Omset Stabil di Bulan Puasa dengan 10 Tips yang Good Ini

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Sebagai seorang Muslim / Muslimah, kita haruslah merasa bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan. Karena itulah yang diajarkan oleh Rosululloh. So, kali ini saya bakal share tips agar omset stabil di Bulan Puasa.

Yup. Bagi sebagian orang (khususnya wirausaha kuliner siang), kadang ada saja yang mengeluh dengan datangnya Ramadhan.

Hokeh. Tanpa berpanjang lebar, tips ini dapat membantu Om/Sist agar omset stabil di bulan puasa.

Cara Agar Omset Stabil di Bulan Puasa

1. Tidur seperti biasa atau lebih awal

Hal yang sering terjadi terutama di awal bulan Ramadhan adalah begadang.

Perkara begadang bukan saja tidak baik menurut Bang Haji Rhoma, tetapi juga menurut saya. Wkwkwkwk.

Benar memang, kita di anjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam hari pada bulan Ramadhan. Tapi apa iya, Om/Sist begadang untuk ibadah? Setahu saya lebih banyak orang yang nongkrong / jalan-jalan nggak jelas ketimbang orang yang tadarus di Mesjid.

Bagi yang esok paginya tidak punya aktifitas (masih nganggur / sedang libur kerja), begadang tentu menyenangkan. Esok di siang hari Om/Sist bisa tidur sepuasnya sehingga puasa tidak terasa berat.

Tapi bagaimana dengan Om/Sist yang seorang wirausahawan?

Tentunya Om/Sist tahu, jika terlambat / kurang tidur akan mengakibatkan rasa lesu, bahkan pada saat tidak melaksanakan puasa sekalipun.

Maka dari itu, tidurlah seperi biasa atau bahkan lebih awal dari biasanya.

2. Mengakhirkan makan sahur

Tidak semata-mata Rosululloh menyuruh kita mengakhirkan makan sahur jika tidak ada faedahnya.

Apa sih faedahnya?

Kita jadi lebih kuat berpuasa

Walaupun pokok utamanya ada pada niat, tapi makan sahur terlalu awal tentunya membuat waktu puasa Om/Sist menjadi lebih panjang, sehingga puasa akan terasa lebih berat.

Cukup istirahat (tidur)

Om/Sist yang makan sahur pada jam 03:30 berarti waktu tidur Om/Sist lebih panjang 1,5 jam dibanding jika Om/Sist sahur pada jam 02:00.

Dengan waktu tidur yang cukup, Om/Sist akan merasa lebih bugar pada saat beaktifitas di siang harinya.

3. Jangan tidur lagi setelah shubuh

Ini adalah salah satu kebiasaan buruk saya, dulu. Sekarang saya tidak pernah melakukan hal itu lagi karena sekarang belum masuk bulan Romadhon. Wkwkwkwk.

Penjelasannya begini:

Anggaplah Om/Sist tidur malam dari jam 22:00 sampai jam 03:30, berarti selama 5,5 jam. Kemudian setelah shubuh, Om/Sist tidur lagi dari jam 05:30 sampai jam 07:00, berarti selama 1,5 jam.

Anehnya (yang selalu saya rasakan), pada saat bangun di jam 07:00 itu saya merasa ngantuk berat dan lesu. Serasa saya hanya tidur 1,5 jam semalaman. Padahal seharusnya kan saya tidur selama 5,5 jam + 1,5 jam = 7 jam. Tapi seolah yang 5,5 jam itu hilang tanpa bekas di timpa oleh yang 1,5 jam.

Lain cerita ketika saya tidak tidur lagi selepas shubuh. Saya merasa lebih bugar, selayaknya tidur selama 5,5 jam. Tapi dengan catatan saya langsung melakukan aktifitas selepas shubuh itu.

Maka dari itu segeralah mulai usaha Om/Sist setelah menunaikan sholat shubuh.

Atau bagi Om/Sist yang pengusaha kuliner, pergilah ke pasar untuk berbelanja bahan baku usaha Om/Sist.

Bahkan bagi Om/Sist yang masih bekerja pada orang lain, lakukanlah aktifitas yang bermanfaat sebelum berangkat ke tempat kerja.

4. Paksakan diri untuk selalu bergerak aktif

Kebanyakan orang kebalik. Saat berpuasa, mereka lebih banyak berdiam diri daripada aktif bekerja. Padahal dengan banyak bergerak justru kita akan merasa lebih bugar karena lupa akan rasa haus dan lapar yang sedang kita tahan.

Bagi saya, bekerja dengan wajar tidaklah memberatkan puasa. Kecuali jika kerja terlalu berat di bawah terik matahari, itu baru luar biasa beratnya.

5. Jangan tidur siang terlalu lama

Ini pun sama.

Sering saya merasa heran melihat orang-orang yang betah tidur lama di siang hari pada saat berpuasa. Padahal kita tidak akan pernah tidur pulas dalam keadaan lapar dan dahaga. Yang timbul hanya rasa malas untuk kembali melakukan pekerjaan.

Cukuplah tidur selama 30 menit (bahkan saya cuma 15 menit) kemudian bangun dan kembali pada pekerjaan.

6. Hindari fikiran yang mengarah pada lamunan

Pada sebagian orang, puasa sering juga membuat fikiran gelisah. Banyak hal yang bisa menyusup ke dalam fikiran, seperti misalnya gelisah karena omset penjualan menurun (terutama wirausahawan yang masih relatif baru). Padahal sepanjang yang pernah saya alami, omset selalu kembali normal saat memasuki pertengahan Romadhon.

Maka segarkanlah fikiran Om/Sist dan buang jauh-jauh fikiran yang mengarah pada lamunan. Karena fikiran semacam itu hanya akan membuat Om/Sist merasa lesu dan malas beraktifitas.

7. Jangan ragu untuk memperbanyak stock barang, terutama setelah pertengahan bulan puasa

Sebagian wirausahawan baru biasanya takut menumpuk stock pada bulan puasa. Padahal pemain lama yang sudah faham fenomena Lebaran, justru berlomba-lomba memperbanyak stock. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi permintaan yang membludak pada saat menjelang lebaran.

Jadi jangan takut hanya karena omset yang menurun di awal puasa. Karena jika Om/Sist takut-takut, maka Om/Sist tidak akan mendapat “jatah barang” dari distributor setelah bulan puasa memasuki minggu ke tiga. Semua produk akan dimonopoli oleh pemain lama yang sudah berpengalaman.

8. Libur lebih akhir dan buka kembali lebih awal

Bagi wirausahawan baru, bukalah usaha Om/Sist hingga menjelang malam takbiran. Om/Sist akan mendapat limpahan konsumen langganan pemain lama yang sudah lebih dahulu libur.

Dan bukalah usaha Om/Sist lebih awal setelah lebaran. Biasanya, konsumen dari kompetitor Om/Sist akan mencari alternatif lain saat toko langganannya belum buka kembali.

Apa ngga kebangetan? Lagi lebaran masa malah nyari duit?

Ya nggak gitu juga Om. Buka toko / warung / kedainya pada hari kedua lebaran.

Jika Om/Sist ingin sekali liburan, ambillah moment saat kompetitor Om/Sist sudah buka kembali. Jadi Om/Sist sudah mendapatkan banyak omset ketika kompetitor baru akan memulai kembali usahanya.

9. (Special motoris freelance) pandailah memilih produk untuk canvas

Sales motoris

Ini kisah saya saat dulu masih berprofesi sebagai sales motoris freelance.

Di bulan Ramadhan, penjualan produk makanan ringan akan menurun. Alihkan sebagian modal untuk melengkapi stock produk lain seperti kue lebaran, ATK, dan alat-alat listrik.

Produk-produk seperti itu cenderung stabil penjualannya di bulan Romadhon.

Dan kembalikan stock pada komposisi awal setelah 2 minggu puasa.

Seperti pada poin nomor 8, di ranah usaha motoris freelance pun permintaan barang akan meningkat saat menjelang dan setelah lebaran.

Masih seperti nomor 8, motoris freelance juga harus mengurangi hari liburnya jika ingin meraih omset tinggi. Umpamanya, sales distributor dan freelancer lain libur sejak H-2 sampai H+3, maka Om Bro libur dari hari H sampai H+2. Dengan begitu Om Bro akan meraih omsel “lumayan” selama 3 hari, yaitu selama sales lain libur.

Ya lumayan lah, buat nambah-nambah uang jajan di hari lebaran.

10. (Special kuliner selain khas Ramadhan) Lengkapi produk dengan menu khas Ramadhan dan maksimalkan waktu usaha di malam hari

Tetaplah istiqomah dengan puasa Om/Sist sekalian.

Jika pun usaha Om/Sist sepi di bulan puasa, Om/Sist akan mendapatkan omset maksimal pada saat lebaran tiba. (Bloglain).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *