Beranda » Tema » Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Sales Motoris Freelance

Bloglain.com – Om Bro! Faktor utama yang harus terpenuhi ketika Om Bro hendak memulai usaha motoris freelance adalah skill yang mumpuni. Kemudian untuk faktor keduanya adalah produk yang bagus, yaitu produk yang mampu mendatangkan keuntungan besar.

Untuk poin pertama, monggo Om Bro baca tulisan saya sebelumnya tentang tips menjadi sales motoris yang handal. Setelah itu kembalilah ke artikel ini untuk mencari tahu produk seperti apa yang menguntungkan bagi sales motoris freelance.

Definisi Sales Motoris

Ada beberapa perbedaan sales motoris, sales TO dan sales kanvas.

Singkatnya, sales motoris adalah tenaga penjual yang tugasnya mencover outlet-outlet kecil, warung-warung pengecer dan sebagainya.

Itu untuk kategori motoris perusahaan.

Motoris Freelance

Sedangkan untuk motoris freelance, artinya ialah sales motoris yang punya usaha mandiri. Bukan sales yang bekerja untuk perusahaan tertentu.

Secara penampilan umum, biasanya sales motoris bakal membawa barang pada bagian belakang jok motor. Mereka mengangkut banyak barang menggunakan sadle bag (bener nggak nih nulisnya?) pada bagian samping kiri-kanan dan menggunduk ke atas jok motor.

Pengalaman Penulis

Saya menekuni usaha motoris freelance sejak bulan Juni 2015 hingga Agustus 2017. Kemudian saya beralih menjadi blogger setelah blog pertama saya menuntut waktu lebih untuk lebih sering update artikel baru.

Saat itu penghasilan saya sebagai motoris freelance berada pada kisaran 2× lipat UMK Banjar Patroman, daerah sekitar tempat saya tinggal.

Walaupun penghasilan saya bukan angka yang besar saat itu, tapi saya merasa sangat bersyukur.

Betul Om. Penghasilan sebesar 2× UMR setidaknya sudah lebih baik ketimbang gaji saya saat menjadi motoris perusahaan.

Selain itu dengan menjadi pengusaha freelance, saya memiliki kebebasan waktu yang lebih fleksibel.

Tantangan Motoris Freelance

Masalahnya tidak semua freelance mampu bertahan. Banyak juga freelance (khususnya motoris) yang akhirnya putus asa, gagal, dan berhenti dari profesinya sebagai motoris freelance.

Kenapa bisa begitu?

Karena mereka tidak menjalankan seperti apa yang seharusnya.

Iya Om. Penghasilan yang lumayan dari pekerjaan motoris tentu tidak datang dengan sendirinya. Karena penghasilan bukanlah jaelangkung yang datang tak dijemput dan pulang tak diantar. Wkwkwkwk.

Jadi, dari mana datangnya?

Yang jelas dari kerja keras, pengalaman dan pengetahuan.

Berikut ini saya share tips menjadi sales motoris freelance dalam hal perencanaan dan pemilihan produk alias menentukan kategori produk yang akan kita jual. Ini penting sebelum Om Bro memutuskan untuk menjadi canvasser roda-4 maupun canvasser motoris freelance.

Memilih Produk untuk Usaha Motoris Freelance

Dari sekian banyak produk yang beredar, tidak semuanya berpotensi untuk mendatangkan keuntungan yang bagus bagi sales freelance. Om Bro harus tentukan dulu apa saja yang akan Om Bro jual. Apakah akan jual tampang atau jual diri?

Wkwkwkwk. Hus! Ngawur!

Yo wis, kita cekidot bae. Berikut ini beberapa jenis produk yang bagus untuk usaha motoris freelance.

Sandal / Sepatu / Pakaian Produk Home Industry
Potensi Keuntungan

Produk semacam ini memiliki potensi keuntungan 100% bahkan lebih. Potensi itu timbul karena barang-barang home industri jarang beredar melalui supermarket atau toko fashion.

Dengan jarangnya peredaran melalui pasar modern, maka kita jadi lebih leluasa untuk menentukan sendiri harga jualnya. Konsumen kita tidak akan tahu berapa harga modal kita sebenarnya.

Cara Memasarkan Produk Home Industry

Produk semacam ini termasuk dalam golongan slow moving product, yaitu barang-barang yang lambat terjual. Tidak seperti produk makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Artinya untuk dapat mengolah pemasaran produk-produk seperti itu, Om Bro harus punya setidaknya 600 outlet langganan.

Dari mana asalnya?

Yaitu 25 outlet perhari dengan asumsi 6 hari kerja setiap minggunya.

Artinya, tiap-tiap outlet kita kunjungi 4 minggu sekali atau kurang lebih sebulan sekali.

Kenapa harus seperti itu?

Karena produk-produk seperti ini bukanlah barang konsumsi sehari-hari.

Ya iya lah. Masa’ iya sendal dan sepatu harus kita makan? Wkwkwkwk.

Nah, karena produknya bukan barang konsumsi harian, maka terjualnya pun akan lama.

Alat Tulis Kantor (ATK) dan Alat-alat Listrik

ATK dan alat-alat listrik juga memiliki potensi keuntungan tinggi. Tapi seperti pula produk home industry, ATK dan alat listrik juga membutuhkan banyak rute dan outlet langganan.

Hal lain yang juga harus Om Bro perhatikan adalah, jika Om Bro ingin memasarkan ATK dan alat-alat listrik, jangan memilih produk-produk branded alias merk terkenal. Karena untuk merk terkenal, potensi keuntungannya justru malah tipis.

Barang yang punya potensi keuntungan tinggi adalah merk non-branded alias produk-produk yang tidak populer.

Contohnya:

  • Lampu motion
  • Lampu RDY
  • Baterai Dynamax
  • Korek gas M2000

Dan lain-lain.

Jajanan Anak

Misalnya permen, cokelat, wafer dan lain-lain.

Berdasarkan jenisnya, produk-produk jajanan seperti inilah yang paling cepat terjual karena mereka merupakan barang konsumsi sehari-hari.

Untuk menjual produk-produk konsumsi seperti ini, Om Bro hanya membutuhkan 6 rute dengan 25-30 outlet kunjungan perhari.

Artinya Om Bro bisa mengunjungi outlet langganan dengan interval seminggu sekali.

Tapi, menjual produk konsumsi pun bukan tanpa kendala.

Memasarkan Produk non-Branded

Tantangan tertinggi dari menjual produk-produk ini adalah ketatnya persaingan dengan produk-produk branded.

Selain bersaing dengan produk branded, Om Bro juga bersaing dengan sesama sales freelance yang menjual produk sejenis.

Tapi Om Bro jangan gentar. Percayalah pada dua hal:

  1. Bahwa rizki setiap orang tidak akan tertukar
  2. Bahwa akan banyak outlet yang berbeda antara kita dan pesaing sesama freelancer

Yup. Asal kita mau berusaha, Alloh pasti memberikan jalan. Meskipun kita bersaing dengan sesama motoris freelance, tapi percayalah bahwa akan lebih banyak outlet yang berbeda ketimbang outlet yang sama antara Om Bro dengan sales lain yang produknya serupa.

Meskipun dalam satu rute yang sama.

Saya sudah membuktikannya sendiri.

Pengalaman Penulis

Pada salah satu rute kanvas saya, saya bentrok rute dengan 2 orang teman sesama freelance motoris.

Awalnya saya panik. Saya merasa semakin banyak persaingan.

Tapi ternyata tidak seperti itu Om.

Dari hasil observasi saya, ternyata dari 25-30 outlet saya dalam rute itu, hanya ada 4 outlet yang sama antara saya dan kawan motoris lain. Sisanya beda semua.

Setelah saya amati, ternyata begini.

Outlet yang sudah biasa belanja pada saya, mereka akan cenderung menolak ketika ada sales lain yang menawarkan produk serupa. Demikian juga dengan outlet yang sudah biasa belanja pada teman saya, mereka cenderung akan sulit menerima ketika saya menawarkan produk yang serupa.

Jadi jangan panik ketika kita berada dalam rute yang sama dengan motoris lain.

Kembali lagi ke perkara produk.

Kombinasi Produk

Produk-produk konsumsi inilah yang akhirnya menjadi produk utama saya.

Tapi saya tidak hanya menjual produk makanan saja. Saya mengkombinasikan produk makanan dengan produk lain, yaitu ATK dan alat-alat listrik.

Komposisinya begini.

  • Jajanan sekira 60% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat tulis kantor dan lain-lain (termasuk pulpen, buku, tissue, peniti, korek gas) sebanyak kira-kira 25% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat-alat listrik (lampu LED, bohlam, neon, baterai remote dan lain-lain) sekira senilai 20% dari total barang

Nah. Jika Om Bro perhatikan dari komposisi tersebut, maka Om Bro akan tahu bahwa saya salah tulis. Lihat saja: 60% + 25% + 20% = 105%. Tekor dong. Wkwkwkwk.

Ngga Om. Cuma becanda. Maksudnya untuk alat-alat listrik dan sebagainya adalah sekira 15% saja.

Komposisi produk seperti itulah yang saya rasa paling ideal selama saya menjadi sales motoris freelance.

Untuk selanjutnya, saya akan bahas perkara pemilihan produk konsumsi alias produk jajanan. Saya bahas dalam artikel terpisah lantaran artikel ini sudah terlalu panjang. Monggo Om Bro simak seri lanjutannya pada artikel tentang metode penetapan harga sales motoris freelance. Dalam artikel tersebut saya sudah jelaskan tentang produk makanan seperti apa yang potensial dan bagaimana cara menentukan harga jualnya. (Bloglain).

2 tanggapan pada “Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance”

  1. Saya punya produk teh celup, margin cukup besar dan cocok untuk produk jual motoris / freelance..
    Silahkan bagi yg berminat hubungi saya di 081905121979

    Salam,
    Arief

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *