Beranda » Komparasi » POCO M3 vs Redmi Note 9: Tagline yang Terbalik

POCO M3 vs Redmi Note 9: Tagline yang Terbalik

Xiaomi Redmi Note 9

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Saat model lamanya masih punya banyak peminat, Xiaomi sudah merilis model baru lagi. So, inilah komparasi Xiaomi POCO M3 vs Redmi Note 9.

Melihat dari rentang harganya yang nyaris sama, jelas terlihat bahwa mereka menempati kelas yang sama.

Hal yang sangat menarik untuk saya bahas ialah bahwa Xiaomi memberi tagline ‘The New Entry Level Killer’ untuk POCO M3. Karena itulah dalam hati saya, muncul pertanyaan, apakah spesifikasi POCO M3 memang patut menyandang tagline yang sebegitu garang? Atau Xiaomi terlalu berlebihan memberikan gelar seperti itu pada POCO M3? Faktanya spek POCO M3 hanya plus-minus dengan Xiaomi Redmi Note 9.

Penasaran?

Monggo cekidot sampai akhir tulisan.

Komparasi Xiaomi POCO M3 vs Redmi Note 9

Xiaomi POCO M3
Waktu Rilis
Xiaomi Redmi Note 9

Untuk pasar global, Xiaomi mulai memperkenalkan Redmi Note 9 sejak 30 April 2020 dan merilisnya secara resmi pada 12 Mei 2020. Sedangkan POCO M3 untuk pasar Indonesia mulai tersedia pada 26 Januari 2021.

Singkatnya, POCO M3 lebih baru. Maka wajar saja ketika ada bagian yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen kekinian, ketimbang Note 9.

Tapi pada beberapa bagian yang lainnya lagi justru Redmi Note 9 masih lebih baik dari POCO M3. Jadi monggo Om/Sist lanjut membaca untuk tahu perbedaan dan persamaan selengkapnya.

Prosesor dan Pengolah Grafis

POCO M3 menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 662 (11nm) octa core 2.0 GHz dan GPU Adreno 610. Sedangkan Redmi Note 9 menggunakan chipset MediaTek Helio G85 (12nm) octa core 2.0 GHz dan GPU Mali-G52 MC2.

Bagi penggemar chipset Snapdragon, Om/Sist pasti akan menyukai performa POCO M3. Tapi ternyata hasil uji performa oleh media GSMArena menunjukkan bahwa performa Note 9 justru masih lebih baik dari POCO M3.

Performa Xiaomi POCO M3
  • AnTuTu: 177904 (v8)
  • GeekBench: 1398 (v5.1)
Performa Redmi Note 9
  • AnTuTu: 200414 (v8)
  • GeekBench: 1292 (v5.1)

Jadi apakah POCO M3 pantas menyandang gelar ‘Entry level killer’?

Monggo Om/Sist nilai sendiri.

RAM dan Memori Penyimpanan

Dari ketersediaan varian memori untuk pasar Indonesia, keduanya sama-sama punya pilihan 4/64GB dan 6/128GB. Jadi pada poin ini mereka seimbang.

Demikian juga untuk ruang penyimpanan tambahan, mereka sama-sama menyediakan slot microSD.

Ketahanan Terhadap Percikan Air

Nah. Faktanya Redmi Note 9 sudah memiliki pelapis nano yang tahan percikan air. Sama seperti Xiaomi Redmi Note 8.

Sementara itu saya tidak mendapati informasi bahwa POCO M3 memiliki fitur tersebut. Jadi singkatnya saya menyimpulkan bahwa POCO M3 tidak memiliki pelindung nano alias pelindung terhadap percikan air.

Layar

Keduanya sama-sama menggunakan panel IPS LCD 450 nits (typ) dengan bentang diagonal 6.53 inch. Mereka juga sama-sama mengantongi sertifikasi cahaya rendah ‘TUV Rheinland’ yang membuat mata tidak cepat lelah.

Resolusi layarnya juga sama-sama FHD+ 1080 × 2340p dengan aspek rasio 19.5:1, 395 ppi density.

Perbedaannya adalah pada rasio layar ke body, yangmana POCO M3 memiliki bezel lebih tipis lantaran menganut rasio 90.34% ketimbang Redmi Note 9 yang menganut nilai 83.5% screen to body ratio.

Artinya secara desain, POCO M3 lebih kekinian dengan tampilan layar yang tampak lebih memenuhi ukuran body.

Namun sayangnya tingkat perlindungan layar Redmi Note 9 masih lebih baik dengan Corning Gorilla Glass 5, ketimbang POCO M3 yang menggunakan Gorilla Glass 3.

Baterai dan Pengisi Daya

Mereka sama-sama mendukung fast charging 18W dengan kabel USB type C. Demikian juga dengan paket penjualannya, kedua bersaudara ini sudah mendapat adaptor charger 22.5W.

Perbedaannya adalah bahwa POCO M3 lebih unggul dengan kapasitas baterai sebesar 6000 mAh, sedangkan Note 9 menggunakan baterai sebesar 5020 mAh.

Iya sih memang kapasitas baterai 5000 mAh saja sudah besar, namun angka 6000 mAh jelas menjadi kelebihan tersendiri, mengingat aktivitas online konsumen zaman now yang sangat padat, baik untuk bermain game, menonton video maupun untuk sekedar chatting dan bersosial media.

Dimensi dan Berat

Mengingat kapasitas baterainya yang lebih jumbo, maka dimensi body POCO M3 juga lebih tebal, yaitu 162.3 × 77.3 × 9.6 mm dengan berat 198 gram. Sedangkan Redmi Note 9 punya dimensi body 162.3 × 77.2 × 8.9 mm dan bobot 199 gram.

Kamera Belakang

Nah. Pada sektor ini mau tak mau POCO M3 harus mengakui kekalahannya. Ia hanya punya lensa utama 48 MP, lensa macro 2 MP dan depth sensor 2 MP.

Iya sih kekuatan lensa utamanya sama-sama 48 MP, namun Redmi Note 9 punya empat lensa kamera, yaitu tiga lensa yang sama dengan POCO M3 dan sebuah lensa ultrawide 8 MP.

Iya juga sih lensa ultrawide tidak selalu penting bagi semua orang. Namun setidaknya ada nilai lebih dari Note 9 ketimbang POCO M3.

Kamera Depan

Tak hanya kamera belakang saja, lensa kamera depan milik Redmi Note 9 juga lebih baik dengan 13 MP, ketimbang POCO M3 yang hanya 8 MP saja.

Slot Kartu SIM

Saya secara pribadi memberi apresiasi pada Xiaomi yang sudah mau move on.

Betul Om. Dulu Xiaomi hampir selalu menggunakan slot hybrid. Yaitu dua slot untuk dua kartu SIM atau satu kartu SIM bersama satu microSD.

Jadi dulu kita harus pilih, apakah lebih penting dual SIM atau memori eksternal?

Beruntung sekarang Xiaomi sudah berubah. Baik POCO M3 ataupun Note 9, keduanya sudah bisa menggunakan dual SIM bersama satu microSD. Joss banget deh. Tidak ada yang harus kita korbankan. Mereka sudah menggunakan tiga slot.

Teknologi Jaringan

Jaringan mereka juga sama-sama berjalan pada jalur 2G GSM / 3G WCDMA / 4G LTE

Konektivitas

Mereka juga memiliki jalur koneksi nirkabel yang sama, yaitu Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot dan bluetooth 5.0, A2DP, LE.

Teknologi Navigasi

Keduanya sama-sama memiliki teknologi GPS / A-GPS / GLONASS / Beidou / Galileo.

Sensor Keamanan

Mereka juga sama-sama punya sensor pengenalan wajah dan sensor sidik jari alias fingerprint. Hanya beda posisi penempatannya saja.

Fingerprint milik Redmi Note 9 masih model konvensional pada punggung body, sedangkan posisi fingerprint milik POCO M3 berada pada bagian samping, menyatu dengan tombol power.

Pada dasarnya model fingerprint’nya masih sama, namun secara posisi, POCO M3 sudah lebih modern dan lebih praktis dalam penggunaannya.

Port Audio

Colokan audionya juga mereka sama-sama menggunakan jack 3.5 mm.

Fitur Lain

Fitur-fitur tambahan lain juga mereka relatif sama dengan keberadaan sensor jarak, sensor cahaya sekitar, akselerometer, kompas elektronik dan infrared yang berfungsi sebagai alat koneksi ketika Om/Sist menggunakan ponsel sebagai remote kontrol alat-alat rumah tangga.

Paket Penjualan

Isi kotak paket penjualannya juga sama, yaitu unit ponsel, adaptor charger, kabel USB tipe C, SIM ejektor, softcase, panduan pengguna dan kartu garansi.

Harga Xiaomi POCO M3 vs Redmi Note 9

Saat saya menyusun tulisan ini, harga Redmi Note 9 dan harga POCO M3 Indonesia melalui beberapa markerplace online adalah berikut ini:

  • POCO M3 varian 4/64GB: Rp2 jutaan – Rp2.1 juta
  • POCO M3 varian 6/128GB: Rp2.4 jutaan – Rp2.5 juta
  • Redmi Note 9 varian 4/64GB: Rp2.2 jutaan – Rp2.3 juta
  • Redmi Note 9 varian 6/128GB: Rp2.5 jutaan – Rp2.6 juta

Kesimpulan

Dengan berat hati saya harus katakan bahwa POCO M3 hanya unggul pada kapasitas baterainya saja. Sementara itu Redmi Note 9 unggul dari segi performa, pelindung nano untuk menahan percikan air, perlindungan layar dengan Corning Gorilla Glass 5, punya lensa ultrawide pada bagian kamera belakang dan punya resolusi kamera depan yang lebih besar.

Jadi gimana? Ternyata POCO M3 yang mengusung tagline ‘Entry Level Killer’ ini masih kalah banyak dari saudara tuanya, Redmi Note 9. So, soal pilihan tentu kembali pada kebutuhan dan selera Om/Sist masing-masing.

Jika kapasitas baterai besar menjadi bagian yang sangat penting bagi Om/Sist, ia tentu POCO M3 sangat tepat untuk Om/Sist pinang. Namun jika tidak, maka Redmi Note 9 masih lebih baik.

Selebihnya perkara desain, rasio layar ke body dan posisi fingerprint memang POCO M3 tampak lebih modern. Namun desain hanyalah desain. Bagus atau tidaknya suatu desain, tergantung dari selera Om/Sist yang akan membelinya.

Bagi saya sendiri, desain tidaklah begitu penting. Asalkan tidak terlalu jadul banget, saya masih bisa terima. So, monggo kunyah-kunyah, pilih mana yang lebih cocok dengan kebutuhan dan selera Om/Sist masing-masing. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *