Beranda » Lain-lain » Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Biduran alergi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Meskipun tidak sakit, biduran membuat saya sangat menderita. Begitu kira-kira yang saya rasakan selama 5 hari 5 malam karena tidak bisa tidur nyenyak. So, kali ini saya bakal share tentang cara mengobati alergi dingin alias biduran dengan mandi air hangat.

Bagaimana bisa separah itu?

Semua gara-gara awalnya saya percaya pada mitos bahwa jika terkena alergi dingin (biduran), kita tidak boleh kena angin luar rumah dan tidak boleh mandi. Alhasil, 5 hari saya tidak mandi dan tidak keluar rumah.

Apakah Alergi Dingin Termasuk Penyakit?

Om/Sist sekalian yang Budiman, Gapuraning Rahayu, Merdeka, Aladdin, Soni Prima, Prima Jasa dan lain-lain.

Wkwkwkwk! Malah mengabsen PO Bus.

Om/Sist sekalian. Menurut beberapa sumber, alergi dingin lebih merupakan sebuah kelainan genetika daripada sebuah penyakit.

Ada banyak obat anti alergi (antihistamin), tapi obat-obat tersebut sebenarnya hanya untuk meredam gejalanya saja. Tidak menyembuhkan alerginya secara total.

Mengobati Alergi Dingin (Biduran)

Cara Kuno (Mitos?)

Pertama kali saya terkena alergi dingin ialah pada era 1990’an saat saya masih SD.

Saat itu saya hanya mendapat pengobatan secara tradisional dengan mandi asap tikar mendong dan saya tidak boleh mandi sampai gejalanya sembuh.

Saya tidak ingat berapa lama saya terkena alergi dingin saat itu dan saya juga tidak tahu apakah cara mandi asap itu benar-benar mengobati atau hanya sugesti saja. Yang jelas sejak saat itu saya tidak pernah terkena alergi dingin lagi.

Tapi malang. Ternyata setelah lebih dari 20 tahun kemudian atau tepatnya pada bulan September 2015 saya terserang alergi dingin lagi.

Dan seperti yang sudah saya ceritakan tadi, saya tidak mandi selama 5 hari lantaran ajaran dari masa lalu tentang pantangan terkena angin dan air selama alergi.

Setiap malam kambuh, kemudian pagi harinya ketika matahari mulai meninggi, gejalanya hilang. Namun sore harinya menjelang Maghrib kambuh lagi. Begitu seterusnya hingga 5 malam.

Saya tidak segera memeriksakan ke dokter. Saya hanya berusaha mengobatinya secara tradisional saja, yaitu dengan membalurkan parutan kunyit ke sekujur tubuh saya setiap malam. Alhasil, seluruh tubuh beserta pakaian saya kotor oleh noda kunyit.

Untung saja kunyit warnanya kuning. Coba Om/Sist bayangkan jika kunyit warnanya hijau, apa saya ngga jadi Hulk? Wkwkwkwk!

Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Pada sore hari ke-5 saya sudah tidak tahan lagi karena ternyata kunyit hanya mengurangi gejala gatalnya saja. Itupun efek kunyit hanya mampu bertahan selama beberapa beberapa jam. Jadi dalam satu malam saya bisa 2-3 kali membalurkan kunyit ke sekujur badan saya yang gatal.

Akhirnya pada hari kelima itu saya mendatangi Dokter Bowo, seorang dokter spesialis kulit di Kota Banjar Patroman, Jawa Barat.

Saat dokter memeriksa saya, saya sempat bertanya, apakah benar seorang yang terkena alergi dingin tidak boleh mandi?

Ternyata jawaban dokter Bowo cukup mengejutkan bagi saya.

Kata dokter justru harus mandi. Kalau ngga mandi ya malah makin gatal karena badan kotor.

Wah. Masuk akal juga ya Om?

Saat itu Dokter Bowo tidak menjelaskan secara rinci mengenai mandi air dingin atau air hangat. Yang jelas setelah saya menebus obat dari resep dokter, saya segera pulang dan langsung mandi air hangat.

Saya memutuskan untuk mandi air hangat atas asumsi saya sendiri.

Saya berasumsi, karena sakitnya alergi dingin, berarti obatnya harus hangat. Begitu logika sederhana saya.

Hasilnya?

Alhamdulillah. Malam itu alergi saya tidak kambuh lagi alias langsung sembuh.

Saya sendiri saat itu belum terlalu yakin, apakah syari’at kesembuhan saya adalah karena obat dari dokter atau lantaran saya mandi air hangat?

Atau karena keduanya?

Hingga kemudian pada bulan Agustus 2016 saya bisa menyimpulkannya.

Saat itu pada sore hari sepulang kerja, saya kehujanan.

Sebenarnya alergi saya tidak selalu kambuh setiap kali terkena cuaca dingin. Namun pada sore hari itu saya kambuh saat kehujanan.

Kali ini saya tidak buru-buru kedokter ataupun membeli obat ke Apotek. Saya hanya langsung mandi air hangat saat tiba di rumah.

Dan, Alhamdulillah. Alergi saya tidak jadi kambuh.

Begitulah kisah saya tentang obat alergi dingin.

Kesimpulan

Dari dua kali pengalaman itu saya menyimpulkan bahwa kesembuhan saya pada tahun 2015 lalu juga karena mandi air hangat.

Selain dengan mandi air hangat, saya juga punya pengalaman mengobati biduran pada anak dengan mandi air kelapa.

Pada kisah lain, air kelapa ijo juga bisa menyembuhkan kista. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *