Jumlah kata artikel wordpress

Segini Panjang Artikel yang Baik untuk SEO Blog…

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Di awal belajar menulis blog, saya sering bolak-balik mencari referensi perkara berapa panjang artikel yang baik… supaya dapat bersaing di mesin pencari seperti Google, Bing dan Yandex.

Dan dari semua hasil penelusuran saya, ada beberapa pendapat disana…

Ada yang mengatakan minimal 300 kata, ada yang bilang minimal 400 kata, ada yang berpendapat minimal 1.500 kata dan ada pula yang meyakini bahwa yang terbaik adalah 2.500 kata, 3.000 kata atau bahkan lebih.

Dari semua pendapat tersebut, saya menciduk kesimpulan bahwa, semakin panjang suatu artikel, maka semakin kuat pula potensinya untuk menduduki page one Google.

Dan memang benar Om… Saya sudah pernah menjajalnya sendiri… Beberapa artikel di blog saya yang lain (bukan blog ini) ada yang panjangnya lebih dari 1.500 kata, 2.000 kata, bahkan ada yang lebih dari 3.000 kata.

Hasilnya…??

Benar saja… Meski tidak luar biasa, tapi artikel-artikel tersebut lumayan kuat di hasil pencarian Google.

Bahkan setelah lebih dari 1 tahun sejak ditulis, artikel-artikel tersebut masih tetap kuat di hasil penelusuran Google.

Namun seiring waktu,, artikel-artikel saya yang panjang-panjang tersebut, lambat laun mulai tergeser dan tergantikan oleh artikel-artikel saya yang lain yang panjangnya kurang dari 1.000 kata.

Jumlah kata wps office

Dan sekarang,, artikel-artikel yang menjadi pupular post di blog saya, bukan lagi artikel yang panjangnya ribuan kata, tapi justru didominasi oleh artikel-artikel yang panjangnya kurang dari 1.000 kata.

Di kemudian hari, saya mulai lagi menyisir referensi akan berapa banyak kata sih sebenarnya panjang artikel yang baik untuk optimasi mesin pencari alias Search Engine Optimation (SEO)??

Hingga akhirnya saya menemukan suatu tulisan yang menarik dari salah satu blogger senior Indonesia, yaitu Indri Lidiawati…

Betul Om… Dalam salah satu tulisannya, Mba Indri menceritakan salah satu blognya yang bergenre blog wallpaper… Bahwa di blog itu, dia lebih mengejar kuantitas dibanding kualitas.

Dia mengejar update sebanyak 10 tulisan perhari dengan panjang tulisan yang kira-kira hanya 100 kata saja.

Wah,, pendek pisan ya Om…??

Iya… Tapi dari cerita tersebut, Mba Indri mengatakan bahwa hasil yang dia peroleh sangatlah bagus, meskipun artikel yang dia tulis hanyalah artikel-artikel pendek.

Lantas, apa pelajaran yang saya ambil dari semua pendapat di atas…??

Saya menjajal semuanya… Saya praktekkan semuanya, hingga saya berani mengambil kesimpulan berikut ini:

Semakin panjang suatu artikel, maka semakin besar pula potensinya untuk menduduki page one Google.

Tapi faktanya, panjang saja tidak menjadi jaminan bahwa artikel yang Om/Sist tulis akan kuat di mesin pencari… Karena panjangnya suatu artikel hanyalah salah satu faktor dalam seni blogging. Sementara itu, masih banyak faktor-faktor lain yang juga turut menunjang kuatnya suatu artikel di mesin pencari.

Artikel (konten) memang menjadi hal terpenting bagi blog… Tanpa artikel, mustahil blog bisa berjalan.

Namun begitu, masih banyak bagian-bagian lain yang menjadi faktor penentu suksesnya suatu blog… selain hanya panjang konten.

Artikel yang panjang dan berkualitas serta sudah di optimasi secara maksimal pun tidak akan membuahkan hasil yang maksimal jika jumlah artikelnya hanya sedikit dalam suatu blog.

Jadi bagi saya, kuantitas (jumlah / banyaknya) artikel tetaplah menjadi yang utama, sedangkang kualitas artikel menjadi faktor yang kedua.

Tapi bukan berarti kita boleh mengabaikan kualitas… Kita tetap harus mempertahankan kualitas.

Dengan artikel yang banyak dan berkualitas, maka potensi untuk mendapat banyak visitor organik pun menjadi semakin besar.

Jadi, seberapa panjang sih artikel yang baik??

Kembali lagi pada yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa semakin panjang semakin baik.

Tapi… Maksud panjang disini adalah panjang dan lengkap. Bahasannya rinci dan memdalam. Bukan hanya panjang yang bertele-tele dengan banyak pengulangan kata. Karena jika panjangnya hanya bertele-tele, hasilnya justru akan dibenci oleh pembaca sehingga pembaca bakal merasa malas untuk kembali berkunjung ke blog Om/Sist sekalian.

Ingat…!! Panjang dan lengkap.

Bukan panjang dan besar… Karena yang panjang dan besar itu sih anuan… Wkwkwkwk…!!

Huss…!! Jorok…!!

Hokeh, kembali ke artikel…

Sebagai patokan, saya mengambil saran dari plugin Yoast SEO yang ada di blog WordPress self hosted… Bahwa panjang artikel yang disarankan adalah sebanyak 300 kata atau lebih.

Tapi itu bukan satu-satunya patokan…

Sebagian artikel saya memang di atas 300 kata, lebih dari 700 kata, bahkan lebih dari 1.000 kata. Tapi sebagian artikel saya yang lain, banyak juga yang kurang dari 300 kata. Bahkan tidak sedikit pula yang kurang dari 200 kata.

Artinya apa??

Artinya adalah, bahwa dalam penulisan suatu artikel, kita harus menyesuaikan dengan jenis artikelnya itu sendiri.

Jika yang kita tulis adalah jenis artikel review produk atau artikel panduan (tutorial), maka sudah menjadi suatu keharusan untuk membuat artikel yang panjang, lengkap dan detail.

Namun ketika yang kita tulis adalah hanya sebatas intermezo atau artikel ringan, ya ditulis seperlunya saja…

Intinya, jika memang perlunya pendek, ya pendek saja…

Jangan paksakan artikel ringan untuk menjadi artikel panjang. Hasilnya nanti malah akan jadi bertele-tele dan ngga enak di baca.

Jadi ya sudah… Jangan pusing-pusing mikirin panjang artikel. Kejar saja kuantitasnya. Update blog se-sering mungkin supaya blog cepat berkembang dan memberikan hasil yang baik.

Faktanya, dengan mengejar jumlah artikel sejak awal tahun 2017 lalu, menjelang akhir tahun 2019, salah satu blog saya sudah memiliki hampir 2.000 artikel.

Dan dari jumlah artikel tersebut, penghasilan saya dari blog mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup saya bersama seorang istri dan tiga orang anak.

Selebihnya, saya juga bisa mengangsur KPR BTN dan sebagainya…

Hebat ya??

Tidak juga…

Penghasilan saya dari blog tersebut belum mencapai nominal yang luar biasa. Tapi ketika kita pandai bersyukur,, nominal yang baru berkisar Rp5 jutaan saja pun sudah menjadi suatu nikmat yang luar biasa dari Alloh SWT…

Itu baru dari satu blog lho ya Om…

Bagaimana jika Om/Sist punya 5, 7 atau bahkan 10 blog dengan penghasilan masing-masing Rp5 jutaan perbulan… Apa ngga luar biasa Om…??

Nah, itulah Om…

Dan yang paling penting lagi, hasil itu saya dapat dari seni SEO yang sah… Bukan menggunakan tehnik blackhat atau yang sejenisnya.

Terus satu hal lagi… Jumlah paragraf pun turut berpengaruh pada kenyamanan pembaca. Jadi, buat paragraf sewajarnya saja. Jangan buat paragraf yang terlalu panjang seperti penulisan buku.

Idealnya, buat paragraf dengan panjang antara 2 hingga 5 kalimat di dalamnya.

Tergantung keperluan.

Saya sendiri malah sering membuat paragraf hanya dari satu kalimat. Termasuk di artikel ini juga, ada beberapa kalimat yang menjadi satu paragraf.

Yo wiss… Jadi pamungkasnya, rajin-rajinlah menulis… Update blog sesering mungkin, minimal 1 artikel perhari. Jika bisa 2, 3 atau 4 artikel setiap harinya.

Tapi jangan lupa, semua artikel tersebut harus tetap di optimalkan.

Bagaimana cara optimasinya??

Yang pertama adalah dengan riset keyword:

Cara Riset Keyword untuk Blog dan Penempatannya di Artikel

Selain riset keyword, gambar dalam artikel juga harus dioptimalkan:

Cara Optimasi Gambar Blog Supaya SEO Friendly

Perhatikan juga, bahwa tidak semua waktu baik untuk update blog. Pilih waktu yang terbaik untuk mempublikasikan artikel blog.

Waktu yang Tepat untuk Posting Artikel Blog

Jika dirasa perlu, hitung juga jumlah kata dalam artikel yang sedang Om/Sist tulis:

Cara Menghitung Kata dalam Artikel untuk SEO

Hokeh Om… Selamat berjuang… Semoga blog Om/Sist segera menanjak dan membuahkan hasil yang optimal. (Bloglain).

Tinggalkan komentar