Sales Motoris Freelance

Memilih dan Menentukan Rute Terbaik Sales Motoris Freelance

Bloglain.com – Ketika Om Bro menjalani usaha ini, rute kanvas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi capaian omset. Tanpa rute yang tepat, mustahil omset akan bagus. Dan jika omset tidak bagus, maka jelas keuntungan yang Om Bro dapat pun tidak akan maksimal. So, inilah rute terbaik sales motoris freelance.

Pada dasarnya sales motoris freelance bebas menentukan rute ke mana saja. Bebas menjual produknya kemana saja.

Namun demikian, tidak semua rute dapat memberikan omset sesuai harapan.

Nah, supaya usaha motoris freelance dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka pemilihan rutenya harus tepat.

Rute Terbaik Sales Motoris Freelance

1. Gang-gang Sempit atau Jalan Lingkungan

Gang sempit maksudnya bukanlah gang yang sempit banget.

Wkwkwkwk. Gile loh. Kalau sempit banget, motor susah masuk dong. Apalagi dengan membawa barang pada sisi kiri-kanan motor.

Sales Motoris

Maksud gang sempit adalah jalan gang yang tidak leluasa untuk mobil.

Pada jalanan yang sulit seperti itu, warung-warungnya jarang terjamah oleh sales kanvas mobil dan sales TO.

Itulah area yang bagus untuk seorang motoris dalam meraih omset tinggi.

Jelasnyanya begini:

Jika Om Bro sebagai sales motoris menawarkan produk ke warung atau toko pinggir jalan raya, maka ada 80% kemungkinan pemilik warung akan menolak Om Bro.

Kenapa?

Karena Om Bro tidak cukup tampan.

Wkwkwkwk.

Bukan begitu.

Karena pada area jalan raya ada banyak sekali salesman dari perusahaan langsung. Maka Om Bro yang statusnya motoris bakal kalah bersaing dari mereka.

Apa letak kekalahnya?

Produk

Sales perusahaan tentunya menawarkan produk branded alias produk terkenal alias produk yang banyak telah populer. Sedangkan fokus sales motoris freelance adalah justru pada produk-produk non branded.

Kenapa begitu?

Karena produk non branded yang justru bisa memberikan keuntungan maksimal.

Harga

Sales perusahaan tentu menawarkan harga yang lebih murah dari sales freelance.

Harga dari perusahaan tentu lebih murah ketimbang harga dari sales freelance, karena salesman perusahaan tidak mengambil keuntungan dari produk jualannya.

Lah iya. Sales perusahaan kan punya gaji dan insentif dari perusahaan tempatnya bekerja. Meskipun kadang ada saja sales distributor yang melakukan praktek mark up harga alias mengambil keuntungan.

Tapi tidak semua sales perusahaan melakukan hal itu.

Jadi secara garis besar, sales freelance tetap kalah harga dari sales perusahaan.

Selanjutnya jikapun ada warung pinggir jalan raya yang berminat membeli produk dari motoris freelance, biasanya mereka akan compare (membandingkan) harga dengan harga salesman perusahaan.

Nah, dalam situasi seperti itu, Om Bro harus memilih antara dua pilihan:

Bersilat lidah dan tetap menjual dengan harga motoris

Jika cara ini yang Om Bro pilih, maka besar kemungkinan toko tersebut akan kapok dan tidak membeli lagi pada kunjungan berikutnya.

Bahkan besar kemungkinan ia tetap akan menolak dan tidak mau membeli pada saat itu juga.

Kerugian yang Om Bro tanggung pada situasi seperti itu adalah rugi waktu. Om Bro hanya membuang-buang waktu saja, padahal masih banyak warung yang lebih potensial di area jalanan sempit.

Menurunkan harga, mengikuti harga distributor

Sedangkan jika Om Bro menurunkan harga, kemungkinan pemilik warung itu akan membeli.

Tapi itu berarti Om Bro akan kehilangan sebagian keuntungan yang seharusnya bisa Om Bro dapatkan. Sedangkan stock barang dalam kapasitas muat motor tidaklah banyak.

Jadi jika stock yang hanya sedikit itu kemudian Om Bro jual murah, maka tentu Om Bro hanya akan mendapatkan sedikit keuntungan pada hari itu.

2. Daerah Pegunungan atau Area yang Jauh dari Pasar dan Toko Grosir

Rute terbaik sales motoris freelance yang berikutnya adalah daerah pegunungan.

Warung dan toko semi grosir yang jauh dari pasar dan jauh dari grosir besar, mereka cenderung menunggu kedatangan sales ketimbang harus belanja sendiri ke pasar.

Karena apa?

Karena untuk menempuh perjalanan ke pasar, ongkosnya mahal.

Contoh Kasus

Pada tahun 2016 saat saya baru merambah daerah perbatasan kabupaten Ciamis – Kuningan, saya banyak sharing dengan pemilik warung yang ada di area sana. Menurut mereka, perjalanan dari kampung tersebut menuju ke Pasar Rancah – Ciamis membutuhkan ongkos sebesae Rp60.000’an.

Belum lagi kalau saat ke pasar, mereka pengen jajan bakso, mie ayam, kupat tahu, karedok, cimol, cilok, tahu bulat, atau jajanan / kuliner lainnya… Wah. Bis habis 150 ribuan tuh.

Dan menurut mereka, jika nominal belanja’nya ke pasar tidak mencapai Rp1.5 juta, maka cost’nya ngga nutup alias gedean ongkos + jajan.

Maka dari itulah para pemilik warung tersebut banyak yang lebih suka menunggu kunjungan sales ketimbang harus belanja sendiri ke pasar.

Dan karena itu jugalah harga jual produk-produk warung di sana cenderung lebih mahal dibanding daerah lain yang lebih dekat ke kota.

Contohnya Madu TJ sachet yang umum eceran seharga Rp1000 persachet, mereka jual Rp1500.

Tapi harga tersebut tidak kemahalan bagi mereka, karena mayoritas warung memang menjual dengan harga segitu.

Lalu bagaimana dengan motoris yang jauh dari pegunungan? Misalnya motoris Jakarta, Bandung dan sebagainya?

Ya jualannya ke Bogor Om.

Wkwkwkwkwk. Ngga gitu juga sih.

Penggambaran daerah pegunungan pada artikel ini hanya salah satu contoh berdasarkan rute saya. Bagi Om Bro motoris perkotaan, patokannya cari wilayah yang sulit diakses mobil.

Dan jika ada, cari area yang relatif jauh dari pasar dan toko grosir.

Selain itu, warung-warung kaki lima perkotaan juga bisa menjadi target penjualan sales motoris freelance.

3. Daerah yang Jalanannya Jelek atau Rusak

Walaupun zaman now pembangunan infrastruktur sudah gencar, tapi ada saja daerah-daerah tertentu yang kadang jalanannya masih kurang bagus. Nah, area seperti itulah yang biasanya agak kurang mendapat perhatian dari salesman perusahaan. Maka disitulah sales motoris freelance bisa mendapat omset maksimal.

Demikianlah sedikit sharing dari saya. Semoga bisa bermanfaat bagi Om Bro sekalian.

Jangan pernah minder atau berkecil hati saat Om Bro harus menjalani profesi ini. Percayalah, ada banyak sekali kelebihanpekerja lapangan dibanding karyawan kantoran.

Jikapun Om Bro memang ingin bekerja sebagai karyawan kantoran, setidaknya tetap jalani profesi ini sebagai batu loncatan sambil Om Bro melamar pekerjaan di posisi yang Om Bro inginkan. (Bloglain).

2 komentar untuk “Memilih dan Menentukan Rute Terbaik Sales Motoris Freelance”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *