Sales Motoris Freelance

Metode Penetapan Harga Jual Sales Motoris Freelance

Bloglain.com – Setelah Om Bro mendapat akses masuk ke sumber barang yang bagus, sekarang saatnya Om Bro menetapkan harga jual produk sales motoris freelance secara benar, agar keuntungan maksimal.

Betul Om. Supaya usaha motoris freelance yang Om Bro rintis dapat maju dan berkembang, Om Bro harus menetapkan harga jual dengan benar.

Setidaknya ada 3 metode umum untuk menetapkan harga jual produk sales motoris freelance.

Sales Motoris

Mari kita cekidot ke TKP.

Metode Penetapan Harga Jual Sales Motoris Freelance

1. Metode Komparasi Produk non Branded vs Produk Branded

Secara khusus, komparasi yang kita lakukan adalah untuk produk sejenis.

Kita pakai contoh.

Contoh produk yang akan kita compare adalah lampu LED merk ‘Phili**’ dengan lampu LED merk ‘Pancaran’.

Secara mutu produk sih sudah jelas Phili** yang lebih bagus. Namun untuk mendapat keuntungan yang ideal, justru saya memilih merk Pancaran yang lebih murah.

Sekarang kita coba compare produk dari dia merk tersebut pada Watt yang sama.

Lampu LED Phili** 3 Watt
  • Harga beli: Rp17.000
  • Harga eceran ke konsumen: Rp22.000

Dari rentang harga beli berbanding harga jual eceran tersebut, margin’nya adalah: Rp22.000 – Rp17.000 = Rp5.000

Dari angka Rp5.000 itu, potensi keuntungan tertinggi sales motoris Rp2.000. Sementara itu sisanya yang Rp3.000 adalah keuntungan warung.

Artinya, harga jual kita ke warung adalah maksimal Rp19.000. Seumpama lebih dari itu, maka jadi terlalu mahal.

Sekarang kita hitung persentasenya:

  • Margin Rp2.000 dibagi harga beli Rp17.000 = 11.76%

Hokeh, 11.76% dari merk Phili**.

Lampu LED merk Pancaran 3 Watt
  • Harga beli: Rp2.750
  • Harga eceran ke konsumen: Rp6.000.

Singkat saja.

Rp6.000 – Rp2.750 = Rp3.250

Dari rentang margin Rp3.250 itu, keuntungan ideal untuk Om Bro adalah Rp1.250. Yang artinya harga jual Om Bro ke warung adalah Rp4.000

Lah, malah lebih kecil dong?

Betul. Tapi itu kalau patokannya hanya melihat nominal saja.

Tapi kita kejar persentasenya:

  • Rp1.250 / Rp2.750 = 45.45%

Gede Om. Jauh lebih gede.

Dan dari pengalaman saya, perputaran penjualan produk Phili** itu lebih lama.

Kenapa?

Karena produknya awet. Ngga putus-putus. Ngga mati-mati.

Iya sih produk awet seperti itu menguntungkan konsumen. Tapi dalam hal perputaran penjualan, produk yang terlalu awet justru tidak bagus.

Belum lagi soal harga jual ecerannya. Rata-rata masyarakat lebih menimbang dari sisi harga ketimbang kualitas produk. Kebanyakan mereka lebih memilih harga yang terjangkau. Faktanya dalam 1 bulan saya hanya mampu menjual sekira 100’an pcs produk Phili**, yang artinya hanya Rp200.000 keuntungan saya dari produk tersebut selama satu bulan.

Lain cerita ketika saya menjual produk dari merk Pancaran yang lebih murah. Dalam satu bulan, saya bisa menjual sekira 200 hingga 400’an pcs. Yang artinya keuntungan saya dari satu produk itu saja adalah berkisar Rp250.000 hingga Rp500.000.

Itu baru dari satu item barang. Sedangkan saya menjual sebanyak 75 item barang dari berbagai jenis produk dan merk.

2. Metode Hitung Per pcs

Metode ini sangat cocok untuk penetapan harga jual permen.

Saya berikan contoh sederhana:

Permen Kino Assorted Fruit kemasan zak besar isi 200 pcs
  • Harga beli dari grosir recomended motoris adalah: Rp12.000
    Rekomendasi eceran ke konsumen adalah Rp500/3 pcs

Dengan data seperti itu, hasil warung dalam menjual eceran adalah: 200 / 3 × 500 = Rp33.333

Jika kita jual permen tersebut ke warung seharga Rp24.000, maka warung masih punya keuntungan sebesar Rp9.000’an.

Nah, dengan harga jual itu, berarti keuntungan kita adalah Rp24.000 – Rp12.000 = Rp12.000.

Artinya keuntungan kita adalah 100%.

Uwow kan?

3. Metode Paket Berhadiah

Metode ini banyak digunakan oleh sales motoris freelance asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Caranya ialah dengan memberikan hadiah untuk pembelian produk tertentu dengan nominal tertentu.

Namun sebelum masuk ke metode ini, Om Bro harus sudah menetapkan harga jual dengan metode 1 atau metode 2 tadi.

Contoh

Kita ambil contoh paket harga jual seperti berikut ini:

  • Lazery kotak toples 175 pcs: Rp28.500
  • Parago box 80 pcs: Rp29.500
  • Big babol stick box 20 pcs: Rp33.500
  • Antangin toples mini: Rp23.000

Maka totalnya adalah Rp114.500.

Nah, kita paketkan 4 item produk itu. Kita tawarkan pada pemilik warung dengan ketentuan:

Jika pemilik warung membeli 4 produk itu sekaligus, maka dia akan mendapatkan hadiah tertentu, misalnya lampu senter charge atau yang lainnya.

Sekarang anggaplah senter itu seharga Rp10.000 di toko grosir special motoris, maka kita mark’up harganya jadi begini:

  • Lazery kotak toples 175 pcs: Rp31.000
  • Parago box 80 pcs: Rp32.000
  • Big babol stick box 20 pcs: Rp35.000
  • Antangin toples mini: Rp26.500

Maka totalnya adalah Rp124.500.

Total Rp124.500 dikurangi harga sebelum mark up Rp114.500 = Rp10.000.

Pas. Sama persis dengan harga senter yang kita berikan untuk hadiah alias bonus ke warung langganan.

Artinya: Kita memberikan bonus pada pemilik warung, tanpa mengurangi keuntungan kita sendiri.

Dengan metode nomor 3 tersebut, Om Bro dapat lebih cepat meraih omset tinggi tanpa mengurangi jumlah keuntungan.

Namun demikian, metode 3 juga memiliki kelemahan pada saat pemilik warung membeli produk yang sama dari motoris atau canvaser lain.

Motoris atau canvasser lain yang tidak menggunakan metode 3, secara otomatis harga jualnya akan lebih murah dari kita yang menggunakan metode tersebut. So, metode 3 hanya cocok untuk diterapkan di area yang benar-benar jauh dari pasar dan toko grosir besar. Juga di area yang relatif belum terjamah oleh sales motoris freelance lain.

Penutup

Setelah Om Bro memahami metode penetapan harga jual seperti tersebut, sekarang Om Bro harus tahu juga rute terbaik sales motoris freelance.

Karena apa?

Karena percuma saja Om Bro punya produk yang potensial jika area penjualan Om Bro tidak potensial.

Jadi semuanya saling berkaitan satu sama lain. Mulai dari sumber tempat belanja produknya, jenis-jenis produknya, metode penetapan harga jualnya, hingga rute penjualannya.

Tidak hanya itu, Om Bro juga harus tahu tips menjadi sales motoris yang handal. (Bloglain).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *