Beranda » Lain-lain » Perbedaan KPR Komersil serta Alur Proses KPR Bersubsidi

Perbedaan KPR Komersil serta Alur Proses KPR Bersubsidi

Perumahan KPR BTN

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Seiring pertumbuhan penduduk yang kian padat, maka kebutuhan terhadap tempat tinggal pun semakin banyak pula. So, inilah perbedaan KPR komersil dengan KPR bersubsidi.

Dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, tidak semua orang mampu membeli atau membangun rumah sendiri secara tunai dalam waktu singkat. Hal itulah yang kemudian mendorong para developer bersama pemerintah dan pihak perbankan (utamanya BTN) untuk menyelenggarakan program KPR BTN subsidi dan KPR komersil alias non-subsidi.

Suku Bunga KPR

Pada dasarnya suku bunga KPR BTN subsidi adalah sama dengan yang komersil. Hanya saja untuk yang bersubsidi, sebagian bunganya menjadi tanggungan pemerintah. Itulah mengapa KPR bersubsidi lebih murah ketimbang yang komersil.

Namun bagi sebagian orang, mereka akan menganggap harga rumah melalui KPR sangatlah mahal. Dan memang benar jika kita menghitung total angsurannya dari awal hingga akhir.

Namun ada banyak hal yang tidak mereka sadari bahwa mencicil rumah masih sangat jauh lebih baik ketimbang kita menghuni rumah kontrakan.

Perbedaan KPR Komersil dengan KPR Bersubsidi

Selain hanya suku bunga kreditnya, masih ada banyak hal yang menjadi perbedaan KPR komersil dengan KPR bersubsidi.

1. Harga, Luas Tanah dan Bangunan

Pada umumnya ukuran rumah bersubsidi lebih kecil. Sedangkan untuk KPR komersil tidak ada batasan, mulai dari tipe rumah sederhana hingga rumah mewah.

Subsidi perumahan juga tidak berpatokan pada tipe rumah dan luas tanahnya, melainkan dari nominal harga jual cash’nya.

Artinya setiap wilayah bisa berbeda-beda.

Misalnya batasan maksimal plafon KPR subsidi adalah Rp150 juta, maka nominal tersebut bisa jadi rumah tipe 36 untuk perumahan kota kecil dan hanya bisa menjadi rumah tipe 21 untuk perumahan kota besar.

2. Fasilitas

Pada KPR komersil, karena fisik bangunannya lebih besar, maka unit rumah biasanya sudah memiliki dapur. Berbeda dengan KPR Komersil yang pada umumnya belum memiliki dapur dan teras bawaan dari pengembang.

Artinya Om/Sist masih harus keluar biaya ekstra untuk membangun dapur dan teras.

Meskipun begitu, kembali saya tegaskan bahwa KPR masih lebih baik ketimbang kita menghuni rumah kontrakan.

Kenapa?

Karena meskipun KPR lebih mahal dari jika kita membeli rumah secara cash, namun pada akhirnua rumah KPR tersebut akan menjadi milik kita. Sedangkan jika Om/Sist terus-terusan mengontrak, selamanya rumah kontrakan itu tetap milik orang lain. Tidak akan berubah menjadi milik Om/Sist. Betul?

Ketentuan Umum Pengajuan KPR BTN

Syarat umum pengajian KPR antara lain:

  1. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  2. Belum pernah mendapat subsidi perumahan
  3. Penghasilan bulanan tidak lebih dari Rp4 juta (bisa berbeda untuk tiap daerah)

Syarat Pengajuan KPR BTN Bersubsidi

  1. Formulir KPR
  2. Pas photo suami istri ukuran 3×4 berwarna
  3. KTP suami istri (fotocopy)
  4. Kartu Keluarga (fotocopy)
  5. Buku nikah (fotocopy)
  6. Rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir (fotocopy)
  7. NPWP (fotocopy)
  8. Rekening tabungan BTN
  9. Surat keterangan bekerja
  10. Kartu pegawai (khusus PNS / karyawan BUMN)
  11. Surat keterangan usaha dari kelurahan (bagi wiraswasta)
  12. Slip gaji (khusus PNS / karyawan BUMN / karyawan swasta)

Alur Proses KPR Bersubsidi

  1. Datang ke kantor pengembang dan lakukan booking kavling
  2. Tahap pemberkasan maksimal 1 minggu setelah booking (aturan pengembang bisa berbeda)
  3. Wawancara tahap pertama oleh bank pemberi kredit
  4. Survey dari pihak bank ke tempat tinggal atau tempat kerja Om/Sist yang sekarang untuk menilai perkiraan kemampuan bayar
  5. Pemberian SP3K (surat persetujuan kredit) dari bank
  6. Proses pembangunan unit rumah
  7. Pengajuan banding jika unit rumah belum dibangun hingga akhir masa berlaku SP3K
  8. Survei ulang jika terjadi banding
  9. Akad kredit

(Bloglain).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *