Beranda » Tema » 5 Alasan Kenapa Anda Harus Memilih KPR BTN Subsidi

5 Alasan Kenapa Anda Harus Memilih KPR BTN Subsidi

Perumahan KPR BTN

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Memiliki rumah sendiri adalah idaman setiap orang, meskipun salah satu caranya harus melalui cara KPR BTN subsidi.

Secara umum ada tiga cara yang biasa kita tempuh untuk dapat memiliki rumah sendiri.

  1. Membeli tanah dan membangun rumah sendiri dari nol
  2. Membeli rumah yang sudah jadi dan siap huni
  3. Melalui Kredit Pemilikan Rumah alias KPR

Nah, pada tulisan kali ini, poin ketiga itulah yang akan saya bahas. Yaitu melalui Kredit Pemilikan rumah atau lebih spesifiknya adalah KPR BTN subsidi.

Jadi tulisan yang saya susun ini lebih untuk kalangan menengah bawah seperti saya. Sementara itu bagi kalangan ekonomi menengah atas, tentu cocoknya KPR komersil alias KPR yang tidak bersubsidi. Atau bahkan membeli rumah di kawasan perumahan elite.

Alasan Memilih KPR BTN Subsidi

Dalam hal Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebenarnya semua bank besar Indonesia punya fasilitas tersebut. Namun dalam hal popularitas, khususnya untuk perumahan kelas menengah ke bawah, BTN menjadi yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Nah, berikut ini 5 alasan yang bisa memperkuat niatan Om/Sist untuk mengajukan KPR BTN Subsidi.

1. Karena Tinggal di Kota Besar

Jika Om/Sist Tinggal di Kota Besar, maka KPR BTN Subsidi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kenapa?

Karena di kota besar tentu akan sangat sulit untuk mendapatkan tanah kosong untuk Om/Sist beli.

Atau jikapun ada, harganya pasti selangit.

Sedangkan jika Om/Sist akan membeli rumah bekas orang lain yang siap hubi, itupun harganya pasti sangat mahal.

2. Karena Tinggal di Kontrakan

Ketimbang Om/Sist setiap bulan membayar kontrakan, tentu akan lebih bijak jika Om/Sist membayar angsuran KPR BTN Subsidi.

Ilustrasinya dari pengalaman saya sendiri.

Saat saya mengajukan KPR pada tahun 2016 lalu, kala itu harga untuk rumah tipe 36/60 di Perumahan Permata Indah Regency Cisaga Ciamis adalah Rp110 juta.

Ketika saya ambil kredit selama 20 tahun dengan uang muka Rp5.3 juta dan booking fee Rp2 juta, angsuran KPR saya perbulan adalah Rp702 ribu.

Sementara sebelum itu saya tinggal di kontrakan dengan harga sewa Rp500 ribu perbulan. Maka itu artinya saya hanya tinggal menambah Rp202 ribu saja untuk menjadi sebuah cicilan kredit.

Sederhananya, saya anggap yang Rp500 ribu itu adalah bayar kontrakan, sementara yang Rp202 ribu adalah angsuran kredit. Murah pisan kan Om?

Tapi kan lama bingits. 20 tahun baru lunas.

Lah daripada selama 20 tahun ngontrak terus? Malah ngga punya rumah kan?Bagaimana jika mengontrak sambil menabung untuk membeli atau membangun rumah sendiri secara cash?

Bisa saja, tapi berapa lama??

Andai Om Bro bisa menabung selama 10 tahun agar bisa membeli rumah secara cash, lantas sudah berapa banyak uang yang Om/Sist keluarkan untuk membayar kontrakan selama 10 tahun itu? Sedangkan harga sewa kontrakan setiap tahun selalu naik.

Iya pada tahun 2016 lalu sewa kontrakan Rp500 ribuan perbulan di Cisaga. Tapi sekarang pastinya sudah naik.

Jika kita buat asumsi sederhana bahwa kenaikannya adalah Rp50 ribu perbulan setiap tahun, maka 10 tahun kemudian sewa kontrakan sudah menyentuh angka Rp1 jutaan perbulan. Sementara itu saya dengan KPR BTN subsidi, angsuran saya sampai 10 tahun kemudian bahkan sampai lunas tetap Rp702 ribu. Apa ngga menyedihkan itu Om? Sewa kontrakan ko lebih mahal dari kredit rumah.

Sudah lebih mahal, tidak pernah menjadi hak milik pula.

3. Karena UMR / UMP / UMK Setiap Tahun Naik

Kemudian jika Om/Sist adalah seorang karyawan, tentunya Om/Sist tahu bahwa setiap tahun UMP alias UMR alias UMK selalu naik.

Pada saat gaji Om/Sist masih Rp2 jutaan perbulan, nominal angsuran Rp700 ribuan perbulan mungkin akan terasa berat. Tapi 5 tahun setelahnya saat gaji Om/Sist sudah menjadi Rp4 jutaan, misalnya, maka nominal Rp700 ribuan akan jadi terasa ringan.

Apalagi 10 tahun setelah itu, kala gaji Om/Sist misalnya sudah Rp7 jutaan, jelas angka Rp700 ribuan akan menjadi nominal yang kecil.

4. Karena Harga Properti Setiap Tahun Selalu Naik

Jika Om/Sist membeli tanah kosong di kampung seluas 60 meter persegi dan membangun rumah sendiri, mungkin dengan dana Rp80 jutaan saja Om/Sist sudah bisa memiliki rumah tipe 36.

Tapi Om/Sist harus punya uang Rp80 jutaan itu sekaligus. Tidak bisa mencicil seperti KPR.

Iya memang jika kita bandingkan dengan total harga kredit, selisihnya jauh. Bahkan bisa lebih dari 2 kali lipat. Nominal totalnya bisa jadi lebih dari Rp160 juta selama 20 tahun.

Tapi setelah 20 tahun itu rumah Om Bro di perumahan nilai jualnya pun bisa mencapai lebih dari Rp160 juta. Jadi tetap tidak rugi Om.

5. Karena Jalan Perumahan Pasti Bisa Masuk Mobil

Nah, ini poin penting juga.

Ketika Om/Sist membeli tanah kosong dan membangun rumah sendiri, belum tentu Om/Sist akan mendapat lokasi sisi jalan besar. Bisa jadi Om/Sist malah mendapat lokasi dalam gang yang tidak muat mobil.

Jikapun Om/Sist ingin lahan pinggir jalan yang bisa masuk mobil, tentu harga tanahnya pun akan lebih mahal lagi.

Atau jika pun Om/Sist memilih lahan dalam gang karena alasan Om/Sist tidak punya mobil, tetap saja jalanan yang lega akan terasa lebih leluasa.

Selain itu meskipun saat ini Om/Sist belum memiliki mobil, tetap saja harapan ke arah sana akan selalu ada. So, monggo pertimbangkan.

Jika Om/Sist punya budget yang memadai, tentu lebih baik membeli rumah secara cash atau membeli lahan kosong untuk membangun rumah sendiri. Namun jika budget Om/Sist terbatas, KPR BTN subsidi bisa menjadi solusi ketimbang Om/Sist tinggal di rumah kontrakan.

Nah, jika Om/Sist sudah yakin, jangan lupa untuk memilih lokasi rumah atau kavling yang tepat. (Bloglain).

Tag:

2 tanggapan pada “5 Alasan Kenapa Anda Harus Memilih KPR BTN Subsidi”

    1. Iya Om… Saya juga ngga berasa udah lebih tiga tahun angsuran KPR.

      Awalnya berasa berat… tapi makin kesini biasa aja. Angsuran bulanan udah ngga jadi beban lagi. Udah kaya pengeluaran bulanan yang lain aja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *