Beranda » Tema » 2 Cara Memilih Lokasi KPR BTN Subsidi yang Nyaman

2 Cara Memilih Lokasi KPR BTN Subsidi yang Nyaman

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR BTN Subsidi, terlebih dahulu Om/Sist harus memilih perumahan yang tepat serta kavling yang tepat pula.

Fokus dari bahasan saya kali ini ialah untuk menjaga supaya nantinya Om/Sist tidak merasa kecewa terhadap lokasi rumah yang telah Om/Sist pilih.

Yo wis, biar ngga kepanjangan muqaddimah, sekarang kita cekidot bae bahas satu-persatu ke TKP.

Cara Memilih Lokasi Perumahan KPR BTN Subsidi

1. Pilih Perumahan yang Sudah Berpenghuni

Seringkali peminat KPR tidak menyadari hal ini.

Banyak orang yang buru-buru mengajukan aplikasi pada perumahan yang baru dalam tahap pengkavlingan. Akibatnya ia harus menunggu bertahun-tahun sampai unit rumah pesanannya siap huni.

Contoh kasus.

Pada awal tahun 2015 lalu saat saya masih dalam tahap pencarian, saya membandingkan 3 lokasi perumahan di sekitaran Cisaga, Ciamis Jawa Barat.

Satu dari tiga perumahan tersebut sudah berpenghuni dan masih terus melakukan pembangunan.

Satu lagi perumahan lainnya belum berpenghuni tapi sedang dalam proses pembangunan unit.

Sedangkan satu yang lainnya lagi baru mulai membuka lahan dan belum memulai proses pengkavlingan.

Saya akan fokus pada kondisi yang ketiga.

Secara logika sederhana, bakal perumahan yang baru berupa tanah kosong pasti butuh waktu lama sampai proses pembangunannya mulai. Karena masih ada berbagai hal yang harus mereka siapkan, termasuk salah satunya ialah Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Alasan Memilih Perumahan yang Sudah Berpenghuni

Dalam beberapa kasus, urusan perizinan semacam itu kadang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Selain itu, umumnya pengembang tidak akan langung membangun pesanan yang datangnya hanya satu unit saja. Mereka akan menunggu dahulu sampai ada beberapa pesanan yang masuk, baru kemudian proses pembangunannya mereka mulai.

Dan ternyata benar saja. Pada kondisi yang ketiga itu, sejak 2015 hingga 2017 belum satupun unit rumah yang mereka bangun. Bahkan hingga tahun 2019 juga belum begitu banyak unit yang mereka bangun. Untung saja dulu saya tidak tertarik untuk mengajukan KPR melalui lokasi ketiga itu.

Nah. Bagi Om/Sist yang saat ini tengah dalam rencana untuk mengajukan KPR BTN subsidi, saya sarankan jangan memilih perumahan yang kondisinya belum sedang dalam tahap pembangunan.

2. Pilih Kavling Terbaik yang Sesuai dengan Kemampuan Finansial

Secara normal, setiap orang yang mengajukan KPR pasti menginginkan posisi rumah pada blok bagian depan. Itu wajar, manusiawi dan normal.

Tapi jika yang Om/Sist inginkan adalah KPR BTN subsidi, maka hal itu kadang sulit terwujud.

Kenapa?

Karena pada umumnya kavling bagian depan akan mereka jual untuk unit rumah non-subsidi alias KPR komersil. Maka itulah ketika Om/Sist survey lokasi, biasanya pihak marketing pengembang akan mengarahkan Om/Sist untuk memilih kavling pada blok belakang.

Pada kasus yang saya alami, pihak marketing pengembang bahkan ada yang berbohong. Ia mengatakan bahwa kavling blok depan sudah habis terpesan dan hanya tersisa kavling blok belakang saja.

Penyebab Pengembang Mendahulukan Penjualan Kavling Blok Belakang

Jika pengembang menjual dari blok depan dahulu, maka nantinya blok belakang bisa jadi tidak laku terjual.

Kenapa?

Ia karena kebanyakan calon konsumen menginginkan blok depan.

Sebenarnya saya juga faham maksud itu. Tapi untuk pribadi seperti saya, saya tidak suka dibohongi. Faktanya sejak saat itu hingga beberapa tahun setelahnya, kavling blok depan di perumahan tersebut tak kunjung terisi. Karena ya memang sebenarnya belum ada pemesanan pada kavling blok depan. Mereka berbohong agar kavling belakang lebih dulu terjual sehingga kavling blok depan nantinya bisa laku mahal.

Saya malah lebih suka marketing yang mengatakan bahwa blok depan khusus untuk kredit komersil. Dengan begitu saya menerima dengan lega untuk mendapat KPR BTN subsidi pada kavling blok belakang.

Terus, apa sih perbedaan antara KPR komersil dengan KPR bersubsidi?

Perbedaan KPR Bersubsidi dengan KPR Komersil

Perbedaannya ialah pada suku bunga dari bank pemberi kredit.

Pada tahun 2016 lalu di komplek saya di Cisaga – Ciamis, KPR komersil memiliki suku bunga 12.5% pertahun dan dapat berubah setiap saat sesuai dengan naik-turunnya suku bunga Bank Indonesia.

Jadi angsuran untuk KPR komersil setiap bulannya tidak selalu tetap. Bisa naik dan bisa turun.

Dan sayangnya kecenderungan yang sering terjadi adalah naik, bukan turun.

Sementara itu untuk KPR bersubsidi, pada dasarnya suku bunga dari bank adalah sama dengan KPR komersil. Namun pada KPR BTN Subsidi, konsumen hanya harus membayar bunga sebesar 5% saja pertahunnya, sementara itu sisanya yang 7.5% beserta perubahannya menjadi tanggungan pemerintah.

Jadi angsuran kredit yang harus kita bayar adalah flat alias tetap, sejak akad kredit hingga unit rumah tersebut lunas.

Atau kadang juga ada metode subsidi selama beberapa tahun pertama saja. Selanjutnya mengikuti suku bunga komersil.

Maka itu karena adanya bantuan (subsidi) dari pemerintah tersebut, maka biasanya syarat untuk pengajuan KPR bersubsidi pun lebih rumit ketimbang KPR komersil.

Ketentuan Umum KPR Bersubsidi
Ada Batas Maksimum Penghasilan Calon Nasabah

Pada tahun 2016 lalu, calon nasabah KPR bersubsidi di Cisaga Ciamis adalah orang-orang dengan penghasilan Rp4 juta atau kurang. Jadi yang penghasilannya lebih dari Rp4 juta perbulan, ia tidak berhak mendapatkan subsidi KPR. Hanya boleh mengajukan KPR komersil.

So, kesimpulan dari poin ini adalah bahwa Om/Sist harus menyadari dan menerima kavling blok belakang jika ingin mendapat subsidi.

Tapi Om/Sist jangan berkecil hati, karena di blok belakang pun Om/Sist tetap bisa mendapat kavling yang bagus.

Ciri-ciri Kavling Bagus
Dekat dengan Fasilitas Umum

Misalnya saja Masjid, taman, kolam renang dan fasilitas lain yang ada di komplek perumahan tersebut

Lokasi Hook

Lokasi hook alias pojokan atau sudut blok, lebih leluasa lantaran punya dua muka.

Pada kavling hook, Om/Sist bisa punya dua pintu rumah, yaitu pintu depan dan pintu samping. Tidak seperti kavling non-hook yang pintu rumahnya hanya ada pada bagian depan saja

Menghadap ke Arah Timur

Keuntungan rumah yang menghadap ke arah timur adalah, rumah tersebut akan hangat oleh matahari pagi dan akan teduh pada sore hari.

Jadi singkatnya rumah Om/Sist akan lebih sehat oleh sinar matahari pagi. Maka jika memungkinkan dan tersedia, pilihlah kavling yang memenuhi 3 kriteria itu. Dengan begitu Om/Sist akan tetap merasa nyaman meskipun rumah Om/Sist lokasinya berada di blok belakang. (Bloglain).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *