Perbedaan KPR Komersil serta Alur Proses KPR Bersubsidi

Bloglain.com – Perbedaan KPR Komersil – Om Bro/Sista sekalian…!! Seiring pertumbuhan penduduk yang kian padat, maka kebutuhan akan tempat tinggal pun semakin banyak pula.

Namun tidak semua orang (termasuk saya) mampu memenuhi kebutuhannya akan tempat tinggal dalam waktu singkat. Hal itulah yang kemudian mendorong developer (pengembang) bersama pemerintah dan pihak perbankan (terutama BTN) untuk menyelenggarakan program KPR bersubsidi, di samping program KPR komersil (tanpa subsidi).

Pada kesempatan yang lalu saya sudah pernah bahas perihal KPR BTN bersubsidi.

6 Hal Penting yang Harus Diketahui pada KPR BTN Subsidi

5 Alasan Kenapa Anda Harus Memilih KPR BTN Subsidi

Di sana sudah saya berikan gambaran pada beberapa hal berikut:

  • Perbedaan KPR komersil dengan KPR bersubsidi, di lihat dari peruntukannya
  • Perbedaan suku bunga kredit KPR subsidi dan komersil

Pada dasarnya suku bunga KPR adalah sama. Hanya saja untuk golongan bersubsidi, sebagian bunganya di tanggung oleh pemerintah.

  • Kiat / cara pemilihan lokasi dan kavling perumahan yang baik
  • Perbandingan harga perumahan dengan harga rumah di perkampungan

Disini di perlukan kejelian karena jika tidak, maka akan timbul kesan bahwa KPR jauh lebih mahal dari pada rumah di pemukiman biasa.

  • Perbandingan KPR subsidi dengan mengontrak rumah

Di sini juga perlu kejelian agar faham kelebihan KPR dari pada mengontrak.

  • Menghitung perkiraan biaya awal (booking fee, hook, kelebihan tanah, penurunan plafon kredit
    Izin mendirikan bangunan (IMB), Listrik, Air, Biaya proses KPR, akta jual beli (AJB) notaris, sertifikat hak milik (SHM), pajak dan lainnya.

Itulah beberapa yang sudah saya bahas pada artikel sebelumnya.

Dan jika Om/Sist sudah selesai memahami arrikel tersebut, maka selanjutnya kita bahas perbedaan KPR Komersil dengan KPR Bersubsidi…

Perbedaan KPR Komersil dengan KPR Bersubsidi

Selain perbedaan-perbedaan yang saya paparkan pada artikel terdahulu, masih ada beberapa poin berikut ini:

1. Luas tanah dan bangunan

Ukuran tanah dan bangunan KPR bersubsidi tidaklah di tentukan dengan tipe rumah dan luas tanah. Satuannya adalah harga, misalnya dengan batasan plafon kredit maksimal Rp116 juta dan sebagainya.

Di daerah pinggiran atau kota kecil, harga Rp116 juta bisa mendapatkan rumah tipe 36/60. Namun di kota besar, nominal tersebut (mungkin) hanya cukup untuk rumah tipe 21.

Karena itulah kadang tipe rumah bersubsidi tidak sama di daerah yang berbeda.

2. Harga

Seperti yang saya sebutkan di atas, secara harga sudah jelas rumah komersil lebih mahal.

Selain itu suku bunga KPR komersil pun lebih tinggi. Berbeda dengan KPR bersubsidi yang sebagian bunga kreditnya di jamin oleh pemerintah sehingga angsurannya menjadi flat selama masa kredit.

3. Fasilitas rumah

Pada KPR komersil, karena fisik bangunannya lebih besar maka unit ruangan (biasanya) sudah termasuk dapur. (Di tempat saya KPR komersil dimulai dari tipe 41/78, 41/105 dan 45/105).

Namun tidak demikian dengan KPR bersubsidi. Om/Sist hanya akan mendapatkan rumah dengan kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu. Praktis Om/Sist harus mengeluarkan dana ekstra jika ingin dapur terpisah dari bangunan induk.

Selain itu, atap dan teras dari rumah bersubsidi pun biasanya hanya alakadarnya. Lagi-lagi Om/Sist harus mengeluarkan uang ekstra untuk menambah kanopi (jika tidak ingin air hujan menyembur ke tembok dan jendela).

Namun begitu Om/Sist tidak perlu berkecil hati. Fikirkanlah, setidaknya rumah kecil itu milik Om/Sist yang pasti lebih baik dari pada Om/Sist tinggal di kontrakan atau tinggal bersama orang tua / mertua.

Ketentuan Umum Pengajuan KPR BTN

Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah

Di sini kata penghubungnya adalah “atau”. Artinya, Om/Sist yang belum berusia 21 tahun pun boleh mengajukan KPR jika sudah menikah.

Demikian sebaliknya, Om/Sist yang belum menikah pun bisa mengajukan KPR asalkan sudah berusia 21 tahun.

Belum pernah mendapat subsidi perumahan

Pada prinsipnya, rumah bersubsidi ditujukan untuk orang yang benar-benar membutuhkan. Maka dari itu tidak di perbolehkan untuk orang yang sudah pernah mendapatkan subsidi KPR sebelumnya.

Jadi jika Om/Sist sudah pernah mendapatkan subsidi, apa bila hendak mengajukan KPR yang kedua maka Om/Sist hanya punya pilihan KPR komersil.

Namun demikian Om/Sist dapat mengajukan KPR bersubsidi jika rumah tersebut di tujukan untuk putra / putri Om/Sist.

Artinya, KPR bersubsidi tersebut atas nama anak, bukan atas nama Om/Sist sendiri.

Dan dalam hal ini, maka anak Om/Sist haruslah memenuhi syarat di atas, yaitu berusia 21 tahun atau sudah menikah.

Penghasilan maksimal Rp4,000,000/bulan

Maksud pembatasan penghasilan adalah untuk memastikan bahawa pemohon adalah benar-benar membutuhkan subsidi (subsidi tepat sasaran).

Bagi Om/Sist yang berpenghasilan lebih dari Rp4,000,000, maka Om/Sist tidak di benarkan untuk mengajukan KPR subsidi. Hal itu karena Om/Sist dianggap mampu untuk mengajukan KPR komersil.

Jika pun ada pengembang yang bersedia kong-kalingkong dengan Om/Sist, setidaknya gunakanlah nurani Om/Sist. Kasihanilah orang lain yang benar-benar membutuhkan subsidi. Jangan serakah.

Note:

  • Kebijakan maksimal penghasilan mungkin berbeda untuk wilayah lain.

Syarat Pengajuan KPR BTN Bersubsidi

1. Syarat-syarat umum
  • Formulir KPR

Om/Sist akan mendapatkannya di kantor pemasaran perumahan yang Om/Sist tuju. Isilah dengan lengkap sesuai format yang telah di sediakan.

  • Pas photo suami istri, ukuran 3×4 berwarna
  • Foto copy KTP suami istri
  • Foto copy kartu keluarga
  • Foto copy buku nikah
  • Foto copy rekening koran / tabungan 3 bulan terakhir
  • Foto copy NPWP
  • Foto copy rekening bank BTN, Om/Sist bisa langsung membuatnya jika belum memiliki.

Selain dari copy berkas-berkas di atas, ada kalanya pihak bank juga meminta untuk di tunjukkan berkas-berkas aslinya. Maka persiapkanlah supaya Om/Sist tidak perlu mondar-mandir untuk melengkapi permintaan bank.

2. Syarat-syarat tambahan
  • Surat keterangan bekerja

Minimal Om/Sist sudah 1 tahun bekerja di perusahaan tersebut (khusus PNS / karyawan BUMN dan karyawan swasta)

  • Foto copy kartu pegawai (khusus PNS / karyawan BUMN)
  • (asli) Surat keterangan usaha dari kelurahan (khusus bagi wiraswasta)
  • Slip gaji (khusus PNS / karyawan BUMN dan karyawan swasta)

Alur Proses KPR Bersubsidi

Setelah Om/Sist memahami poin-poin di atas dan berkas-berkas telah lengkap, selanjutnya Om/Sist ikuti alur proses KPR berikut ini:

1. Datang ke kantor pengembang dan lakukan booking kavling

Sejatinya, proses pengajuan KPR adalah pada saat unit rumah belum di bangun. Maka pastikanlah bahwa Om/Sist sudah yakin dengan lokasi perumahan dan kavling yang Om/Sist pilih.

2 Cara Memilih Lokasi KPR BTN Subsidi yang Nyaman

Pahami juga bahwa uang booking Om/Sist akan hangus jika terjadi pembatalan atau pun penolakan aplikasi dari bank yang bersangkutan.

Segini Sebenarnya Besaran DP (Uang Muka) KPR BTN Subsidi

2. Tahap pemberkasan

Setelah Om/Sist melakukan booking, segeralah lengkapi berkasnya.

Mungkin akan ada perbedaan ketentuan pada tiap-tiap pengembang, tapi pada umumnya pemberkasan harus sudah siap dalam waktu maksimal 1 minggu.

Dan jika Om/Sist tidak melengkapi berkas dalam batas waktu yang telah di tentukan, maka pengembang boleh mengalihkan kavling Om/Sist pada orang lain.

3. Wawancara tahap pertama

Setelah berkas Om/Sist lengkap, pihak pengembang (biasanya marketing) akan mendampingi Om/Sist untuk wawancara di bank bersangkutan.

Pada kondisi tertentu, bank tempat wawancara tidak selalu sama dengan bank cabang pemberi kredit. Seperti yang saya alami… Saya melakukan wawancara di BTN cabang Banjar, padahal pemberi kreditnya adalah BTN cabang Tasikmalaya.

4. Survey dari pihak bank

Setelah melakukan wawancara, maka dalam beberapa hari akan ada surveyor dari pihak bank.

Tujuannya adalah untuk memastikan kelayakan pemberian kredit.

Lokasi survey bisa berbeda-beda sesuai kesepakatan, misalnya di rumah tinggal Om/Sist sekarang, di tempat kerja atau pun tempat usaha.

5. SP3K dan proses pembangunan

Jika aplikasi Om/Sist di setujui, maka dalam beberapa hari akan turun surat keputusan pemberian kredit atau biasa di sebut SP3K.

Sebaiknya rajin-rajinlah bertanya ke kantor pemasaran perumahan jika SP3K belum juga turun dari bank.

Isi dari SP3K secara garis besar adalah penegasan bahwa aplikasi Om/Sist di setujui.

Pada SP3K juga tercantum masa (jangka waktu) kredit dan besarnya pemberian kredit serta angsuran perbulannya.

Pada beberapa kasus, pemberian kredit bisa berbeda dengan pengajuan yang kita lakukan.

Contoh yang saya alami:

  • Pengajuan kredit saya dengan jangka waktu 10 tahun, namun pihak BTN memberikan saya jangka waktu 20 tahun
  • Pengajuan kredit saya dengan total pembiayaan sebesar 110 juta rupiah, namun pihak BTN menurunkan plafon kredit saya menjadi 105 juta rupiah, atau artinya saya harus menambah DP sebesar 5 juta rupiah

Jika Om/Sist merasa keberatan dengan keputusan tersebut, maka Om/Sist dapat mengajukan banding pada pihak bank. Namun hal itu tentu akan menambah waktu proses karena perlu di lakukan peninjauan (survey) ulang.

6. Proses pembangunan unit rumah

Setelah SP3K fix, maka pengembang akan segera membangun unit rumah pesanan Om/Sist.

Tanyakanlah pada pihak pengembang (developer) jika unit Om/Sist belum kunjung di bangun.

Selain itu pantaulah proses pembangunannya untuk memastikan unit rumah yang Om/Sist pesan dapat selesai sesuai jangka waktu yang telah di sepakati di dalam SP3K.

7. Banding atas keterlambatan proses pembangunan

Jika pihak pengembang terlambat menyelesaikan unit rumah Om/Sist, dia akan mengajukan banding pada pihak bank.

Maksudnya adalah untuk meminta tenggat (tambahan) waktu dalam proses pembangunan.

Dan jika hal itu terjadi, maka akan ada survey ulang dari pihak bank kepada Om/Sist.

Tapi Om/Sist tidak perlu merasa khawatir karena survey-nya tidak ketat seperti waktu pertama kali. Kali ini surveyor hanya memastikan bahwa Om/Sist masih berminat denga  KPR tersebut dan Om/Sist masih bekerja / masih memiliki usaha yang sama seperti pada saat survey yang pertama.

8. Akad kredit dan peraturan penempatan

Pada aturan yang sesungguhnya, kita hanya bisa melakukan akad kredit setelah unit rumah 100% selesai. Namun jika mendesak, biasanya pengembang bisa membantu Om/Sist untuk mengajukan akad kredit dengan bank walaupun unit rumahnya baru 80%-90% tahap pembangunannya.

Setelah akad kredit dan terima kunci, Om/Sist harus segera menempati rumah baru Om/Sist. Begitulah regulasinya dari pemerintah. Maksudnya adalah, bahwa rumah bersubsidi merupakan rumah dengan kebutuhan mendesak, maka tunjukkanlah bahwa Om/Sist memang membutuhkannya dengan segera.

Berbeda dengan unit rumah komersil yang bebas penempatannya, rumah subsidi tidak boleh di biarkan kosong atau pun di kontrakkan.

Jika Om/Sist melakukan hal tersebut dan terjaring audit, maka hak subsidi akan di cabut dan Om/Sist di wajibkan untuk langsung melunasi rumah tersebut saat itu juga.

Catatan:

Saat Anda mengajukan aplikasi kredit, pastikan Om/Sist tahu poin-poin pada brosur (daftar harga) yang diberikan oleh marketing perumahan..Bebarapa di antaranya adalah:

  • Daftar harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya
  • Brosus / daftar harga tidak mengikat dan tidak dapat di jadikan bukti hukum apa pun
  • Setiap pembatalan transaksi akan di kenakan sanksi sesuai kebijakan pengembang (biasanya 25%-50%)
  • Berkas-berkas harus segera di lengkapi dalam jangka waktu tertentu setelah Om/Sist melakukan booking (biasanya maksimal 1-2 minggu)
  • Setiap pembayaran harus ada bukti yang sah (minimal kwitansi)
  • Booking fee tidak termasuk dalam harga jual dan akan hangus jika terjadi pembatalan / penolakan kredit
  • Akad kredit harus segera di laksanakan maksimal 30 hari setelah unit selesai atau Om/Sist akan dianggap mengundurkan diri secara sepihak
  • Jika terjadi pembatalan sepihak, uang muka akan di kembalikan setelah unit rumah terjual kepada pembeli baru
  • Segala perhitungan suku bunga dan jangka waktu kredit dari pengembang hanyalah perkiraan. Angka yang sebenarnya di putuskan oleh bank pemberi kredit melalui SP3K

Demikianlah Om… Semoga bermanfaat bagi Om/Sist yang hendak mengajukan KPR. (Bloglain – Perbedaan KPR Komersil dengan KPR Bersubsidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *