15 Cara Merayu Calon Mertua Agar Hubungan Sampai Menikah

Bloglain.com – Boy/Girl sekalian! Kalau sebelumnya saya sudah buat artikel mengenai cara PDKT yang baik dan benar, kali ini saya mau menceritakan cara merayu calon mertua. Hal ini perlu kamu lakukan supaya hubungan kalian baik untuk kalian sendiri dan ortu serta camer.

Yup. Meskipun nantinya kalian berdua yang akan menjalani hubungan yang lebih serius, tapi hubungan kalian tidak akan baik jika tanpa restu camer dan ortu.

Sebelum saya lanjut ke pokok bahasan, kamu harus faham dulu bahwa cara-cara ini hanya untuk kamu yang sudah berniat serius. Sama sekali tidak cocok untuk kamu yang masih iseng-iseng, yang masih cinta-cintaan kayak cinta monyetnya ABG.

Tapi meskipun begitu, cara-cara ini boleh juga untuk kamu yang masih ABG agar tahu supaya nantinya kamu sudah faham.

Hokeh. Kita langsung saja ke TKP.

Cara Merayu Calon Mertua agar Hubungan Lancar

1. Datang ke Rumah pacar dan Perkenalkan Diri pada Keluarganya

Cara merayu calon mertua yang pertama adalah dengan datang ke rumah pacar.

Kalau kamu sudah mulai dewasa, setidaknya sudah menginjak usia SMA, maka tinggalkan cara pacaran anak SMP, yaitu cara pacaran yang janjian ketemuan di jalan. Berangkat dan pulang masing-masing dari rumah masing-masing.

Kamu yang sudah mulai dewasa dan mulai serius, maka kamu (cowok) harus datang dan memperkenalkan diri pada camer (calon mertua). Tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan bahwa kamu adalah cowok sejati yang bukan hanya “pengen anaknya” tapi juga sudah siap menjadi bagian dari keluarganya.

2. Berpenampilan Rapi Namun Sederhana

Namanya mau ketemu orang tua pacar pasti harus rapi dong. Percaya deh, setiap camer pasti tidak suka dengan penampilan yang urakan. Setiap camer pasti menginginkan calon menantu yang rapi, walaupun si camer itu sendiri belum tentu seorang yang rapi.

Nah, kerapian yang saya maksud juga ada batasannya. Jangan berlebihan misalnya sampai mengenakan jas dan dasi. Wkwkwkwk!

Tidak perlu juga kamu dandan kekinian. Jarang sekali ada orang tua yang suka gaya kekinian, termasuk seorang camer.

3. Bicara Seperlunya dengan Bahasa yang Sopan dan Sederhana

Definisi sederhana memang agak sulit saya jabarkan. Intinya sih ikutin arus omongan camer. Ngobrol yang biasa-biasa saja, jangan berlebihan walaupun kamu punya banyak kelebihan. Misalnya, jangan pernah katakan penghasilan kamu milyaran rupiah perbulan meskipub memang seperti itu adanya.

Juga jangan terlalu merendah, misale kamu bilang bahwa kamu orang susah padahal aslinya ortu kamu tajir.

Kenapa tidak boleh seperti itu?

  • Pertama, jika camer kamu orang bodoh yang komersil, maka ia bakalan cepat-cepat nyuruh kamu kawin dengan anaknya

Atau ia akan berusaha memisahkan hubungan kalian kalau kamu bersikap lebay dengan merendah yang berlebihan.

  • Kedua, jika camer kamu itu orang yang cerdas dan bijaksana, maka ia akan menilai kamu sebagai orang yang sombong karena pamer penghasilan

Atau ia akan menilai kamu lebay dan pembohong ketika kamu merendah berlebihan.

Intinya sih, dua-duanya akan membuat camer jadi memiliki pandangan buruk pada diri kamu.

4. Segeralah Pamit Pulang Sebelum Jam Malam

Sebenarnya negara kita ini tidak menerapkan aturan jam malam. Hanya kita pakai istilahnya saja agar mudah pemahamannya.

Contohnya di kampung saya yang punya aturan tidak resmi mengenai jam malam, yaitu jam 21:00 alias jam 9 malam. Nah. Orang yang bertamu melebihi jam tersebut maka ia akan dianggap tidak sopan dan akan terkena teguran jika terjadi berulang-ulang.

Masih mending kalau camer atau si doi yang negur. Kadang-kadang yang negur itu para pemuda kampung setempat dengan cara kasar.

Jadi misalnya di kampung / kota do’i tidak ada aturan seperti itu pun tetap lebih baik kamu antisipasi dari awal.

5. Minta Izin pada Camer Setiap Kali Kamu Ajak Do’i Jalan

Sebagai tanda kedewasaan kamu, setiap kamu mau ajak do’i jalan, maka kamu harus meminta izin ortunya.

Betul Boy. Tidak ada seorangpun yang akan suka pada orang yang slanang-slonong mengajak anaknya jalan-jalan.

Meskipun kamu tidak berbuat yang iya-iya dengan do’i, walaupun kamu tidak melakukan s** bebas, tetap saja ortu do’i akan merasa khawatir.

6. Selalu Jemput dan Antar Do’i ke Rumahnya dengan Sepengetahuan Orang Tuanya

Ini lanjutannya. Kalau kamu sudah bisa selalu meminta izin camer, berarti kamu juga harus selalu siap antar jemput do’i.

Jangan berbuat kayak ABG SMP yang janjian dan ketemuan di jalan. Tunjukkan kedewasaan kamu pada camer, yaitu dengan cara antar jemput pacar sepengetahuan camer.

Dengan cara itu camer akan menganggap kamu mampu melindungi anaknya dan dengan sendirinya kamu akan mendapat kepercayaan camer.

7. Ceritakan Diri dan Keluarga Kamu Apa Adanya dengan Bahasa yang Sopan dan Sederhana

Jika sudah akrab dengan camer, mulailah memperkenalkan keluarga kamu pada camer melalui cerita yang baik.

Masih seperti yang saya sebutkan tadi, berbincanglah secara sopan dan sederhana. Jangan berlebihan dan jangan pula lebay dengan terlalu merendah.

Namun begitu, kamu jangan full transparan. Ada batasan-batasan tertentu.

Maksudnya begini.

Kadang dalam suatu keluarga kan ada kekurangan. Nah, untuk hal yang kurang atau yang sifatnya aib, ya jangan kamu obrolkan dengan camer.

8. Tunjukkan ke Camer Bahwa Kamu Adalah Orang yang Bertanggung Jawab

Pada sesi bincang-bincang dengan camer, tunjukkan sikap bahwa kamu tidak bergantung pada ortu kamu. Misalnya, ceritakan bahwa kamu sudah bekerja atau sedang mencari kerja.

Tapi meskipun begitu tidak usah menyebutkan nominal gaji kamu, kecuali jika camer menanyakannya.

Nah. Jika camer menanyakan pun kamu jawab secara sederhana saja. Jangan jawab secara lebay, misalnya dengan jawaban, “Ah, gaji saya kecil Pak”.

Jangan seperti itu. Sebutkan saja nominalnya. Soal besar atau kecil, biar saja camer yang menilainya.

Terus misalnya kamu ngapel bawa mobil atau motor gede kemudian camer memuji kamu, maka kamu jawab, “Ah. Bapak terlalu berlebihan. Ini mobil / motor pemberian orang tua. Saya belum mampu beli sendiri.”

Kecuali jika kamu memang beli pakai uang sendiri, ya kamu katakan sebenarnya.

Tapi itupun cara penyampaiannya yang sederhana saja dan sopan.

9. Ceritakan Tentang Pacar dan Keluarganya pada Ortu Kamu

Nah, kalau kamu sudah kenal baik dengan keluarga pacar, maka selanjutnya giliran kamu ceritakan tentang pacar dan keluarganya pada ortu kamu.

Ceritain hal-hal baik dan apa adanya. Yakinkan ortu kamu bahwa pilihan kamu adalah pilihan yang tepat dan terbaik.

Tapi keyakinan itu juga harus sesuai dengan kenyataan. Artinya pacar kamu memang cewek yang baik.

10. Ajak Pacar Kamu ke Rumah Supaya Mengenal Ortu Kamu

Kalau ortu sudah cukup tahu dengan cerita kamu, ajaklah pacar ke rumah. Kenalkan pacar pada ortu kamu. Biarkan kamu dan pacar saling tahu rumah dan keluarga masing-masing. Biarkan nantinya pacar yang menilai sendiri mengenai keluarga kamu.

Pada tahap ini kamu akan tahu, apakah pacar benar-benar siap menerima kamua apa adanya atau jangan-jangan ada apanya?

Nah, terus nanti pacar juga akan menceritakan perihal keluarga kamu pada ortunya dengan apa adanya.

Biarkan juga hal itu untuk mengetahui apa penilaian camer terhadap keluarga kamu.

11. Sampaikan Pembicaraan Baik dari Ortu Kamu pada Camer

Biasanya, kalau keluarga sudah saling tahu dari kalian, maka mereka akan saling memuji, saling berkirim salam dan saling berkirim oleh-oleh.

Sampaikanlah semua hal baik dari keduanya kepada keduanya. Posisikan diri kamu sebagai pemersatu dua keluarga besar melalui sisi dan cara yang baik.

12. Jika Camer Minta “Segera”, Maka Segeralah

Cepat atau lambat camer akan bertanya, “Kapan kalian akan bertunangan?” atau menanyakan hal yang arahnya ke situ. Maka sebaiknya kamu persiapkan diri dari sekarang. Jangan pernah beralasan, “Saya masih fokus pada karir.” Jadi kesannya perkawinan akan menghambat karir. Nanti bisa-bisa camer berkata, “Kalau begitu kamu ngga usah pacaran dulu sebelum karir kamu naik.”

Nah. Mampus lo.

13. Sesekali Bawa Oleh-oleh untuk Camer

Kalau cara pacarannya anak kampung seperti saya ini sih gampang. Cukup bawa martabak saja sudah cukup menyenangkan camer.

Tapi jangan terlalu sering dan berlebihan karena hal itu justru akan menimbulkan kesan kamu menyuap camer alias “ada maunya”.

Kalau sampai timbul kesan seperti itu, justru penilaian camer malah jadi negatif.

Ingat! Tujuan kamu mau jadi menantu. Apakah nanti setelah jadi menantu, kamu akan tetap seperti itu?

Banyak kejadian seseorang yang bersikap baik pada camer saat masih pacaran namun kemudian “biasa saja” setelah jadi menantu.

14. Hormati dan Anggap Camer Seperti Ortu Kamu Sendiri

Kamu juga harus faham bahwa mertua adalah sama dengan ortu kamu sendiri. Maka calon mertua adalah calon ortu kamu.

Mulailah belajar dari sekarang untuk bisa respect (hormat) pada camer. Dengar dan lakukan nasehatnya dalam hal-hal yang baik. Tunjukkan bahwa kamu adalah calon menantu yang baik.

15. Lakukan Pertukaran Pemberian Antara Ortu dan Camer

Langkah pamungkas dari cara merayu calon mertua adalah dengan bertukar peran.

Maksudnya, setiap kamu memberikan sesuatu pada camer, maka kamulah yang memberikannya. Sebaliknya saat kamu akan memberi sesuatu pada ortu kamu sendiri, buatlah kesan bahwa do’i yang kasih.

Dengan cara itu kalian akan jadi pasangan yang baik di mata ortu kalian masing-masing.

Nah Boy. Setelah kamu baca tulisan ini, mungkin sebagian dari kamu (yang berjiwa pengecut) akan ada yang tidak menjalankannya. Mungkin kamu lebih suka berkamuflase dengan segala kelebihan palsu supaya pacar dan camer merasa suka pada kamu. Tapi percayalah, suatu saat segala kebohongan kamu akan ketahuan.

Lebih baik berpahit-pahit dari sekarang tapi manis kemudian, daripada kebalik, manis duluan tapi hancur belakangan. (Bloglain – Cara merayu calon mertua).

1 komentar untuk “15 Cara Merayu Calon Mertua Agar Hubungan Sampai Menikah”

  1. Dear brides and grooms to be
    Salam hangat dari HIS Seskoad Grand Ballroom Bandung.
    Kami dengan bangga mempersembahkan venue terbaru kami yaitu “HIS Seskoad Grand Ballroom”, Gedung seskoad yang berletak strategis nan mewah yang menjadi favorit para calon pengantin ini kini berada di naungan HIS, untuk itu fasilitas yang terdapat di gedung seskoad grand ballroom kini berstandard seperti gedung HIS lainnya, “Ballroom full karpet eksklusif, AC, Lampu Kristal, dan design ruangan yang elegan&mewah”. Selain gedung, kami juga bekerjasama dengan banyak pilihan vendor ternama di Bandung, mulai dari catering, busana&MUA, dekorasi, music & entertainment, fotografi&videografi, MC, wedding car, hingga pelayanan yang kami miliki untuk membantu calon pengantin dari awal sampai akhir yaitu, Wedding Public Relations, Wedding Planner, dan Wedding Executor. Dengan sistem “One Stop Wedding Service”, Kami pastikan akan memberikan pelayanan terbaik dalam membantu dari awal hingga di hari Bahagia akang teteh
    Untuk itu kami mengundang akang teteh calon pengantin, untuk datang ke pre-launching HIS Seskoad Ballroom kami, dan segera dapatkan HARGA PRE-LAUNCHING yang pasti akan sangat worth it dengan fasilitas dan pelayanan yang kami berikan serta BONUS FANTASTIS! untuk akang teteh calon pengantin Cuma di HIS SESKOAD GRAND BALLROOM.

    For more info and detail call :
    Wedding Public Relations HIS Seskoad Grand Ballroom
    Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung.
    TELP & (WA) : +628112141300
    INSTAGRAM : @his_seskoad

    See u brides and grooms to be!
    -HIS Wedding Venue Organizer-

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *