa lalu) untuk memimpin kampung Asgardian.

Clint Barton – Hawkeye (Jeremy Renner)

Clint tidak dikisahkan dalam ‘Infinity War’. Belakangan tahulah kita, bahwa sejak ‘Captain America: Civil War’, dia tak lagi aktif di SHEILD.

Clint hidup bahagia bersama keluarganya di perkampungan yang jauh dari kepenatan kota… Hingga saat keluarganya menghilang akibat jentikan jari tangan Thanos di ‘Infinity War’…, Clint-pun tak kalah putus asa dibanding superhero yang lain.

Clint berubah menjadi sosok pembunuh… Hingga akhirnya Natasha menemukan Clint usai membunuh seorang mafia di Tokyo, Jepang.

Bruce Banner – Hulk (Mark Ruffalo)

Di awal kisah, Bruce masih menggunakan baju robot hulkbooster lantaran sosok Hulk yang tak pernah mau muncul lagi sejak ‘Infinity War’.

Yup… Hulk mengalami trauma yang amat dalam sejak kalah dihajar Thanos. Sepertinya Hulk ketakutan hingga tak mau lagi menjelma dari tubuh Bruce.

Namun kemudian saya dibuat terkejut ketika melihat sosok Hulk yang berkacamata dan dapat berbicara dengan sangat lancar. Padahal terakhir di ‘Thor: Ragnarok’, dia hanya bisa bicara sepatah-dua patah kata… Selayaknya balita usia 2 tahun.

Namun kemudian disini dijelaskan, bahwa Bruce telah menemukan cara yang dapat menyatukan tubuh Hulk dengan otak Bruce sendiri…

Yup… Bruce menuai hasil dari penelitiannya selama 18 bulan di Lab… yaitu fisik Hulk dengan kepandaian Bruce Banner…

Namun sayang… Karena perubahannya tersebut, Hulk tak lagi garang di medan perang. Hantamannya pun tak lagi sedahsyat saat dulu masih buas… Bahkan kemampuan penyembuhan dirinya pun menurun jauh. Dia terluka parah saat menjentikkan infinity stone untuk mengembalikan setengah populasi semesta yang dulu di musnahkan oleh Thanos. Padahal sebelum itu, Hulk memiliki kemampuan penyembuhan diri seketika seperti Logam (Wolvrine) dalam ‘X-Men’.

Steve Rogers – Captain America (Chris Evans)

Seperti yang sudah saya singgung di atas, Steve dan Tony Stark merupakan tokoh sentral di film ini. Mereka berdualah yang menjadi kunci kemenangan atas pertarungan melawan Thanos…

Nah, lucunya disini, saya baru menyadari, kenapa kostum Captain America di ‘Infinity War’ berwarna hitam dan tidak menggunakan tameng bundar??

Saya baru ingat bahwa di akhir ‘Civil War’, Steve menyerahkan kostum dan tamengnya pada Tony Stark. Gara-garanya sih karena saat itu Tony yang marah pada Steve, mengungkit-ungkit bahwa tameng dan kostum Steve di buat oleh ayah Tony di masa lalu…

Carol Danvers – Captain Marvel (Brie Larson)

Diluar dugaan… Captain Marvel yang semula digadang-gadang bakal menjadi tokoh utama dalam perkelahian mengalahkan Thanos, ternyata ia tidak memberikan peran vital. Iya Om… Kekuatan Carol yang menguasai energi kosmik dari radiasi tesseract ternyata tidak cukup kuat untuk mengalahkan Thanos.

Thanos tetap dapat dengan mudah membanting Carol pada satu sesi pertarungan.

So… Carol hanya seperti semacam tambahan kekuatan saja bagi kubu Avengers.

Scott Lang – Ant Man (Paul Rudd)

Tokoh yang sepertinya tidak sedahsyat superhero lain ini justru yang menjadi kunci kemenangan selain Steve Rogers dan Tony Stark. Dialah yang mencetuskan penciptaan mesin waktu melalui alam Quantum.

Iya… Scott menjadi pembuka jalan setelah tanpa sengaja terbebaskan dari alam Quantum oleh seekor tikus yang melintas dan menyentuh tombol di mesin Quantum.

Dikisahkan disini bahwa Scott Lang terjebak di alam Quantum selama 5 tahun lamanya, yakni sejak ‘Ant-Man: The Wasp’… Namun Scott sendiri merasa bahwa dirinya hanya terjebak selama 5 jam disana. Artinya ada perbedaan dimensi waktu yang amat jauh antara dunia nyata dan alam Quantum.

So… Dari situlah awal munculnya teori mesin waktu pada ‘Avengers: Endgame’.

Hingga akhirnya, berkat kejeniusan Tony Stark dan Bruce Banner, terciptalah mesin waktu yang mampu membawa mereka ke masa lalu… Masa sebelum Thanos berhasil menguasai 6 infinity stone.

Ringkasnya, tim Avengers berhasil mandapatkan 6 infinity stones sebelum Thanos menemukannya…

Nebula (Karen Gillan)

Dikisahkan disini bahwa ada dua versi Nebula… Yaitu Nebula dari jaman now yang telah berpihak pada Avengers, dan Nebula dari jaman old yang masih setia pada Thanos.

Malangnya, ketika Nebula tengah menembus masa lalu, dia diketahui oleh Nebula dari di masa lalu. Jadi, meskipun akhirnya Nebula masa lalu dapat dibunuh, namun dirinya telah menuntun Thanos untuk datang dari masa lalu ke masa depan.

Dari situlah awal pecahnya perang dua pasukan yang sangat besar.

Gamoora (Joe Saldana)

Beruntung Gamoora dari masa lalu bertemu dengan Nebula dari masa depan sehingga dia terbawa ke masa depan.

Betul Om… Sebelumnya Gamoora telah terbunuh saat dikorbankan oleh Thanos pada kisah ‘Infinity War’. Dan karena cara kematian Gamoora ini bukan oleh jentikan jari Thanos, maka dia tidak kembali saat Bruce Banner yang berwujud Hulk menjentikkan infinity stone.

Jadi yang ada di kisah ‘Endgame’ ini ialah Gamora dari masa lalu yang datang ke masa depan.

Pepper Pots

Dikisahkan bahwa selama 5 tahun terakhir, Mrs Pots telah menjadi istri dari Tony Stark. Mereka telah dikaruniai seorang anak perempuan.

Yang menarik dari Mrs Pots adalah bahwa pada perang pamungkas, dia tiba-tiba datang mengenakan kostum Iron Man dan ikut berperang.

Sayang sekali… Di penghujung film, dia harus rela melihat suaminya meregang nyawa. Tubuh Tony tidak sekuat Thanos dan Hulk yang masih bisa bertahan hidup meski terkena radiasi setelah menjentikkan infinity stones.

Itulah mengapa pada saat proses pembuatan film, banyak kabar yang beredar bahwa ‘Endgame’ adalah peran terakhir Tony Stark di Avengers. Rupanya perannya di matikan dengan tujuan pengorbanan demi memenangkan perang melawan Thanos.

Nyatanya setelah Tony menjentikkan jarinya, Thanos dan seluruh pasukannya musnah menjadi debu.

Selain Tony Stark, Steve Rogers (Cris Evans) pun di beritakan berakhir di ‘Endgame’. Rupanya ia memilih kembali ke masa lalu demi memenuhi janjinya berdansa bersama kekasihnya, Peggy Carter. Hingga saat dia kembali ke jaman now, dirinya telah menua dan menyerahkan tamengnya pada Falcon.

Yup… Falcon-lah yang kelak menyandang predikat ‘Captain America’.

Wanda Maximoff

Wanda hadir pada sesi perang akhir tanpa Vision. Iya Om… Vision tewas saat batu di keningnya di cabut oleh Thanos pada ‘Infinity War’.

Vision bukan menghilang saat Thanos menjentikkan jarinya. Maka dia tidak kembali saat Bruce Banner menjentikkan infinity stone untuk mengembalikan yang telah musnah.

Namun ada yang menarik dari Wanda, dimana kekuatannya tampak lebih besar dibanding ketika kejadian Infinity War.

Iya Om… Wanda sempat membuat Thanos cukup kewalahan di akhir durasi film…, hingga Thanos memerintahkan Ebony Maw untuk menurunkan hujan tembakan.

Thanos

Om/Sist sekalian… Di awal film, dikisahkan bahwa Thanos telah pensiun. Dia merasa telah berhasil pada moment ‘Infinity War’. Thanos tampak hidup sederhana, tinggal di pedesaan yang asri selayaknya seorang petani. Dia tinggal seorang diri, tanpa pasukannya satu pun. Sama sekali tak tampak bahwa dia adalah seorang yang bengis dan telah memusnahkan setengah dari populasi alam semesta.

Asli Om… Gla sendiri merasa trenyuh saat tim Avengers menyergap Thanos dan Thor menebas tangan Thanos menggunakan Stormbreaker.

Maksud Thor ialah untuk mengambil sarung tangan Thanos yang berisi 6 infinity stones.

Namun sayang, tidak ada satu pun infinity sones yang berada di tangan Thanos yang telah putus itu.

Adegan ini sepertinya agak membenarkan spekulasi kekuatan Captain Marvel dalam mengalahkan Thanos. Soale di adegan ini, Thanos tampak tidak berdaya ketika lehernya di kunci oleh Carol Danvers.

Sedihnya disini Om… Thanos benar-benar telah tak berdaya di keroyok beberapa anggota Avengers. Dan sadisnya, Thor yang emosi gegara gagal membunuh Thanos saat ‘Infinity War’ pun terpancing.

Tul Om… Saat ‘Infinity War’, Thor menyerang dada Thanos dan Thanos tidak mati. Salahnya disitu Thanos mengatakan kira-kira begini:

“Seharusnya kau menyerangku di bagian kepala”.

Artinya ialah, Thanos membocorkan rahasianya sendiri bahwa kepala adalah kelemahannya.

Maka itu di awal kisah ‘Endgame’, Thor yang menyimpan dendam pun menebas kepala Thanos hingga putus dan mati.

Asli saya sedih pisan melihat adegan itu… Iya Om… Meskipun Thanos itu penjahat alam semesta, tapi melihat dia di bantai dalam kondisi tak berdaya pun rasanya kasihan. Wkwkwkwk… Asli deh saya benar-benar terbawa masuk ke film itu…

Satu hal yang saya salut dari sosok Thanos adalah bahwa dia bersikap ksatria. Dia sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut meski tangannya telah putus di tebas kapak Thor. Dia benar-benar tidak takut mati setelah berhasil menggapai tujuannya memusnahkan setengah populasi semesta. Dia benar-benar menunjukkan sikap ksatria yang berani mati untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tak hanya itu… Thanos pun menunjukkan sikap ksatria di akhir durasi film. Ketika Tony Stark menjentikkan infinity stone dan memusnahkan seluruh pasukan Thanos… saat itu Thanos tidak mengamuk membabi buta. Dia menerima dan menyadari kekalahannya di medan perang. Dia hanya duduk dengan ekspesi sedih dan menatap kosong ke depan, hingga dirinya lebur menjadi debu…

Tidak cukup sampai disitu, masih ada satu lagi adegan Thanos yang amat saya sukai… Yaitu ketika Thanos berhasil menembus waktu dari masa lalu ke masa depan saat mengejar Nebula.

Saat sampai bumi di masa depan, Thanos tidak langsung mengamuk.

Setelah membombardir beberapa anggota Avengers, Thanos duduk diam dan menunggu serangan.

Sedemikian yakin dan tenangnya Thanos.

Pokoke, sepertinya baru kali ini saya mengagumi karakter penjahat dalam film. Iya Om… Tidak seperti film-film lain yang hampir dapat dipastikan karakter penjahatnya selalu menyebalkan.

Bukan mengagumi kejahatannya, tapi mengagumi sikap tenang dan sikap ksatrianya.

Itu saja tok doang…

Penutup

Selain karakter-karakter di atas, masih ada:

  • Okoye (Danai Gurira)
  • Rocket (Bradley Cooper)
  • Groot
  • Roodie – War Machine (Don Cheadle)
  • Black Panther
  • Falcon
  • Valkyrie
  • Peter Parker (Spider-Man)
  • dr Strange

…dan lain-lain.

Namun mereka hanya medapat sedikit peran, yakni pada sesi perang besar di akhir durasi film.

Special bagi Black Panther, dia membawa pasukan dari Wakanda untuk melawan pasukan Thanos.

Ada pula Valkrie yang membawa pasukan dari bangsa Asgard.

Jika tidak karena para pasukan bantuan itu, maka anggota Avengers pastinya bakal kewalahan pisan melawan ribuan pasukan Thanos.

Pamungkasnya Om… ‘Avengers: Endgame’ hanya menyajikan dialog sederhana, namun durasi filmnya sangat panjang.

Bagi Om/Sist yang tidak menikmati alur cerita filmnya, mungkin Om/Sist bakal merasa film ini bertele-tele. Tapi bagi yang faham, pasti ia akan menikmati detail alur ceritanya. Karena setiap adegan di film ini saling berhubungan Om… Utamanya berhubungan dengan film-film MCU yang telah tayang sebelumnya.

Singkat kata, penantian selama setahun sejak ‘Infinity War’, terpuaskan oleh ‘Endgame’.

‘Avengers: Endgame’ menjadi bukti keseriusan penggarapan film superhero yang selama ini dianggap “terlalu simple”. Ada banyak dinamika dan drama yang menguras emosi di film ini…

‘Avengers: Endgame’ menjadi realisasi cerita dan karakter fantasi ke dalam aksi nyata. Dia resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak Rabu, 24 April 2019. Dua hari lebih awal dari jadwal rilisnya yang semula telah dijadwalkan secara international. (Bloglain).

Kemana Nick Fury Selama Infinity War…?? Ini Jawabannya…

25 Urutan Film Marvel Sebelum Endgame dan Sesudahnya

Pahlawan Avengers Endgame Sebenarnya Bukan Superhero

Thanos Jahat Banget di Avengers Endgame… Begini Alasannya…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *