Beranda » Lain-lain » Modus Penipuan Sales Keliling: Waspadai Ciri-ciri Ini!

Modus Penipuan Sales Keliling: Waspadai Ciri-ciri Ini!

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Saat itu antara tahun 2015 – 2017, setidaknya ada 4 pelanggan saya yang menjadi korban modus penipuan sales keliling.

Sebenarnya ini bukanlah modus baru. Modus penipuan oleh oknum sales sudah lama terjadi. Tapi karena saya baru beralih profesi sebagai sales motoris pada bulan Desember 2014, maka mulai dari rentang waktu itulah saya baru tahu langsung melalui pengakuan korban.

Sebagai sales motoris freelance yang baru belajar, saya kaget bukan main pada saat ada pemilik warung yang berkata pada saya, “Nggak bakalan saya belanja sama motoris lagi. Penipu”. Hingga akhirnya saya tahu bahwa Si Ibu pemilik warung pernah jadi korban oknum sales motoris.

Modus Penipuan Sales Keliling

Seiring berjalannya waktu, pelanggan saya bertambah banyak dan saya semakin akrab dengan mereka.

Sedikit-demi sedikit saya mulai memahami situasi dan kondisi lapangan dan mulai mengetahui bahwa ada banyak modus penipuan sales keliling yang pura-pura menjual suatu produk.

Nah. Seperti saya sebutkan tadi, setidaknya ada 4 pelanggan saya yang menjadi korban modus penipuan sales keliling.

1. Sales Multivitamin Palsu

Korbannya bernama Ibu Nia, salah seorang pemilik warung di Dusun Citamiang, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat.

Suatu hari sekira jam 14, ada dua orang yang datang dan secara memaksa menjual produk multivitamin seharga Rp250.000.

Saat itu situasinya sepi sehingga Ibu Nia merasa ketakutan dan terpaksa membeli barang tersebut. Namun setelah si pelaku pergi dan Ibu Nia membuka isi kotaknya, ternyata isi box tersebut hanyalah permen susu yang ngga jelas merknya.

2. Sales Obat Nggak Jelas

Nama korbannya Ibu Mini, Kedungwaringin, Langensari, Banjar, Jawa Barat.

Pelaku penipuannya mengendarai mobil jenis minibus. Ia menjual obat ngga jelas seharga Rp300.000 perbox.

Ia mengiming-imingi bahwa warung Ibu Mini akan mendapat uang sewa sebagai tempat pemasangan spanduk iklan. Dengan syarat Ibu Mini harus mau membeli produk seharga Rp300.000 itu.

3. Sales Silet Palsu dan Produk Kelontongan Murah

Nama korbannya Nenek Sifa, Ciketug, Pamulihan, Subang, Kuningan, Jawa Barat. Ia mendapat tawaran produk kelontongan dan sembako dengan harga lebih murah dari rata-rata harga pasaran. Iming-iming dari si penipu ialah Nenek Sifa akan mendapat unit show case, asalkan ia mau membeli dua lusin silet seharga Rp180.000.

4. Oknum Sales Motoris

Nama korbannya Teh Nia, Cidolog, Ciamis, Jawa Barat.

Suatu hari ada dua orang sales motoris yang mendatangi warung Teh Nia. Mereka menawarkan produk jajanan permen dalam kemasan toples.

Si oknum motoris mengatakan bahwa isi toples tersebut adalah 200 pcs permen, padahal sebenarnya hanya 175 pcs.

Selain itu Teh Nia juga membeli satu toples cokelat yang kata penjualnya berisi 100 pcs, padahal aslinya hanya 70 pcs.

5. Oknum Sales Perabot Rumah Tangga

Modusnya adalah dengan penjualan paket. Misalnya, satu set juicer + blender + magic com seharga 1 juta rupiah, tunai alias cash.

Murah kan?

Murah sekali.

Tapi pada hari tersebut Om/Sist hanya akan menerima satu unit juicer, sedangkan blender dan magic com akan mereka kirim besok.

Itu kata mereka.

Tapi setelah Om/Sist membayar Rp1 juta, esok harinya mereka tidak pernah kembali lagi untuk memenuhi janjinya.

6. Oknum Sales Regulator

Biasanya mereka datang berkelompok dengan mengatakan bahwa mereka adalah petugas dari Pertamina LPG.

Salah satu dari mereka akan masuk ke dapur, memeriksa dan membersihkan kompor, kemudian dengan segala cara mereka akan mengatakan bahwa, “Regulator dan selang kompor Om/Sist tidak aman”.

Selanjutnya mereka akan menawarkan regulator + selang dengan harga yang cukup mahal.

Biasanya korban akan terikat dan akhirnya membeli karena rasa kasihan / tidak enak setelah si sales ngoceh panjang lebar sambil membersihkan kompor dan area sekitarnya.

Jadi teknik penjualannya adalah dengan “setengah menjebak”.

Cara Mewaspadai Modus Penipuan Sales Keliling

Beberapa ciri dari penipu seperti itu antara lain:

  • Jika menggunakan motor biasanya mereka berboncengan berdua dengan memakai jaket warna gelap (hitam atau cokelat)
  • Jika menggunakan mobil, hanya satu orang yang turun, sementara yang lain stand by pada stir mobil
  • Menawarkan harga murah, jauh murah dari harga pasaran
  • Mengatakan bahwa orang lain juga sudah membeli
  • Memperlihatkan foto orang lain yang sebenarnya belum tentu membeli
  • Memberi iming-iming bonus atau hadiah dan meminta uang pajak hadiah
  • Jika sistem kerjanya door to door, biasanya mereka berkelompok lebih dari 2 orang
Modus Penipu yang Berpura-pura Menjadi Pembeli

Selain modus penipuan sales keliling tersebut, Om/Sist sebagai pemilik warung juga harus waspada terhadap penipuan skala kecil, terutama jika Om/Sist berjualan bensin eceran.

Sebenarnya hal ini lebih pantas disebut “berbohong” daripada sebuah “penipuan”. Tapi tetap saja efeknya merugikan.

Dan pelakunya justru pembeli, bukan penjual (sales).

Kasusnya begini.

Salah satu pelanggan saya, lokasi warungnya ada di pinggir jalan raya.

Suatu ketika ada pengendara motor yang kehabisan bensin. Ia kemudian bermaksud membeli 1 liter bensin + sebungkus rokok.

Selesai transaksi, ia pura-pura lupa membawa uang.

Modus Barang Jaminan

Selanjutnya ia pura-pura menitipkan hp sebagai jaminan, tapi ternyata itu hanya modus. Setelah itu ia tidak pernah kembali untuk menebus hp miliknya.

Pada saat saya berkunjung ke warung itu, sang pemilik warung memperlihatkan hp tersebut. Penasaran, saya cek, ternyata itu hp ancur. Hp model tahun 2003 yang sudah tidak layak pakai. Jika dijual pun tidak akan ada yang mau membelinya.

Itu artinya, si pemilik memang sengaja menukarkan hp tersebut dengan bensin dan rokok.

Selain itu saya juga mendapati ada dua warung lain yang menjadi korban dengan modus serupa. Satu warung mendapatkan hp yang tidak kalah ancurnya dengan warung pertama, sementara satu warung yang lain mendapatkan arloji plastik murah yang sudah retak kacanya.

Saran saya, jika ada kejadian seperti itu, Om/Sist cek betul-betul apakah hp (atau barang jaminan lain) tersebut masih layak pakai atau tidak?

Jika Om/Sist tidak faham, sebaiknya minta jaminan lain seperti KTP atau SIM.

KTP elektrik tentu lebih berharga daripada hp yang sudah tidak layak pakai. Jadi masih ada kemungkinan si pemilik kembali untuk mengambil KTP’nya daripada ia harus ribet membuat KTP baru.

Nah. Om/Sist sekalian. Jika Om/Sist adalah pemilik usaha warung eceran atau semi grosir, waspadalah terhadap modus-modus penipuan seperti yang saya sebutkan barusan.

Tapi harus teliti juga, jangan sampai Om/Sist mencurigai salesman yang baik-baik.

Modus Pembeli (versi II)

Nama korbannya Pak Entis, Kertahayu, Ciamis, Jawa Barat.

Kejadiannya hari Senin, 17 April 2017.

Kejadiannya begini.

Seorang wanita datang mengendarai sepeda motor dan memesan belanjaan berupa produk-produk kelontongan. Cukup banyak ia memesan hingga tidak dapat muat menggunakan motor.

Karena barang pesanannya cukup banyak, ia berpura-pura akan mengangkut (membawa pulang) sebagian barang terlebih dahulu, dan akan kembali sambil membawa uang yang (pura-puranya) tertinggal di rumah.

Pak Entis sendiri sebenarnya sudah curiga karena beberapa hari sebelumnnya, si pelaku pernah datang menawarkan rokok dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Maka diam-diam Pak Entis mengikuti motor pelaku dari belakang.

Pak Entis semakin yakin ketika pelaku memacu motornya lebih cepat. Maka Pak Entis segera mengejar dan menahan penipu tersebut, kemudian menyerahkannya pada polisi.

Jadi untuk siapapun, seperti yang saya sebutkan tadi, jangan mudah tertarik jika ada seseorang yang menawarkan suatu produk dengan harga murah. Barangkali itu barang dari hasil menipu. (Bloglain – Modus penipuan sales keliling).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *