Beranda » Lain-lain » 12 Penyebab Sakit Kepala dan 9 Cara Mengobatinya

12 Penyebab Sakit Kepala dan 9 Cara Mengobatinya

Sakit kepala

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Sepanjang tidak ada diagnosa penyakit tertentu, rasa pusing pada umumnya adalah penyakit biasa yang tidak terlalu sulit mengobatinya. So, berikut ini beberapa hal yang umum menjadi penyebab sakit kepala.

Penyebab Sakit Kepala

Meskipun umumnya sakit kepala bukanlah penyakit berat, namun kondisi tersebut bisa membahayakan jika datangnya pada saat-saat tertentu, misalnya ketika Om/Sist sedang mengemudikan kendaraan ataupun melakukan aktivitas berat.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab sakit kepala.

1. Sakit Kepala Primer

Sakit kepala jenis ini bisa datang kapan saja tanpa penyebab yang jelas.

Menurut medis, terjadinya sakit kepala ialah akibat adanya kontraksi atau reaksi kimia pada jaringan otak.

2. Masuk Angin

Terkena masuk angin juga dapat memicu terjadinya sakit kepala.

Gejala umum pada masuk angin adalah mual, kembung, badan terasa letih, sulit buang gas, meriang dan sakit kepala.

Pada umumnya sakit kepala dapat kita obati dengan cara minum paracetamol. Namun jika sakit kepalanya timbul akibat masuk angin, maka paracetamol hanya akan mampu meredakan sakit kepalanya saja. Tidak mengobati masuk anginnya.

Artinya sakit kepala tersebut akan kambuh lagi jika masuk anginnya belum terobati.

3. Telat Makan

Terlambat makan dapat memicu naiknya kadar asam lambung. Sedangkan kadar asam lambung yang tinggi itu sendiri akan memicu datangnya sakit kepala.

Naiknya asam lambung bisa kita artikan sebagai sakit maag.

Sebagian gejala dari sakit maag adalah sama dengan gejala masuk angin, yaitu perut kembung dan badan terasa letih bahkan kadang sampai gemetar.

Ada beberapa perbedaan dari gejala masuk angin vs maag.

Umumnya orang yang masuk angin akan sulit buang gas alias kentut, sedangkan orang yang terserang maag justru cenderung banyak bertahak alias bersendawa dan buang gas.

Seperti pula pada masuk angin, Om/Sist bisa mengobati sakit kepala dengan minum paracetamol, namun cara ini tidak akan mengobati sumber penyakitnya.

4. Tensi Darah Rendah

Penyebab sakit kepala yang keempat adalah karena tensi darah rendah.

Gejala tensi darah rendah antara lain sakit kepala, pandangan kabur atau berkunang-kunang, mual, badan letih, terasa limbung, mudah berkeringat dingin dan gemetar.

Gejala limbung, pusing dan berkunang-kunang biasanya akan muncul saat Om/Sist bergerak mendadak, misalnya saat bangkit dari duduk secara cepat.

5. Tensi Darah Tinggi

Tensi darah terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan pusing dan lemas. Selain itu tensi darah tinggi juga menyebabkan emosi relatif labil alias mudah marah. Ini mungkin yang membuat banyak orang (awam) menganggap kalau orang pemarah = darah tinggi. Padahal tidak selalu seperti itu. Saya sendiri yang tensi darahnya relatif rendah juga gampang marah. Wkwkwkwk!

Ngga Om. Saya bukan pemarah ko’. Saya ini baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Wkwkwkwk!

Resiko terberat dari tensi darah tinggi alias hypertensi adalah dapat menyebabkan strooke. Jadi jangan abaikan jika Om/Sist menderita hypertensi. Resikonya besar.

6. Kolesterol Tinggi

Sakit kepala bisa juga terjadi akibat tingginya kadar kolesterol jahat yang berlebih dalam darah.

Biasanya orang yang berbadan gemuk cenderung lebih mudah terkena serangan kolesterol jahat, hypertensi dan kadar gula darah tinggi. Iya meskipun tidak selalu seperti itu.

Perkara penyebab tingginya kadar kolesterol jahat, biasanya daging yang menjadi kambing hitam. Padahal bisa saja daging tersebut berasal dari kambing putih. Wkwkwkwk!

Ngga Om. Bercanda. Maksudnya, biasanya daging yang dominan menjadi penyebab kadar kolesterol tinggi selain minyak goreng.

Selain sakit kepala, gejala kolesterol tinggi antara lain badan pegal-pegal, utamanya pada bagian leher.

7. Minuman Dingin dan Bersoda

Kasus ini sebetulnya jarang, tapi saya termasuk orang yang sering mengalaminya. Itupun tidak selalu akan pusing setiap kali minum-minuman bersoda.

Biasanya minuman bersoda dapat memicu sakit kepala jika saya minum pada saat cuaca panas dan badan sedang cape’. Ironis memang. Minuman dingin bersoda yang seharusnya segar untuk kita mimum saat cuaca panas, tapi untuk saya malah bisa menyebabkan sakit kepala.

8. Terlalu Banyak Merokok

Bagi pecandu rokok, sebenarnya merokok tidaklah menyebabkan sakit kepala. Bahkan bagi pecandu berat, (katanya) merokok justru bisa menyembuhkan sakit kepala.

Tapi tidak dengan saya. Pada kondisi badan kurang fit, merokok dapat memicu sakit kepala. Padahal saya adalah perokok lumayan berat.

9. Flu

Gejala flu juga dapat menyebabkan badan meriang dan sakit kepala serta bersin-bersin. Namun sakit kepala pada flu biasanya tidak dominan atau hanya gejala tambahan saja.

10. Stess Berat

Stress berat biasa terjadi pada orang berusia dewasa yang dalam tekanan, misalnya tekanan pekerjaan maupun tekanan fikiran karena hal lainnya.

Ada kalanya seorang istri menderita hypertensi karena suaminya terlalu lama menganggur.

Karena hypertensi si istri sering marah-marah sehingga akhirnya si suami stress. Jadi suami istri sama-sama sakit kepala deh. Wkwkwkwk!

11. Terlalu Lama Mengoperasikan Gadget / Komputer

Sepengalaman saya, kerja menggunakan komputer / gadget memerlukan istirahat sejenak setiap 2 jam sekali.

Mungkin tidak pada semua orang, tapi saya sering mengalaminya. Saya sering merasa sakit kepala atau bahkan migrain jika terlalu fokus mengoperasikan komputer atau ponsel dalam waktu lama tanpa jeda istirahat.

Yup. Konon gelombang elektromagnetik dari komputer dan ponsel dapat memancarkan radiasi yang bisa menyebabkan sakit kepala.

12. Kurang Tidur

Begadang juga dapat menimbulkan sakit kepala.

Faham yang paling umum menyebutkan bahwa waktu tidur yang ideal adalah 8 jam setiap malam. Namun angka tersebut tidak mutlak. Sebagian orang ada yang cukup dengan tidur selama 5-6 jam saja.

Saya pernah mengalami kesibukan tinggi yang memaksa saya untuk tidur hanya selama 4 jam saja setiap malam, hingga pada akhirnya tensi darah saya menurun.

Cara Mengobati Sakit Kepala

Sakit kepala
1. Memijat Area Tengkuk

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengobati sakit kepala adalah dengan memijat bagian belakang leher dan bagian pelipis.

Gunakan minyak angin jika ada.

Pijatan yang agak kuat selama 5-10 menit dapat meringankan sakit kepala. Jika perlu hiruplah aroma dari minyak angin untuk membantu meringankan gejalanya.

2. Tidur

Jika memungkinkan, tidurlah.

Istirahat cukup dapat meringankan bahkan menyembuhkan sakit kepala.

3. Kerikan pada Leher Bagian Belakang

Ketika kedua cara tersebut tidak memungkinkan, biasanya saya kerikan pada bagian belakang leher.

Kerikan pada leher belakang sejatinya hampir sama dengan memijat. Bahkan pada diri saya biasanya cara kerikan seperti itu lebih cepat dan tahan lama dalam mengobati sakit kepala.

4. Kerikan pada Punggung

Cara ini saya lakukan jika sakit kepala yang saya derita datangnya dari masuk angin.

Sebenarnya ini cara yang kontroversi. Beberapa ahli medis menyebutkan bahwa kerikan dapat merusak pori-pori kulit dan memicu masuk angin lebih mudah datang kembali.

Saya sendiri kurang setuju. Ya mungkin karena saya bukan ahli medis.

Saya merasa kerikan lebih praktis dan cepat dalam mengobati masuk angin.

Bukan saya tidak menghormati dokter, tapi pada beberapa kasus memang cara-cara tradisional bisa lebih manjur ketimbang langkah medis.

5. Minum Paracetamol

Pada situasi darurat, misalnya pada saat berkendara atau sedang bekerja, pastinya minum paracetamol adalah pilihan yang tepat.

Tidak harus paracetamol murni. Om/Sist dapat membeli obat sakit kepala melalui warung terdekat. Namun ingat! Jangan terlalu membiasakan diri minum obat kimia jika situasi dan kondisinya tidak terlalu urgent.

Terlalu sering minum paracetamol tidaklah baik.

Sepengalaman saya, dulu, paracetamol bisa membuat badan kita ketagihan.

Jika sudah ketagihan, sakit kepala akan sulit sembuh sebelum Om/Sist minum paracetamol.

Setelah itu lama kelamaan badan semakin ketagihan hingga sakit kepala sulit sembuh dengan dosis standar. Artinya yang tadinya mudah sembuh dengan hanya minum satu tablet, nantinya harus minum 2 tablet untuk bisa sembuh. Begitu seterusnya. Karena itulah minum paracetamol hanya pada situasi urgent saja supaya badan Om/Sist tidak ketagihan.

6. Minum Air Perasan Singkong

Ini pengobatan lanjutan jika sakit kepala yang Om/Siat derita merupakan salah satu dari gejala maag. Saya sudah membahasnya pada artikel terdahulu tentang singkong mentah obat maag. Dalam artikel itu setidaknya ada 3 orang (termasuk saya) yang telah membuktikan khasiat dari air perasaan singkong mentah.

7. Minum Oralit

Cara pengobatan ini juga sebagai lanjutan jika sakit kepala Om/Sist adalah akibat dari hipotensi (tensi darah rendah).

Beberapa orang (termasuk dokter Nia, Cisaga – Ciamis), menyarankan untuk minum larutan air gula aren / gula merah. Tapi saya justru malah minum air garam atau air gula dan garam alias oralit sebagai alternatif obat tradisional darah rendah.

8. Makan Mentimun Mentah

Sedangkan cara ini adalah lanjutan jika sakit kepala Om/Sist merupakan akibat dari kelebihan kolesterol atau hypertensi.

Namun untuk mengetahui tensi darah dan kadar kolesterol, Om/Sist harus mendapat keterangan jelas dari dokter. Tidak boleh hanya menduga-duga saja.

9. Berhenti Merokok

Bagi pecandu rokok dan kopi, syarat ini tentu terasa berat. Tapi setidaknya berhentilah selama dalam proses pengobatan.

Saya faham kalau Om Bro tidak / belum bisa berhenti total, karena saya pun sama.

Nah Om. Demikianlah yang bisa saya sampaikan.

Namun perlu saya ingatkan lagi bahwa saya bukanlah ahli medis. Saya hanya menjabarkan apa yang saya dan orang lain alami. Jadi hanya share pengalaman saja.

Pengalaman beberapa orang mungkin bisa berbeda, namun Om/Sist bisa mencobanya selama cara tersebut natural / alami / tradisional.

Seperti kita semua tahu bahwa cara alami relatif aman tanpa efek samping. Itulah kelebihan cara tradisional ketimbang obat-obatan kimia. (Bloglain – Penyebab sakit kepala dan cara mengobatinya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *