Beranda » Tema » 11 Kiat Sukses Usaha Kecil ala Pak Suhara

11 Kiat Sukses Usaha Kecil ala Pak Suhara

Warung nasi Andini Pak Suhara

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat serta iklim ekonomi yang sedang lesu, bagaimana bisa saya menuliskan kiat sukses usaha kecil? Sedangkan daya beli masyarakat sedang turun drastis?

Ini kisah nyata seorang pemilik warung nasi + kelontongan yang mengawali usahanya hanya 1 tahun menjelang krisis ekonomi dan moneter 1998.

Bayangkan jika Om/Sist yang ada pada posisi itu, apa kira-kira Om/Sist bisa bertahan?

Ini kisah Pak Suhara, seorang pelaku usaha kecil bidang kuliner dengan nama ‘Warung Nasi Andini’. Lokasinya ada di Jl Raya Cisaga – Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, atau lebih tepatnya di dekat kantor perkebunan Lemahneundeut.

Krisis Ekonomi 1998

Warung nasi itu telah ada sejak tahun 1997, pada saat harga beras masih Rp500/kg.

Salah satu menu andalan dari Warung Nasi Andini milik Pak Suhara adalah pepes ayam, yaitu menu ayam kukus khas Sunda dalam bungkus daun pisang.

Sebagai usaha yang baru memasuki tahun kedua saat krisis 1998, Pak Suhara juga tak luput dari efek krisis global. Harga-harga belanja naik drastis, sementara harga jual sulit naik karena menurunnya daya beli masyarakat saat itu.

Tapi berkat kegigihan Pak Suhara beserta Ibu Suryamah, istrinya, usahanya tersebut mampu melewati badai krisis 1998. Perlahan usahanya bangkit, berkembang dan semakin maju.

Warung yang dulunya hanya “gubuk”, sekarang sudah berubah menjadi warung permanen, meskipun bukan sebuah restoran ataupun rumah makan besar.

Rumah yang dulunya sangat sederhana, sekarang sudah menjadi rumah sederhana yang permanen. Bahkan salah satu dari 6 putri Pak Suhara berhasil menyelesaikan kuliah hingga S1.

Iya. Ukuran kesuksesannya memang bukan dengan rumah yang mentereng, mobil mewah, kaya raya dan sebagainya. Ukuran saya kali ini ialah sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pendidikan 6 anak-anak Pak Suhara.

Betul Om. Saya lebih suka membahas keberhasilan usaha kecil ketimbang usaha dengan sukses luar biasa.

Keberhasilan sederhana dari sebuah usaha kecil lebih mudah untuk kita tiru daripada sukses besar yang ajaib.

Lalu apa sih yang menarik dari usaha Pak Suhara ini? Apa saja kiat sukses usaha kecil Pak Suhara?

Kiat Sukses Usaha Kecil ala Pak Suhara

Warung Nasi Andini Pak Suhara
1. Bangun Shubuh

Kiat sukses usaha kecil yang pertama dari Pak Suhara adalah bangun pagi-pagi sekali, segera Sholat Subuh dan langsung mulai memasak.

Bahkan Pak Suhara selalu bangun sebelum waktu Subuh tiba.

Ini sesuai dengan pepatah leluhur saya, katanya, “Bangun siang berarti rizki dipatok ayam”.

Dengan bangun pagi saat hari masih gelap, maka masakan akan sudah siap pada saat waktu sarapan tiba. Praktis konsumen warung (yang rata-rata karyawan perkebunan) banyak yang sarapan di warung Pak Suhara sebelum masuk kerja.

2. Respon Cepat

Sesibuk apapun Pak Suhara akan cepat menanggapi pada saat ada pembeli yang hendak berbelanja.

Efek jangka panjangnya adalah “kepuasan konsumen”.

Kepuasan terhadap pelayanan yang cepat inilah yang akhirnya membuat pembeli berubah menjadi pelanggan.

3. Model Prasmanan

Sebenarnya model ini memiliki resiko kerugian jika konsumen tidak jujur. Misalnya ia makan ayam, tapi ngakunya cuma makan tempe. Atau makan 5 tapi ngakunya cuma satu.

Tapi resiko itu tidak menjadi beban bagi Pak Suhara dan Ibu Suryamah. Pak Suhara selalu berbaik sangka pada setiap konsumennya.

4. Aktif Memeriksa Stock Barang

Warung nasi Andini ini tidak memiliki sistem administrasi yang rapi, tapi Pak Suhara selalu rajin memeriksa persediaan stock barang jualan warungnya.

Jika ada stock barang yang kosong atau hanya sisa sedikit, maka Pak Suhara akan segera berbelanja ke toko grosir terdekat. Karenanya jarang ada barang jualan Pak Suhara kosong atau kehabisan.

5. Berani Mencoba Produk Baru

Nah, poin ini yang saya salut. Pak Suhara, terutama istrinya, Ibu Suryamah, selalu berani berspekulasi. Mereka akan menerima tawaran apapun dari sales motoris ataupun salesman kanvas yang menawarkan produk-produk baru, sepanjang kedatangan salesman tersebut bertepatan dengan longgarnya uang kas warung.

Prinsipnya, kalau produk baru tersebut laku, ya next time order lagi. Kalau toh nggak laku ya, mereka akan konsumsi sendiri.

Sikap berani seperti itu jarang saya temukan di warung lain. Saya bisa membandingkan karena kebetulan saya pernah menjadi sales sales motoris freelance. Kerja saya menyuplai produk-produk baru ke warung-warung retail. Jadi saya tahu betapa sulitnya menjual produk baru ke warung langganan saya saat itu.

Nah. Pak Suhara menjadi salah satu pemilik warung yang tidak sulit ketika ada salesman menawarkan produk baru.

Prinsipnya, walaupun itu produk “lambat” tapi selama barang tersebut bisa terjual habis, mereka akan tetap menjualnya. Alasannya supaya varian barang yang mereka jual jadi komplit dan menarik pembeli baru untuk datang berbelanja dan mempertahankan konsumen langganan agar selalu mendapatkan barang keperluan mereka melalui warung Pak Suhara.

6. Sholat Berjamaah

Apa hubungannya Sholat berjamaah tepat waktu dengan urusan bisnis?

Ada Om. Dan hubungannya sangat penting.

Dengan sholat tepat waktu, secara tidak langsung itu sudah mendidik kita agar disiplin.

Kedisiplinan dalam waktu sholat akan memberi efek psikogi positif yang pada gilirannya akan menjadi kedisiplinan dalam bisnis.

Selain itu sholat berjama’ah juga memberi efek pandangan positif dari masyarakat sekitar warung.

7. Banyak Sedekah

Secara hakikat, sedekah yang ikhlas akan mendatangkan rizki yang berkah dan banyak.

Alloh berjanji akan mengganti 10 kali lipat dari apa yang kita sedekahkan.

Itu prinsip Pak Suhara.

Dan secara syariat juga logis. Dengan sedekah, orang-orang akan merasa suka pada kita, yang pada gilirannya akan suka berbelanja ke warung kita.

8. Aktif Bersosial

Kebetulan Pak Suhara memang ketua RT. 016/008 Duusun Sukajaya, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga. Bahkan Pak Suhara ini hampir seperti ketua RT abadi karena orang lain tidak berminat menggantikannya yang sudah belasan tahun menjabat ketua RT.

Nah. Karena perannya sebagai tokoh lingkungan, maka Pak Suhara banyak bersosial dengan warga sekitar.

Tapi jika Om/Sist bukan ketua RT pun Om/Sist tetap dapat rajin bersosial dengan selalu mengikuti kegiatan Yasinan setiap malam Jum’at, selalu mengikuti kerja bakti lingkungan dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Lalu apa efeknya untuk usaha warung?

Ya jadi menimbulkan efek positif dalam pandangan masyarakat. Jadi timbul image bahwa Om/Sist adalah seorang pengusaha yang baik, yang aktif bermasyarakat.

Dengan image yang baik itu, konsumen tentu akan senang berbelanja ke warung Om/Sist.

9. Fleksibel tapi Selektif pada Konsumen yang Berhutang

Ini merupakan salah satu tantangan berat bagi usaha warung. Tentu banyak dari Om/Sist yang sudah tahu resiko ini pada usaha warung.

Kadang kita mengalami dilema untuk menghadapi konsumen seperti itu. Kalau kita kasih berpotensi modal macet, tapi kalau tidak kita kasih, berpotensi pelanggan kabur ke warung lain.

Dalam hal ini, Pak Suhara punya tips,, “kasih saat pertama kali berhutang”. Kemudian pantau pembayarannya.

Gimana cara mantaunya?

Cari informasi si berhutang, tapi dengan cara halus. Bukan dengan mencari-cari kesalahan.

Pakai ilustrasi deh. Begini.

Konsumen A dan konsumen B sama-sama berhutang ke warung Pak Suhara.

Kemudian setelah kedua konsumen tersebut gajian dari tempat kerjanya, maka konsumen A membayar lunas hutangnya pada Pak Suhara, tapi konsumen B belum juga membayar atau hanya membayar sebagian.

Nah, besok harinya pada periode penggajian berikutnya, Pak Suhara akan membatasi konsumen B untuk tidak berhutang lagi sebelum lunas hutang yang sebelumnya.

Apa nanti konsumennya tidak marah dan kabur?

Jangan takut. Kita sudah punya kelebihan dalam hal pelayanan dan kehidupan bersosial seperti yang saya jelaskan pada poin-poin sebelumnya.

Bagaimanapun konsumen akan kembali. Paling juga cuma ngambek sebentar doang.

10. Istirahat Cukup, Tidur Malam Mulai jam 22.00

Selain disiplin sholat fardhu, Pak Suhara juga selalu disiplin waktu tidur malam.

Dengan tidur cukup, maka esok pagi bangun giat, badan segar dan siap beraktifitas kembali.

11. Tidak Merokok

Naahh. Ini poin penting yang masih sulit untuk saya ikuti.

Kalau bicara soal perokok, maka hubungannya adalah kesehatan dan keuangan. Tapi sebenarnya ada banyak hal lain yang menjadi kerugian merokok selain bagi kesehatan, termasuk salah satunya adalah penghematan waktu.

Sebetulnya dulu Pak Suhara juga perokok berat, tapi ia sudah berhenti sejak beberapa tahun lalu.

Dulu Pak Suhara merokok sampai 2 bungkus perhari. Yang jika kita asumsikan dengan harga rokok sekarang Rp15.000, maka berarti Rp30.000 yang ka habiskan untuk rokok.

Artinya Rp900.000 perbulan.

Motivasi Pak Suhara berhenti merokok awalnya karena “sayang” dengan penghamburan uang tersebut. Menurut Pak Suhara, “dari pada buat beli rokok lebih baik buat biaya sekolah anak”.

Tapi ya itu. Efek baik berhenti merokok bukanlah hanya penghematan uang saja, namun juga penghematan waktu. Saya sudah pernah menceritakannya pada artikel tentang kerugian merokok selain bagi kesehatan. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *