Beranda » Tema » 4 Cara Melamar Pekerjaan Agar Terhindar dari Penipuan

4 Cara Melamar Pekerjaan Agar Terhindar dari Penipuan

Melamar kerja

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Pada saat pelulusan sekolah, hal yang pertama terlintas dalam benak saya adalah, segera kerja. Mungkin Om/Sist juga berfikir sama seperti saya. So, inilah cara melamar pekerjaan yang benar agar Om/Sist terhindar dari penipuan.

Utamanya untuk fresh greduate alias orang yang baru lulus sekolah, Om/Sist harus baca tulisan ini sampai selesai. Ini penting. Sumpah deh. Karena pada zaman sekarang ini banyak sekali modus penipuan. Salah satunya adalah dengan modus lowongan kerja.

Yo wis, sekarang kita cekidot bae pada pokok bahasannya.

Cara Melamar Pekerjaan yang Benar

1. Mencari Informasi Lowongan Kerja dari Kerabat

Jika Om/Sist punya kerabat atau saudara yang bekerja di ‘PT Anunya Kamu’,

Wkwkwkwk! Perusahaan macam apa itu?

Ngga apa. Cuma contoh saja.

Jika Om/Sist punya kerabat yang bekerja pada suatu perusahaan, coba Om/Sist tanyakan, barangkali perusahaan tempat kerabat bekerja itu sedang ada lowongan kerja.

Metode ini menjadi cara yang paling aman, efektif dan efisien.

  • Aman karena kecil kemungkinan kerabat atau saudara Om/Sist akan menipu

Kecuali jika ia kerabat yang biadab. Wkwkwkwk!

  • Efektif karena dengan rekomendasi “orang dalam”, Om/Sist memiliki peluang lebih besar ketimbang melamar pekerjaan begitu saja tanpa rekomendasi dari siapapun
  • Efisien karena dengan cara ini, Om/Sist jadi tidak perlu keluar banyak uang untuk biaya pembuatan lamaran, ongkos kesana-kemari dan lain-lain

Tapi tidak semua orang bisa menempuh jalan ini karena kita tidak selalu punya kerabat yang punya posisi bagus sehingga bisa merekomendasikan kita untuk masuk ke perusahaan tempatnya bekerja. Jadi metode ini hanya opsi saja. Jika tidak ada, iya Om/Sist hatus mencari informasi lowongan pekerjaan dari sumber lainnya.

2. Mencari Iklan Lowongan Kerja melalui Media Massa (Koran atau Internet)

Ini cara melamar pekerjaan yang saya tempuh, dulu, sewaktu saya masih merantau.

Ketika Om/Sist menempuh cara melamar pekerjaan melalui iklan lowongan seperti ini, itu artinya Om/Sist sedang melatih diri untuk lebih fair, lebih profesional dan lebih mandiri. Tanpa bantuan dari orang lain.

Ada banyak sekali iklan lowongan kerja melalui koran dan internet. Tapi awas! Melamar kerja melalui iklan lowongan adalah cara yang sangat rentan penipuan. Om/Sist harus ekstra hati-hati dalam memilih iklan lowongan pekerjaan.

Supaya lebih jelas, saya gunkan contoh.

Iklan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Mendesak!

PT Anunya Kamu, Perusahaan skala nasional yang sedang berkembang pesat membutuhkan 300 orang untuk penempatan cabang baru Jawa dan Kalimantan.

Posisi / jabatan yang tersedia:

  • Staff HRD
  • Bagian ADM
  • Staff administrasi produksi
  • Staff QC
  • Operator produksi
  • Sopir forklift

Dan lain-lain.

Kualifikasi: SMA/SMK, D3, S1 semua jurusan.

Fasilitas:

  • Gaji Rp7-10 juta
  • Uang makan
  • Tunjangan jabatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Kirim lamaran Anda ke:

ptanunyakamu@email.com

atau SMS ke: 08567890123

Sekarang kita bahas kata-perkata dari iklan tersebut.

Kata “Mendesak”
  • Dari atas ada kata “Lowongan kerja mendesak”

Ini siapa yang mendesak? Memangnya lowongan kerja itu sama kaya naik busway, desak-desakan?

Kenapa bukan “mendesah” saja sekalian supaya jadi seperti suara Syahrini? Wkwkwkwk!

Om Bro/Sista sekalian. Pada zaman now ini banyak sekali pencari kerja. Tidak perlu ada embel-embel kata “Mendesak” pun akan ada banyak lamaran yang masuk. Jadi dari sini saja lowongan tersebut sudah tidak wajar. Sepertinya ia menekankan kata mendesak supaya Om/Sist buru-buru melamar. Dengan begitu si penipu bakal cepat mendapat korban.

Perusahaan Berskala Nasional?

Jika benar yang membuka lowongan pekerjaan tersebut itu adalah perusahaan besar dan bonafid, ia tidak perlu menggunakan kata mendesak. Dengan kalimat lowongan kerja yang sederhana saja akan ada banyak sekali orang yang berminat untuk melamar pekerjaan tersebut.

Berkembang Pesat dan Kata “300 orang”

Boro-boro berkembang pesat, pada zaman ini banyak perusahaan mengeluh, bahkan sebagian ada yang sampai bangkrut. Kebanyakan mengurangi jumlah karyawan, bukan malah membuka lowongan untuk ratusan orang.

Lagipula jikapun benar, perusahaan tersebut tidak perlu pamer melalui iklan lowongan kerja. Dan memang yang ada kalimat pamer seperti itu biasanya hanya penipu ataupun perusahaan outsourching yang mengarang cerita.

Ada Banyak Posisi atau Jabatan yang Tersedia

Pada umumnya lowongan kerja yang benar alias bukan penipuan atau outsourching, ia hanya tersedia untuk 1 – 2 orang saja. Bukan ratusan orang seperti itu.

Jikapun misalnya benar itu perusahaan baru atau cabang baru, ia akan merekrut karyawan secara bertahap. Tidak akan sekaligus seperti itu.

Kualifikasi Pendidikan dari SMA Sampai S1

Ini juga indikasi penipuan atau outsourching.

Lowongan kerja yang benar, ia akan mensyaratkan ijazah yang jelas. Apakah minimal SMA, SMK, D3 atau S1. Bukan malah semua lulusan ia terima. Bohong banget itu.

Gaji Tinggi dan Ada BPJS

Saya kira sih masih banyak perusahaan yang tidak taat pada aturan upah minimum. Jadi agak mustahil jika untuk sembarang jabatan, perusahaan akan memberikan gaji tinggi.

Sementara itu untuk jabatan yang gajinya tinggi pun biasanya mereka dapat dari hasil negosiasi pada saat interview. Bukan dari pengumuman melalui iklan lowongan.

Kemudian BPJS itu kan kewajiban perusahaan terhadap karyawan. Jadi bukan suatu kelebihan.

Logikanya sekarang ini kan zaman susah cari kerja, jadi tanpa iming-iming yang muluk-muluk pun akan ada banyak pelamar yang datang. Maka jika Om/Sist mendapati ada iklan lowongan kerja yang muluk-muluk seperti itu, ya artinya iklan tersebut penipuan atau outsourching.

Email, SMS atau WhatsApp

Perhatikan jika emailnya menggunakan platform gratisan seperti Gmail, Yahoo! dan sejenisnya, itu sangat mencurigakan. Mana ada perusahaan berskala nasional ko’ pakai email gratisan? Nggak modal amat itu perusahaan?

Apalagi jika lowongan tersebut mengarahkan Om/Sist untuk melamar via SMS atau WhatsApp, itu sudah sangat mustahil. Yakin lowongan tersebut penipuan atau outsourching.

Lalu seperti apa iklan lowongan yang benar?

Contoh Iklan Lowongan Kerja yang Asli

Iklan lowongan kerja yang asli, ia cenderung simple dan jelas serta tidak ada iming-iming yang muluk-muluk.

Contohnya seperti ini.

Dibutuhkan: wanita max 37 tahun S1, menguasai komputer dan software akuntansi. Lamaran ke PO BOX 1234 JKB 11000 paling lambat 27 Januari 2017

Sudah. Hanya begitu doang. Dan iya memang justru hanya seperti itulah bunyi lowongan kerja yang asli.

3. Melamar Kerja Melalui Perusahaan Outsourching

Sebenarnya tidak salah juga jika Om/Sist mau melamar pekerjaan melalui perusahaan outsourching. Yang penting Om/Sist harus sudah menyadari sejak awal dan bukan karena tergiur oleh iming-iming yang muluk-muluk.

Dan Om/Sist juga harus menyadari bahwa outsourching adalah perusahaan penyalur tenaga kerja. Artinya Om/Sist akan harus membayar jasa pada perusahaan outsourching tersebut atas penempatan kerja yang Om/Sist terima.

Biasanya perusahaan outsourching akan meminta sejumlah uang pada saat Om/Sist melamar ke sana, dengan dalih biaya pelatihan. Selain itu nantinya Om/Sist juga akan kena potongan gaji setiap bulannya.

Singkatnya, jika memang Om/Sist tidak merasa keberatan terhadap kondisi itu, ya monggo saja melamar melalui perusahaan outsourching. Tapi itupun Om/Sist harus benar-benar yakin bahwa iklan lowongan tersebut datangnya dari perusahaan outsourching. Bukan merupakan upaya penipuan.

Jika Om/Sist melihat ada indikasi penipuan pada lowongan kerja tersebut, lebih baik hindari saja. Batalkan niatan Om/Sist untuk melamar ke sana.

4. Melamar Kerja Melalui Calo

Pada dasarnya, calo adalah sama saja dengan outsourcing. Hanya saja kalau calo sifatnya perorangan, tidak punya organisasi dan tidak berbadan hukum alias bukan merupakan suatu perusahaan.

Dan seperti pula saat melamar kerja melalui perusahaan outsourching, demikan juga saat Om/Sist menggunakan jasa calo tenaga kerja. Yaitu Om/Sist harus benar-benar yakin bahwa calo tersebut bukanlah seorang penipu. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *