Samsung Internet Browser vs Google Chrome Bagus Mana??

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Ada banyak pisan aplikasi peramban yang tersedia di Play Store, dan kali ini saya bakal membandinglan dua diantaranya yang paling populer, yaitu Samsung Internet Browser vs Google Chrome.

Yup… Saat tulisan ini dibuat, Samsung Internet Browser telah diunduh sebanyak lebih dari satu miliar kali, sedangkan Google Chrome telah diunduh lebih dari 5 miliar kali.

Gile ya Om… Kedua brand ini memang telah menjadi raksasa sejak adanya sistem Operasi Android.

Yup, Samsung menumbangkan Nokia, sedangkan Google mengasapi Microsoft.

Itu untuk poin besarnya…

Nah, kali ini saya mau membandingkan pada salah satu poin kecilnya, yaitu dalam hal mesin peramban internet yang dibesut kedua perusahaan yang telah lama menjalin kerjasama untuk saling membesarkan tersebut.

Komparasi Samsung Internet Browser vs Google Chrome: Bagus Mana??

Perbandingan ini saya buat lantaran adanya kebimbangan pada beberapa orang dalam memilih browser.

Yo wis, kita langsung cekidot bae Om…

Tampilan Depan

Perkara tampilan awal, terus terang saja saya lebih suka Samsung Browser, soale dia bisa di set pada pilihan akses cepat. Jadi situs-situs yang menjadi favorit kunjungan kita, bisa kita set untuk tetap berada di halaman awal browser.

Berbeda dengan Google Chrome, dimana situs yang tampil di halaman awal adalah situs yang sering kita kunjungi. Sedangkan jika kita ingin menyetel alamat tetap untuk langganan kita kunjungi, mau ngga mau kita harus menyimpannya pada menu ‘Bookmark’.

Tombol ‘Home’

Sesuai dengan tampilan depannya yang lebih enak, maka tombol ‘Home’ punya Samsung Browser juga lebih enak. Posisi tombol ‘Home’ ada di baris bawah di bagian tengah, sehingga lebih mudah dan lebih enak dijangkau.

Sementara itu Google Chrome lebih memilih untuk menempatkan tombol ‘Home’ di sisi kiri-atas tampilan layar, jadi kurang praktis.

Tombol ‘Scroll Up’

Samsung Browser juga bisa di set untuk menampilkan tombol scroll up. Dengan demikian, kita akan mudah kembali ke bagian atas halaman, saat kita sedang berada di bagian bawah halaman.

Sedangkan di Google Chrome tidak ada tombol scroll up.

Tampilan Loading

Disini saya lebih suka Google Chrome.

Pada saat kita membuka suatu link (alamat situs), setelah kita scroll tampilannya ke bawah, kemudian kita buka halaman lain, maka di sisi atas dekat bar alamat di Google Chrome akan selalu tampak garis loading halamannya. Sementara itu di Samsung Browser, garis loading tidak tampak ketika kita sudah men-scroll halaman ke bawah.

Tampilan garis loading membantu memberi informasi perkiraan pemuatan halaman, sehingga kita bisa tahu, apakah halaman sedang dimuat atau tidak.

Jika ternyata halaman yang kita muat tersebut tampak tersendat, kemungkinan ada masalah koneksi.

Dengan mengetahui bahwa ada masalah pada sinyal / jaringan, maka kita jadi bisa mengupayakan agar koneksi internet stabil sehingga aktifitas kita di dunia maya tidak terhambat.

Tab Samaran / Tab Privat

Pada kondisi tertentu, ada kalanya kita membutuhkan akses internet melalui jalur privat, agar aktifitas kita tidak meninggalkan jejak atau riwayat / history browsing.

Nah, dalam hal ini saya lebih suka ‘Tab Samaran’ kepunyaan Google Chrome, ketimbang punya Samsung Browser, lantaran punya Google Chrome lebih simple alias lebih mudah dalam penggunaannya.

Proses Pemuatan Awal (Loading)

Pada saat kita mengakses internet pada halaman situs biasa, Samsung Browser cenderung lebih cepat. Hanya sekejap saja halaman yang kita tuju sudah terhampar.

Namun pada saat kita hendak mengakses halaman tertentu yang mengharuskan kita untuk login, (misalnya saat hendak mengakses akun sosmed), terkadang proses loading Samsung Browser tersendat.

Memang sih tidak selalu, tapi sesekali ada kondisi seperti itu.

Sementara itu kecepatan loading Google Chrome lebih stabil untuk mengakses halaman apa saja, termasuk untuk halaman login sekalipun.

Menu Setelan (Setting)

Pada urusan setelan (setting), saya rasa Google Chrome lebih mudah dipahami.

Setelan-setelan yang ada pada Google Chrome dan sebagian Samsung Browser, yaitu:

  • Sinkronisasi layanan Google
  • Simpan sandi dan login otomatis
  • Metode pembayaran
  • Penyimpanan alamat, termasuk nomor telepon, alamat email, alamat pengiriman, dan lain-lain
  • Blokir pop up
  • Tema gelap (dark mode)
  • Setelan Privasi, (termasuk akses metode pembayaran, dan lain-lain)
  • Fitur ‘Jangan Lacak’
  • Aksesibilitas
  • Setelan izin cookie, kamera, lokasi, microphone, dan lain-lain

Itu diantara setelan-setelan yang relatif sama pada kedua browser. Lebih dari itu ada beberapa perbedaan, diantaranya:

Kecepatan Loading

Di atas tadi saya sudah sebutkan bahwa Samsung Browser cenderung lebih cepat, namun Google Chrome juga tidak kalah jika Om/Sist mengaktifkan fitur ‘Pramuat Halaman’

Pemblokiran Iklan

Disini Google Chrome lebih realistis.

Yup… Salah satu sumber penghasilan terbesar Google adalah dari iklan, maka tidak mungkin jika Google akan memblokir 100% iklan yang muncul melalui browsernya.

Sedangkan Samsung Browser, sama dengan kebanyakan browser jaman now yang lain, yaitu bisa memblokir hingga 100% iklan yang muncul.

Ini menyedihkan Om, lantaran sumber penghasilan utama bagi kebanyakan situs adalah dari iklan, maka ketika tampilan iklan diblokir 100%, ya sudahlah, apa boleh buat.

So, saya lebih suka Google Chrome yang hanya memblokir iklan-iklan yang menyebalkan saja, (misalnya iklan pop up), dan tetap mengizinkan penayangan iklan yang ramah pengunjung.

Download Otomatis atau Manual??

Keduanya memiliki setelan untuk kita memilih metode ketika kita hendak mengunduh sesuatu dari suatu situs.

Ketika setelan ‘Download Otomatis’ kita aktifkan, maka setiap unduhan yang kita lakukan, akan langsung masuk ke dalam folder yang telah ditentukan sebelumnya, dan nama file akan terbentuk secara otomatis sesuai nama file-nya.

Sementara itu jika setelan download-nya kita set pada ‘Tanyakan Dulu’, maka setiap unduhan yang kita lakukan akan meminta konfirmasi secara manual.

Keuntungan setelan download ‘Tanyakan Dulu’ adalah: kita jadi bisa mengubah nama file-nya terlebih dahulu sebelum diunduh. Nantinya kita jadi lebih mudah mengenali file tersebut saat mencarinya melalui menu manager file.

Selain itu, dengan setelan ‘Tanyakan Dulu’, kita juga bisa memilih folder penyimpanan unduhannya secara manual, sesuai keinginan dan kebutuhan. Jadi file unduhannya tidak selalu akan masuk ke satu folder saja sesuai setting default.

Fitur NFC dan Penerjemahan Halaman Situs

Kedua fitur ini telah dimiliki oleh Google Chrome, namun belum ada di Samsung Browser.

Fitur ‘Perangkat NFC’ berfungsi untuk membuat jalur koneksi ketika kita melakukan transaksi e-Money melalui browser. Sedangkan dengan setting ‘Tawarkan Penerjemahan Bahasa’, maka Browser Chrome akan secara otomatis menawarkan terjemahan saat kita mengakses suatu situs yang isinya dalam bahasa lain.

Mode Ringan dan Pramuat Halaman

Meskipun dalam kondisi tertentu Browser Samsung seringkali lebih cepat dalam memuat halaman, namun Browser Chrome memiliki setelan ‘Mode Ringan’ dan ‘Pramuat Halaman’.

Dengan kedua setting ini, kecepatan Google Chrome bisa ditingkatkan sehingga tidak tertinggal jauh dibanding Samsung Browser.

Tema Gelap / Mode Malam / Dark Mode

Keduanya mempunyai pilihan setelan mode gelap, namun Samsung Browser memberi pilihan yang lebih baik.

Yup… Browser Chrome hanya bisa di set gelap pada bar menu-nya saja, tidak termasuk halaman web-nya, sedangkan Browser Samsung memberikan dua pilihan: apakah akan di set gelap pada bar menu saja, atau akan di set gelap total (termasuk halaman web-nya).

Kesimpulan

Singkat saja:

Melihat dari semua perbandingan di atas, saya masih lebih suka menggunakan Browser Google Chrome ketimbang Samsung Internet Browser.

Nah, itulah perbandingan dua Browser Raksasa penguasa jagat Android.

Selain dua tersebut, ada beberapa pilihan browser lain yang tidak kalah bagus-nya, yaitu:

  • Firefox dari Mozilla
  • Edge dari Microsoft
  • Opera dari Opera Software

Selain ke-5 browser tersebut di atas, saya tidak begitu suka browser lain, karena beberapa alasan.

Tapi itu selera pribadi sih ya Om… Boleh jadi apa yang tidak saya suka, ternyata menjadi yang terbaik bagi Om/Sist sekalian. Demikian pula sebaliknya, apa yang terbaik menurut saya, belum tentu cocok untuk selera Om/Sist sekalian. (Bloglain – Samsung Internet Browser vs Google Chrome).

Cara Download Gambar HD di Google lewat HP

Mengatasi Masalah Connection Time Out di Browser Android

Cara Setting Google Chrome di Android untuk Berbagai Kondisi

Cara Melanjutkan Download di Opera Android yang Tertunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *