Beranda » Alfacart » Review Captain Marvel Movie (2019): Bagus Tapi Tidak Detail

Review Captain Marvel Movie (2019): Bagus Tapi Tidak Detail

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Dari sudut pandang saya, review Captain Marvel Movie punya alur cerita yang amat menarik dan mudah kita pahami. Namun sayangnya kurang detail dan terkesan banyak “adegan mubazir” pada awal film.

Yup. Betul pisan Om. Review Captain Marvel bagus pada sisi alur cerita dan koreografi serta visual efeknya, namun terasa “garing” pada setengah putaran awal.

Yo wis. Kita cekidot bae ke sinopsis Captain Marvel 2019 untuk lebih gamblangnya.

Sinopsis Captain Marvel Lengkap (2019)

Latar waktunya berkisah pada era 1990’an. Jauh sebelum Tony Stark menjadi Iron Man.

Film ini memberi kita informasi, dari mana nama ‘Avengers’ berasal. Yaitu dari adegan akhir ketika Nick Fury muda (Samuel L. Jackson) memandangi foto Vers alias Carol Danvers (Brie Larson).

Yup. ‘Captain Marvel’ mengisahkan perjalanan hidup Vers yang kala itu telah menjadi anggota Star Force, yakni pasukan militer bangsa Kree dari luar angkasa.

Vers mengalami amnesia sehingga ia tidak tahu siapa dirinya pada masa lalu. Tapi pun begitu, ia kerap kali melihat pecahan-pecahan memori dari masa lalunya.

Star Force mempunyai misi melawan bangsa Skrull.

Dalam misi itu, Vers mengalami kecelakaan dan jatuh ke bumi, yang oleh bangsa Kree mereka sebut sebagai planet C53.

Dari sini lambat laun Vers mengetahui siapa dirinya pada masa lalu, yaitu bahwa ia sebenarnya adalah manusia bumi bernama Carol Danvers.

Manusia bumi yang “di adopsi” oleh bangsa Kree untuk mereka jadikan anggota tangguh dari pasukan Star Force.

Namun ternyata adopsi bangsa Kree terhadap Carol memiliki tujuan licik, yaitu untuk mengetahui keberadaan Tesseract, yakni sebuah kubus yang memiliki energi kosmik yang dasyat.

Betul Om. Tesseract. Energi kosmik yang juga ada dalam cerita ‘Avengers’.

Menariknya Om, pada sekira setelah 1 jam 10 menit durasi film, kita akan melihat bahwa sebenarnya bangsa Kree adalah penjahatnya. Padahal dari awal cerita, mereka menggambarkan Kree sebagai “bangsa pahlawan”.

Sementara bangsa Skrull yang awalnya tergambar sebagai “penjahat” lantaran kemampuannya berubah wujud, ternyata justru sebenarnya mereka hanyalah bangsa sipil yang menjadi korban perang.

Mengetahui hal itu, Carol Danvers membelot dari Star Force dan berbalik membela bangsa Skrull.

Review Captain Marvel Movie

Superhero Wanita Pertama MCU

Captain Marvel merupakan film pertama dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang menampilkan tokoh utama superhero wanita.

Alur kisahnya menarik dalam hal permainan cerita yang memutar balikkan keadaan tokoh antagonis vs protagonis, yangmana tokoh yang awalnya seperti pahlawan, justru ia.penjahatnya.

Namun sayangnya film ini amat minim narasi yang mengungkap asal-usul Star Force pimpinan Yon-Rogg (Jude Law).

Juga tidak tergambar apa penyebab berkecamuknya perang antara bangsa Kree dengan bangsa Skrull.

Dalam film ini hanya tergambar bahwa bangsa Kree adalah penjajah dan bangsa Skrull adalah bangsa yang terjajah.

Iya Om. Bagi Om/Sist sekalian yang telah membaca komik Captain Marvel, tentu Om/Sist sudah tahu siapa mereka. Tapi bagi saya yang hanya menonton filmnya tanpa membaca komiknya, otomatis jadi tidak tahu.

Satu-satunya jawaban adalah bahwa bangsa Kree menjajah bangsa Skrull karena mencari keberadaan Tesseract yang disembunyikan oleh Captain Mar-Vell, yaitu seorang ilmuwan dari bangsa Kree yang membelot membela bangsa Skrull dan menyamar sebagai manusia bumi.

Superhero yang Kuat Namun Emosional

Film ini menggambarkan Carol Danvers, seorang pilot tempur wanita yang emosional.

Danvers tergambar sebagai karakter yang tangguh sejak masa kecilnya. Sosoknya selalu bangkit kembali pada setiap kali ia terjatuh.

Film ini juga menyampaikan pesan betapa kejamnya sebuah perang yang membawa penderitaan bagi warga sipil seperti bangsa skrull. Mereka menderita dan terombang-ambing sebagai pengungsi tanpa rumah.

Koreografi dalam film ini begitu bagus. Tehnik-tehnik beladirinya ampuh, khususnya pada awal film ketika Vers menjalani pelatihan sebagai anggota Star Force.

Selain koreografi, visual efeknya pun dasyat dalam beberapa adegan pertarungan. Namun sayang, alur ceritanya kurang dramatis. Sangat jauh jika kita bandingkan dengan Avengers Endgame dan Infinity War.

Alur cerita dalam pengungkapan misteri jati diri Carol Danvers dan pembalikan keadaan Kree vs Skrull tampak tergesa-gesa. Yaitu hanya melalui dialog beberapa orang antara bangsa Skrull dengan Carol Danvers serta Nick Fury dan Maria Rambeau (Lashana Lynch – teman Carol saat menjadi pilot tempur bumi).

Satu lagi Om. Dalam film ini, Om/Sist sekalian akan mengetahui dari mana sumber kekuatan Carol Danvers. Yaitu dari radiasi energi Tesseract. Hampir mirip dengan Bruce Banner yang terkena radiasi gamma sehingga menjadi Hulk.

Hanya saja bedanya, Carol tidak berubah wujud dan hilang kesadaran separti dr. Banner. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *