Kategori Produk yang Menguntungkan Usaha Motoris Freelance

Advertisement

Bloglain.com – Om Bro! Faktor utama yang harus terpenuhi ketika Om Bro hendak memulai usaha motoris freelance adalah skill yang mumpuni. Kemudian untuk faktor keduanya adalah produk yang bagus, yaitu produk yang mampu mendatangkan keuntungan besar.

Advertisement

Untuk poin pertama, monggo Om Bro baca tulisan saya sebelumnya tentang 11 tips menjadi sales motoris yang handal. Setelah itu kembalilah ke artikel ini untuk mencari tahu produk seperti apa yang menguntungkan bagi sales motoris freelance.

Om Bro tahu kan, apa itu sales motoris?

Yup. Ada beberapa perbedaan sales motoris dan sales TO serta kanvas.

Singkatnya, sales motoris adalah tenaga penjual yang tugasnya mencover outlet-outlet kecil, warung-warung pengecer dan sebagainya.

Tapi itu untuk kategori motoris perusahaan. Sedangkan untuk motoris freelance, artinya ialah sales motoris yang punya usaha mandiri. Bukan sales yang bekerja di perusahaan tertentu.

Secara penampilan umum, biasanya sales motoris bakal membawa barang di bagian belakang jok motor. Mereka mengangkut banyak barang menggunakan sadle bag (bener nggak nih nulisnya?) di samping kiri-kanan dan menggunduk ke atas jok motor.

Terus, pernahkah terlintas di fikiran Om Bro, berapa sih keuntungan usaha motoris freelance?

Saya menekuni usaha motoris freelance sejak bulan Juni 2015 hingga Agustus 2017. Saya kemudian beralih menjadi blogger setelah blog pertama saya menuntut waktu lebih untuk lebih sering update artikel baru.

Saat itu penghasilan saya sebagai motoris freelance berada di kisaran 2× lipat UMK Banjar Patroman, daerah sekitar tempat saya tinggal.

Walaupun penghasilan saya bukan angka yang besar saat itu, tapi saya merasa nggak jelek-jelek amat. Jumlah yang lebih dari 2× UMR, minimalnya sudah lebih baik dibanding penghasilan mereka yang bekerja dengan gaji hanya UMR pas.

Selain itu, menjadi pengusaha freelance memiliki kebebasan waktu yang lebih fleksibel.

Tapi masalahnya tidak semua freelance mampu bertahan. Banyak juga freelance (khususnya motoris) yang akhirnya putus asa, gagal, dan berhenti dari profesinya sebagai motoris freelance.

Kenapa bisa begitu?

Karena mereka tidak menjalankan seperti apa yang seharusnya.

Iya Om. Penghasilan yang lumayan dari pekerjaan motoris tentu tidak datang dengan sendirinya. Karena penghasilan bukanlah jaelangkung yang datang tak dijemput dan pulang tak diantar. Wkwkwkwk.

Jadi, dari mana datangnya?

Yang jelas dari kerja keras yang disertai banyak pengetahuan.

Berikut ini saya share tips menjadi sales motoris freelance dalam hal perencanaan dan pemilihan produk (menentukan kategori produk yang akan dijual). Ini penting sebelum Om Bro memutuskan untuk menjadi canvasser roda-4 ataupun canvasser motoris freelance.

Memilih Produk untuk Usaha Motoris Freelance

Ada banyak sekali produk-produk di pasaran yang dijual bebas. Mulai dari pakaian, sembako, jajanan, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain.

Dari sekian banyak produk, tidak semuanya berpotensi untuk mendatangkan keuntungan yang bagus bagi sales freelance. Om Bro harus tentukan dulu apa saja yang akan dijual. Apakah mau jual tampang atau jual diri?

Wkwkwkwk. Hus! Ngawur! Ngga boleh itu jual diri. Haram!

Yo wis, kita cekidot bae. Berikut ini beberapa jenis produk yang biasa dijual oleh motoris freelance, beserta penjelasannya:

Sandal / Sepatu / Pakaian Produk Home Industri

Di daerah saya, jenis produk ini banyak diedarkan oleh motoris freelance asal Ciamis dan Tasikmalaya, karena memang disanalah sumbernya untuk wilayah Jawa Barat sebelah Timur.

Produk-produk semacam ini memiliki potensi keuntungan 100% bahkan lebih.

Potensi itu timbul karena barang-barang home industri jarang beredar di supermarket atau toko-toko fashion.

Dengan jarangnya peredaran di pasar modern, maka kita jadi lebih leluasa untuk menentukan sendiri harga jualnya. Konsumen kita tidak akan tahu berapa harga modal kita sebenarnya.

Tapi produk-produk semacam ini termasuk dalam golongan slow moving product, yaitu barang-barang yang lambat terjual. Tidak seperti produk makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Artinya, untuk dapat mengolah pemasaran produk-produk seperti itu, Om Bro harus punya setidaknya 600 outlet langganan.

Dari mana asalnya?

Yaitu 25 outlet perhari dengan asumsi 6 hari kerja setiap minggunya.

Artinya, tiap-tiap outlet kita kunjungi 4 minggu sekali atau kurang lebih sebulan sekali.

Kenapa harus seperti itu?

Karena produk-produk seperti ini bukanlah barang konsumsi sehari-hari.

Ya iya lah. Masa’ iya sendal dan sepatu dimakan? Wkwkwkwk.

Nah, karena produknya bukan barang konsumsi harian, maka terjualnya pun akan lama. Kalau nggak percaya, coba saja Om Bro datangi outlet langganan Om Bro seminggu sekali. Tawarkan produk-produk tersebut setiap seminggu sekali, asti mereka akan menjawab:

“Nggak Pak. Yang kemarin aja masih banyak!”

Advertisement

Nah, sedih kan?

Alat Tulis Kantor (ATK) dan Alat-alat Listrik

ATK dan alat-alat listrik juga termasuk dalam golongan produk yang banyak dipasarkan oleh sales motoris freelance. Potensi keuntungannya tidak kalah tinggi dibanding produk home industri.

Tapi seperti pula produk home industri, ATK dan alat listrik juga membutuhkan banyak rute dan outlet langganan.

Hal lain yang juga harus Om Bro perhatikan adalah: jika Om Bro ingin memasarkan ATK dan alat-alat listrik, maka jangan memilih produk-produk branded alias merk terkenal. Karena untuk merk terkenal, potensi keuntungannya malah tipis.

Barang-barang yang punya potensi keuntungan tinggi justru merk-merk non-branded alias produk-produk yang tidak populer.

Contohnya:

  • Lampu motion
  • Lampu RDY
  • Baterai Dynamax
  • Korek gas M2000

Jajanan Anak-anak

Misalnya permen, cokelat, wafer dan lain-lain.

Berdasarkan jenisnya, produk-produk jajanan seperti inilah yang paling cepat terjual, karena mereka merupakan barang konsumsi sehari-hari.

Untuk menjual produk-produk konsumsi seperti ini, Om Bro hanya membutuhkan 6 rute dengan 25-30 outlet kunjungan perhari. Artinya Om Bro bisa mengunjungi outlet langganan dengan interval seminggu sekali.

Sama seperti anak ABG, apel ke rumah pacar seminggu sekali. Wkwkwkwk.

Tapi, menjual produk konsumsi pun bukan tanpa kendala.

Kendala ya Om, bukan kendalaan. Apalagi kendalaan loda dua atau kendalaan loda empat. Wkwkwkwk. Hus!

Lanjut.

Tantangan teltinggi dali.

Halah.

Tantangan tertinggi dari menjual produk-produk ini adalah ketatnya persaingan dengan produk-produk branded.

Ketatnya persaingan ya Om. Bukan ketatnya celana Agnes Mo dan Nikita Mirzani. Wkwkwkwk.

Selain bersaing dengan produk branded, Om Bro juga bersaing dengan sesama sales freelance yang menjual produk sejenis.

Iya Om. Di zaman now, banyak pisan bertebaran sales motoris freelance yang menjual produk makanan non-branded. So, persaingan jadi semakin berat Om.

Tapi Om Bro jangan gentar. Percayalah pada dua hal:

  1. Bahwa rizki setiap orang tidak akan tertukar
  2. Bahwa akan banyak outlet yang berbeda antara kita dan pesaing sesama freelancer

Yup. Asal kita mau berusaha, Alloh pasti memberikan jalan. Walaupun kita bersaing dengan sesama motoris freelance, tapi percayalah bahwa akan lebih banyak outlet yang berbeda dibanding outlet yang sama antara Om Bro dengan sales lain yang produknya serupa.

Meskipun di satu rute yang sama.

Saya sudah membuktikannya sendiri.

Contoh kasus:

Di salah satu rute kanvas saya, saya bentrok rute dengan 2 orang teman sesama freelance motoris. Awalnya saya panik. Saya merasa semakin banyak persaingan. Tapi ternyata tidak seperti itu Om. Dari hasil observasi saya di lapangan, ternyata dari 25-30 outlet saya di rute itu, hanya ada 4 outlet yang sama antara saya dan kawan motoris yang lain. Sisanya beda semua.

Setelah saya amati, ternyata begini:

Outlet yang sudah biasa belanja pada saya, mereka akan cenderung menolak ketika ada sales lain yang menawarkan produk serupa. Demikian juga dengan outlet yang sudah biasa belanja pada teman saya, mereka cenderung akan sulit menerima ketika saya menawarkan produk yang serupa.

Jadi jangan panik ketika kita berada di rute yang sama dengan motoris lain.

Kembali lagi ke perkara produk.

Produk-produk konsumsi inilah yang akhirnya menjadi produk utama saya. Tapi saya juga mengkombinasikannya dengan produk lain di atas, yaitu produk home industri, ATK dan alat-alat listrik.

Komposisinya begini:

  • Jajanan sekira 60% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat tulis kantor dan lain-lain (termasuk pulpen, buku, tissue, peniti, korek gas) sebanyak kira-kira 25% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat-alat listrik (lampu LED, bohlam, neon, baterai remote dan lain-lain) sekira senilai 20% dari total barang

Nah. Jika Om Bro perhatikan dari komposisi di atas, maka Om Bro akan tahu bahwa saya salah tulis. Lihat saja: 60% + 25% + 20% = 105%. Tekor dong. Wkwkwkwk.

Ngga Om. Cuma becanda. Maksudnya untuk alat-alat listrik dan sebagainya adalah sekira 15%.

Komposisi produk seperti itulah yang saya rasa paling ideal selama saya menjadi sales motoris freelance.

Untuk selanjutnya, saya akan bahas perkara pemilihan produk konsumsi alias produk jajanan.

Saya bahas dalam artikel terpisah lantaran artikel ini sudah terlalu panjang. Monggo Om Bro simak seri lanjutannya pada artikel metode penetapan harga sales motoris freelance. Di artikel itu sudah saya jelaskan tentang produk makanan seperti apa yang potensial, dan bagaimana cara menentukan harga jualnya. (Bloglain).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *