Arti Buang Barang dalam Dunia Sales Distribusi

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Saya pernah mendapat pertanyaan tentang arti buang barang dalam dunia persilatan distribusi… khususnya di kalangan sales motoris dan salesman kanvas.

Singkatnya sih begini ya Om…

Pada umumnya, sales motoris dan sales kanvas ditugaskan untuk menjual produk-produk perusahaan… dengan ketetapan harga yang lebih tinggi dibanding harga jual sales TO.

Nah, pada saat-saat tertentu, ada kalanya salesman kanvas dan motoris kesulitan mencapai target penjualan… yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Untuk dapat menutup target penjualan… tak jarang seorang salesman menjual barang yang ia bawa dengan harga lebih murah… ke outlet yang lebih besar.

Buang barang

Contoh:

  • Seorang motoris bertugas mengcover warung-warung retail. Namun karena ingin cepat mencapai target, maka dia menjual barang bawaannya ke toko semi-grosir… dengan harga yang lebih murah dari ketetapan perusahaan.

Selanjutnya nanti, nota penjualan dari toko grosir tersebut… dia pecahkan dengan faktur beberapa warung retail.

Dengan begitu, target penjualan akan lebih mudah dicapai… namun dengan konsekuensi si salesman harus “nombok” saat setor penjualan ke kantor.

Nombok karena dia menjual dengan harga yang lebih murah dari ketetapan.

Singkatnya, “arti buang barang” yang dimaksud disana adalah “jual murah”.

12 Perbedaan Sales Motoris dan Sales TO serta Kanvas

Jadi bukan benar-benar dibuang ya Om… Dan cara ini adalah cara curang yang sama sekali tidak patut untuk ditiru.

Jika memang saking pengennya Om Bro mencapai target penjualan… akan lebih baik jika Om Bro memperbanyak jumlah outlet kunjungan… dan memperpanjang waktu kerja.

Saya dulu selalu pulang malam saat masih jadi motoris. Saya perpanjang waktu kerja dan perbanyak warung kunjungan. Dengan begitu, saya bisa mencapai target penjualan tanpa harus berbuat curang.

Bagi saya, percuma saja membuang barang dan menutup target penjualan saat itu… karena inti terpentingnya bukanlah disitu.

Tujuan utama saya menjadi motoris kala itu ialah untuk menciptakan aset sebanyak-banyaknya… Yaitu aset berupa warung-warung langganan.

Dengan memiliki semua aset tersebut, saya tidak perlu pusing mencari pelanggan baru… saat dikemudian hari saya membuka usaha sendiri sebagai motoris freelance. (Bloglain).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *