Beranda » Tema » Arti Buang Barang dalam Dunia Sales Distribusi

Arti Buang Barang dalam Dunia Sales Distribusi

Sales Motoris Freelance

Bloglain.com – Om Bro/Sista sekalian! Saya pernah mendapat pertanyaan tentang arti buang barang dalam dunia persilatan sales motoris dan kanvas.

Arti Buang Barang

Singkatnya sih begini ya Om.

Pada umumnya, sales motoris dan sales kanvas mendapat tugas untuk menjual produk-produk perusahaan dengan ketetapan harga yang lebih tinggi dari harga jual sales TO.

Pada saat-saat tertentu, ada kalanya salesman kanvas dan motoris kesulitan mencapai target penjualan yang telah menjadi ketetapan perusahaan.

Untuk dapat menutup target penjualan, tak jarang seorang salesman menjual barang yang ia bawa dengan harga lebih murah… ke outlet yang lebih besar.

Contoh Kasus

Seorang motoris bertugas mengcover warung-warung retail. Namun karena ingin cepat mencapai target, maka ia menjual barang bawaannya ke toko semi-grosir dengan harga yang lebih murah dari ketetapan perusahaan.

Selanjutnya nanti, nota penjualan dari toko grosir tersebut ia pecah menjadi beberapa faktur penjualan ke warung retail fiktif. Dengan begitu, target penjualan akan lebih mudah tercapai dengan konsekuensi si salesman harus “nombok” saat setor penjualan ke kantor.

Nombok karena ia menjual dengan harga yang lebih murah dari ketetapan perusahaan.

Singkatnya, arti buang barang adalah jual murah. Bukan benar-benar mereka buang ke tempat sampah.

Cara penjualan seperti ini sama sekali tidak patut untuk kita tiru.

Jika memang harus Om Bro mencapai target penjualan, maka perbanyak outlet kunjungan, perbanyak pelanggan dan tambah waktu kerja. Jangan ingin mencapai target penjualan melalui jalan pintas dan waktu kerja yang singkat.

Bagi saya, percuma saja membuang barang dan menutup target penjualan saat itu, karena inti yang paling penting bukanlah pada bagian itu.

Tujuan utama saya menjadi motoris kala itu ialah untuk menciptakan aset sebanyak-banyaknya, yaitu aset berupa warung-warung langganan.

Dengan memiliki semua aset tersebut, saya tidak perlu pusing mencari pelanggan baru saat kemudian saya membuka usaha sendiri sebagai motoris freelance.

Yup. Pelanggan adalah aset usaha yang luar biasa. Dengan banyaknya pelanggan, kita tidak akan terlalu kesulitan saat akan memasarkan produk apapun. (Bloglain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *