6 Hal Penting yang Harus Diketahui pada KPR BTN Subsidi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Sebelum ini saya sudah memaparkan tentang beberapa alasan memilih KPR BTN subsidi, cara memilih kavling, (lokasi dan posisi rumah) yang nyaman dan cara memahami DP alias uang muka KPR secara total beserta embel-embel biaya lainnya…

Nah… Setelah Om/Sist memahami ketiga artikal saya tersebut, sekarang tiba saatnya untuk Om/Sist memahami beberapa hal lain agar KPR BTN Subsidi yang Om/Sist ajukan dapat berjalan lancar.

1. Perhatikan Kelengkapan Berkas Aplikasi

Pada tahap pemberkasan, syarat dasarnya adalah KTP dan Kartu Keluarga (KK). Namun selain itu masih ada syarat kelengkapan berkas lain, diantaranya:

Karyawan SwastaSurat Pengangkatan Karyawan Tetap
Slip gaji 3 bulan terakhir
PNSSK pengangkatan PNS
ProfesionalSurat Izin Praktek
WirausahaLaporan keuangan 3 bulan terakhir
Faktur / nota belanja

Itu beberapa diantaranya…

Pada saat Om/Sist berhadapan dengan marketing perumahaan, Om/Sist jujur saja perihal penghasilan. Jangan dilebih-lebihkan…

Jangan takut aplikasi ditolak… karena marketing yang baik akan membantu Om/Sist untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan serta memberi saran perihal angka ideal penghasilan yang harus dilampirkan.

Itu pasti… Orang marketing kan dapat komisi dari aplikasi kita… Maka dia akan berusaha supaya aplikasi kita disetujui oleh pihak bank pemberi kredit.

Bagi Om/Sist pelaku usaha kecil, jangan dibingungkan jika Om/Sist tidak memiliki laporan keuangan.

Sekali lagi dalam hal ini, orang marketing juga akan membantu Om/Sist membuat laporan keuangan usaha Om/Sist sekalian.

Namun jika marketingnya nggak mau bantu alias mau enaknya sendiri, Om/Sist tinggal pura-pura mengancam, “Nggak jadi ambil KPR disitu”.

Dijamin marketingnya akan jadi mau membantu…

Tapi tetap harus hati-hati juga. Jika marketingnya terkesan terlalu menggampangkan urusan berkas, itu juga tidak baik.

Wkwkwkwk… Bingung ya??

Nggak usah dipikirin Om… Langsung jalanin aja biar nggak pusing.

Maksudnya, kalau orang sudah menggampangkan segala hal, berarti pribadinya tidak baik. Takutnya nanti berkas Om/Sist malah terbengkalai,  nggak keurus karena dianggap gampang.

Dan seperti yang sudah saya katakan pada artiel sebelum ini bahwa jika terjadi pembatalan kredit, maka booking fee akan hangus. Maka Om/Sist musti jeli supaya tidak sampai terjadi pembatalan… baik pembatalan dari Om/Sist sendiri atau pun penolakan dari pihak bank.

2. Tetap Santai Saat Wawancara

Setelah berkas aplikasi lengkap, Om/Sist tinggal menunggu pemberitahuan dari pihak pengembang / marketing untuk wawancara pertama dikantor cabang BTN terdekat.

Marketing yang baik biasanya akan mendampingi wawancara Om/Sist di BTN.

Wawancara pertama ini hanya review. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pihak bank hanyalah seputar kebenaran berkas-berkas yang Om/Sist ajukan. Jadi pastikan jawaban Om/Sist sesuai dengan isi berkasnya.

3. Persiapkan Hal-hal yang Diperlukan untuk Kelancaran Survey

Beberapa hari setelah wawancara (dulu saya 2 minggu) akan ada surveyor yang akan mendatangi tempat tinggal Om/Sist saat ini. Tujuannya adalah untuk memastikan kelayakan kredit yang akan diberikan pada Om/Sist.

Untuk wirausaha, sebagian yang akan disurvey adalah stock barang (dagangan)… disamping juga wawancara penegasan isi berkas-berkas Om/Sist.

4. Minta Segera Dibangun Unit Rumahnya Setelah Turun SP3K

Beberapa hari kemudian (jika aplikasi disetujui), Om/Sist akan mendapat SP3K (Surat Penegasan Penetapan Pemberian Kredit) dan pihak pengembang akan memberitahukan hal itu pada Om/Sist.

  • Segeralah Om/Sist datang ke kantor pengembang, lihat SP3K-nya
  • Cek berapa plavond kreditnya, apakah ada penurunan plavond kredit atau tidak…
  • Lihat juga tanggal SP3K-nya, kapan jadwal selesai pembangunan unit rumahnya
  • Minta kepada pengembang untuk segera membangun rumah Om/Sist… karena biasanya pengembang akan mendahulukan pesanan dari orang yang “rewel”.

Maka jadikanlah diri Om/Sist sebagai “orang yang rewel” untuk saat itu.

Kpr btn subsidi

5. Pantau Proses Pembangunan Unit Rumahnya

  • Setelah SP3K Om/Sist turun, sering-seringlah datang ke lokasi
  • Jika unit rumah Om/Sist belum mulai dibangun, tanyakan sesering mungkin
  • Setelah unit mulai di bangun, pantau proses pembangunannya juga sesering mungkin. Kalau perlu setiap hari.

Ini berguna untuk menghindari pengembang mendahulukan pesanan orang lain. Selain itu juga berguna untuk memantau kerapian hasil pekerjaan para tukang.

Di semua pengembang, proyek pembangunan rumah dikerjakan dengan sistem kerja borongan. Dan sistem kerja seperti ini berpotensi pemborong bekerja “terburu-buru” sehingga hasilnya kurang maksimal.

Sebisa mungkin Om/Sist “memberi” suguhan pada para pekerja proyek… walau hanya beberapa bungkus kopi dan dan sebungkus rokok saja sebagai “penyemangat”.

6. Segera Tempati Rumah Setelah Akad Kredit

Ada 2 alasan mengapa rumah bersubsidi harus segera ditempati.

  • Sesuai Peraturan Pemerintah

Ini masuk akal. Pemerintah memberikan subsidi untuk situasi urgent (mendesak). Memberikan subsidi untuk yang benar-benar membutuhkan, yaitu orang yang belum memiliki rumah.

Jika setelah akad kredit rumah tidak segera ditempati, berarti situasi Om/Sist tidak urgent. Mungkin Om/Sist sudah memiliki rumah lain sebelumnya dan mengambil KPR untuk investasi??

Ini keliru…

Jika tujuan Om/Sist untuk investasi, maka seharusnya Om/Sist mengajukan KPR komersil… bukan KPR BTN subsidi.

Kasihan orang-orang seperti saya yang benar-benar membutuhkan. Kasihan jika orang-orang seperti saya sampai nggak kebagian unit bersubsidi lantaran habis oleh Om/Sist yang berinvestasi.

Nah… jika suatu saat ada audit dari pihak bank atau dari pemerintah, Om Bro bisa kena sanksi berupa pencabutan subsidi dan harus mengembalikan subsidi yang sudah Om/Sist terima sejak angsuran pertama.

Walaupun dalam banyak kasus seperti ini sedikit sekali yang terjaring audit, tapi berfikirlah jika nanti Om/Siat “kena sial” dan tertangkap audit.

Dan setelah Om/Sist membaca tulisan ini, jangan juga berfikir untuk menyuap auditornya… karena pemikiran seperti itu pertanda mental Om/Sist sudah remuk.

Itu alasan yang pertama…

  • Kasihanlah pada Tetangga yang Sudah Menempati Unit Rumahnya

Nah… kalau ini urusan hati… Langsung pakai contoh saja…

Di blok saya saat itu sudah ada 8 unit rumah yang terbangun, tapi baru 2 unit (termasuk saya) yang sudah ditempati.

Jadi rumah saya sudah punya 7 tetangga, tapi baru 1 tetangga yang berpenghuni.

Sedih kan Om?? Mana saya ambil blok paling ujung… ngga ada tetangga… sepi…

Nah… Om/Sist musti sampai ke situ hati-nya jika berniat mengajukan KPR BTN Subsidi hanya sekedar untuk investasi. Kasihan tetangga rumah Om/Sist kesepian…

Apalagi misale tetangga rumah tersebut seorang janda muda yang jelita dan bahenol denok nerkom… Kan kasihan Om… Kesepian… Wkwkwkwk…

Cara Cek Pembayaran KPR BTN Online via Mobile Banking

Cara Bayar KPR BTN Online Lewat Mobile Banking

Cara Bayar KPR BTN Lewat ATM, Bisa Pakai e-Batara Pos

(Bloglain).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *