Classic editor plugin wordpress gratis terbaik

8 Plugin WordPress Gratis Terbaik untuk Optimasi Blog

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Bagi blog yang di hosting di WordPress self-hosted, keberadaan plugin menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perkembangan blog. Nah, dari hasil perjalanan salah satu blog saya selama sekira 2 tahunan di WordPress self-hosted, saya mendapati ada 8 plugin WordPress gratis terbaik yang sangat bagus dalam membantu perkembangan blog.

Apa sajakah itu??

Hayu kita langsung cekidot bae Om…

1. Classic Editor dari WordPress Contributors

Bagi Om/Sist sekalian yang blognya di hosting di WordPress… pastinya sudah tahu bahwa dashbord WordPress telah lama berubah menjadi model blok.

Classic editor plugin wordpress gratis terbaik

Bagi saya yang blogging menggunakan HP, dashbord model baru tersebut amat menyulitkan, khususnya dalam hal menyisipkan gambar di dalam artikel.

Tapi tidak hanya saya saja… Beberapa kawan saya yang blogging memakai laptop pun mengatakan bahwa mereka lebih suka tampilan dashboard model lama.

Nah, jika Om/Sist juga merasa kesulitan dan tidak ingin pusing mengulik dashboard baru WordPress… maka plugin ‘Classic Editor’ bisa menjadi salah satu plugin WordPress yang wajib di install untuk memudahkan pekerjaan Om/Sist sekalian.

2. Jetpack dari Automattic

Jetpack merupakan plugin resmi dari pengembang WordPress. Plugin ini dapat menghubungkan blog WordPress self-hosted dengan blog dan fitur-fitur WordPress.com yang sangat bagus untuk menunjang optimasi blog.

Jetpack plugin wordpress gratis terbaik

Iya Om… Ada banyak pisan plugin yang dapat digunakan untuk optimasi blog WordPress. Namun menurut cara yang pernah saya jajal, saya mendapati ada dua plugin yang sangat bagus secara SEO dan mudah penggunaannya… yaitu Yoast dan Jetpack.

Jetpack adalah perangkat tambahan resmi dari pengembang WordPress, yaitu Automattic.

Jetpack mendukung banyak pengaturan SEO off-page… termasuk diantaranya adalah pembuatan sitemap.xml, insert kode verifikasi webmaster… fitur pemercepat loading blog melalui optimasi gambar dan sebagainya.

Ada juga setting perlindungan keamanan yang melindungi blog dari serangan hacker, malware dan sebagainya.

Yang lebih menarik lagi, di dalam Jetpack juga sudah terdapat tombol social media, widget recent post, widget related post dan sebagainya.

Jadi kita tidak perlu menginstall banyak plugin untuk semua keperluan tersebut.

Cukup satu plugin, Jetpack, lalu semuanya beres…

8 Fungsi Plugin Jetpack pada WordPress yang Paling Penting

Untuk tampilan related post, Jetpack memang hanya memunculkan 3 postingan saja. Sudah begitu, tampilannya pun kurang menarik.

Tapi… Model related post yang seperti itulah justru yang bagus untuk blog yang di monetisasi dengan Adsense. Karena tampilan blog yang sederhana justru membuat iklan lebih menonjol… sehingga BPK dan CTR blog jadi relatif lebih tinggi.

Cara Setting Jetpack di WordPress agar SEO Maksimal

Terus bagaimana dengan pendapat yang mengatakan bahwa plugin Jetpack membuat loading blog menjadi lebih berat??

Faktanya bukan hanya Jetpack saja Om…

Intinya sih kalau terlalu banyak menginstall plugin, ya, blognya memang bakal jadi berat.

Tapi tidak jika hanya 8 plugin saja yang di install (termasuk Jetpack), loading blog saya tetap lancar jaya Om…

Yang penting kapasitas hostingnya memadai… Paketnya bukan yang paling murah.

Kemudian soal Jetpack, saya kira justru meringankan pada beban blog. Karena tanpa Jetpack, maka Om/Sist musti menginstall banyak plugin yang lainnya… semisal plugin share sosmed, plugin related post, plugin untuk menyisipkan kode verifikasi webmaster dan sebagainya.

Kecuali jika Om/Sist lebih suka editing secara manual dari file .php… iya tentu jumlah plugin yang diinstall jadi tidak perlu terlalu banyak.

Intinya, Jetpack sangat saya rekomendasikan untuk blogger yang ingin optimasi secara praktis tanpa ribet…

3. Yoast SEO dari Team Yoast

Dari beberapa plugin SEO yang pernah saya jajal, Yoast merupakan yang paling powerfull… serta paling mudah penggunaannya.

Betul Om… Ada banyak parameter setting pada plugin Yoast untuk memaksimalkan SEO blog… dan semua parameternya gampang di setting.

So… Jika Om/Sist ingin hasil optimasi yang maksimal, Yoast merupakan plugin wajib WordPress untuk SEO blog Om/Sist sekalian…

Tapi ingat Om… Antara Yoast dan Jetpack memiliki beberapa kesamaan fungsi. Salah duanya adalah kolom insert kode verifikasi webmaster dan fungsi pembuatan peta situs (sitemap.xml).

Jika Om/Sist menggunakan kedua plugin tersebut (Jetpack dan Yoast), maka Om/Sist harus menon-aktifkan salah satunya.

Jangan di aktifkan keduanya…

Cara Setting Yoast SEO yang Benar agar Blog Optimal

Menurut setting yang saya terapkan selama ini… pada blog WordPress saya yang menggunakan Jetpack dan Yoast secara bersamaan… saya menggunakan Yoast untuk verifikasi webmaster dan membuat sitemap.xml…

Sedangkan untuk tombol social media, saya menggunakan Jetpack.

4. Litespeed Cache dari Litespeed Technologies

Bagi blogger WordPress, istilah caching dalam blog, tentu bukan istilah baru. Tujuan intinya hanya satu… yaitu untuk mempercepat loading blog supaya blog lebih disukai pembaca dan disukai mesin pencari.

Litespeed cache plugin wordpress gratis terbaik

Lah iya Om… Pembaca mana sih yang suka dengan blog yang lemot??

Semua orang pasti suka membaca di blog yang cepat loadingnya…

Bukan blog yang lelet…

Penjelasan sederhana-nya, cache adalah data sementara yang menjadi riwayat akses blog atau aplikasi. Sedangkan proses caching adalah menyimpan data tersebut dalam memori penyimpanan.

Dalam dunia persilatan blogging, cache yang disimpan dapat mempercepat loading blog… Karena dengan adanya cache, maka file sementara tersebut tidak harus dimuat ulang… saat ada pembaca yang membuka halaman yang sebelumnya telah dibaca.

Demikian juga dengan aplikasi ponsel atau pun software komputer. Dengan disimpannya cache, maka akses kedua dan seterusnya ke aplikasi atau software tersebut akan menjadi lebih cepat… dibanding akses yang pertama kali.

Itulah gunanya cache…

Di dalam blog WordPress, ada banyak pisan plugin cache. Namun dari beberapa yang pernah saya jajal, saya paling suka plugin ‘Litespeed Cache’.

Plugin-nya simple…

Untuk blogger pemula, tinggal pasang dan aktifkan. Tidak perlu ada setting parameter khusus.

Semua setting default sudah di set maksimal dari sono-nya… dari pengembangnya. Jadi Om/Sist tidak perlu mengotak-atik settimg apa pun.

Kecuali jika Om/Sist sudah memahami coding WordPress alias pengguna tingkat lanjut, Om/Sist bisa merubah setting-nya untuk hasil yang lebih maksimal.

Terus hasilnya??

Jelas maksimal Om… Hanya dengan setting default bawaan saja hasilnya sudah maksimal.

Kalau tidak maksimal, pasti saya pun tidak akan menyarankannya pada Om/Sist sekalian…

Tapi…

Sayangnya plugin LiteSpeed Cache hanya mendukung server LiteSpeed saja…

Untuk server yang bukan LiteSpeed, tidak didukung oleh aplikasi ini.

Jadi, bagaimana dengan blog yang server hostingnya bukan LiteSpeed??

Lanjut baca ke bawah Om…

5. WP Super Cache dari Automattic

Sama seperti Jetpack, WP Super Cache merupakan plugin resmi dari pengembang WordPress.

Kebetulan saya ada dua blog WordPress…

Blog-1, saya hosting di server LiteSpeed

Blog-2, saya hosting bukan di server LiteSpeed

Untuk Blog-1, sudah jelas saya gunakan plugin LiteSpeed Cache

Sedangkan Blog-2, saya gunakan plugin WP Super Cache

Hasilnya??

Menurut hasil uji kecepatan melalui laman PageSpeed Insights punya Google, Blog-1 lebih cepat dibanding Blog-2. Padahal saat itu Blog-1 punya jumlah visitor lebih banyak. Patutnya Blog-2 yang lebih cepat lantaran jumlah visitornya masih sedikit.

Tapi… Paket hostingnya memang beda jauh Om…

Biaya hosting Blog-1 adalah Rp1,25 jutaan pertahun. Sedangkan biaya hosting Blog-2 adalah Rp310 ribuan pertahun.

Lah… Wkwkwkwk…!! Satu banding 4 harganya… Ya patut saja kalau Blog-2 kalah cepat dari Blog-1.

Tapi itu pun hasil test Google ya Om… Hasil render HTML blog.

Sedangkan jika dirasa secara feeling, saya merasa bahwa halaman Blog-2 lebih cepat terbuka dibanding Blog-1.

Yo wiss lah…

Intinya, plugin LiteSpeed Cache dan plugin WP Super Cache, keduanya saya rekomendasikan. Tinggal Om/Sist sesuaikan saja dengan jenis server hosting yang Om/Sist gunakan.

6. Quick Adsense dari Quicksense

Ada banyak pisan plugin untuk menyisipkan script iklan di halaman WordPress… khususnya iklan Adsense.

Ada banyak plugin Adsense yang punya review dan rating bagus.

Tapi untuk saya pribadi, saya justru lebih suka Quick Adsense…

… meskipun secara jumlah pengguna dan rating bintang, dia tidak begitu bagus.

Dengan plugin ini, iklan banner dan iklan native in-article tampil full pada tampilan mobile. Full dari sisi kiri ke sisi kanan.

So,, hasilnya pun jadi maksimal karena unit iklan tampil optimal.

Selain itu, plugin Quick Adsense juga mudah digunakan untuk menyisipkan kode script pada area ‘head’.

Jadi multiguna lah ya Om ya…

Dan yang terpenting adalah, cara setting Quick Adsense itu simple pisan. Tidak perlu keahlian tingkat lanjut. Tidak ada setting yang rumit-rumit. Hanya perlu copas kode script iklan begitu saja…

Selanjutnya, hasilnya maksimal.

Tapi ada satu ketentuan lain, dimana tampilan iklan yang maksimal pun didukung oleh theme yang digunakan. Jadi jika theme-nya tidak mendukung, maka tampilan iklan pun akan jadi tidak maksimal.

Tips Memilih Template Blogger dan WordPress untuk Adsense

7. Ads txt Manager dari 10up

Entah semua akun atau tidak, tapi akun Adsense saya mendapat notifikasi untuk menyisipkan kode Adstxt pada blog.

Tujuannya ialah untuk melindungi akun dari resiko pembajakan yang mungkin dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Begitu kira-kira bunyi peringatan yang saya terima dari Google Adsense…

Lagi-lagi… Sebenarnya ada cara manual untuk menyisipkan kode Adstext… Namun karena saya blogging menggunakan ponsel, maka saya mencari cara yang praktis saja…

Lagi pula dengan menggunakan plugin, maka kode yang telah di insert tidak akan hilang meski misale Om/Sist ganti theme blog.

8. Site Kit by Google dari Google

Ini adalah plugin resmi dari Google. Dengan menggunakan plugin ini… Om/Sist akan dapat dengan mudah memantau ringkasan data Google Analitics… data Google Search Console (Google Webmaster) dan data kecepatan blog.

Data-data tersebut semuanya ditampilkan di dashboard blog Om/Sist masing-masing.

Jadi praktis pisan Om…

Hokeh Om… Itulah daftar plugin wajib WordPress yang saya gunakan selama ini dan terbukti membantu mendatangkan penghasilan yang lebih dari lumayan untuk saya.

Tapi ada satu hal yang musti Om/Sist perhatikan… bahwa semua plugin tersebut tidak akan ada artinya jika konten blog Om/Sist tidak maksimal.

Jadi, maksimalkan konten blog Om/Sist, baik secara kualitas atau pun secara kuantitas.

Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas untuk Blog

Selain itu, setting blog pun harus optimal supaya hasil Adsense maksimal.

Contoh Tampilan Blog WordPress yang Bagus untuk Adsense

(Bloglain).

Tinggalkan komentar