Beranda » Lain-lain » Biduran vs Alergi Keringat dan Cara Mengobatinya

Biduran vs Alergi Keringat dan Cara Mengobatinya

Biduran alergi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Beberapa waktu lalu saya baru tahu perbedaan antara biduran vs alergi keringat. Hal itu saya ketahui secara tidak sengaja ketika pada tengah malam, tiba-tiba anak saya terbangun karena gatal dan bentol-bentol sekujur tubuhnya.

Sebelum ini saya sudah pernah membahas tentang cara mengobati alergi dingin dengan mandi air hangat. Nah, karena sebelumnya cara tersebut sukses, maka saya gunakan metode itu pada anak saya.

Setiap pagi dan sore hari, anak saya selalu mandi air hangat.

Tapi anehnya setelah 2 hari, anak saya belum kunjung sembuh. Pada tengah malam berikutnya kambuh lagi gatalnya.

Biduran vs Alergi Keringat

Sampai pada hari ketiga, tidak biasanya anak saya kambuh gatalnya saat sore hari, yaitu pada kisaran jam 15:00-16:00.

Saya perhatikan saat itu suhu lingkungan sama sekali tidak dingin, bahkan ketika itu anak saya baru pulang main dengan badan berkeringat.

Kok bisa ya?

Kemudian saya ingat-ingat lagi, ternyata setiap anak saya kambuh saat tengah malam, itupun tidak pada saat cuaca dingin. Sebaliknya justru pada saat suhu udara panas menjelang turun hujan.

Oh. Rupanya…

Saat itu saya belum berani mengambil kesimpulan.

Mengobati Alergi Keringat

Dengan mengucap Bismillah, saya mandikan anak saya sore itu dengan air dingin (air biasa / normal). Alhamdulillah. Setelah selesai mandai, badan anak saya balur minyak telon dan bedak gatal (salycil).

Hasilnya?

Kurang dari 1 jam kemudian anak saya sudah membaik.

Karena sore itu menunjukkan hasil baik, maka esok pagi dan seterusnya anak saya mandi dengan air dingin biasa dan sampai sekarang ia baik-baik saja.

Untuk mempercepat kesembuhannya, saya berikan anak saya minum air kelapa selama beberapa hari.

Yup. Air kelapa Om.

Air kelapa baik untuk membersihkan tubuh kita dari zat-zat yang bersifat racun.

Bahkan dari pengalaman kakak ipar saya, ternyata air kelapa ijo bisa menyembuhkan kista.

Kesimpulan

Dari apa yang pernah anak saya alami, saya menyimpulkan:

  • Walaupun gejala dan waktu kambuhnya sama, alergi dingin dan alergi keringat adalah dua hal yang berbeda
  • Om/Sist harus memperhatikan suhu lingkungan (pada saat alergi kambuh) untuk memahami jenis alerginya
  • Penderita alergi kulit boleh (bahkan harus) mandi untuk mencegah alergi bertambah parah
  • Lebih berhati-hatilah jika penderitanya anak-anak, karena anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa
  • Tulisan ini hanyalah sebuah sharing pengalaman dan bukan merupakan nasihat profesional
  • Jika Om/Sist tidak merasa yakin dengan gejala dan pengobatannya, maka sebaiknya Om/Sist berobat ke dokter

(Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *