13 Kelebihan Pekerja Lapangan Dibanding Karyawan Kantoran

Bloglain.com – Kelebihan Pekerja Lapangan – Sebagian besar orang (termasuk saya, dulu) berfikir bahwa pekerjaan yang paling “enak” adalah kerja kantoran. Gimana sih kerja kantoran itu?? Banyak… Termasuk staff administrasi, staff accounting, staff HRD dan staf-staf yang lain.

Tapi soal enak dan tidaknya itu sebenarnya tergantung bagaimana cara kita menikmatinya. Intinya tidak ada pekerjaan yang “enak” jika kita tidak membuatnya menjadi enak. Dan sebaliknya, semua pekerjaan akan menjadi enak jika kita mensyukuri dan menikmatinya.

Banyak orang menganggap kerja lapangan adalah pekerjaan yang berat dan melelahkan. Walaupun pada beberapa bagian anggapan itu benar, tapi ada banyak hal juga yang menjadi kelebihan seorang pekerja lapangan dibanding seorang staff.

Bahkan cara melamarnya saja, pekerjaan lapangan cenderung lebih mudah di dapatkan.

Umumnya lowongan kerja lapangan jarang menanyakan, “sekolah Anda jurusan apa?”

Baiklah… Tidak panjang-panjang, mari kita lihat perbedaan pekerjaan lapangan vs karyawan kantoran.

15 Tugas dan Tanggung Jawab Staff Administrasi Produksi

Kelebihan Pekerja Lapangan

1. Jam kerja di lapangan lebih fleksibel ketimbang kerja kantoran

Secara formal, perihal penetapan jam kerja tiap-tiap perusahaan bisa berbeda-beda… tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

Pada umumnya ada 2 pola penetapan jam kerja yang biasa digunakan… yaitu:

  • 8 jam × 5 hari kerja
  • 7 jam × 5 hari kerja + 5 jam × 1 hari kerja

… yang penting sesuai dengan aturan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003… yaitu totalnya menjadi 40 jam/minggu.

Dalam penerapannya, jam kerja seperti itu “hanya terpenuhi” oleh staff saja. Tidak berlaku untuk pekerja lapangan.

Bagi pekerja lapangan (salesman, marketing, freelancer dan lainnya), orientasi utamanya adalah target.

Mengenai jam kerja, di lapangan bisa lebih panjang atau lebih pendek dari 40 jam/minggu.

12 Perbedaan Sales Motoris dan Sales TO serta Kanvas

Nah… walaupun jam kerja di lapangan bisa lebih panjang, tapi kenyataan yang sering terjadi justru cenderung lebih pendek.

Contohnya begini…

Saya sering mengamati salesman / marketing yang nongkrong di warung kopi dikisaran jam 9 sampai jam 10 pagi. Kemudian sore harinya nongkrong lagi dari jam 3 sampai jam 4.

Berarti 2 jam/hari dia nongkrong…

Artinya jam kerja salesman / marketing tersebut sudah “lebih pendek” 2 jam kerjanya dibanding jam kerja staff. Padahal secara gaji mereka sama… bahkan pekerja lapangan berpeluang mendapat insentif / bonus jika targetnya tercapai.

Kenapa saya bilang “lebih pendek” dari staff??

Karena seorang staff tidak akan bisa punya kesempatan nongkrong di warung kopi kecuali di jam istirahat.

Bukan maksud saya mengajarkan “nongkrong”… tapi ini sekedar untuk memberi perbandingan bahwa pekerja lapangan juga bisa lebih enak dari pada kerja kantoran.

2. Peraturan kerja di lapangan lebih bebas ketimbang orang kantoran

Ada kalanya seseorang punya keperluan mendadak yang harus segera diselesaikan. Misalnya sekedar untuk pergi ke bank, ke kantor pos dan sebagainya.

Seorang staff harus punya ijin keluar kantor untuk menyelesaikan urusan kecil seperti itu. Bahkan di kantor saya… dulu saya harus ada surat ijin keluar yang di tanda tangani oleh manager.

Sebaliknya, seorang pekerja lapangan tidak perlu semua itu… karena pada dasarnya dia sudah ada di luar kantor.

Bahkan seorang teman saya bisa menyempatkan diri untuk antar-jemput sekolah anaknya di sela-sela pekerjaannya.

3. Kepatuhan orang lapangan lebih longgar ketimbang karyawan kantoran

Seorang staff harus mutlak patuh pada tata tertib perusahaan. Hal itu otomatis terjadi karena posisi Om/Sist yang secara langsung ada di bawah pengawasan atasan di ruang kantor.

Berbeda dengan pekerja lapangan… Saya sering melanggar tata tertib di lapangan (tapi bukan pelanggaran vital). Dan ternyata Supervisor serta manager saya hanya menegur saya dengan kalimat, “Nggak apa-apa, asal main cantik. Jangan sampai terjaring audit dari kantor pusat”.

4. Pekerja lapangan mendapat upah lembur, sedangkan karyawan kantoran tidak

Pada umumnya seorang staff tidak ada upah lembur saat dia harus menyelesaikan tugas yang menumpuk… misalnya pada akhir tahun atau saat menghadapi audit ISO atau SPM (Sistem Pengawasan Mutu).

Sedangkan pekerja lapangan (semisal operator produksi) selalu mendapatkan upah lembur perjam jika waktu kerjanya melebihi jam kerja normal (kecuali tenaga marketing / sales).

Bahkan sewaktu saya kerja jadi waiter restoran… dulu, upah lembur saya sering hampir menyamai nominal gaji pokok saya. Artinya saya sering mendapat total gaji hampir senilai 2× gaji pokok.

Belum lagi ditambah uang tip dari customer… totalnya lebih dari UMP DKI Jakarta waktu itu.

20 Tugas dan Tanggung Jawab Waiter: Bukan Hanya Melayani

5. Orang lapangan lebih kuat mental

Seorang staff pada umumnya hanya bertanggung jawab kepada atasan saja. Tidak seperti pekerja lapangan yang harus bertanggung jawab pada dua pihak, yaitu atasan dan klien.

Tanggung jawab yang (relatif) lebih berat inilah yang paling berperan dalam pembentukan mental yang kuat. Tidak ada seorang pun yang menjadi tangguh dengan didikan yang lembek. Dan tidak ada orang yang sukses dengan cara hidup manja.

6. Jenjang karir orang lapangan lebih menjanjikan

Dari beberapa perusahaan yang pernah saya singgahi, hampir semua staff level menengah (supervisor – manager) memiliki basic dari pekerja lapangan. Hal itu karena mantan pekerja lapangan cenderung lebih berkompeten untuk dapat memajukan perusahaan.

Bahkan seorang pengusaha sukses pun kebanyakan adalah orang-orang yang memulai karirnya dari bawah. Jarang sekali ada seorang yang sukses dari basic staff di awal karirnya.

Ingat… yang dapat disebut orang sukses adalah orang yang berjuang dari level bawah, bukan seorang pengusaha yang tajir karena mewarisi perusahaan orang tuanya.

7. Mampu mencari solusi dari setiap permasalahan

Tuntutan pekerjaan yang harus bertanggung jawab kepada dua pihak, secara langsung mengajarkan Om/Sist untuk mencari solusi dari setiap masalah… terutama jika permasalahannya mengandung dilema.

8. Gaji tetap tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan

Banyak yang mengira bahwa kerja kantoran pasti bergaji besar. Tapi mereka tidak tahu bahwa banyak perusahaan yang menggaji staffnya hanya sejumlah UMK setempat.

Seperti yang saya sebutkan di atas, pekerja lapangan memiliki potensi untuk mendapatkan insentif / bonus.

Selain itu, pekerja lapangan juga lebih punya kesempatan untuk memiliki kerja sampingan (selama tidak mengganggu pekerjaan utama).

9. Menjadi karyawan kantoran berarti badan kurang gerak

Sudah pasti… Bayangkan Om/Sist harus duduk di depan komputer selama 8 jam perhari.

Waktu sepanjang itu sudah menghasilkan berapa langkah bagi pekerja lapangan?? Waktu sebanyak itu sudah menghasilkan berapa variasi gerakan tubuh bagi orang lapangan??

Singkatnya… banyak bergerak berarti lebih sehat dari pada kurang gerak.

10. Pekerja lapangan lebih memiliki banyak ilmu dan wawasan

Benar memang sekarang jaman teknologi canggih. Semua informasi bisa di dapat dari internet. Tapi informasi di internet itu kan cuma “katanya”. Lain dengan orang lapangan yang mendapatkan informasi dengan melihat atau bahkan mengalaminya langsung.

11. Pekerja lapangan memiliki jaringan yang lebih luas

So pasti… Di lapangan, seseorang akan mendapatkan banyak relasi… baik yang seprofesi atau pun yang lain bidang. Bandingkan dengan karyawan kantoran yang hanya bergaul dengan orang yang itu-itu saja.

12. Pekerja lapangan lebih memiliki peluang untuk menjadi wirausaha

Dengan wawasan dan pergaulan yang luas, pekerja lapangan lebih mudah mendapatkan informasi dan lebih banyak waktu untuk belajar dari orang-orang sukses yang di temuinya. Bukan hanya membaca “kisah sukses” orang lain di media.

13. Pekerjaan di lapangan lebih banyak membantu orang lain

Contoh kecilnya kalau ada orang yang menanyakan alamat tertentu, Om/Sist bisa lebih tahu karena keseharian Om/Sist menyusuri jalanan.

Nah… Om Bro/Sista sekalian… Saya tidak bermaksud untuk mengajarkan sikap “malas” kepada pekerja lapangan (yang suka tidur siang di Mesjid dan nongkrong di warung kopi)… tapi sekedar memotivasi bahwa pekerja lapangan pun bisa lebih hebat dari pada seorang staff. Maka dari itu jangan berkecil hati jika ternyata Om/Siat harus menjalani pekerjaan lapangan. (BloglainKelebihan Pekerja Lapangan).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *