Beranda » Lain-lain » 6 Hal Penting yang Harus Diketahui pada KPR BTN Subsidi

6 Hal Penting yang Harus Diketahui pada KPR BTN Subsidi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Sebelum ini saya sudah memaparkan tentang beberapa alasan kenapa kita harus memilih KPR BTN subsidi, cara memilih lokasi rumah yang nyaman dan cara memahami besaran uang muka alias Down Payment atau DP yang sebenarnya, termasuk embel-embel biaya tersembunyi lainnya.

Nah. Setelah Om/Sist memahami ketiga artikal saya tersebut, sekarang tiba saatnya untuk Om/Sist memahami beberapa hal lain agar KPR BTN Subsidi yang Om/Sist ajukan dapat berjalan lancar.

Hal-hal Penting dalam KPR BTN Subsidi

1. Perhatikan Kelengkapan Berkas Aplikasi

Pada tahap pemberkasan, syarat dasarnya adalah KTP dan Kartu Keluarga (KK). Namun selain itu masih ada syarat kelengkapan berkas lainnya.

Karyawan Swasta
  • Surat Pengangkatan Karyawan Tetap
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
PNS
  • SK pengangkatan PNS
Profesional
  • Surat Izin Praktek
Wirausaha
  • Laporan keuangan 3 bulan terakhir
  • Faktur / nota belanja

Itu beberapa diantaranya.

Pada saat Om/Sist berhadapan dengan marketing perumahaan, Om/Sist jujur saja perihal penghasilan. Jangan Om/Sist lebih-lebihkan.

Jangan takut pihak marketing akan menolak aplikasi Om/Sist, karena mereka juga butuh penjualan.

Seorang tenaga marketing perumahan yang baik akan membantu Om/Sist untuk melengkapi berkas-berkas sesuai kebutuhan. Mereka juga akan memberi saran angka penghasilan dalam lampiran aplikasi supaya aplikasi Om/Sist bisa lulus survei.

Bagi Om/Sist pelaku usaha kecil, jangan bingung jika Om/Sist tidak memiliki laporan keuangan. Sekali lagi dalam hal ini biasanya pihak marketing perumahan akan membantu Om/Sist dalam membuat laporan keuangan usaha Om/Sist sekalian secara sederhana.

Jadi Om/Sist tidak perlu terlalu khawatir karena pihak marketing akan banyak membantu aplikasi Om/Sist.

Tapi tetap harus hati-hati juga. Jika marketingnya terkesan terlalu menggampangkan urusan berkas, itu juga tidak baik.

Maksudnya, kalau orang sudah menggampangkan segala hal, berarti pribadinya tidak baik. Takutnya nanti berkas Om/Sist malah terbengkalai dan tidak terurus dengan baik.

Dan seperti yang sudah saya katakan pada artikel sebelum ini bahwa jika terjadi pembatalan kredit, maka booking fee akan hangus. Jadi Om/Sist musti jeli supaya tidak sampai terjadi pembatalan, baik pembatalan dari Om/Sist sendiri ataupun penolakan dari pihak bank.

2. Tetap Santai Saat Wawancara

Setelah berkas aplikasi lengkap, Om/Sist tinggal menunggu pemberitahuan dari pihak pengembang atau marketing untuk wawancara pertama melalui kantor cabang BTN terdekat.

Marketing yang baik biasanya akan mendampingi wawancara Om/Sist ke kantor BTN.

Wawancara pertama ini hanya review. Pertanyaan-pertanyaan dari pihak bank biasanya hanya seputar kebenaran berkas-berkas yang Om/Sist ajukan. Jadi pastikan jawaban Om/Sist sesuai dengan isi berkasnya.

3. Persiapkan Hal-hal Penting untuk Kelancaran Survei

Beberapa hari setelah wawancara (dulu saya 2 minggu), akan ada surveyor yang mendatangi tempat tinggal Om/Sist saat ini. Tujuannya adalah untuk memastikan kelayakan kredit Om/Sist sekalian.

Jika Om/Sist seorang pedagang, stock barang dagangan Om/Sist juga termasuk dalam poin survei. Selain juga penegasan lagi isi berkas aplikasi.

4. Minta Segerakan Pembangunan Unit Rumah, Setelah Turun SP3K

Beberapa hari kemudian (jika aplikasi Om/Sist mendapat persetujuan), Om/Sist akan mendapat SP3K (Surat Penegasan Penetapan Pemberian Kredit) dan pihak pengembang akan memberitahukan hal itu pada Om/Sist.

  • Segeralah Om/Sist datang ke kantor pengembang, lihat SP3K-nya
  • Cek berapa plavond kreditnya, apakah ada penurunan plavond kredit atau tidak
  • Lihat juga tanggal SP3K’nya, kapan jadwal selesai pembangunan unit rumahnya
  • Minta kepada pengembang untuk segera membangun rumah Om/Sist, karena biasanya pengembang akan mendahulukan pesanan dari orang yang “rewel”

Maka jadikanlah diri Om/Sist sebagai “orang yang rewel” untuk saat itu.

5. Pantau Proses Pembangunan Unit Rumah
  • Setelah SP3K Om/Sist turun, sering-seringlah datang ke lokasi bangunan
  • Jika unit rumah Om/Sist belum mulai dibangun, tanyakan sesering mungkin
  • Setelah pembangunan unit mulai, pantau proses pembangunannya sesering mungkin

Ini berguna untuk menghindari pengembang mendahulukan pesanan orang lain. Selain itu juga berguna untuk memantau kerapian hasil pekerjaan para tukang.

Umumnya pengembang membangun perumahan dengan sistem kerja borongan terhadap para tukang. Sedangkan untuk unit rumah bersubsidi biasanya harga borongan tukang tidaklah tinggi. Maka tak jarang para tukang mengerjakan pembangunan secara terburu-buru sehingga hasilnya cenderung kurang rapi.

Sebisa mungkin Om/Sist memberikan suguhan alakadarnya pada para tukang supaya kerja mereka semangat. Tidak harus banyak, misalnya bisa hanya sekedar memberi kopi dan rokok saja.

6. Segera Tempati Rumah Setelah Akad Kredit

Ada 2 alasan mengapa rumah bersubsidi harus segera ditempati.

Sesuai Peraturan Pemerintah

Pemerintah memberikan subsidi untuk orang yang benar-benar membutuhkan, yaitu orang yang belum memiliki rumah.

Jika setelah pembangunan selesai tetapi unit rumahnya tetap kosong, itu artinya Om/Sist belum sangat membutuhkan rumah.

Orang yang tidak sangat membutuhkan rumah, maka ia tidak berhak mendapat subsidi. Jadi sangat tidak benar jika Om/Sist mengajukan KPR BTN subsidi untuk investasi jangka panjang.

Jika tujuan Om/Sist untuk investasi, maka seharusnya Om/Sist mengajukan KPR komersil, bukan KPR BTN subsidi. Kasihan orang-orang seperti saya yang benar-benar membutuhkan. Kasihan jika orang-orang seperti saya sampai tidak kebagian unit bersubsidi lantaran habis oleh Om/Sist yang berinvestasi.

Jika rumah bersubsidi kondisinya kosong tak berpenghuni, maka ketika suatu saat ada audit dari pihak bank atau dari pemerintah, Om Bro bisa kena sanksi berupa pencabutan subsidi dan harus mengembalikan subsidi yang sudah Om/Sist terima sejak angsuran pertama.

Meskipun kejadian seperti itu jarang terjaring audit, tapi siapa tahu nanti Om/Sist mendapat sial terjaring audit.

Itu alasan yang pertama.

Kemudian alasan yang kedua.

Kasihanlah Tetangga yang Sudah Menempati Unit Rumahnya

Ini urusannya dengan nurani kemanusiaan. Contohnya pernah saya alami sendiri. Dulu di blok saya sudah 8 unit yang berdiri, tapi hanya 2 unit saja yang berpenghuni, termasuk rumah saya. Jadi yang 6 unit lagi kosong.

Nah. Kasihan kan saya satu blok hanya dua rumah yang berpenghuni.

Untung saja saat itu tetangga saya seorang janda tua. Coba kalau janda muda yang cantik jelita? Kasihan kan ia kesepian lantaran unit rumah kiri-kanan tak berpenghuni. Masa’ iya harus saya yang menemani? Wkwkwkwk! (Bloglain).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *