4 Cara Melamar Pekerjaan Agar Terhindar dari Penipuan

Cara Melamar Pekerjaan – Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Pada saat pelulusan sekolah, hal yang pertama terlintas dalam benak saya adalah… segera kerja. Mungkin Om/Sist juga berfikir sama seperti saya.

Tapi kerja dimana?? Gimana nyari kerjanya?? Gimana cara ngelamar kerja??

Begini…

Khususnya buat fresh greduate (yang baru lulus sekolah), Om/Sist harus baca sampai selesai.

Ini penting… Sumpah deh…

Kenapa saya bilang penting??

Karena jaman sekarang banyak banget penipuan dengan berbagai modus. Salah satunya adalah dengan modus lowongan kerja ini. Maka dari itu, Om/Sist harus perhatikan kiat-kiat berikut ini:

Cara Melamar Pekerjaan yang Baik

1. Mencari Informasi Lowongan Kerja dari Kerabat

Maksudnya begini… Jika Om/Sist punya kerabat atau saudara yang bekerja di ‘PT Anunya Kamu’

Wkwkwkwk… Perusahaan macam apa ini??

Tapi nggak apa. Ini cuma contoh. Yang penting Om/Sist paham maksud saya…

Jika Om/Sist punya kerabat yang bekerja disuatu perusahaan, coba Om/Sist tanyakan, apakah disana ada lowongan kerja?? Ini adalah cara yang paling aman, efektif dan efisien.

  • Aman karena kecil kemungkinan kerabat atau saudara akan menipu Om/Sist.

Kecuali kerabat yang biadab. Wkwkwkwk…

  • Efektif karena dengan rekomendasi “orang dalam”, peluangnya lebih besar untuk Om/Sist diterima kerja disana
  • Efisien karena dengan cara ini, Om/Sist tidak perlu keluar banyak uang banyak untuk biaya pembuatan lamaran, ongkos kesana-kemari dan lain-lain.

Tapi tidak semua orang bisa menempuh jalan ini. Kita tidak selalu punya kerabat yang punya posisi bagus diperusahaan yang akan kita lamar.

Atau kalaupun ada, tidak selalu ada lowongan diperusahaan tersebut.

Nah… jika jalan itu tidak Om/Sist temukan, maka lanjut ke pilihan berikutnya…

2. Mencari Iklan Lowongan Kerja di Media Massa (Koran atau Internet)

Ini cara melamar pekerjaan yang saya tempuh… dulu waktu masih suka merantau. Dengan cara ini, kita dilatih untuk lebih fair, lebih profesional dan lebih mandiri… tanpa bantuan orang lain.

Banyak sekali lowongan-lowongan kerja dikoran dan internet. Tapi awas… Cara ini sangat rentan penipuan. Om/Sist harus ekstra hati-hati dalam memilih lowongan kerja dimedia seperti ini.

Supaya lebih jelas, saya pakai contoh iklan lowongan palsu berikut ini:

Lowongan Kerja Mendesak!!

PT Anunya Kamu, Perusahaan skala nasional yang sedang berkembang pesat membutuhkan 300 orang untuk ditempatkan dicabang baru kami di Jawa dan Kalimantan, untuk posisi sbb:

  • Staff HRD
  • Staff ADM
  • Staff produksi
  • Staff QC
  • Operator produksi
  • Sopir forklift

… dan lain-lain.

Kualifikasi: SMA/SMK, D3, S1 semua jurusan.

Fasilitas:

  • Gaji 7-10 juta
  • Uang makan
  • Tunjangan jabatan
  • BPJS

Kirim lamaran Anda ke:

ptanunyakamu@email.com

atau SMS ke: 08567890123

Sekarang kita bahas kata-perkata dari iklan tersebut…

  • Dari atas ada kata “lowongan kerja mendesak”

Ini siapa yang mendesak?? Memangnya lowongan kerja itu sama kaya naik busway… desak-desakan??

Kenapa bukan “mendesah” sekalian biar kaya suara Syahrini?? Wkwkwkwk…

Jaman sekarang ini banyak banget pencari kerja. Nggak perlu kata mendesak juga bakalan banyak yang ngelamar (kalau itu perusahaan benar dan bukan penipu).

  • Perusahaan berskala nasional

Kalau benar perusahaan segede itu, nggak perlu buka lowongan dimedia. Cukup tempel pengumuman “lowongan” didepan kantor atau memberitahukan pada pengurus serikat pekerja diperusahaan itu.

Dengan cara itu saja, dijamin ribuan pelamar akan berbondong-bondong mengirim lamaran.

  • Berkembang pesat dan kata 300 orang

Wkwkwkwk… kni dodol lagi. Jaman sekarang perusahaan lagi pada ngeluh, pada bangkrut. Boro-boro berkembang pesat. Karyawan yang ada saja dikurangi… di PHK, ini malah katanya butuh 300 orang?? Ngawur…

  • Ada 6+ posisi yang dibutuhkan

Lowongan kerja yang benar hanya membutuhkan 1-2 orang untuk 1-2 posisi.

Jika pun memang perusahaan itu buka cabang baru, sebagian karyawannya pasti “tarikan” dari perusahaan induk. Nggak akan semuanya orang baru. Bisa langsung bangkrut itu kantor cabang dalam 1 bulan kalau semua karyawannya baru.

  • Kualifikasi pendidikan SMK sampai S1

Ini nggak jelas banget. Maunya lulusan apa??

Pokoke nggak perlu dibahas lagi. Sudah jelas nggak benar… Untung aja nggak ditulis minimal lulusan SD.

  • Fasilitas, gaji dan BPJS

Sekarang ini perusahaan disuruh mengikuti kebijakan UMK saja masih banyak yang nggak taat. Boro-boro ngasih gaji 7-10 juta…

Uang warisan dari nenek moyang Fir’aun kali yang buat bayar gaji ya??

Lagi pula untuk jabatan staff, negosiasi gaji dilakukan pada saat interview… bukan pada iklan.

Kemudian BPJS… itu kan kewajiban perusahaan pada karyawan. Ngapain dipajang-pajang diiklan lowongan?? Nggak mutu itu iklan Om…

  • Email dan SMS

Perhatikan jika emailnya menggunakan platform gratisan seperti Gmail, Yahoo! dan sejenisnya… itu sangat mencurigakan. Mana ada perusahaan berskala nasional kok pakai email gratisan… Nggak modal amat itu perusahaan??

Apa lagi pakai SMS… ini mau ngelamar kerja atau mau nembak gebetan sih?? Ko pake SMS??

Bukan sekalian saja pakai Whatsapp??

Itu cuma salah satu contoh. Sejatinya masih banyak contoh-contoh lowongan kerja yang “nggak beres” seperti itu. Bentuk dan kalimatnya bisa berbeda-beda… tapi indikasinya tetap mirip seperti itu.

Perhatikan… Iklan lowongan kerja seperti contoh diatas punya 2 kemungkinan, yaitu:

  1. Penipuan
  2. Perusahaan outsourching / yayasan penyalur tenaga kerja

Jadi bukan benar-benar perusahaan yang membuka lowongan kerja.

Intinya jangan tergiur iklan lowongan yang seperti itu.

Lalu seperti apa iklan lowongan yang benar??

Lowongan yang benar itu iklannya simple. Nggak muluk-muluk dan nggak kasih iming-iming gaji besar, tunjangan dan lain-lain.

Contohnya seperti ini:

Dibutuhkan: wanita max 37 tahun S1, menguasai komputer dan software akuntansi. Lamaran ke PO BOX 1234 JKB 11000 paling lambat 27 Januari 2017

Sudah… Cuma segitu doang justru iklan lowongan yang benar.

15 Tugas dan Tanggung Jawab Staff Administrasi Produksi

Cara Melamar Kerja yang Tidak Baik

3. Melamar Kerja Melalui Outsourching

Kenapa cara melamar pekerjaan melalui outsourching… saya katakan tidak baik??

Karena Om/Sist harus membayar sejumlah uang

Jadi begini… yang saya pernah alami (saya lupa tanggal kejadiannya) diruko arcadia, Batu Ceper, Tangerang… Sehari setelah saya kirim lamaran via pos, saya langsung dipanggil untuk interview. Saya senang dong… Dan langsung meluncur kelokasi.

Sampai sana saya langsung interview dan dinyatakan “diterima”.

Busett…!! Gampang amat??

Melamar kerja

Tapi apa yang terjadi kemudian?? Saya diminta uang sejumlah 300,000 rupiah. Katanya untuk biaya pelatihan kerja. Lah jelas saja saya ngga kasih. Ngapain coba??

Untung saja sejak awal saya punya prinsip, “saya kerja mau cari uang. Pantang keluar uang duluan”. Maka dari itu saya nggak kasih uang sepeserpun pada orang itu.

Saran saya… jika Om/Sist menemui kasus seperti saya, jangan serta-merta menolak memberi uang. Pakai kata-kata yang halus tapi “menipu”.

Misalnya, “Aduh, maaf Pak/Bu. Saat ini saya nggak bawa uang. Saya pulang dulu ambil uang, nanti kesini lagi”.

Sesudah itu Om/Sist pergi dan jangan pernah kembali ketempat itu lagi.

Kenapa harus dengan cara halus seperti itu??

Karena untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

Maksudnya begini… Kalau Om/Sist menolak dengan kalimat yang keras / tegas, dikhawatirkan justru akan menyulitkan Om/Sist pergi dari tempat itu. Apa lagi kalau Om/Sist perantau disitu… Bisa lebih pusing menghadapi orang-orang di perusahaan outsourching tersebut.

Yayasan (outsourcing atau bahkan penipu) seperti itu biasanya terorganisir. Buktinya saat saya meninggalkan tempat tersebut, didepan kantor itu saya dicegat oleh security. Ditanya mau kemana, dan bagaimana hasil interviewnya…

So… demi keamanan saya pura-pura gembira dan saya jawab, “Saya diterima, Pak. Sekarang saya mau pulang dulu ambil uang, untuk bayar biaya pelatihan”.

Dan kata security itu, “Oh, iya. Bagus. Cepetan, jangan sampai telat, nanti kantor keburu tutup. Trus nanti lowongannya keburu keisi oleh orang lain”.

Ini kan aneh… Ngapain seorang satpam ikut-ikutan mensugesti soal recruitment karyawan?? Singkatnya itu security juga berarti dapat komisi dari uang para korban.

Jika pun yayasan itu benar (nggak nipu), Om/Sist tetap rugi.

Dimana letak kerugiannya?

  • Yang pertama jelas… Om/Sist harus membayar sejumlah uang… sedangkan apa dan dimana pekerjaannya Om/Sist belum tahu sama sekali.
  • Kemudian yang kedua… saya pakai contoh pengalaman orang lain…

Di pertengahan tahun 2012… saat itu saya kerja di PT Multi Kencana Niagatama (PT MKN), Serang, Banten. Saat itu saya berbincang dengan salah seorang karyawan yang masuk kerja ke PT MKN melalui jasa outsourching dari Jakarta.

Orang tersebut bilang bahwa dia merasa dibohongi oleh yayasan tersebut.

  • Pertama… dia dijanjikan gaji Rp2 juta, padahal saat itu UMK Serang baru Rp1,41 juta.
  • Kemudian yang kedua, dia terima gaji tiap bulan melalui yayasan tersebut… tidak diterima langsung dari PT MKN.

Dan gaji yang dia terima hanya R1,1 juta.

Jadi gaji dia tiap bulan dipotong 300 ribuan (entah dengan alasan apa).

Itu artinya… dia bekerja di PT MKN tapi dengan status sebagai karyawan dari yayasan penyalur tenaga kerja tersebut.

Enak amat itu orang-orang yayasan?? Terima uang dari hasil keringat orang lain.

Nah… tentunya Om/Sist tidak mau seperti itu kan??

Dan kisah di atas itu hanya salah satu contoh saja. Aslinya masih banyak contoh-contoh yang lain.

Coba saja Om/Sist cari di Google dengan keyword:

penipuan lowongan kerja

Pasti bakal banyak banget hasil yang muncul.

4. Melamar Kerja Melalui Calo

Pada dasarnya, calo adalah sama saja dengan outsourcing. Hanya saja kalau calo sifatnya perorangan, tidak punya organisasi dan tidak berbadan hukum.

Ada sedikit perbedaan umum yang ada diantara calo tenaga kerja dan yayasan outsourcing.

  • Outsourcing meminta uang awal lebih kecil dari calo, tetapi memotong gaji karyawan setiap bulan
  • Calo tidak memotong gaji, tapi diawal minta uang lebih besar dari outsourcing

Saya punya contoh:

Seorang teman saya pada tahun 2011 mengirim lamaran ke PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Tangerang… mmelalui jasa calo tenaga kerja. Dia melakukan itu karena kesulitan mendapatkan pekerjaan… sedangkan dia sudah lama menganggur.

Oleh calo itu, teman saya dimintai uang Rp1,5 juta. Itu angka yang lumayan pada waktu itu.

Trus apakah dengan uang Rp1,5 juta itu dia bisa cepat diterima kerja??

Ternyata tidak. Bahkan dia baru diterima kerja setelah 1,5 tahun kemudian.

Gilaaaaa….!!! Untung saja itu calo nggak kabur.

Jadi intinya tetaplah pakai cara pertama dan kedua saja. Itu pun dengan tetap selektif memilih iklan yang benar.

Jangan cara ketiga dan keempat.

Ini bukan menakut-nakuti… Ini sekedar informasi agar kita semua waspada terhadap segala kemungkinan kejahatan. (Bloglain – Cara Melamar Pekerjaan).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *