Blog

Cara Memilih Niche Blog yang Bagus untuk Adsense

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Saya sempat dibuat ketawa sendiri saat dulu mencari cara memilih Niche blog yang bagus untuk Adsense. Saya ketawa, mentertawakan diri saya sendiri… Lah wong nulis saja belum bisa, ko sudah jauh pisan berangan-angan untuk meraih penghasilan dari blog.

Tapi ya tidak ada yang salah Om… Setelah sia-sia selama 6 bulan blogging tanpa pembaca yang memadai, saya akhirnya menemukan cara terbaik dalam rangka memilih niche yang bagus untuk blog.

Betul Om… Saya pernah gagal blogging… 6 bulan menulis, jumlah pembaca yang mampir ke blog saya hanya di kisaran 20-50 orang perhari… Tragis… Semua itu gegara saya salah memilih niche untuk blog Indonesia yang saya rintis saat itu.

Itu kisah kegagalan saya selama bulan Juli 2016 hingga Februari 2017. Tapi kegagalan itu tidak membuat saya menyerah. Saya bangun lagi blog baru dengan meraba-raba,, tanpa mempedulikan kiri-kanan… Bahkan saya tidak menggubris ajaran beberapa blogger senior yang panduannya tidak masuk di nalar saya.

Yup… Tidak saya pungkiri, saya memang banyak belajar dari tulisan-tulisan mereka para senior. Tapi faktanya, banyak diantara ajaran mereka yang sulit (bahkan tidak bisa) di aplikasikan oleh blogger pemula. Apalagi untuk saya yang blogging hanya menggunakan HP…

Karena itulah saya lurus di jalur saya sendiri, sampai saya menemukan cara saya sendiri…

Blog

Sekarang, saya masih bukan siapa-siapa… Saya belum menjadi blogger senior dengan penghasilan luar biasa… tapi setidaknya saya sudah bisa menjadi full time blogger.

Artinya??

Artinya saya mampu menafkahi saya sekeluarga dari blog.

Meski bukan berarti penghasilan saya uwow dari blog, tapi kalau di syukuri betul-betul, saya rasa nominalnya sudah lebih dari lumayan…

Hokeh… Kita balik lagi pada topik bahasan…

Tak dapat kita pungkiri bahwa di jaman now, aktifitas blogging sudah tidak seperti belasan tahun yang lalu.

Artinya, sekarang orientasi blogging sudah bukan lagi hanya sekedar menyalurkan hobi saja… namun lebih berat ke arah materi alias mencari penghasilan.

Iya tentu tidak salah selama aktifitas blogging dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya asal menulis saja dengan isi informasi yang tidak bermutu.

Nah, untuk dapat meraih penghasilan blog, tentu dibutuhkan niche blog yang selalu ramai pengunjung… Karena jika blog Om/Sist sepi pengunjung, jelas Om/Sist tidak akan dapat meraih penghasilan yang ideal.

Perkara jalur monetisasi blog, hingga saat ini iklan Google Adsense masih menjadi primadona.

Betul Om… Hingga saat ini, belum ada periklanan dunia maya yang mampu mengalahkan popularitas Google Adsense, khususnya di pasar Indonesia.

Selanjutnya, seperti yang kita sekalian tahu, patokan nilai utama Adsense adalah Rasio Klik Tayang (RKT) dan Biaya per Klik (BPK) alias Cost per Click (CPC). Maka itu, untuk mengejar penghasilan maksimal dari blog, banyak orang yang mencari niche blog dengan CPC tinggi.

Padahal sepengalaman saya, berapa sih CPC untuk iklan Indonesia??

Dari pantauan saya sejak 2016 hingga 2019, standar CPC saya hanya berkisar US$0,04 alias sekira Rp560 saja…

Sering juga saya dapat CPC US$0,05 atau US$0,06 bahkan lebih dari US$0,1 pun sering… Tapi secara rata-rata bulanan, jatuhnya tetap US$0,04 atau US$0,05.

Artinya apa??

Artinya ialah bahwa segitulah standar harga iklan untuk blog Indonesia…

Jadi kalau mau CPC tinggi, Om/Sist harus membangun blog berbahasa Inggris.

Tapi, membangun blog berbahasa Inggris tentu tidak mudah… Lah iya Om… Lah wong membangun blog dengan bahasa sendiri saja susah jika tidak tahu tehniknya, apa lagi membangun blog bule??

Iya kalau Om/Sist menguasai penulisan bahasa Inggris yang patut untuk blog sih monggo saja… Tapi untuk saya yang tidak mahir bahasa Inggris, saya lebih memilih membangun blog berbahasa Indonesia secara sungguh-sungguh…

Toh jika jumlah visitor berlimpah, meski CPC kecil, tetap hasilnya akan bagus Om… Betul??

Sebaliknya, meskipun blog berbahasa Inggris punya CPC besar, tapi jika blognya kalah bersaing, ya tentu hasilnya tidak akan maksimal lantaran jumlah pembacanya hanya sedikit.

Jadi, balik lagi….Niche blog paling laku di Indonesia itu tentang apa sih??

Ya entahlah… Karena tidak seperti itu cara saya mencari niche blog.

Saya biarkan niche blog yang mencari saya, bukan saya yang mencari niche

Lah, bisa begitu??

Bisa Om… Jadi teknisnya begini…

Di awal membangun blog, Om/Sist tulis saja hal tentang apapun yang basisnya dari pengalaman hidup.

Misale Om/Sist pernah bekerja sebagai waiter restoran, maka tuliskanlah tentang ilmu atawa job desk seorang waiter.

Atau jika Om/Sist pernah bekerja sebagai staff, tuliskanlah tentang ilmu dan tugas-tugas seorang staff. Begitu pun jika Om/Sist pernah bekerja sebagai seorang tenaga marketing,

… atau pekerjaan apa pun, tuliskan semuanya.

Misale lagi Om/Sist punya motor atawa mobil…, kemudian motor atau mobil Om/Sist pernah mengalam masalah semisal mogok dijalan,

… tuliskan juga. Tuliskan seperti apa gejalanya, apa masalah yang disimpulkan, bagian mana yang diperbaiki… hingga mobil / motor Om/Sist sembuh kembali… dan berapa besar biaya yang harus Om/Sist keluarkan untuk perbaikan tersebut.

Atau lagi jika ponsel Om/Sist pernah rusak, tuliskan juga pengalaman Om/Sist itu… Yaitu masalahnya, gejalanya, perbaikannya dan biayanya.

Atau lagi jika Om/Sist habis makan direstoran mana atau habis jalan-jalan ke tempat wisata…, tuliskan juga semuanya dengan detail.

Bahkan jika ketika misale Sista masak, pun tuliskan apa resepnya dan seperti apa cara memasaknya. Juga ambil foto masakannya…

Pokoke intinya, tuliskan tentang hal apa pun yang menjadi pengalaman hidup Om/Sist… Tuliskan juga hal apa pun yang berhubungan dengan hobi Om/Sist.

Tuliskan saja semuanya… Tidak usah dipilih-pilih…

Loh, jadi gado-gado dong tema blognya?? Bukankah kata para mastah, lebih baik membangun blog satu niche??

Itu mainan profesional Om… Disini saya bicara dengan bahasa pemula dan berdasarkan pengalaman pribadi saya selama 3 tahun.

Saya berani menyimpulkan bahwa inilah cara yang paling tepat bagi pemula…!!

Jadi, jangan fikirkan apa kata mereka yang menyuruh kita untuk menentukan niche blog sejak awal. Jangan pedulikan Om… Hajar saja tema apa pun… Tulis saja tentang apa pun. Teruslah menulis setiap hari sampai sekira 3-6 bulan.

Naaahhh… Setelah 3-6 bulan itu, jika Om/Sist rajin menulis dan rajin update blog setiap hari…, nanti akan terlihat niche mana yang berkembang dari semua artikel yang Om/Sist tulis.

Itulah niche blog abadi bagi Om/Sist…

Itulah niche yang harus Om/Sist lanjutkan perjuangannya…

Itulah niche yang akan membawa blog Om/Sist pada kesuksesan…

Tapi nanti jika sudah seperti itu, pengkategorian (pengelompokan) artikel dalam blog jadi berantakan dong??

Jadi harus dirubah lagi dong??

Ya ngga masalah Om… Soal merubah pengelompokan artukel itu hanya perkara kecil… Saya sendiri dulu mengedit 300-an artikel ketika mulai menemukan niche utama blog. Tetap saya tekuni, saya kerjakan setiap hari sampai blog saya rapi kembali.

Tidak masalah Om… Perbaikan pengkategorian seperti itu saja sih bukan perkara berat. Yang penting hasilnya sekarang maksimal. Betul…?

Begitulah cara memilih niche blog yang saya jalankan pada saat awal membangun blog ini, dan blog sebelum ini.

Terus, bagaimana jika nanti tema yang berkembang, tidak relevan dengan nama blog?

Itulah kenapa saya pernah menulis satu artikel,, dimana disana saya menyarankan Om/Sist yang masih pemula agar menggunakan dahulu platform gratisan. Jangan langsung menuju ke top level domai (TLD)…, apalagi langsung menggunakan platform self hosted.

Top level domain dan self-hosted hanya cocok digunakan… setelah Om/Sist menemukan niche blog yang betul-betul mantap gambarannya di masa depan.

Untuk lebih jelasnya, monggo, Om/Sist baca pemaparan saya tentang hosting dan domain…

Blogspot vs WordPress Bagus Mana?? Begini Penjelasannya…

Kemudian satu hal lagi…

Dalam penulisan artikel, wajib hukumnya Om/Sist melakukan riset keyword jika ingin blog Om/Sist kuat bersaing melawan blog-blog lain.

Cara Riset Keyword untuk Blog dan Penempatannya di Artikel

Terus, dengan cara ini, apakah kita pasti bakal mendapat niche yang terbaik untuk di monetisasi menggunakan jalur Adsense??

Yakin saja Om…

Logika sederhananya begini…

Nice yang kita temukan dari cara seperti ini, artinya niche tersebut dibutuhkan oleh banyak pembaca.

Selanjutnya, setiap hal yang banyak dibutuhkan oleh banyak orang…, maka pasti hal itu besar kaitannya dengan produk yang di iklankan melalui Adsense.

Karena apa??

Karena para pengiklan itu sendiri pun…, mereka memasarkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar.

Artinya, para pengiklan memasang iklan yang tema iklannya banyak dicari orang.

Blogger menulis artikel yang dibutuhkan banyak orang… dan pengiklan memasang iklan sesuai dengan kata kunci yang banyak dicari orang-orang.

Artinya, antara penulis blog, pembaca blog dan pemasang iklan…, ketiganya punya tujuan yang sama.

Jadi kesimpulannya, niche blog yang kita temukan secara alami seperti cara saya di atas, Insya Alloh, pasti potensial untuk meraih penghasilan maksimal.

Hokeh Om… Selamat Berjuang…!! (Bloglain – Cara Memilih Niche Blog).

Tinggalkan komentar