blogspot vs wordpress

Blogspot vs WordPress Bagus Mana?? Begini Penjelasannya…

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Ada sebuah pertanyaan besar yang sempat memenuhi relung dada saya pada sekira akhir tahun 2017 lalu… Yaitu pertanyaan tentang Blogspot vs WordPress bagus mana…?? Utamanya dalam hal optimasi mesin pencari alias search engine optimation (SEO)…

…yang pada akhirnya akan berpengaruh pada percepatan pertumbuhan blog…

… yang pada akhirnya lagi, akan berimbas pada penghasilan dari blog itu sendiri.

Yup… Di dunia persilatan blogging jaman now, blog bukan lagi sekedar untuk menyalurkan hobi menulis dan untuk sharing pengetahuan saja… Lebih dari itu, aktifitas blogging sudah berorientasi pada penghasilan…

Termasuk diri saya sendiri…

… saya tidak memungkiri bahwa sejak awal blogging, orientasi saya sudah tertuju pada uang.

Nah, salah satu cara yang paling populer dalam mengejar pundi-pundi dollar atau pun rupiah dari blog adalah… dengan cara me-monetisasi blog melalui Google Adsense…

Atau dalam istilah lain, menjadi publisher Adsense…

blogspot vs wordpress

Blogspot vs WordPress

Blogspot atau WordPress untuk Adsense…??

Membahas perkara monetisasi blog melalui jalur Google Adsense, maka pemilihan hosting blog menjadi salah satu pertimbangam yang tidak bisa dianggap remeh…

Kenapa??

Karena ada hal besar yang harus Om/Sist ketahuli sebelum Om/Sist mengambil keputusan dalam memilih hosting.

Blogspot dan WordPress Bagus Mana…??

Masih Blogspot vs WordPress.

Jika Om/Sist bertanya pada saya, perkara, bagus mana antara Blogspot dan WordPress?? Maka dengan sangat lugas, saya akan jawab bahwa WordPress yang lebih bagus.

Tapi… Jawabannya tidaklah se-simple itu…

Ada jawaban yang sangat panjang yang harus saya paparkan agar jelas, dimana letak kekurangan dan kelebihan dari keduanya.

Lebih Baik Blogspot atau WordPress untuk Pemula…??

Menanggapi pertanyaan perkara lebih baik yang mana di antara Blogspot dan WordPress untuk blogger pemula… maka saya akan menjawab bahwa Blogspot yang lebih baik.

Tapi… Lagi-lagi jawabannya tidaklah sesingkat itu.

Secara keseluruhan, jawabannya sangat kompleks. Jadi, untuk lebih jelasnya, monggo Om/Sist cekidot bae pada paparan saya di bawah ini, tentang Blogspot vs WordPress

Blogspot

Seperti yang Om/Sist sekalian tahu, Blogspot alias Blogger.com adalah platform milik Google. Sementara kita tahu bahwa Google adalah raksasa penguasa dunia maya… Utamanya dari mesin pencari (search engine), situs berbagi video (Youtube) dan jalur periklanan (Adsense).

Tapi, meskipun Blogspot itu milik Google, namun dia dianggap tidak lebih hebat dari WordPress.

Betul Om… Secara optimasi off-page, Blogspot dinilai “kalah” dibanding WordPress… Faktanya, mayoritas blog-blog profesional hampir bisa dipastikan lebih memilih WordPress untuk hosting blognya dibanding Blogspot… hingga akhirnya muncul kesan bahwa blog yang di hosting di WordPress, maka dia dianggap lebih kredibel dibanding blog yang di hosting di Blogspot.

Dan faktanya memang demikian… Blog WordPress jauh lebih mudah di optimasi dibanding blog yang dihosting menggunakan Blogspot. Utamanya karena WordPress punya banyak sekali alat-alat tambahan (plugin)… yang sangat bermanfaat untuk mempercepat perkembangan blog.

Saya sudah membuktikannya sendiri…

Blog pertama saya yang saya hosting di WordPress self-hosted, hasilnya sangat bagus… meski belum bisa disebut luar biasa…

Tapi… Ada satu hal penting yang harus Om/Sist ketahui, yaitu bahwa dalam seni blogging, konten adalah yang utama.

Optimasi on-page (optimasi konten) adalah yang nomor satu.

Jadi, meskipun Om/Sist menggunakan hosting Worpress, hasilnya tetap tidak akan maksimal jika konten-kontennya “mentah”.

So… Konten adalah rajanya…

Kemudian selain itu, Blogspot juga punya keunggulan dalam hal monetisasi.

Maksudnya begini…

Meskipun platform Blogspot itu gratisan, tapi dia bisa di pasangi iklan Adsense. Karena ya… Antara Blogspot dan Adsense itu sama-sama milik Google. Jadi, patut saja jika keduanya bisa dikaitkan.

Berbeda dengan WordPress, dimana blog WordPress harus di upgrade ke top level domain dan self hosted… jika ingin di pasangi iklan dari Google Adsense.

Artinya Om/Sist harus membayar domain dan hosting setiap tahunnya agar kehidupan blog bisa terus berlangsung.

Sementara dengan Blogspot, tanpa upgrade top level domain (TLD) dan tanpa harus pindah hosting pun…, Om/Sist sudah bisa menghasilkan uang dari Google Adsense.

Iya Om… Dengan hosting gratisan saja Om/Sist bisa mendapat penghasilan. Itu kan luar biasa ya Om…??

Terus, kenapa dari tadi saya sebut-sebut nama ‘Adsense’ melulu??

Karena hingga saat ini, Google Adsense masih menjadi jalur paling populer untuk meraih penghasilan dari blog.

WordPress.com

Di dalam tubuh WordPress, ada dua hosting yang ditawarkan, yaitu Worpress.com dan WordPress.org

Ketika blog Om/Sist di hosting di WordPress.com dengan subdomain ‘wordpress’, maka saat itu Om/Sist tidak bisa memasang iklan pada blog. Jika Om/Sist tetap memaksa, maka blog Om/Sist akan di beku-kan oleh pihak WordPress karena melaggar kebijakan WordPress.

Jika Om/Sist ingin supaya blog WordPress.com dapat menghasilkan uang dari iklan, maka Om/Sist harus upgrade ke top level domain. Itu pun setelah menggunakan top level domain (domain sendiri), iklan yang boleh ditayangkan di blog hanya iklan dari WordPress saja, yaitu Adword. Tidak boleh menayangkan iklan dari Google Adsense atau dari sumber lainnya.

Sementara kita tahu bahwa performa periklanan Adword tidaklah sebagus Adsense (khususnya di Indonesia).

Jadi, dilihat dari kondisi yang seperti itu, hampir bisa dikatakan bahwa blogging di WordPress.com lebih pada hanya sebagai sarana hobi saja.

Tapi… Bukan berarti WordPress.com tidak punya kelebihan…

Blogging di WordPress.com versi gratisan punya kelebihan dalam hal optimasi off-page. Betul Om… WordPress.com lebih mudah di optimasi dibanding Blogspot. Paling tidak, WordPress.com punya fitur pengelompokan dengan kategori dan tag. Tidak seperti Blogspot yang pengelompokan kontennya hanya satu… yaitu label (kategori) saja.

Artinya, jika Om/Sist mengawali blogging dari platform WordPress.com, maka Om/Sist jangan berharap banyak untuk meraih penghasilan… Jadikan aktifitas blogging sekedar untuk menyalurkan hobi saja.

Namun jika nantinya blog yang Om/Sist kelola berkembang pesat di WordPress.com,, Om/Sist akan mudah me-migrasi-kan blog Om/Sist ke WordPress self-hosted.

Dengan WordPress self-hosted, Om/Sist bisa meraih penghasilan maksimal.

Dan yang terpenting adalah, saat Om/Sist bermigrasi dari WordPress.com ke WordPress self-hosted…, tampilan artikel blog Om/Sist akan tetap rapi.

Berbeda dengan proses migrasi dari Blogspot ke WordPress self-hosted…, dimana setelah bermigrasi, konten Om/Sist bisa jadi berantakan.

Betul Om… Saya mengalami hal seperti itu, dulu saat saya bermigrasi dari Blogspot ke WordPress self-hosted. Setelah bermigrasi, paragraf-paragraf dalam artikel blog saya jadi berantakan.

WordPress.org (WordPress self-hosted)

Dibanding Blogspot dan WordPress.com, WordPress self-hosted menjadi yang paling powerfull.

Betul Om… Blog yang di hosting di WordPress self-hosted, dia akan sangat mudah di optimasi dengan bantuan banyak plugin.

Selain itu, dengan self-hosting (hosting sendiri), Om/Sist juga lebih bebas berekspresi. Tidak ada batasan perkara jalur monetisasi dan isi kontennya… Asalkan tidak mengarah pada unsur SARA,, yang dengan kata lain, tidak melanggar Undang-undang ITE yang ada di Indonesia.

Tapi… Cara blogging menggunakan hosting sendiri, membutuhkan biaya domain dan hosting yang tidak bisa dikatakan murah.

Contoh mudahnya, blog pertama saya yang saya hosting di WordPress self-hosted… biaya langganannya sekira Rp1,25 juta/tahun untuk hosting… dan Rp120 ribuan untuk domainnya.

Artinya mendekati Rp1,4 juta pertahun.

Itu pun saya pakai paket standar.

Untuk paket premium, nominalnya bisa lebih dari Rp2 juta pertahun.

Untuk sebuah blog yang sudah memiliki penghasilan mumpuni, harga hosting + domain yang sekian juta pertahun, tentunya tidak akan terasa mahal… Namun bagi pemula, saya katakan bahwa WordPress self-hosted sama sekali tidak cocok.

Kenapa??

Karena bagi seorang pemula, Om/Sist tidak pernah tahu akan seperti apa perkembangan blognya nanti. Karena, meskipun WordPress self-hosted powerfull secara optimasi off-page… namun seperti yang sudah saya sebutkan di atas, konten adalah raja-nya.

Jadi, meskipun hal lain di optimasi menggunakan plugin dan segala fasilitas yang tersedia di WordPress.org, namun semua itu akan sia-sia jika konten-nya sendiri tidak optimal.

Faktanya, ada banyak dari teman saya yang blogging di WordPress namun kemudian mereka berhenti blogging lantaran hasil yang mereka raih tidak sesuai dengan ekspektasi mereka di awal.

Tapi…

Ada tapinya lagi Om…

Jika Om/Sist tetap ingin menggunakan WordPress self-hosted, Om Sist bisa memulainya dari paket yang termurah. Nanti jika sudah berkembang, Om/Sist bisa upgrade ke paket yang lebih tinggi.

Menutut pantauan saya, ada banyak layanan hosting WordPress yang menawarkan paket murah. Salah duanya adalah Niagahoster danĀ IDWebHost

Kesimpulan

Bagi seorang pemula, jika Om/Sist sama sekali belum yakin, saya sarankan menggunakan Blogspot saja. Jika nantinya blog Om/Sist berkembang maksimal dan Om/Sist sudah yakin dan mantap… barulah Om/Sist pertimbangkan untuk bermigrasi ke WordPress self-hosted.

Atau, Om Sist juga bisa tetap menggunakan hosting Blogspot dengan top level domain (domain sendiri).

Namun jika blog Om/Sist berkembang pesat hingga punya jumlah visitor lebih dari 6.000 orang perhari, saya sangat menyarankan agar Om/Sist memindahkan hosting dari Blogspot ke Worpress self-hosted.

Karena apa??

Karena dengan WordPress self-hosted, kita lebih bebas berekspresi… tanpa takut terkena sanksi akibat pelanggaran yang tidak di sengaja terhadap kebijakan Blogspot.

Jadi, gimana kesimpulan pamungkasnya??

Sebagai gambaran, saya mengawali blog pertama saya dari Blogspot. Hingga saat blog saya mencapai jumlah visitor di kisaran 2.000-an orang perhari, barulah saya migrasi ke WordPress self-hosted.

Sejak itu kemudian blog tersebut terus berkembang hingga hasilnya mampu untuk menafkahi diri saya sekeluarga.

Saat itu, dengan jumlah visitor segitu, sebenarnya pendapatan saya dari blog masih kecil. Namun melihat dari grafik perkembangan blog tersebut… hati saya sudah yakin untuk bermigrasi ke WordPress.

Satu hal lagi… Platform blogging di dunia persilatan ini sebenarnya bukan hanya Blogspot dan WordPress saja… Namun saya hanya membahas dua brand tersebut, karena dua platform itulah yang paling populer… khususnya di Indonesia. (Bloglain – Blogspot vs WordPress).

11 Cara Optimasi Blog WordPress dan Blogspot

Cara Membuat Tampilan Blogspot Menarik & Baik untuk Adsense

Tinggalkan komentar