keyword research app tool

Cara Riset Keyword untuk Blog dan Penempatannya di Artikel

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Agar kuat bersaing di search engine (mesin pencari) seperti Google, Bing, Yandex dan lain-lain, wajib rasanya bagi kita untuk memahami cara riset keyword untuk blog… Karena jika tidak, maka akan sulit bagi kita untuk meningkatkan peringkat blog, apa lagi untuk mendapatkan penghasilan yang ideal dari blog.

Cara Riset Keyword untuk Blog

Secara singkat dalam bahasa yang sederhana, riset keyword adalah mencari kata kunci untuk topik-topik informasi yang banyak dicari oleh pembaca di mesin pencari…

Sejauh ini, ada banyak cara riset keyword blog yang bisa Om/Sist coba… Namun jika Om/Sist mencari panduan cara riset kata kunci untuk blog di internet, kebanyakan dari cara-cara tersebut adalah cara tingkat lanjut yang lumayan rumit bagi seorang pemula.

Nah, karena kebanyakan ajaran para ahli blogging itu sulit ditiru oleh pemula, maka hati saya mulai tergerak untuk menyusun tulisan ini… Yaitu cara riset keyword untuk SEO dengan cara yang (menurut saya) paling gampang…

Cara yang saya lakukan ialah menggunakan aplikasi riset keyword gratis yang tersedia di Google Playstore… dan menggunakan Browser Google Chrome versi ponsel Android.

Menariknya, meskipun cara ini sangat sederhana, tapi hasilnya sudah teruji. Faktanya, saya sudah sejak akhir tahun 2017 lalu menggunakan cara ini dan hasilnya sangat memuaskan (meskipun belum dapat dikatakan ‘luar biasa’).

Yo wiss… Biar ngga kepanjangan, kita langsung cekidot bae Om…

Persiapan Ide dan Alat Riset

Hal pertama yang harus Om/Sist siapkan adalah ide artikelnya…

Apa saja, bebas…

Yang penting artikel tersebut nantinya mengandung ilmu, wawasan atau pun panduan akan sesuatu hal.

Karena apa??

Karena artikel yang tidak mengandung pengetahuan atau suatu panduan, biasanya tidak banyak dicari orang.

Lah kalau orang-orang tidak membutuhkannya, lantas untuk apa kita menulisnya. Betul??

Cara yang bakal saya share disini adalah cara riset keyword yang paling sederhana namun terbukti efektif… Yaitu menggunakan ponsel (HP) Android. Bukan cara menggunakan komputer (PC), Laptop atau yang sejenisnya…

Ada dua alat yang harus Om/Sist siapkan, yaitu aplikasi ‘Keyword Research App Tool‘ dan Browser Google Chrome. Keduanya bisa Om/Sist download secara mudah dan gratis di Playstore.

keyword research app tool

Tahapan Riset Keyword

Setelah aplikasi ‘Keyword Research App Tool‘ Terinstal di ponsel, hal pertama yang harus Om/Sist lakukan adalah mengatur regionalnya…

Caranya, buka aplikasi, kemudian pilih menu ‘Setting‘, lantas pada kolom ‘Country‘ dan kolom ‘Language‘, pilih ‘Indonesia (ID)‘.

setting keyword app tool

Setelah setting selesai, kembali ke bagian ‘Research‘. Selanjutnya pada kolom yang tersedia, masukkan kata kunci pendek (2-3 kata) yang akan Om/Sist olah.

Sebagai contoh, disini saya coba melakukan riset untuk resep memasak tumis kangkung. Maka pada kolom isian, saya masukkan dua kata, yaitu ‘tumis kangkung‘. Setelah itu saya sentuh tombol ‘Start‘.

Tunggu sejenak, maka selanjutnya aplikasi akan memunculkan hasil pencarian kata kuncinya…

Pada hasil riset yang saya dapat, saya memilih (menyentuh) salah satu kalimat yang muncul, yaitu ‘tumis kangkung pedas’.

Pada halaman hasil berikutnya, saya memilih salah satu kalimat yang sesuai dengan bahan artikel saya, yaitu ‘tumis kangkung pedas saus tiram‘.

Setelah menyentuh hasil itu, selanjutnya akan tampil lagi hasil berikutnya yang lebih lengkap kalimatnya, yaitu:

  • ‘Resep tumis kangkung pedas saus tiram’
  • ‘Tumis kangkung saus tiram saori pedas’
  • ‘Cara buat tumis kangkung saus tiram pedas’

Nah, dari situ saya mendapat tiga kata kunci / keyword untuk artikel saya.

Namun satu hal yang harus Om/Sist ingat, dari setiap riset yang Om/Sist lakukan, hasilnya tidak akan sama. Ada kalanya keyword yang muncul lebih banyak atau lebih sedikit.

Langkah masuk dalam pengembangan kata kunci yang kita cari pun bisa dalam dan bisa dangkal. Jadi disini Om/Sist harus mampu berimprovisasi sendiri untuk mendapatkan keyword / kata kunci yang terbaik.

Pada beberapa kasus, ada kalanya sugesti keyword yang kita cari bisa saja tidak muncul di aplikasi Keyword Research App Tool. Dan jika hal itu terjadi, maka Om/Sist dapat menggunakan cara kedua, yaitu menggunakan browser Chrome versi ponsel Android.

Riset Keyword Menggunakan Browser Google Chrome

Sebelum melakukan riset dengan Browser Chrome, terlebih dahulu browser harus kita sterilkan dari history, cookie dan lain-lain. Caranya ialah dengan memilih menu (icon titik tiga) di sudut atas tampilan browser, kemudian pilih menu ‘History

Selanjutnya di halaman history, Om/Sist pilih teks ‘Hapus Data Penjelajahan…

Pada halaman hapus data penjelajahan, pilih tab ‘Lanjutan‘… Terus pada kolom ‘Rentang Waktu‘, pilih ‘Semua‘ dan centang seluruh kolom ceklist-nya.

hapus history google chrome

Setelah itu, sentuh tombol ‘Hapus Data‘.

hapus history google chrome

Selesai, browser sudah steril sekarang. Sekarang, lakukan pencarian.

Masukkan kata kunci yang akan Om/Sist cari di kolom ‘Telusuri atau Ketik Alamat Web

Selanjutnya pada halaman hasil pencarian, scroll ke bawah pada bagian ‘Penelusuran Terkait

Pilih salah satu atau beberapa hasil pada ‘Penelusuran Terkait’ tersebut dan gunakan sebagai kata kunci artikel.

Jika dirasa perlu, ambil kalimat dari ‘Penelusuran Terkait‘ itu dan kembangkan di aplikasi ‘Keyword Research App Tool‘, supaya hasilnya lebih matang.

Cara Menempatkan Kata Kunci (Keyword) pada Artikel

Setelah Om/Sist mendapatkan kata kunci untuk artikel yang hendak Om/Sist buat, selanjutnya Om/Sist harus tahu cara penempatannya di dalam artikel.

Dari hasil pencarian tersebut diatas, gunakan salah satu keyword-nya sebagai keyword utama.

Biasanya, hasil teratas yang paling ideal untuk dijadikan kata kunci utama… Sedangkan sisanya di statuskan sebagai kata kunci turunan.

Tapi tidak selalu seperti itu juga Om… Pada kasus tertentu, kadang saya menjadikan kata kunci kedua atau ketiga sebagai kata kunci utama.

Intinya, tergantung bagaimana patutnya saja. Jangan memaksakan kata kunci pertama untuk dijadikan keyword utama jika sekiranya kurang patut.

Hokeh, next…

Setelah Om/Sist menentukan kata kunci utama, selanjutnya giliran penempatannya…

Yang pertama,, keyword utama harus ada di judul artikel, harus ada pada link (url) dan harus ada pada paragraf pertama. Sedangkan untuk kata kunci turunan, Om/Sist dapat menempatkannya dimana saja di dalam artikel, asalkan tidak di paragraf pertama.

Kenapa kata kunci turunan tidak boleh ditempatkan di paragraf pertama??

Karena di paragraf pertama sudah ada kata kunci utama.

Jadi jangan ditambahi lagi dengan kata kunci turunan… Nantinya akan jadi bertumpuk, yang akibatnya artikel Om/Sist justru malah beresiko di cap sebagai spam oleh mesin pencari.

So… Tempatkan keyword turunan pada paragraf berikutnya, dimana saja, di paragraf ke berapa saja, bebass…

Mengenai penempatan keyword pada url / link, biasanya link / url akan terbentuk secara otomatis mengikuti judul artikel.

Kecuali untuk blog WordPress, jika Om/Sist terlambat memberi judul artikel, maka yang akan muncul disana hanyalah angka-angka saja.

Pada kasus seperti itu, seorang blogger WordPress harus mengedit url / link-nya secara manual.

Maka biasakan diri selalu menulis judul terlebih dahulu sebelum badan artikel.

Dengan selalu mendahulukan penulisan judul, maka url / link artikel akan terbentuk sempurna.

Cara Membuat Judul Artikel

Mengenai pembuatan judul, sepengalaman saya, buatlah judul sepanjang 6 kata hingga 10 kata.

Kenapa??

Karena jika judulnya terlalu pendek, dikhawatirkan artikel Om/Sist akan lemah di mesin pencari. Sebaliknya, jika judul artikel terlalu panjang, dikhawatirkan artikel dan blog Om/Sist akan dianggap spam oleh mesin pencari.

Dalam kondisi tertentu jika terpaksa judulnya harus panjang…, kadang saya membuat judul hingga sepanjang 12 kata.

Tapi itu sudah mentok. Sudah maksimal. Tidak boleh lebih dari 12 kata.

Selanjutnya dalam pembuatan judul, buatlah judul abadi… Yaitu judul yang berlaku selamanya…

Jangan membuat judul seperti artikel berita karena relevansinya hanya akan berlaku dalam jangka pendek saja.

Contoh judul abadi dan judul musiman:

Contoh 1:

  • ‘Pemerintah Republik Indonesia Menetapkan Program Pengentasan Kemiskinan Sebagai Prioritas’

Contoh 2:

  • ‘Pemerintah Republik Indonesia akan Merancang Program Pengentasan Kemiskinan’

Lihatlah Om… Bandingkan…

Pada judul yang pertama, relevansinya abadi. Artinya, judul tersebut tetap berlaku sebelum atau pun sesudah kejadian.

Sedangkan pada judul yang kedua, statusnya hanya sementara.

Kata ‘akan‘ disana menandakan bahwa setelah peristiwa itu terjadi, maka judul tersebut sudah tidak lagi relevan.

Demikian juga dalam penulisan artikelnya… Buatlah tulisan yang abadi, yang tetap berlaku selamanya. Jangan buat artikel seperti artikel berita yang akan kadaluarsa di kemudian hari.

Loh, kok?? Kenapa?? Bukankah situs-situs berita pun seringnya justru menulis artikel temporary yang kemudian kadaluarsa??

Betul Om… Tapi yang namanya situs berita besar, mereka itu sebuah perusaan. SDM-nya banyak dan handal, modalnya pun besar.

Sementara kita ini hanya blogger personal… SDM-nya hanya sendirian. Palingan dibantu beberapa penulis tamu…

Jika Om/Sist meniru cara penulisan situs-situs berita atau bahkan membangun blog berita, potensinya sangat kecil. Sangat berat bagi blogger personal untuk bisa bersaing melawan situs-situs besar…,, bahkan dapat dikatakan “mustahil” untuk menang persaingan.

So,, untuk kita blogger personal, buat tulisan yang abadi, panjang dan lengkap. Karena semakin panjang suatu artikel…, maka semakin besar pula potensinya untuk menduduki page one mesin pencari seperti Google, Bing, Yandex dan lain-lain.

Pada situasi tertentu, buatlah artikel berdasarkan pengalaman pribadi, meskipun isi artikelnya diluar tema blog.

Karena artikel yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, hasilnya akan menjadi artikel unik dan berbeda dari isi artikel orang lain.

Sementara mesin pencari suka pada artikel unik.

Jika pada saat-saat tertentu, Om/Sist harus mencari referensi dari sumber lain, maka tetaplah ditulis ulang secara manual dengan imajenasi kalimat sendiri. Dengan begitu, artikel akan tetap unik meskipun sebagian ide-nya diambil dari sumber lain.

Jangan gunakan tools AGC dan teknik-teknik terlarang lainnya… Karena semakin hari Google semakin canggih.

Cara-cara terlarang yang sekarang masih aman, belum tentu cara tersebut masih aman pada 2-3 bulan atau setahun yang akan datang.

Jangan sampai perjuangan Om/Sist selama bertahun-tahun, akhirnya tumbang dikemudian hari gegara Om/Sist menerapkan tehnik-tehnik blackhat.

Satu hal lagi…

Jika Om Sist bertanya perkara kualitas dan kuantitas artikel pada para ahli blogging, saya yakin mereka akan menjawab bahwa kualitas adalah yang utama.

Sementara kuantitas menjadi nomor dua…

Namun tidak demikian bagi saya. Saya katakan dengan jujur pada Om/Sist sekalian, bahwa membuat artikel berkualitas itu sangat memusingkan. Maka disini dengan lugas saya katakan, bahwa kuantitas adalah nomor satu dan kualitas menjadi nomor dua.

Namun bukan berarti kita sama sekali mengabaikan kualitas.

Jadi, update artikel sebanyak mungkin…

Tapi tetap dengan menerapkan tehnik-tehnik optimasi mesin pencari alias search engine optimation (SEO). Minimalnya dengan cara riset keyword… maksimalnya tidak terbatas, selama tidak menggunakan tehnik-tehnik terlarang.

Dan pamungkasnya saya katakan, bahwa cara riset keyword yang saya paparkan di atas adalah cara yang (menurut saya) paling mudah. Hasil risetnya pun simple… Tidak ada hasil yang detail perkara berapa banyak jumlah pencariannya dan seberapa tinggi tingkat persaingannya.

Tapi pun demikian, saya sudah menggunakan cara ini pada salah satu blog saya sejak akhir tahun 2017 lalu… dan terbukti efektif hingga sekarang. Penghasilan saya dari blog cukup ideal meski masih sangat jauh dari kata ‘besar / banyak’.

Tentunya dengan catatan bahwa saya selalu rajin update setiap hari… Entah 4 artikel, 3 artikel, 2 artikel atau pun hanya 1 artikel setiap harinya. (Bloglain).

Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas untuk Blog

Tinggalkan komentar