Mengambil Uang di Bank yg Bekerjasama dengan Western Union

Bloglain.com – Om Bro…!! Meskipun tampaknya tidak berhubungan dengan tema blog ini, namun tulisan ini bisa jadi bermanfaat bagi Om Bro/Sista sekalian… …yaitu tentang cara mengambil uang di bank yg bekerjasama dengan Western Union.

Lah iya… siapa tahu ada dari sebagian pembaca blog ini yang kebetulan hendak menerima kiriman uang menggunakan Western Union,… misalnya jika salah satu keluarga Om Bro ada yang bekerja di luar negeri dan mengirim uang via WU…

Om Bro…!! Sebelum ini saya pernah mendapat informasi bahwa ada dua bank yang memiliki layayanan Western Union, yakni BRI dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Tapi rupanya dari security bank, saya mendapat informasi bahwa sekarang BRI sudah tidak lagi bekerja sama dengan Western Union… maka saya bergeser menuju BSM.

Kebetulan juga saya punya rekening tabungan produk Mandiri Syariah… jadi saya tidak canggung untuk mulanya menanyakan perihal layanan Western Union tersebut di BSM.

Jadi, ceritanya begini…

Biasanya, setiap jatuh tempo gajian dari blog, saya selalu mencairkan dana di Kantor Pos… …karena akun Google Adsense saya versi lama yang masih pakai Dollar, dimana pembayaran dikirim dari Singapore.

Nah, saya memilih metode pembayaran via Western Union karena gratis… Yang artinya biaya pengiriman uang ditanggung oleh kantor Google di Singapore.

Lain cerita jika saya menggunakan cara pembayaran via rekening bank langsung, maka saya bakal kena charge senominal ratusan ribu rupiah.

Pan sayang tuh… Ratusan ribu buat saya mah gede lho ya…

Yo wiss… itu interlude-nya…

Singkat cerita, setelah terbiasa ambil tunai di Kantor Pos, saya pengen jajal ambil gaji di Bank Syariah Mandiri… Niatnya supaya si duit langsung saya pindah kreditkan ke rekening tabungan, jadi tidak harus bawa uang cash begitu keluar dari bank.

Sebenarnya cara itu juga bisa dilakukan di Kantor Pos, yakni jika saya mau bikin rekening e-Batara Pos… yang adalah produk tabungan hasil kolaborasi Bank BTN dengan Kantor Pos. Tapi saya pikir lagi, mendingan memanfaatkan rekening yang sudah ada saja…

Bukan karena jumlahnya yang amat banyak menghias angkasa… tapi setidaknya akan lebih aman jika saya tidak tarik langsung berupa uang tunai.

Aman dari ancaman kejahatan, aman dari resiko jatuh/hilang di jalan, dan lain-lain…

Selanjutnya, setelah pada akhirnya saya memutuskan untuk ambil gaji via Bank Syariah Mandiri, saya mendapati ada beberapa perbedaan teknis dan kebutuhan waktu yang digunakan selama proses pencairan dana…

Perbedaan Teknis Layanan WU di Kantor Pos dengan BSM

Kecepatan Layanan

Pada dasarnya, waktu yang dibutuhkan lebih terpengaruh dari jumlah antrian. Nah, kebetulan di kampung saya, Kantor Posnya relatif lebih sepi antrian dibanding Bank Syariah Mandiri.

Selain itu, pencairan dana Western Union di Kantor Pos diselesaikan di satu loket. Sementara di Bank Syariah Mandiri, prosesnya harus melalui dua loket…

  • Pertama ke Customer Service bank untuk pengisian slip penarikan uang
  • Kemudian untuk penerimaan uangnya dilakukan di teller bank

Jadi kesimpulannya, untuk Banjar Patroman, pengambilan uang dari Western Union relatif lebih cepat di Kantor Pos ketimbang di Bank Syariah Mandiri.

Perbedaan Slip Penarikan Uang

Slip dari Kantor Pos lebih simple…

Bank syariah mandiri western union

Pada dasarnya sih sama juga ya Om… Yang saya kira terasa pisan perbedaannya hanya dalam hal pengisian nama saja… dimana slip Kantor Pos hanya meminta nama kita tok doang

… sementara pada slip dari Bank Syariah Mandiri harus menyertakan nama ayah dan ibu kandung kita

Perbedaan Cara Menunjukkan MTCN

Money Transfer Control Number (MTCN) ialah PIN rahasia yang diberikan oleh pengirim kepada penerima.

Nah, pada penarikan dana Western Union di Kantor Pos, MTCN kita ditulis terpisah dari slip penarikan. Sementara pada slip milik Bank Syariah Mandiri, MTCN-nya dituliskan pada slip penarikannya, pada kolom yang telah tersedia.

Kartu Identitas

Syarat dasar keduanya sama… Di Kantor Pos atau pun di Bank Syariah Mandiri, kita harus melampirkan selembar fotocopy KTP untuk bisa mencairkan uang dari Western Union.

Namun ada syarat pendukung yang berbeda dalam ketentuannya…

Jadi begini…

Saya ini kan alamat KTP-nya Kabupaten Ciamis, sedangkan ambil uangnya di Kantor Pos Kota Banjar.

Nah, dalam kondisi “nyebrang wilayah” seperti itu, saya diminta memberikan pula second ID alias identitas kedua alias identitas pendukung.

Dan dalam hal ini yang paling simple saya berikan fotocopy SIM.

Tentu SIM-nya pun harus punya alamat yang sama dengan KTP.

Lah, emang ada ya SIM yang beda alamat dengan KTP…??

Kadang ada…

Dulu waktu saya pindah dari Tangerang ke Ciamis, setelah KTP saya pindahkan, itu SIM C punya saya masih alamat Tangerang.

Sayang kan… masa berlakunya masih ada dua tahun lagi…

Nah, ketika itu berarti kan KTP saya berbeda alamat dengan SIM.

Sekarang sih udah sama alamat dua-duanya…

Itu untuk ketentuan di Kantor Pos…

Sedangkan dalam rangka pengambilan Western Union di Bank Syariah Mandiri, saya tidak dimintai copy second ID meski nyebrang dari Ciamis ke Banjar…

Tapi… di Bank Syariah Mandiri, saya diminta second ID jika pengambilan dana sebanyak Rp5 juta atau lebih… yang artinya, jika nominal uang yang di ambil kurang dari Rp5 juta sih cukup copy KTP saja.

Materai

Di Kantor Pos, slip pengambilan Western Union tidak memerlukan materai tempel… sedangkan di Bank Syariah Mandiri, slip pengambilannya dilengkapi dengan materai 6.000.

Namun pada saat itu (November 2018) Bank Syariah Mandiri masih menggratiskan biaya materainya.

Cara Mengambil Uang di Bank yg Bekerjasama dengan Western Union

  • Pertama masuk ke Bank…
  • Jika security menanyakan keperluan Om Bro, jawab saja mau mengambil uang dari Western Union. Nanti security akan mengarahkan Om Bro untuk antrian menuju cusomer service
  • Saat giliran antrian Om Bro tiba, Om Bro akan dikasih slip penarikan Western Union
  • Isi data-data yang di perlukan…

Pada kolom penerima, isiannya adalah:

  1. Nama depan
  2. Nama tengah
  3. Nama ayah kandung
  4. Nama ibu kandung
  5. Alamat
  6. Kota
  7. Provinsi
  8. Negara
  9. Kode pos
  10. Nomor telpon
  • Di kolom pengirim, isi semua data yang diminta sebanyak yang Om Bro ketahui

Jumlah kolom isian pengirim sekira sama dengan kolom penerima… tapi kita tidak harus mengisinya secara lengkap. Isi saja sebatas informasi yang Om Bro tahu.

Seperti misalnya saya hanya mengisi nama pengirim dan alamat singkat saja lantaran hanya itu data pengirim yang saya terima… tanpa nomor telepon dan lain-lain…

Jangan lupa isi pula tanggal hari itu dan bubuhkan tanda tangan Om Bro sekalian.

  • Selesai Om Bro isi slip penarikannya secara manual, kemudian Customer Service akan memproses uang Om Bro
  • Selanjutnya Om Bro akan mendapatkan slip putih hasil print out yang telah lengkap dengan nominal uang yang hendak di cairkan

Western union bank syariah mandiri

  • Selanjutnya, Om Bro tinggal menunggu antrian teller

…dan saat tiba giliran antrian teller, berikan slip putih dari Customer Service tadi kepada teller.

Selebihnya terserah Om Bro… mau diambil tunai atau mau dipindah bukukan ke rekening (jika Om Bro punya rekening tabungan BSM).

Karena saya pindah bukukan (ditabungkan), maka buku tabungan BSM juga sekalian saya berikan ke teller bersama slip putih.

Nah, setelah itu selesai… ucapkan Alhamdulillah… kemudian segera pulang temui istri dan anak-anak Om Bro… Peluklah mereka sebagai ungkapan rasa syukur pada Alloh atas rizki yang Om Bro terima via WU.

Jangan langsung jalan-jalan, apa lagi jalannya ama cewek lain… Wkwkwkwkwkk…!! Itu namanya kufur ni’mat… (Bloglain – Cara mengambil uang di bank yg bekerjasama dengan Western Union).

Cara Tarik Uang Gopay via Rekening Bank BRI dan Lainnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *