Beranda » Financial » Limit Kredit Akulaku Pengguna Baru dan Penggunaannya

Limit Kredit Akulaku Pengguna Baru dan Penggunaannya

Aplikasi Akulaku

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Banyak orang yang mengira bahwa limit kredit Akulaku pengguna baru itu akan besar. Karena memang seperti itu iming-iming promosi dari pihak aplikator.

Betul Om. Melalui beberapa media promosi, tak jarang Akulaku mengiming-imingi limit kredit hingga Rp15 juta, bahkan Rp20 juta.

Tapi apakah benar seperti itu?

Mari kita cekidot.

Limit Kredit Akulaku Pengguna Baru

Limit Cicilan

Berdasarkan pengalaman saya yang mendaftar akun Akulaku pada awal tahun 2019, saya mendapat limit awal sebesar Rp4 jutaan. Ketika itu data pekerjaan yang saya input adalah sebagai driver ojek online.

Pengalaman lain tetangga saya yang mendaftar akun Akulaku pada tahun 2020 dan 2021, masing-masing mereka mendapat limit kredit sebesar Rp2 jutaan.

Singkatnya, tidak semua pendaftar mendapat limit kredit yang sama. Tergantung banyak parameter, misalnya area cover, data pekerjaan, riwayat kredit Om/Sist di OJK atau BI dan lain-lain.

Selain itu pada tahun 2020 dan 2021, Indonesia dan dunia terkena wabah Covid-19 yang sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Maka wajar saja jika besaran limit awal dari Akulaku pada tahun itu lebih kecil ketimbang awal tahun 2019 sebelum ada Pandemi Covid-19.

Nah, seiring waktu dan setelah sering menggunakan aplikasi Akulaku, lambat laun limit kredit saya bertambah hingga sekarang sudah mendekati Rp8 juta.

Tapi ingat Om! Ketika nanti limit kredit Om/Sist sudah besar, tetaplah bijak. Jangan lupa daratan.

Gunakan limit kredit Akulaku seperlunya, sesuai kemampuan pembayaran kita.

Limit Pinjaman Tunai

Demikian juga dengan fasilitas pinjaman tunai, Akulaku tidak akan serta-merta memberi limit besar untuk akun baru.

Akulaku membagi jenis pinjaman tunai menjadi dua bagian, yaitu pinjaman jangka panjang dengan pembayaran secara angsuran dan pinjaman jangka pendek sekali bayar melalui KTA Asetku.

Bagi pengguna baru, Om/Sist hanya akan mendapatkan fasilitas pinjaman jangka pendek melalui KTA Asetku. Itupun limitnya tidak besar. Hanya Rp300.000 atau beberapa ratus ribu rupiah saja.

Jadi jika ada iming-iming pinjaman tunai dari Akulaku sebesar Rp15 juta, itu hanya untuk nasabah lama yang sudah punya riwayat bagus pada pinjaman KTA Asetku.

Bagaimana dengan akun saya?

Selama ini saya menggunakan Akulaku hanya untuk belanja barang secara online, membeli token listrik secara tempobeli pulsa bayar bulan depan dan sebagainya.

Hingga saat saya menyusun tulisan ini, saya belum pernah menggunakan fasilitas pinjaman jangka pendek Akulaku KTA Asetku. Maka tentunya setelah lebih dari 2 tahun ini pun saya tetap tidak memiliki fasilitas pinjaman tunai jangka panjang.

Nah, begitulah tahapan limit kredit Akulaku pengguna baru.

Cara Menggunakan Limit Kredit Akulaku Pengguna Baru

Akulaku telah bekerjasama dengan banyak merchant.

Dalam penggunaan saya selama ini, saya sudah berulang kali menggunakan limit Akulaku untuk belanja ke Alfamartkredit hp melalui marketplace Shopee dan merchant Akulaku, belanja secara kredit melalui Bukalapak, ngutang pulsa di Akulaku, ngutang token listrik dan lain-lain.

Bagaimana Cara Kredit di Akulaku

Untuk penjelasan selengkapnya, monggo Om/Sist buka pada link-link tersebut barusan. Saya tidak bisa menjelaskannya dalam artikel ini karena nantinya akan terlalu panjang.

Cara Kredit Akulaku Tanpa DP

Fasilitas kredit tanpa DP dari Akulaku hanya tersedia untuk pengguna lama yang telah memiliki riwayat pembayaran bagus.

Bagi akun baru, setiap pengajuan kredit biasanya harus dengan DP besar dan jangka waktu atau tenor kredit yang pendek, yaitu hanya 2, 3 atau 6 bulan saja.

Seiring waktu, jika riwayat kredit dan pembayaran Om/Sist bagus, nantinya nominal uang muka alias DP’nya akan mengecil dan tenor kreditnya jadi panjang, hingga 9 dan 12 bulan.

Cara Pinjam Uang di Akulaku

Seperti yang sudah saya singgung tadi, untuk bisa mendapat pinjaman tunai nominal besar dan jangka panjang, Om/Sist harus sudah memiliki riwayat kredit yang baik melalui Akulaku.

Selain itu Om/Sist juga harus sudah punya riwayat baik pada pinjaman jangka pendek melalui Akulaku KTA Asetku.

Jika dua syarat itu terpenuhi, barulah Om/Sist akan mendapat fasilitas pinjaman jangka panjang dengan nominal lebih besar.

Cara Bayar Cicilan Akulaku

Ada banyak metode pembayaran yang tersedia.

Metode yang paling sering saya gunakan adalah pembayaran melalui m-Banking BCA. Kadang lewat Alfamart dan pernah juga menggunakan melalui BRI Mobile Banking.

Selain BCA dan BRI, Akulaku juga mendukung pembayaran melalui bank lain, termasuk BNI, Mandiri dan bank lain yang ada di Indonesia.

Saya sudah lumayan sering membuat artikel review Akulaku melalui blog ini. Monggo saja Om/Sist baca melalui link atau tautan yang saya sertakan dalam artikel ini.

Cara Daftar Akulaku

Saya sudah lupa langkah detail pendaftaran Akulaku. Monggo saja Om/Sist unduh aplikasinya, lantas ikuti panduan pendaftarannya.

Persiapkan KTP dan NPWP sebelum pendaftaran.

Dulu saya mendaftar Akulaku tanpa BPJS. Namun menurut beberapa sumber, ada kalanya Om/Sist akan membutuhkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Customer Service Akulaku

Jika ada kendala terkait akun, Om/Sist bisa menghubungi CS Akulaku yang tersedia melalui halaman About Akulaku.

Ingat Om! Jangan percaya pada pihak yang mengatasnamakan Akulaku. Karena zaman sekarang sangat marak penipuan online.

Pastikan Om/Sist hanya menghubungi Customer Service resmi saja.

Jika Tidak Membayar Tagihan Akulaku

Seperti umumnya sebuah perusahaan pembiayaan, Akulaku juga memiliki petugas Collector untuk menangani tagihan macet.

Pada beberapa kasus, aplikasi pinjaman online menggunakan cara penagihan dengan “metode kasar” ke nomor kontak yang ada dalam ponsel kita. Entah apakah Akulaku juga seperti itu atau tidak.

Jika pun iya, sebaiknya Om/Sist jangan sakit hati. Karena kekasaran tersebut setimpat dengan kemudahan pengajuan yang kita dapatkan.

Lah iya Om. Kita mengajukan pinjaman hanya melalui jalur online tanpa ada survey face to face. Sedemikian mudahnya. Jadi wajar saja jika nantinya mereka menagih secara kasar ketika ada keterlambatan pembayaran. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *