Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Bloglain.com – Mengobati alergi dingin – Om Bro/Sista sekalian…!! Walaupun tidak sakit, tapi biduran membuat saya sangat menderita. Begitu kira-kira yang saya rasakan selama 5 hari karena hampir tidak bisa tidur selama 5 malam.

Bagaimana bisa separah itu??

Ini semua gara-gara saya percaya pada mitos bahwa jika terkena alergi dingin (biduran), kita tidak boleh kena angin di luar rumah dan tidak boleh mandi.

Alhasil… 5 hari saya nggak mandi dan nggak keluar rumah.

Andai saat itu Sista ketemu saya, pasti Sista tidak akan mau mencium saya. Wkwkwkwk…

Tapi saya masih beruntung… Aaya bersyukur punya istri yang sholehah… Istri yang tetap mau memeluk saya walaupun saat itu badan saya bau naga lantaran tidak mandi selama 5 hari. Hix hix hix…

Apakah Alergi Dingin Termasuk Penyakit??

Om/Sist sekalian yang Budiman, Gapuraning Rahayu, Merdeka, Aladdin, Soni Prima, Prima Jasa dan lain-lain…

Wkwkwkwk… Malah mengabsen PO Bus…

Om/Sist sekalian… Menurut beberapa sumber, alergi dingin lebih merupakan sebuah kelainan genetika dari pada sebuah penyakit.

Ada banyak obat anti alergi (antihistamin), tapi obat-obat tersebut sebenarnya hanya untuk meredam gejalanya saja… tidak menyembuhkannya secara total.

Mengobati alergi dingin biduran

Mengobati Alergi Dingin (Biduran)

Cara Kuno (Mitos??)

Pertama kali saya terkena alergi dingin pada era 1990-an saat saya masih SD.

Saat itu saya hanya diobati secara tradisional dengan mandi asap tikar mendong dan saya tidak boleh mandi sampai gejalanya sembuh.

Saya tidak ingat berapa lama saya terkena alergi dingin saat itu… dan saya juga tidak tahu apakah cara mandi asap itu benar-benar mengobati atau hanya sugesti saja. Yang jelas sejak saat itu saya tidak pernah terkena alergi dingin lagi.

Tapi malang… ternyata setelah lebih dari 20 tahun kemudian, di bulan September 2015 saya terserang alergi dingin lagi.

Dan seperti yang sudah saya ceritakan diatas, saya tidak mandi selama 5 hari lantaran ajaran dari masa lalu tentang pantangan kena angin dan air selama alergi.

Setiap malam kambuh… kemudian pagi harinya ketika matahari mulai meninggi, gejalanya hilang.

Namun sore harinya menjelang Maghrib kambuh lagi.

Begitu seterusnya hingga 5 malam.

Saya tidak segera memeriksakan ke dokter… Saya hanya berusaha mengobatinya secara tradisional saja… yaitu dengan membalurkan parutan kunyit disekujur tubuh saya setiap malam.

Alhasil… seluruh tubuh beserta pakaian saya kotor oleh noda kunyit.

Untung saja kunyit warnanya kuning… Coba Om/Sist bayangkan jika kunyit warnanya hijau… Apa saya ngga jadi Hulk??

Mengobati Alergi Dingin (Biduran) dengan Mandi Air Hangat

Pada sore hari ke-5 saya sudah tidak tahan lagi… karena ternyata kunyit hanya mengurangi gejala gatalnya saja…

Itu pun efek kunyit hanya mampu bertahan selama beberapa beberapa jam… Jadi dalam satu malam saya bisa 2-3 kali membalurkan kunyit di sekujur badan saya yang gatal.

Akhirnya di hari kelima itu saya mendatangi Dokter Bowo… seorang dokter spesialis kulit di Kota Banjar Patroman, Jawa Barat.

Saat diperiksa dokter, saya sempat bertanya, apakah benar seorang yang terkena alergi dingin tidak boleh mandi??

Ternyata jawaban dokter Bowo cukup mengejutkan bagi saya…

Kata dokter justru harus mandi…

Kalau ngga mandi ya malah makin gatal karena badan kotor…

Saat itu Dokter Bowo tidak menjelaskan secara rinci mengenai mandi air dingin atau air hangat… Yang jelas setelah saya menebus obat dari resep dokter, saya segera pulang dan langsung mandi air hangat.

Saya memutuskan untuk mandi air hangat atas asumsi saya sendiri…

Saya berasumsi… namanya alergi dingin berarti obatnya harus hangat. Begitu logika sederhana saya.

Hasilnya??

Alhamdulillah… Malam itu alergi saya tidak kambuh lagi alias langsung sembuh.

Saya sendiri saat itu belum terlalu yakin… apakah syari’at kesembuhan saya disebabkan oleh obat dari dokter atau lantaran saya mandi air hangat??

Atau malah lantaran keduanya??

Hingga kemudian di bulan Agustus 2016 saya bisa menyimpulkannya.

Saat itu di sore hari sepulang kerja saya kehujanan…

Sebenarnya alergi saya tidak selalu kambuh setiap kali terkena cuaca dingin… Namun di sore hari itu saya kambuh saat kehujanan.

Kali ini saya tidak buru-buru kedokter atau pun membeli obat ke Apotek… Saya hanya langsung mandi air hangat saat tiba di rumah.

Dan… Alhamdulillah… Alergi saya tidak jadi kambuh…

Kesimpulan

Dari apa yang saya alami tersebut di atas, saya memperolah kesimpulan sebagai berikut:

  • Alergi dingin bukanlah suatu penyakit, tetapi lebih merupakan kelainan genetika
  • Alergi dingin dapat kambuh sewaktu-waktu, tapi tidak selalu kambuh meski cuaca dan suhu lingkungan dingin
  • Alergi dingin belum pernah ada obatnya yang permanen (menurut dokter)… hanya ada obat untuk mengobati gejalanya saja
  • Mandi air hangat bukan hanya mencegah alergi dingin, tapi juga mengobati gejala gejalanya

Note:

Kisah saya tentang mengobati alergi dingin (biduran) di atas tidaklah mutlak kebenarannya… Saya hanya sharing pengalaman saja.

Jika Om/Sist tidak berhasil dengan cara saya, sebaiknya lakukan cara-cara lain:

  1. Berobat ke dokter
  2. Jangan makan / minum yang dingin saat kambuh
  3. Memakai jaket / pakaian tebal saat cuaca dingin
  4. Menghirup uap panas untuk menghangatkan badan
  5. Menggunakan bedak / lotion untuk mengurangi rasa gatal
  6. Merendam kaki dengan air hangat untuk membantu menaikkan suhu badan
  7. Sering-sering minum air kelapa
  8. Berjemur di pagi hari

Pada poin ke-6 di atas, merendam kaki dengan air hangat dapat menjadi alternatif jika kondisinya tidak memungkinkan untuk mandi air hangat… misalnya jika alergi-nya menyerang anak-anak atau balita.

Pada poin ke-7… Kandungan air kelapa dipercaya dapat menetralisir racun dalam tubuh.

Bahkan pada riwayat lain, Kakak Ipar saya berhasil sembuh dari kista di rahimnya dengan rutin minum air kelapa selama 6 bulan. (Bloglain).

Apakah Kelapa Ijo Bisa Menyembuhkan Kista? Inilah Bukti Khasiat dari Kelapa Ijo

Cara Mengobati Biduran pada Anak dengan Air Kelapa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *