Beranda » Financial » Mengambil Uang di Bank yg Bekerjasama dengan Western Union

Mengambil Uang di Bank yg Bekerjasama dengan Western Union

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Meskipun tampaknya tidak berhubungan dengan tema blog ini, namun tulisan ini bisa jadi bermanfaat bagi Om/Sist yang membutuhkannya. Yaitu tentang cara mengambil uang di bank yg bekerjasama dengan Western Union.

Lah iya. Siapa tahu ada dari sebagian pembaca blog ini yang kebetulan hendak menerima kiriman uang menggunakan Western Union. Misalnya jika salah satu keluarga Om/Sist ada yang menjadi TKI dan mengirim uang via WU.

Bank yang Bekerjasama dengan Western Union

Sebelum ini saya pernah mendapat informasi bahwa ada dua bank yang memiliki layayanan Western Union, yakni BRI dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Tapi rupanya dari security bank, saya mendapat informasi bahwa sekarang BRI sudah tidak lagi bekerja sama dengan Western Union.

Maka saya bergeser menuju BSM.

Kebetulan juga saya punya rekening tabungan produk Mandiri Syariah, jadi saya tidak canggung untuk mulanya menanyakan perihal layanan Western Union tersebut ke BSM.

Western Union vs Transfer Bank

Jadi begini ceritanya.

Biasanya, setiap jatuh tempo gajian dari blog, saya selalu mencairkan dana melalui Kantor Pos. Karena akun Google Adsense saya versi lama yang masih pakai Dollar, yangmana pembayarannya terkirim dari Singapore.

Nah, saya memilih metode pembayaran via Western Union karena gratis. Yang artinya biaya pengiriman uang menjadi tanggungan pihak Google Asia Pacific, Singapore.

Lain cerita jika saya menggunakan cara pembayaran via rekening bank langsung, maka saya bakal kena charge senominal ratusan ribu rupiah.

Pan sayang tuh. Ratusan ribu buat saya mah gede loh Om.

Yo wis. Itu interlude’nya.

Kantor Pos vs Bank

Singkat cerita, setelah terbiasa mengambil tunai melalui Kantor Pos, saya pengen jajal ambil gaji lewat Bank Syariah Mandiri. Niatnya supaya si duit langsung saya pindah-kreditkan ke rekening tabungan. Jadi tidak harus bawa uang cash begitu keluar dari bank.

Sebenarnya cara itu juga bisa dilakukan melalui Kantor Pos, yakni jika kita punya rekening e-Batara Pos yang merupakan produk tabungan hasil kolaborasi Bank BTN dengan Kantor Pos.

Tapi pada sekira tahun 2018 lalu saya ingin menjajal lewat BSM dulu saja.

Bukan karena jumlahnya yang amat banyak menghias angkasa seperti lagu ‘Bintang Kecil’, tapi setidaknya akan lebih aman jika saya tidak tarik langsung berupa uang tunai.

Aman dari ancaman kejahatan, aman dari resiko jatuh/hilang dan lain-lain.

Selanjutnya setelah pada akhirnya saya memutuskan untuk ambil gaji via Bank Syariah Mandiri, saya mendapati ada beberapa perbedaan teknis dan kebutuhan waktu yang saya gunakan selama proses pencairan dana.

Perbedaan Teknis Layanan WU di Kantor Pos dengan BSM

Kecepatan Layanan

Pada dasarnya waktu yang kita butuhkan lebih terpengaruh dari jumlah antrian. Nah, kebetulan cabang Kantor Pos Banjar Patroman dan Cisaga relatif lebih sepi antrian ketimbang Bank Syariah Mandiri.

Loket

Selain itu pencairan dana Western Union melalui Kantor Pos, selesai melalui satu loket. Sementara pada Bank Syariah Mandiri, prosesnya harus melalui dua loket.

  • Pertama ke Customer Service bank untuk pengisian slip penarikan uang
  • Kemudian untuk penerimaan uangnya kita lakukan melalui teller bank

Jadi kesimpulannya, untuk Banjar Patroman dan Cisaga, pengambilan uang dari Western Union relatif lebih cepat melalui Kantor Pos ketimbang Bank Syariah Mandiri.

Perbedaan Slip Penarikan Uang

Slip dari Kantor Pos lebih simple.

Pada dasarnya sih sama juga ya Om. Yang saya kira terasa pisan perbedaannya hanya dalam hal pengisian nama saja, yangmana slip Kantor Pos hanya meminta nama kita tok doang. Sementara itu pada slip dari Bank Syariah Mandiri harus menyertakan nama ayah dan ibu kandung kita.

Perbedaan Cara Menunjukkan MTCN

Money Transfer Control Number (MTCN) ialah PIN rahasia dari pengirim untuk penerima.

Pada penarikan dana Western Union melalui Kantor Pos, MTCN kita tulis terpisah dari slip penarikan. Sementara pada slip milik Bank Syariah Mandiri, MTCN’nya kita tuliskan pada slip penarikannya, yaitu pada bagian kolom yang telah tersedia.

Kartu Identitas

Syarat dasar keduanya sama. Baik Kantor Pos ataupun Bank Syariah Mandiri, kita harus melampirkan selembar fotocopy KTP untuk bisa mencairkan uang dari Western Union.

Namun ada syarat pendukung yang berbeda dalam ketentuannya.

Jadi begini.

Saya ini kan alamat KTP’nya Kabupaten Ciamis, sedangkan ambil uangnya melalui Kantor Pos Kota Banjar.

Dalam kondisi “nyebrang wilayah” seperti itu, Kantor Pos meminta saya menunjukkan second ID alias identitas kedua alias identitas pendukung.

Dalam hal ini yang paling simple saya berikan fotocopy SIM. Iya tentu SIM’nya pun harus punya alamat yang sama dengan KTP.

Lah, emang ada ya SIM yang beda alamat dengan KTP?

Kadang ada Om.

Dulu waktu saya pindah dari Tangerang ke Ciamis, setelah KTP saya pindahkan, itu SIM punya saya masih alamat Tangerang.

Sayang kan. Masa berlakunya masih ada dua tahun lagi.

Nah, ketika itu berarti kan KTP saya berbeda alamat dengan SIM.

Sekarang sih udah sama alamat dua-duanya. SIM saya sudah ikut pindah ke Ciamis.

Itu untuk ketentuan Kantor Pos.

Sedangkan dalam rangka pengambilan Western Union melalui Bank Syariah Mandiri, saya tidak perlu memberikan copy second ID meski nyebrang wilayah dari Ciamis ke Banjar.

Tapi untuk Bank Syariah Mandiri, saya harus memberikan second ID jika pengambilan dana’nya sebanyak Rp5 juta atau lebih. Yang artinya jika nominal uang yang kita ambil kurang dari Rp5 juta sih cukup copy KTP saja.

Materai

Melalui Kantor Pos, slip pengambilan Western Union tidak memerlukan materai tempel. Sedangkan melalui Bank Syariah Mandiri, slip pengambilannya menggunakan materai 6.000.

Namun pada saat itu (November 2018), Bank Syariah Mandiri masih menggratiskan biaya materainya.

Cara Mengambil Uang di Bank yg Bekerjasama dengan Western Union

  • Pertama masuk ke Bank
  • Jika security menanyakan keperluan Om/Sist, jawab saja mau mengambil uang dari Western Union

Nanti security akan mengarahkan Om/Sist untuk antrian menuju cusomer service.

  • Saat giliran antrian Om/Sist tiba, Om/Sist akan meneripa slip kosong penarikan Western Union
  • Isi data-data’nya

Isi Form

Pada kolom penerima, isiannya adalah:

  1. Nama depan
  2. Nama tengah
  3. Ayah kandung
  4. Ibu kandung
  5. Alamat
  6. Kota
  7. Provinsi
  8. Negara
  9. Kode pos
  10. Nomor telpon
  • Pada kolom pengirim, isi semua data sebanyak yang Om/Sist ketahui

Jumlah kolom isian pengirim sekira sama dengan kolom penerima, tapi kita tidak harus mengisinya secara lengkap. Isi saja sebatas informasi yang Om/Sist tahu.

Seperti misalnya saya hanya mengisi nama pengirim dan alamat singkat saja lantaran hanya itu data pengirim yang saya terima, tanpa nomor telepon dan lain-lain.

Jangan lupa isi pula tanggal hari itu dan bubuhkan tanda tangan Om/Sist sekalian.

  • Selesai Om/Sist mengisi slip penarikannya secara manual, kemudian Customer Service akan memproses uangnya
  • Selanjutnya Om/Sist akan mendapatkan slip putih hasil print out yang telah lengkap dengan nominal uangnya
  • Selanjutnya Om/Sist tinggal menunggu antrian teller

Saat tiba giliran antrian teller, berikan slip putih dari Customer Service tadi kepada teller.

Selebihnya terserah Om/Sist, mau ambil tunai atau mau Om/Sist pindah bukukan ke rekening (jika Om/Sist punya rekening tabungan BSM).

Karena saya pindah bukukan (saya tabungkan), maka buku tabungan BSM juga sekalian saya berikan ke teller bersama slip putih.

Nah, setelah itu selesai.

Uapkan Alhamdulillah, kemudian segera pulang temui istri dan anak-anak Om Bro. Peluklah mereka sebagai ungkapan rasa syukur pada Alloh atas rizki yang Om Bro terima via WU.

Jangan langsung jalan-jalan, apa lagi jalannya ama cewek lain. Wkwkwkwkwkk! Itu namanya kufur ni’mat. (Bloglain – Cara mengambil uang di bank yg bekerjasama dengan Western Union).

Cara Tarik Uang Gopay via Rekening Bank BRI dan Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *